Sampul Novel HASRAT TERLARANG GIGOLO

HASRAT TERLARANG GIGOLO

8.1 / 10.0
Demi menghidupi tiga adik dan ibu yang sakit jiwa, Bagaskara nekad menjadi pria sewaan di usia 20 tahun. Pemuda ini terjebak dalam tawaran fantastis Arta Syakila, wanita kaya berumur 27 tahun yang bersedia membayar 500 juta hanya untuk satu malam. Meski Arta memiliki segalanya, alasan di balik keputusannya menyewa gigolo tetap misterius. Akankah Bagas bisa kembali hidup tenang, atau justru terjerat selamanya dalam rahasia kelam kehidupan sang miliarder?

HASRAT TERLARANG GIGOLO Bab 1

"500 juta semalam!"

Di sebuah cafe, seorang wanita cantik bertubuh seksi, menyodorkan selembar cek pada seorang pemuda tampan yang duduk dihadapannya. Cek yang jumlahnya tidak main-main.

"Hanya satu malam 'kan? Akan saya lakukan seperti yang Nona inginkan."

Pemuda tampan yang duduk dihadapan si wanita tersenyum dan langsung menerima tawaran yang diberikan padanya.

"Apa kamu siap melakukannya malam ini?" tanya si wanita cantik.

"Saya siap, Nona." Dengan tegas si pemuda menjawab.

Wanita cantik bertubuh seksi itu adalah Arta Syakila, berusia 27 tahun. Seorang wanita kaya yang memiliki beberapa butik terkenal di kota tempatnya tinggal dan juga diluar kota. Sedangkan pemuda yang ada bersamanya adalah Bagaskara Putra Prasetya, seorang pemuda tampan berusia 20 tahun. Berkerja sebagai seorang gigolo, alias lelaki bayaran, pemuas hasrat wanita kesepian dan kurang belaian.

"Kalau begitu, ikut saya sekarang!" ajak Arta pada Bagas.

Wanita cantik itu bangkit dari duduknya dan melangkah keluar dari cafe, diikuti oleh Bagas di belakangnya.

Dengan langkah santai, keduanya melangkah beriringan menuju parkiran.

"Kamu membawa kendaraan kan?" tanya Arta pada Bagas.

Bagas mengangguk dan melangkah menuju motor besarnya terparkir.

Setelah melihat motor milik Bagas, Arta memasuki mobilnya dan mengendarai mobil itu, meninggalkan cafe tempatnya membuat janji dengan Bagas, gigolo yang akan ia gunakan jasanya.

Setengah jam kemudian, mobil yang dikendarai oleh Arta berhenti di depan sebuah hotel bintang 5. Wanita cantik itu turun dari mobilnya dan menunggu kedatangan Bagas yang semula mengikuti laju mobilnya.

Beberapa saat kemudian, Bagas yang mengendarai motornya dengan kecepatan lambat itu pun sampai. Pemuda itu turun dari atas motornya dan menghampiri Bagas.

"Kita langsung saja, kebetulan hari udah hampir gelap," kata Arta.

Wanita itu melangkah memasuki hotel dan memesan salah satu kamar kosong yang akan ia dan Bagas gunakan malam itu.

***

Saat ini, Bagas dan Arta sudah berada di dalam kamar hotel yang di pesan oleh Arta sebelumnya.

"Saya ingin membersihkan diri sebentar, mohon Nona menunggu. Tidak sampai 10 menit," kata Bagas.

Meskipun berkerja sebagai gigolo, tetapi kesan dingin begitu melekat pada pemuda yang usianya baru menginjak 20 tahun itu. Jika tidak memesan jasanya, mana tahu jika dirinya adalah seorang gigolo.

Mendengar perkataan Bagas, Arta hanya mengangkat alisnya dan membiarkan pemuda itu memasuki kamar mandi. Sedangkan dirinya membuka sepatunya dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang king size kamar hotel yang di pesannya.

"Kita mulai permainannya sekarang." Arta berbicara sendirian sembari menatap langit-langit kamar.

Entah apa yang direncanakan oleh wanita cantik yang sudah dewasa itu. Yang pasti, ia memiliki sebuah tujuan yang besar.

Tak lama kemudian, Bagas keluar dari dalam kamar mandi hanya dengan memakai celana boxer yang menutupi area bawahnya.

Pemuda tampan itu menghampiri Arta yang berbaring di atas ranjang.

Perlahan, ia menyentuh wajah perempuan itu dan bertanya "Apakah Nona benar-benar sudah siap? Sudah mantap ingin melakukannya dengan laki-laki seperti saya?"

Arta mengangguk. "Ya, lakukanlah ... aku milikmu malam ini, milikmu seutuhnya."

Wanita itu berbicara dengan lirih pada Bagas, bahkan ia seolah begitu pasrah.

"Sentuh aku, Sayang ... beri aku kenikmatan," ucap Arta. Meminta Bagas untuk segera menjamah tubuh indahnya.

Perkataan lirih yang keluar dari bibir seksi Arta, membuat Bagas menggigit bibir bawahnya dengan pelan. Pemuda tampan yang bekerja sebagai gigolo itu segera mendekatkan wajahnya pada wajah Arta, dan dengan lembut ia mengecup bibir wanita itu.

Tangan Bagas terus menggerayangi tubuh wanita cantik itu dengan lembut dan membuka seluruh kain yang melekat di tubuh indah wanita itu, hingga tubuhnya benar-benar polos tanpa sehelai benang.

Kini, pemandangan indah tubuh Arta terpampang nyata dihadapan Bagas, begitu memanjakan mata pemuda itu.

"Nona, tubuhmu benar-benar indah," ucap Bagas sembari mengusap bibir merah Arta dengan jemarinya.

"Lakukanlah, Sayang. Aku sangat menantikannya," ucap Arta dengan mata terpejam dan deru napas yang naik turun.

Mendengar perkataan Arta, Bagas pun menanggalkan celana boxer yang menutupi pusakanya. Setelah itu, ia mengambil sesuatu yang ia letakan di atas nakas.

"Jangan gunakan pengaman, aku gak ingin," ucap Arta pada Bagas.

Rupanya, sesuatu yang diambil oleh Bagas adalah pengaman yang akan ia gunakan. Tetapi, Arta tidak mengizinkannya menggunakan pengaman tersebut.

"Terus bagaimana?" tanya Bagas dengan kening mengeryit. Matanya yang berkabut gairah menatap pada wajah cantik Arta yang memerah.

"Lakukan tanpa pengaman," jawab Arta.

"Tapi bagaimana jika Nona ha-"

"Aku membayarmu untuk menuruti keinginanku, bukan untuk bertanya. Turuti saja perintahku, setelah selesai nanti, kamu akan mendapatkan bayaranmu sepenuhnya!"

Arta memotong perkataan Bagas dengan cepat. Ia tidak ingin mendengarkan perkataan pemuda yang disewanya.

Jika Bagas menggunakan pengaman, bagaimana ia akan melancarkan aksi dan rencananya.

Perkataan Arta membuat Bagas langsung melempar pengaman yang ada di tangannya. Lalu setelah itu, Bagas mengarahkan miliknya pada milik Arta.

"Ouch ... Sstt!" Arta melenguh dan mendesis saat milik Bagas terbenam sempurna di dalam miliknya.

'Shit ... ternyata rasanya lebih nikmat seperti ini jika dibandingkan dengan benda sialan itu!' Bagas mengumpat dalam hati.

Sudah hampir sebulan menjadi seorang gigolo, ini adalah kali pertamanya ia bergumul tanpa menggunakan pengaman. Dan ... rasanya benar-benar nikmat.

Desisan dan desahan bersahutan memenuhi kamar hotel tersebut. Sepasang anak manusia yang tidak saling mengenal itu terus bertukar kenikmatan.

Bagas yang berada di atas tubuh Arta terus bergerak dengan liar. Bahkan tubuh pemuda itu sudah di banjiri oleh keringat, hawa sejuk AC yang ada di ruangan itu seakan tak berfungsi, di kalahkan oleh panasnya permainan yang tercipta diantara keduanya.

"Nona, saya ingin keluar," ucap Bagas dengan suaranya yang terdengar begitu berat.

"Lepaskan di dalam aja, Sayang." Pinta Arta sembari mengeratkan pelukannya pada leher Bagas.

Bagas yang dipinta menyemburkan benihnya di rahim Arta itu hanya bisa menurut. Pikirnya ia kan bekerja, melakukan tugasnya dengan baik dan mendapatkan bayarnya. Setelah itu, semua beres. Ia dan clientnya tidak akan memiliki masalah atau pun saling mengenal setelah ini.

"Argh ... Nona Arta."

"Egh ... Ouch!"

Erangan panjang menjadi tanda puncak kenikmatan pertama keduanya. Sesaat setelah menumpahkan benihnya di rahim Arta, Bagas pun menjatuhkan tubuhnya di samping wanita cantik dan seksi itu.

Pergumulan mereka terus berlanjut hingga larut malam. Bahkan entah sudah berapa kali Bagas mencapai puncak klimaksnya.

Pemuda yang usianya baru menginjak 20 tahun itu berhasil membuat Arta kewalahan dan kelelahan.

Setelah melihat Arta benar-benar tidak berdaya, barulah Bagas menyudahi permainannya.

"Sudah lelah?" tanya Bagas sembari mengecup kening Arta.

Arta mengangguk pelan. Deru napas wanita itu naik turun tak beraturan. "Kamu mengkonsumsi obat?" tanyanya pada Bagas dengan lirih.

"Ya ... kalau gak begitu, mana bisa saya bekerja dengan baik dan mempertahankan durasi permainan." Bagas menjawab sembari tersenyum simpul.

"Berapa usiamu?" tanya Arta lagi.

"19 tahun lebih 4 bulan," jawab Bagas lagi.

"Masih begitu belia," ucap Arta. "Lalu kenapa kamu memilih menjadi seorang lelaki bayaran? Kenapa gak mencari pekerjaan yang lain?"

Hening!

Tidak ada jawaban satu patah kata pun yang keluar dari mulut Bagas. Membuat Arta tidak bertanya apapun lagi.

Hingga pada akhirnya, Bagas menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Arta. "Saya membutuhkan banyak uang dalam waktu yang singkat. Dan ... hanya dengan menjadi seorang gigolo saya bisa mendapatkan uang yang banyak."

Mendengar jawaban Bagas, Arta menjadi tertarik untuk mengorek lebih dalam latar belakang kehidupan pemuda yang sudah memberinya kepuasan malam itu.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi HASRAT TERLARANG GIGOLO

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Akulah Cintamu
9.3
Hidup Kayra hancur setelah suaminya menghilang tanpa jejak pasca panggilan video terakhir mereka. Kini, ia berjuang sendirian membesarkan dua anaknya. Di tengah kesulitan, ia bertemu Damar, ipar yang membencinya karena skandal masa lalu terkait rahasia saudari kembarnya. Meski awalnya Damar menolak mengakui anak hasil hubungan tersebut, kemiripan sang bayi meluluhkan hatinya. Akankah pertemuan ini membawa Kayra menuju kebahagiaan yang selama ini hilang?
Sampul Novel Hijrah Cinta Sang Casanova
8.0
Bobby jatuh hati pada Claudia sejak pertemuan pertama, namun reputasinya sebagai casanova membuat Claudia enggan membuka hati. Meski Claudia bersikap baik karena Bobby pernah menolong menantunya, ia tetap merasa risi akan kehadiran pria itu. Sultan, mertua Claudia, justru mendukung Bobby demi mengakhiri masa janda menantunya yang sudah lama. Saat Claudia akhirnya luluh dan menerima lamaran, kejutan masa lalu serta sosok misterius muncul menguji pernikahan mereka.
Sampul Novel Jangan bermain-main dengan saya
8.9
Kisah mafia dan romansa ini berawal saat seorang ayah tega menjual putri kandungnya sendiri. Seiring berjalannya waktu, gadis itu tumbuh dewasa hanya untuk menghadapi kenyataan pahit tentang garis hidupnya. Dia tidak memiliki pilihan selain menerima takdir kelam yang telah ditetapkan, yakni menjadi istri dari seorang pengedar narkoba yang berbahaya. Perjalanan hidupnya kini terjebak dalam dunia kriminalitas yang penuh dengan intrik dan bahaya besar.
Sampul Novel Jatuh Cinta dengan Dewi Pendendam
9.3
Dikhianati oleh tunangan dan saudara angkatnya setelah kembali dari desa, Sabrina membalas dendam dengan mendekati paman sang mantan, Charles. Meski awalnya Charles menolak ikatan emosional setelah malam penuh gairah, Sabrina justru memancing harga dirinya hingga mereka terikat selamanya. Kini sebagai bibi mantan kekasihnya, Sabrina yang dianggap remeh ternyata menyimpan kekayaan miliaran dolar, membuktikan bahwa dia bukan sekadar pemburu harta, melainkan pemilik takhta sesungguhnya.
Sampul Novel Kurang dari tiga
9.2
Hubungan asmara Raka kini berada di ambang kehancuran akibat kehadiran Nadia. Sebagai kekasih, Raka merasa diabaikan karena Cherry selalu memprioritaskan sahabatnya yang berkacamata tebal itu. Amarahnya meledak saat ia menyadari posisinya hanya menjadi yang kedua bagi Cherry. Namun, kecemburuan buta ini justru membawa Raka menuju sebuah titik balik yang tak terduga dalam hidupnya. Akankah perasaan mereka bertahan saat prioritas Cherry terbagi?
Sampul Novel PERNIKAHAN JEBAKAN: RAHASIA SUAMIKU
8.7
Samuel Adinata dikenal sebagai CEO Royal Adinata sekaligus sosok suami dan ayah idaman bagi Elena dan Eliott. Namun, di balik citra sempurna itu, tersimpan misteri besar mengenai ketulusan sikapnya. Samuel ternyata menyimpan rahasia gelap yang perlahan mulai terkuak. Bukan sekadar pengkhianatan biasa, Elena akhirnya menyadari bahwa pernikahan mereka hanyalah taktik licik. Ia murka saat tahu dirinya hanya dimanfaatkan demi kepentingan tersembunyi sang suami.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan