Sampul Novel ORANG KETIGA

ORANG KETIGA

9.5 / 10.0
Lea Khalilea tidak pernah bercita-cita menjadi orang ketiga atau merebut Varrell Damington dari pelukan orang lain. Namun, rentetan peristiwa dalam hidup memaksanya mengambil langkah ekstrem hingga ia terjebak dalam dunia yang asing baginya. Melalui kisah ini, Lea mengajak siapa pun untuk memahami alasannya sebelum menghakimi pilihannya. Bersiaplah mendengarkan sisi lain dari sebuah pengkhianatan yang dibungkus dalam rumitnya realita cinta masa kini.

ORANG KETIGA Bab 1

****

Lea Kalilea.

Apa yang kau pikiran dari nama tersebut diatas?

Imut bukan namanya? Mungkin dia juga sosok yang cantik dan sangat smart di dunianya. Dia juga seorang periang dan mungkin anak dari seorang milyuder. Mungkin.

Namun tepis saja nama imut dan cantik itu dari otakmu karena sosok Lea di sini mungkin akan membuatmu harus berpikir ulang tentang sosok yang cantik ataupun imut tersebut.

Tidak. Ia tidak jelek, cantik malah. Dia tidak bodoh, dia pintar dan terbukti bahwa nilai kuliahnya juga bagus dan memiliki prestasi membanggakan. Lalu apakah yang buruk dari seorang Lea Kalilea?

Orang ketiga.

Siapa sangka dibalik wajahnya yang polos, ia mampu berperan apik sebagai orang ketiga dalam rumah tangga Varrel Damington yang baru berumur jagung. Kenapa wajah cantik dan prestasi yang bagus harus ia sia-siakan hanya untuk memikat hati seorang Varrel Damington, seorang pengusaha muda yang bahkan tidak ia kenal sama sekali dan tentunya sudah beristri?

Kenapa juga seorang Varrel Damington, yang berpendidikan dan memiliki segalanya mau menjadikan anak bau kencur itu menjadi selingkuhannya dan memeliharanya seperti gundik?

Baik Lea maupun Varrel punya tujuan masing-masing. Jika orang secantik Lea berani mengambil langkah dan itu adalah langkah yang menurut orang dianggap salah, itu bukan karena tanpa alasan. Lalu alasan yang bagaimana yang membuat gadis itu rela melibatkan diri dalam rumah tangga orang?

Kenapa harus Varrel? Kenapa tidak pria lain saja yang harus ia pikat?

Ada apa dengan Varrel?

Bagi Lea, apapun langkahnya ia tidak pernah merasa bersalah. Orang ketiga butuh hidup, butuh cinta. Ia juga ingin normal meskipun melalui cara dicintai dan mencintai suami orang.

Semua orang menganggapnya buruk, menyalahkan dirinya seolah mereka yang menyalahkan adalah malaikat yang tidak pernah berdosa sama sekali.

Meskipun begitu, Lea Kalilea adalah orang ketiga. Orang yang selalu dicap perusak rumah tangga orang padahal kenyataannya nihil. Mereka.... Mereka hanya tidak tahu sebesar apa perjuangan mereka hingga akhirnya memutuskan menjadi pihak ketiga.

Karena tidak semua orang ketiga itu SALAH.

*****

Varrel Damington memasuki apartemen mewahnya dengan santai, selintas ia bisa melihat gadis itu meringkuk di meja belajarnya. Ia tersenyum tipis, tadi malam ia tidak pulang ke apartemennya karena istrinya Bella menuntutnya untuk pulang dan makan malam bersama.

Perlu digarisbawahi jika Varrel rela menyewa apartemen mewah lain hanya untuk menyembunyikan kekasihnya, Lea Kalilea. Mereka bisa tinggal bersama kapanpun Varrel mau. Pria itu juga yang menanggung semua kebutuhan Lea dari uang saku sampai uang kuliah.

Kenapa Varrel mau melakukannya? Karena yang Varrel inginkan adalah tubuh gadis itu.

Varrel bukanlah pria cassanova, ia pria yang baik-baik. Namun setiap melihat Lea, ada sesuatu dalam jiwanya yang sepertinya "lapar dan haus" akan sosok Lea. Bahkan Bella, istrinya tidak bisa memberikan perasaan yang sama kepadanya sama persis seperti yang Lea berikan padanya.

Senyum manis Varrel Damington masih mengukir, perlahan ia mendekati Lea dan mengusap pundaknya dengan lembut. Ia sengaja datang ke apartemen sepagi mungkin karena ia tahu, Lea akan menunggunya hingga ketiduran di meja belajarnya.

"Lea..." bisiknya guna membangunkan sosok Lea yang masih meringkuk beralaskan tangan.

Varrel mengusap rambut halus gadis itu penuh sayang hingga akhirnya sang gadis membuka mata dan mulai mengerjapkan-ngerjapkan kedua matanya yang masih pedas.

"Arrell...." bisik Lea diantara sadar dan tidak sadar seraya berusaha menegakkan lehernya yang masih lemas. Matanya masih mengatup karena ia baru saja tertidur selepas dini hari hanya karena menunggu Varrel pulang.

Arrel, nama panggilan manja Lea pada Varrel. Pria itu bahkan tak keberatan jika gadis muda yang usianya 7 tahun di bawahnya itu memanggilnya seperti itu.

Dengan masih menyunggingkan senyum, Varrel mendekatkan wajahnya pada Lea. Tanpa merasa malu, Varrel menangkup wajah Lea yang masih setengah tertidur lalu menyerang bibir Lea penuh gairah.

"Mnn....." Lea berusaha mengelak namun Varrel terus menyerangnya.

Ciuman pagi itu cukup memabukkan bagi Varrel, ciuman yang tidak sepanas ia lakukan dengan Bella, istrinya sendiri. Entah kenapa jika dengan Lea semua terasa begitu menyenangkan.

"Bangunlah... Kau tidak bisa tidur seperti itu, Lea." bisiknya lagi setelah habis melumat bibir mungil Lea.

"Aku masih mengantuk." bisik Lea lirih seraya mencoba membuka matanya yang terasa begitu perih.

"Sepertinya kau perlu olahraga dulu." ucap Varrel nakal lantas mengangkat tubuh Lea yang kecil menuju ke ranjang.

Lea hanya terdiam dan menurut tatkala tubuh ringannya terhempas ke ranjang yang empuk di seberang meja belajarnya. Ia hanya menatap biasa tatkala Varrel melonggarkan dasinya dan mulai menaiki tubuhnya seakan sedang turn on.

"Kau harus bekerja, Arrel. Kau harus mencarikanku uang kuliah." ucap Lea lirih ketika Varrel mendekatkan wajahnya.

"Berapa uang yang kau inginkan? Bayar dulu dengan tubuhmu maka akan kuisi penuh kartu kreditmu dengan uangku2." jawab Varrel enteng lantas mulai menyerang bibir mungil di depannya.

"Arrel, kau sudah rapi jangan membuat penampilanmu menjadi lusuh. Sebaiknya kau segera mencari uang untukku." ucap Lea sembari membungkam mulut Varrel.

Pria itu menatap Lea dengan seksama, perlahan ia mengalihkan tangan Lea dan menguncinya dengan rapat. Sejenak mereka saling pandang hingga akhirnya....

"Aku bisa mandi lagi atau aku akan berangkat siang. Kau tahu, aku tidak bisa berjauhan denganmu Lea. Berapapun uang yang kau inginkan pasti akan kuberikan padamu. Namun aku mohon jangan sekali-sekali kau menolak keinginanku." bisik Varrel seolah memberi peringatan.

Lea terdiam, ia tak bisa berkata-kata lagi ketika pria tampan di atasnya kembali mengecupi wajahnya seakan penuh rindu. Ia juga menurut tatkala tangan nakal Varrel terus menjelajahi tubuh mungilnya hingga akhirnya berhasil melucuti sweeternya.

"Kau yakin, Arrel?" tanya Lea ragu ketika Varrel melucuti pakaiannya hingga setengah telanjang.

"Kenapa? Apa kau keberatan? Apa kau sudah tak menyukaiku? Ayolah, kita sudah melakukannya berkali-kali, Lea. Aku merasa ketagihan padamu." bisik Varrel lirih lalu mengecup leher Lea penuh nafsu.

"Bukankah tadi malam kau dan Bella...."

"Aku hanya bernafsu denganmu, bocah. Jangan menyebut nama Bella lagi di ranjang ini, kau mengerti?!" peringat Varrel tanpa berhenti mencumbui tubuh Lea.

Gadis itu terdiam, ia hanya mengangguk pelan dan mulai mengikuti permainan yang Varrel ciptakan pada tubuhnya. Bahkan sepagi ini, Varrel tanpa rasa malu meminta jatah kepadanya.

Pria itu... Pria yang memberi kehidupan baru bagi Lea. Di dunia ini apa yang bisa diharapkan oleh gadis yatim piatu seperti dirinya. Gadis yang ditinggal pergi oleh Ibunya dan harus turut menghidupi ketiga adiknya yang masih sekolah.

Kehidupan Lea sangat pelik, kerja paruh waktu pun tak cukup membiayai hidupnya hingga akhirnya Tuhan menawarkan Varrel sebagai solusinya. Hanya pria itu yang bisa menolongnya, pria yang sanggup menanggung hidupnya dan bersedia menampung benalu seperti dirinya.

"Kenapa kau terus menatapku?" tanya Varrel ketika sadar bahwa Lea terus menatapi wajah rupawannya.

"Kau... Kau sangat tampan." bisik Lea tanpa melepas pandangannya membuat wajah Varrel memerah.

"Kau salah memujiku, Lea. Harusnya kau memuji keperkasaanku bukan ketampananku." ucap Varrel lirih.

"Aku jujur, Arrel." dengus Lea lirih setengah berbisik sembari mengalungkan kedua tangannya di leher Varrel.

"Tapi kau tak pernah jujur soal kejantananku, Lea." ucap Varrel lagi membuat Lea kembali membungkam mulutnya.

"Aargh..." pekik Lea lirih sembari meringis menahan sakit ketika sesuatu di bawah sana sedang menusuk dan menghimpitnya.

"Kenapa? Apa masih sakit? Apa aku terlalu kencang? Bicaralah padaku Lea, mendesahlah!" bisik Varrel di telinga Lea penuh nafsu.

"Kau selalu terburu-buru." dengus Lea sambil memukul kecil pundak Varrel Damington.

"Oh ya? Itu karena aku sudah tak bisa menahannya lebih lama lagi, Lea. Tubuhku hanya mau denganmu bukan dengan yang lainnya." bisik Varrel lalu menciumi leher Lea.

Gadis yang sedang ia himpit, hanya terdiam dan menggigit bibir bawahnya seakan menahan rasa sakitnya. Hal itu membuat seorang Varrel Damington, pria yang mengenal sekali dunia percintaan menjadi sebal-sebal gemas. Tanpa peduli dengan wajah Lea yang polos dan penuh rasa sakit itu, ia menghentak lebih kencang membuat sang gadis hampir menjerit.

"Aaaarghh.... Aarrell...."

Varrel tersenyum tatkala Lea mulai menyukai permainan panasnya. Wajah gadis itu memerah, menunjukkan sikap imutnya membuat Varrel makin gemas dan ingin menghabiskannya pagi ini.

"Arreeelll....." ceracau Lea mulai tak karuan. Varrel tak menjawab, ia semakin meningkatkan hentakannya dan membuat Lea semakin tak karuan.

"Aarrell... Aku.. Mohon... Jangan sekeras itu." ucap Lea hampir tak terdengar.

Justru Varrel terus bergairah, melihat Lea tak berdaya seperti itu membuat jiwa buasnya terus meledak liar.

"Aarreellll....."

"Mmnnn....." mulut Lea terkunci oleh mulut Varrel. Gadis itu hanya bisa menggelepar tak berdaya di bawah permainan Varrel Damington.

Pria itu selalu mencicipi tubuhnya siang malam dan Lea tak keberatan sama sekali. Mungkin ia bodoh namun hanya inilah satunya cara ia bisa bertahan hidup dengan adik-adiknya. Menjadi hina dan begitu buruk di masyarakat.

Lalu jika ia tidak begini, siapa lagi yang harus ia andalkan?

"Lea... Uugh... Aku...." desah Varrel ketika ia sampai ke puncaknya.

"Arrel... Aku tidak mau...."

"Tapi aku mau...."

"Arreell....."dengus Lea dengan kesal ketika Varrel dengan sengaja menumpahkan benih terlarangnya.

"Aku masih kuliah, aku masih memikirkan adik-adikku." ucap Lea dengan wajah sesal.

Varrel tersenyum tipis, tubuhnya berpeluh hebat. Perlahan ia mengusap wajah imut Lea Kalilea.

"Aku tahu dan jika kau hamil, aku akan menikahimu." bisik Varrel lembut.

"Apa? Kau bercanda."

"Tidak, Lea. Aku akan menikahimu, serius. Apa kau mulai meragukan keseriusan Varrel Damington?"

Lea menggeleng pelan membuat Varrel kembali mengusap pipi imut Lea dan mencubitnya gemas.

"Bagus, Lea."

"Tapi ada Bella...."

"Ada kamu di hatiku." sahut Varrel membuat Lea kembali membungkam dan menatap mata Varrel.

"Meskipun ada Bella, ada orangtuaku... Tetaplah di sampingku, jangan pernah melepas genggamanku ataupun mencoba pergi dariku. Jangan pernah sekalipun kita akhiri hubungan ini."

****

"Cari tahu soal gadis ini!" perintah Bella dengan wajah memerah ingin menangis.

Bella Brandon, wanita yang baru 2 bulan menjadi nyonya Varrel Damington hanya bisa melamun dan terus melamun tatkala suaminya terus menjauhinya. Selama dua bulan ini ia hanya sesekali disentuh oleh Varrel Damington. Itupun dalam keadaan marah ataupun sedang mabuk.

Ketika ia tahu bahwa suaminya ada main belakang, hatinya hancur bukan kepalang. Ia tahu bagaimana perasaannya saat ini, ia adalah wanita baik dan terhormat lalu kenapa ada saja wanita lain yang tega kepadanya?!

Bella adalah orang yang murah hati meskipun ia begitu lemah dan gampang menangis, ia juga bukanlah orang yang suka menyakiti orang lain. Lalu kenapa Varrel tega memperlakukannya seperti ini?

"Tolong Paman, selidiki gadis ini! Aku ingin cari tahu soal gadis ini." pinta Bella lirih sembari menahan airmatanya yang mau keluar.

"Anda yakin, Nyonya?" tanya Paman Henry si sopir pribadi Bella seraya menerima foto gadis bersama Varrel dari tangan Bella.

"Ya, Paman. Aku harus tahu semuanya, aku harus tahu kenapa ia tega merebut Varrel dariku?! Aku harus tahu segalanya." tutur Bella bersikeras lalu meneteskan airmatanya yang bening.

"Saya harap anda tegar, Nyonya." hibur Henry sedih lalu bangkit dan pergi membawa foto itu bersamanya.

Bella terdiam lalu terisak sendiri. Beberapa hari lalu tanpa sengaja ia melihat-lihat isi ponsel suaminya dan menemukan foto itu. Bagi Bella daripada ia mati berdiri karena memikirkan foto itu, alangkah baiknya jika ia mencari tahu sendiri siapa wanita itu.

"Sayang sekali, kenapa usia semuda itu kau gunakan waktumu hanya untuk menggaet suami orang? Apa tidak ada pria lain dalam hidupmu? Lalu kenapa harus suamiku? Kenapa Varrel? Kenapa??"

**************

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi ORANG KETIGA

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel En-PD158
8.7
Tiga tahun menikah, Zhou Yu'an mendadak meminta cerai dari istrinya demi menyelamatkan putra kandungnya bersama Lin Yanran yang menderita leukemia. Ia memohon izin untuk memiliki anak lagi dengan sang mantan agar sel bayi baru lahir itu bisa menjadi obat, sambil berjanji akan kembali setelah misi medis itu selesai. Namun, di tengah tangis kepedihan suaminya, sang istri menemukan pesan provokatif dari Yanran yang sudah menanti Yu'an untuk segera menghamilinya malam ini juga.
Sampul Novel Feniks dari Abu: Cinta yang Terlahir Kembali
8.7
Demi menyelamatkan Adrian dari ledakan mobil, punggungku hancur oleh luka bakar. Selama empat tahun masa komanya, aku setia merawatnya. Namun setelah sadar, ia justru menyatakan cinta pada Stella di depan publik. Mereka menghinaku, bahkan Adrian menuduhku berbohong saat aku diserang preman. Baginya, aku hanyalah beban. Puncaknya, ia membuangku di jalan tol saat hari pernikahan demi Stella. Kini, aku memilih pergi dan meninggalkan segalanya menuju bandara.
Sampul Novel Hari Bahagianya, Hari Kematian Aku
8.6
Hari pernikahan yang seharusnya indah berubah menjadi mimpi buruk. Secara sepihak, orang tua dan tunanganku memutuskan untuk mengganti posisi mempelai wanita dengan kakak kandungku yang sedang sakit keras. Karena aku menolak mentah-mentah keputusan tidak adil ini, mereka tega mengikatku di dalam rumah agar pernikahan tetap berjalan tanpa hambatan. Namun, kemalangan tidak berhenti di situ. Saat mereka pergi merayakan pesta, seorang penjahat menyusup dan menghabisi nyawaku dengan kejam. Ketika keluargaku akhirnya kembali untuk melepaskanku, mereka hanya mendapati jasadku yang telah membusuk.
Sampul Novel Istri Pengganti
9.7
Rayhan yang hancur karena dikhianati calon istrinya nekat memaksa Zahra menikahinya demi melampiaskan rasa kecewa. Zahra pun terkejut dan menolak mentah-mentah tawaran gila tersebut. Namun, Rayhan tak menyerah dan menjanjikan sebuah butik sebagai imbalan jika Zahra mau menggantikan posisi mempelai wanita yang kabur. Akankah Zahra menerima kesepakatan ini dan sanggup menjalani kehidupan sebagai istri pengganti bagi pria dingin seperti Rayhan?
Sampul Novel ISTRI RASA SIMPANAN
9.5
Demi menyelamatkan kekasih Anthony Smith, Alicia Huang bersedia mendonorkan sumsum tulang belakangnya. Sebagai imbalan, ia memaksa Anthony menikahinya. Anthony setuju, namun dengan syarat identitas Alicia sebagai istrinya harus dirahasiakan dari publik. Menjalani peran sebagai istri yang disembunyikan layaknya simpanan, akankah ikatan kontrak ini bersemi menjadi cinta sejati atau justru berakhir dengan luka mendalam bagi keduanya?
Sampul Novel Kekayaan Besar: Aku Adalah Seorang Miliarder
9.2
Niat hati memberi kejutan ulang tahun, aku justru menyaksikan pengkhianatan kekasihku dengan pria kaya. Dihina karena miskin, hidupku berubah saat pelayan keluarga terkaya mengungkap identitas asliku sebagai pewaris Grup Nelson. Kini dengan kekayaan tak terbatas, aku kembali untuk membalas dendam. Mantan kekasihku bersujud memohon ampun, namun aku hanya berlalu menuju kemewahan. Bagiku, uang hanyalah angka dan aku sangat menikmati cara menghabiskannya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan