Sampul Novel DI ANTARA BUKU DAN RINDU

DI ANTARA BUKU DAN RINDU

9.4 / 10.0
Dalam novel DI ANTARA BUKU DAN RINDU, seorang pustakawan sekolah jatuh cinta pada pembaca setia di tengah misteri pesan tersembunyi. Romance novel ini mengungkap rahasia gelap di balik buku yang dipinjam. Temukan kisah young adult fiction romance books ini di webnovel favoritmu.
Ringkasan DI ANTARA BUKU DAN RINDU
Seorang pemuda yang mendedikasikan waktunya sebagai petugas perpustakaan sekolah mulai menaruh hati pada seorang siswi yang rajin berkunjung. Ketertarikan yang tumbuh di sela jajaran rak buku itu terasa manis, namun sebuah misteri besar tersembunyi di balik judul-judul yang sering dipinjam oleh gadis tersebut. Rahasia gelap yang tersimpan dalam lembaran buku itu perlahan terungkap dan siap menjungkirbalikkan seluruh dunia mereka selamanya.
Baca Selengkapnya

DI ANTARA BUKU DAN RINDU Bab 1

Alex memeriksa rak buku di sudut perpustakaan sekolah dengan hati-hati. Suara mesin pemindai di tangan kirinya dan aroma kertas yang lembut mengisi udara sejuk di ruang perpustakaan. Di balik meja kerja kecilnya, lampu meja yang redup memberikan cahaya hangat, cukup untuk menambah kenyamanan bagi siapa pun yang sedang membaca. Pekerjaan paruh waktunya di sini, sejak semester lalu, menjadi pelarian yang sempurna dari hiruk-pikuk kehidupan sekolah yang sering kali melelahkan.

Hari itu, perpustakaan tidak terlalu ramai, dan Alex menikmati kesunyian yang biasa. Dia tengah menyusun beberapa buku di rak ketika pintu perpustakaan berderit lembut, menandakan kedatangan seseorang. Alex menoleh dan melihat seorang gadis masuk. Ia mengenakan jaket denim dan jeans yang sederhana, dengan rambut panjang tergerai yang sedikit kusut. Tatapan mata cokelatnya yang dalam dan misterius langsung menangkap perhatian Alex. Gadis itu adalah Maya, siswi yang baru saja pindah ke sekolahnya beberapa minggu yang lalu.

Maya berjalan dengan langkah tenang ke arah rak buku di sebelah kanan, langsung menuju ke rak yang berisi novel-novel klasik. Alex memperhatikan Maya dengan rasa penasaran, terutama karena dia terlihat sangat berbeda dari kebanyakan siswa lain. Maya jarang bergaul, dan kemunculannya di perpustakaan selalu disertai dengan kesunyian yang hampir magis.

Maya berhenti di depan rak, memindai judul-judul dengan penuh perhatian. Alex merasa ada yang tidak biasa dengan cara dia memilih buku, seperti seseorang yang mencari sesuatu yang sangat spesifik. Dia memutuskan untuk tidak mengganggu, tetapi ketertarikan Alex terus meningkat. Apa yang Maya cari? Mengapa dia selalu memilih buku-buku yang sama?

Beberapa menit kemudian, Maya membawa beberapa buku ke meja peminjaman. Salah satu buku yang dia pilih adalah "Kebangkitan" karya Tolstoy, sebuah novel berat yang jarang dibaca oleh siswa seusianya. Alex memandang Maya sambil menyiapkan buku-buku tersebut untuk dipindai. "Saya belum pernah melihat Anda di sini sebelumnya. Baru pindah ke sekolah?" tanyanya dengan nada ramah.

Maya mengangkat kepalanya dan tersenyum tipis, sebuah senyuman yang penuh misteri. "Ya, baru beberapa minggu. Saya hanya datang ke sini untuk membaca." Suaranya lembut dan tenang, seolah-olah setiap kata yang diucapkannya dipilih dengan hati-hati.

Alex mencoba menggali lebih dalam. "Anda suka membaca buku-buku klasik? Kebanyakan orang lebih suka novel modern saat ini."

Maya mengangguk. "Saya menemukan sesuatu yang berbeda dalam buku-buku lama. Mereka memiliki cara untuk menggambarkan emosi dan konflik yang sering kali lebih mendalam daripada buku-buku modern."

Alex tersenyum, merasa ada koneksi dalam percakapan itu. "Saya mengerti. Terkadang, buku-buku lama memang memiliki cara yang unik untuk menggambarkan kehidupan."

Maya mengambil buku-buku itu dan berbalik untuk pergi, namun sebelum melangkah keluar, dia menoleh ke arah Alex. "Terima kasih," katanya singkat dan kemudian melangkah pergi dengan langkah lembut.

Alex berdiri di belakang meja, memandang Maya yang semakin jauh dari pandangannya. Ada sesuatu tentang gadis itu yang membuatnya merasa ingin tahu lebih banyak. Buku-buku yang dipilihnya, sikapnya yang tenang, dan senyumnya yang penuh misteri-semua itu membangkitkan rasa ingin tahunya.

Hari itu, Alex tahu bahwa Maya bukanlah seperti siswi lainnya. Ada sebuah misteri di balik keheningan dan pilihan buku-bukunya yang membuatnya merasa ingin menggali lebih dalam. Dia tidak tahu seberapa besar dampak pertemuan pertama ini akan memengaruhi hidupnya, tetapi satu hal yang pasti: hari ini adalah awal dari sesuatu yang berbeda.

Keesokan harinya, Alex kembali bekerja di perpustakaan dengan semangat yang sedikit berbeda. Dia tidak bisa menghilangkan bayangan Maya dari pikirannya-dari tatapan matanya yang mendalam hingga buku-buku yang dipilihnya dengan cermat. Meskipun itu hanya pertemuan singkat, Alex merasa ada sesuatu yang mengganggu pikirannya. Pikirannya terus kembali pada Maya dan apa yang dia cari dalam buku-buku tersebut.

Saat Alex tengah menyusun buku-buku di rak, pikirannya tidak berhenti merenung tentang apa yang mungkin ada di balik misteri Maya. Seperti yang sering dilakukan, Alex mencari cara untuk mengisi waktu luangnya dengan sesuatu yang lebih berarti daripada sekadar mengatur buku. Kali ini, dia memutuskan untuk melibatkan diri dalam memeriksa buku-buku yang dipinjam Maya kemarin.

Dia pergi ke rak penyimpanan, di mana buku-buku yang telah dipinjam biasanya dikembalikan setelah masa pinjaman selesai. Dia menemukan tumpukan buku yang mencakup novel-novel klasik dan beberapa karya sastra yang lebih jarang dijumpai. Mengingat betapa perhatian Maya terhadap buku-buku ini, Alex merasa dia harus tahu lebih banyak tentang mereka.

Sambil memeriksa buku-buku tersebut, Alex menemukan catatan kecil yang terselip di antara halaman salah satu buku-"Kebangkitan" oleh Tolstoy. Catatan itu tertulis dengan tangan cantik, dan isinya singkat tetapi penuh makna: "Terkadang, kebangkitan memerlukan lebih dari sekadar memahami cerita. Aku mencarinya di antara baris-baris ini."

Kata-kata itu membuat Alex semakin penasaran. Apa yang dicari Maya dalam buku-buku ini? Apakah ada makna yang lebih dalam yang tidak bisa dilihat oleh orang lain?

Ketika Maya datang ke perpustakaan hari itu, Alex sudah siap dengan pertanyaan-pertanyaan di pikirannya. Maya muncul dengan cara yang sama seperti sebelumnya, tenang dan penuh perhatian. Alex melihat Maya memilih beberapa buku yang sama dan berusaha memulai percakapan.

"Hai, Maya," kata Alex, mencoba terdengar santai. "Saya menemukan catatan kecil di antara buku-buku yang Anda pinjam kemarin. Saya agak penasaran-apakah catatan itu milik Anda?"

Maya mengangkat kepalanya dari rak buku dan menatap Alex dengan raut wajah yang sulit dibaca. "Catatan? Tidak, itu bukan milik saya," jawabnya perlahan. "Mungkin itu adalah catatan seseorang yang sebelumnya meminjam buku itu. Kadang-kadang, orang-orang meninggalkan pesan atau pemikiran mereka."

Alex merasa sedikit kecewa, tetapi juga merasa lebih penasaran. "Apakah Anda sering menemukan hal-hal seperti itu dalam buku-buku yang Anda baca?"

Maya berpikir sejenak sebelum menjawab, "Kadang-kadang. Buku-buku memiliki sejarahnya sendiri, dan terkadang, orang-orang meninggalkan jejak mereka dalam bentuk catatan atau tulisan di halaman."

Percakapan mereka terhenti sejenak saat Alex mengambil buku yang ingin dipinjam Maya. Dia memperhatikan Maya yang tampak tenggelam dalam pikirannya, seolah-olah ada sesuatu yang mengganggu pikirannya.

"Apakah Anda baik-baik saja?" tanya Alex, mencoba memperhatikan ekspresi Maya.

Maya menghela napas dan mengangguk. "Ya, hanya sedikit banyak yang dipikirkan. Terima kasih sudah menanyakan. Saya suka membaca karena terkadang buku membantu saya merasa lebih baik."

Alex merasa hatinya bergetar mendengar kata-kata Maya. Ada sesuatu yang tulus dan rentan dalam suaranya yang membuatnya ingin memberikan dukungan lebih. "Jika ada yang ingin Anda bicarakan atau butuh bantuan, saya di sini."

Maya tersenyum lembut. "Terima kasih, Alex. Itu sangat berarti."

Saat Maya meninggalkan perpustakaan dengan buku-buku yang dipinjamnya, Alex kembali memandang ke arah pintu yang baru saja ditutup. Rasa ingin tahunya tentang Maya semakin membesar, dan dia merasa bahwa pertemuan ini adalah awal dari sesuatu yang lebih besar dari sekadar percakapan singkat di perpustakaan.

Malam itu, saat Alex pulang ke rumah, dia tidak bisa berhenti memikirkan Maya dan catatan kecil yang dia temukan. Dia tahu bahwa ada sesuatu yang lebih dalam dari apa yang tampak di permukaan. Dia hanya berharap bahwa dia bisa menemukan jawaban dari teka-teki ini dan memahami lebih banyak tentang gadis misterius yang telah mencuri perhatiannya.

Bersambung...

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi DI ANTARA BUKU DAN RINDU

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Aku Tak Mau Penebusan yang Terlambat
9.7
Kembali ke keluarga konglomerat sebagai putri kandung mempertemukan aku dengan Julian Jetarsa. Pembelaannya sekali saja membuatku mengejarnya selama lima tahun hingga kami bertunangan. Namun, Julian selalu merendahkan sikapku yang dianggap tidak anggun. Saat kakek yang membesarkanku sekarat dan aku butuh bantuannya, Julian sengaja mengabaikanku demi memberi pelajaran. Kematian kakek membuatku tersadar. Kini, aku telah belajar menjadi sosok yang dia inginkan, sekaligus berhenti mencintainya.
Sampul Novel Mermaid For The CEO
9.6
Cassiopeia Moore berada di puncak ketenaran saat harus memilih antara karier atau cinta dari dua pria berkuasa. Namun, hidupnya hancur dalam semalam ketika rahasia besarnya terungkap hingga ia berakhir di pelelangan ilegal. Didorong dendam akibat pengkhianatan, Cassie mengambil tawaran nekat demi membalas rasa sakitnya. Mampukah ia bangkit sebagai Dewi Keadilan dan menemukan cinta sejati, atau justru rahasia lain akan terbongkar di hadapan dunia?
Sampul Novel My Crazy Boss
8.6
Alexander Aimes adalah bos dingin yang kerap berganti asisten. Nasib mempertemukannya dengan Winona Kim, wanita yang pernah melukainya di kelab malam dan tak sengaja menabrak mobilnya. Winny, putri konglomerat bangkrut yang butuh biaya untuk ayahnya, dipaksa bekerja sebagai asisten Alex guna melunasi ganti rugi. Meski Winny memberontak, ancaman penjara membuatnya tak berkutik. Dimulailah hubungan penuh ketegangan antara bos arogan dan sekretaris yang keras kepala.
Sampul Novel RelationShit!
8.3
Zanata Aprilia Rose dan Sultan Shaka Gilang Reyzidan terikat dalam hubungan yang hanya berlandaskan kontrak formal. Shaka menegaskan aturan ketat agar mereka tidak saling jatuh cinta. Namun, kebencian mendalam Shaka terus menghantui Aprilia, bahkan ia berharap Aprilia yang tiada menggantikan sosok lain. Di tengah tekanan perasaan dan luka emosional, Aprilia hanya bisa meratapi nasibnya yang malang. Akankah ikatan kontrak ini berakhir dengan kehancuran?
Sampul Novel Scent of Love
9.3
Kebahagiaan Shane Johnson hancur seketika saat Gerald Davis, pria yang baru saja melamarnya setelah setahun menjalin hubungan, justru berkhianat. Gerald tega berselingkuh dengan Hyena Anderson, sahabat dekat Shane sendiri. Di tengah luka hati yang mendalam akibat pengkhianatan tunangannya tersebut, Shane tidak sengaja dipertemukan kembali dengan sosok pria dari masa lalunya yang pernah sangat ia cintai. Akankah momen ini menjadi awal berseminya kembali rasa yang dulu pernah ada?
Sampul Novel Skenario Palsu
8.2
Victoria Calloway, pengacara tangguh di New York, harus berhadapan dengan Damian Whitmore, hakim federal yang dingin dan tak kenal kompromi. Konflik memuncak saat Victoria menangani kasus keluarga elit Manhattan di hadapan Damian. Di tengah perdebatan sengit ruang sidang, mereka menemukan rahasia kelam yang saling terhubung. Batas profesionalisme pun memudar menjadi ketegangan personal. Mampukah mereka menghadapi kebenaran pahit saat skenario besar mulai terungkap?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan