Sampul Novel Negeri Ini Dikuasai Mafia

Negeri Ini Dikuasai Mafia

8.6 / 10.0
Basudo tumbuh dalam kemiskinan yang memicu dendam mendalam terhadap orang-orang di sekitarnya. Sejak remaja hingga dewasa, ia menempuh jalur berbahaya demi menghabisi mereka yang membuatnya menderita. Demi kekuasaan dan ambisi ekonomi, sang raja mafia ini tega membinasakan banyak nyawa tanpa ragu. Namun, kekejamannya memicu perlawanan sengit. Defian dan Telma muncul sebagai sosok pemberani yang siap mempertaruhkan nyawa untuk menghentikan Basudo dan kelompoknya.

Negeri Ini Dikuasai Mafia Bab 1

Prolog

Syahdan.

Menurut yang empunya cerita,

terpadu dengan berita dan derita,

di sebuah negeri,

Negeri Indasoka namanya,

pada suatu masa.

Hiduplah seorang manusia. Yang kini telah renta. Kerut kirut kulit yang membungkus tubuh renta menunjukkan cerita, berita, dan derita. Yang mendera sejak usia dini sampai senja. Yang mendera diri sendiri dan seluruh anggota keluarga. Dia pun sampai pada akhir kata. Pengorbanan tak terelakkan dalam sebuah perjuangan untuk mencapai pemuliaan manusia. Sebuah cita-cita yang sederhana. Memuliakan manusia.

Kini, si tua renta berada di halaman gubug reyot terbuat dari bambu tua. Kini si senja usia duduk di atas kursi roda bersama cucu satu-satunya. Dia berkata kepada si cucu, “Benar kata ayahmu. Negeri ini telah dikuasai mafia….”

*

Berpuluh-puluh tahun yang lalu….

Basudo, pemuda umur sembilan belas tahun. Masih malas-malasan bangun dari tidurnya. Basudo, anak sulung dari pasangan Setro–Samiyani. Ada tiga adiknya —Setiyani, Setiyono, Tarnoto— sudah berangkat sekolah. Setiyani dan Setiyono kelas XII di SMA 1 Tawangtalun. Tarnoto kelas IX di SMP 2 Bubudan. Setro sudah berangkat ke Pasar Bubudan sejak matahari belum terbit. Samiyani sudah berangkat ke SD Kapuguhan 03 jam lima pagi.

Pagi ini Basudo tidak seperti biasanya. Ada sesuatu yang ingin dilakukan, berbeda dari kebiasaannya. Pagi ini Basudo bangun lebih siang dari biasanya. Sejak masih SD, Basudo sudah terbiasa bangun pagi sebelum jam lima. Sebagai anak sulung, Basudo sudah terbiasa membantu pekerjaan ibunya sebagai penjual makanan di warung sekolah. Segala pekerjaan yang mampu dia tangani, akan dikerjakannya. Basudo membantu ibunya mencari uang untuk menghidupi dirinya dan ketiga adiknya.

Sejak remaja, Samiyani telah akrab dengan warung makan. Pada masa gadisnya, Samiyani membantu ibunya berjualan nasi pecel di Pasar Bubudan. Pengalaman Samiyani membantu sang ibu, membuatnya mampu memasak berbagai macam makanan dengan aroma dan rasa yang lezat. Mulai memasak sayur bayam sampai semur daging terjaga aroma dan rasanya. Orang-orang Dukuh Tegelan sudah tahu masakan Samiyani. Mereka selalu minta tolong Samiyani menjadi koki alias juru masak kalau punya kerja. Warga Tegelan kurang merasa afdol saat punya hajat kalau kokinya bukan Samiyani. Tidak jarang, seorang warga mengundurkan hari hajatan agar kokinya nanti Samiyani. Rasanya masakan akan terasa cemplang kalau yang memberikan bumbunya bukan Samiyani. Kalau kokinya bukan Samiyani, maka rasa makanan yang disajikan pasti akan hambar, begitu imej yang tertanam di benak seluruh warga Tegelan.

Keahlian Samiyani dalam masak-memasak merupakan tambang rejeki bagi perempuan itu. Berkat pendekatan Setro terhadap kepala sekolah, Samiyani diperbolehkan membuat kantin di dalam lingkup SD Kapuguhan 03 sejak Basudo masih bayi. Sejak saat itu, penghasilan Samiyani menjadi penyangga utama dalam keluarga Setro.

Sebenarnya Setro tidak akan terpuruk kehidupan ekonominya kalau saja sawah dua hektar yang menurut hukum adat menjadi miliknya tidak dibajak Sarko. Sarko paman Setro dari jalur ayahnya. Sarko adik sepupu Gotro. Gotro ayah Setro. Gotro kakek dari Basudo. Gotro terlahir dengan sikap dan sifat yang aneh. Gotro hanya mau membiayai anak-anaknya sekolah sampai tamat SD karena Gotro bersikukuh bahwa pendidikan tidak ada gunanya. Bagi Gotro, yang penting ketiga anaknya nanti akan mewarisi harta berupa sawah. Gotro mewarisi tiga hektar sawah dari orang tuanya. Ketiga hektar sawahnya kelak akan dia wariskan kepada ketiga anaknya: Setro, Rubiyem, dan Tariyem. Setro terlahir sebagai anak sulung, anak laki-laki satu-satunya dalam keluarga Gotro. Rubiyem nomor dua, perempuan, dan Tariyem adik Setro yang paling kecil, juga perempuan. Dalam wilayah Propinsi Sukagiri, berlaku hukum adat turun-temurun yang bunyi ringkasnya: ¬sepikul segendhongan. Anak laki-laki mendapatkan warisan sepikul artinya dua bagian, anak perempuan mendapatkan warisan segendhongan, yaitu satu bagian.

Gotro sangat percaya pada hukum adat yang berjalan secara otomatis. Dia tidak pernah membagi hartanya untuk ketiga anaknya. Ketiga hektar sawah Gotro masih atas nama Joyo, ayahnya. Gotro anak tunggal, sehingga dipastikan seluruh harta Joyo akan menjadi milik Gotro. Namun pemikiran Gotro tiak terbukti menjadi kenyataan setelah Gotro tiada. Setelah Gotro meninggal dunia, pembagian warisan itu menjadi problem. Problem bagi Setro, khususnya.

Saat Gotro meninggal dunia, Setro masih umur belasan tahun. Waktu itu Setro baru saja lulus SD. Rubiyem masih duduk di kelas 5 SD. Sedangkan Tariyem menyusul ayahnya sebulan setelah sang ayah meninggal karena wabah kolera. Basudo masih anak-anak, dan Sawiyah, istri Gotro tidak berhak mewarisi atau pun membagikan warisan. Pembagian warisan diserahkan kepada Sarko. Tempat tinggal Sarko yang masih satu kalurahan dengan Gotro, membuat pihak punggawa Desa Kapuguhan menyerahkan hak membagikan warisan milik Gotro kepada Sarko.

Sarko berkeputusan akan membagikan sawah secara resmi dalam bentuk sertifikat atas nama Setro dan Rubiyem setelah keduanya menikah. Rubiyem menikah lebih dulu dari Setro. Rubiyem mendapatkan warisan satu hektar sawah dari almarhum Joyo. Ya…, kenyataannya memang begitu. Ketiga hektar tanah milik Gotro memang masih atas nama Joyo. Maka cukup sulit bagi Sarko mengalihnamakan satu hektar tanah dari Joyo kepada Rubiyem. Berkat kelihaian Sarko mendekati berbagai pihak terkait, pembagian warisan berjalan lancar. Setro pun berharap begitu kalau tiba gilirannya untuk menerima warisan.

Berdasarkan hukum adat yang berlaku, pembagian warisan Gotro untuk anak-anaknya sudah adil. Setro mendapatkan dua hektar, Rubiyem setengah hektar, dan Tariyem setengah hektar. Karena Tariyem sudah meninggal dunia, maka setengah hektar warisannya menjadi hak Rubiyem. Berdasarkan hukum adat itu pula, mestinya Setro mendapatkan warisan dua hektar tanah itu. Namun yang terjadi tidak demikian. Nyatanya tidak demikian. Nyatanya tidak sesuai dengan keinginan Setro.

Dengan alasan tersembunyi, Sarko belum bersedia mengalihnamakan tanah warisan Gotro dari Joyo kepada Setro. Padahal saat itu Setro sudah menikah dengan Samiyani. Saat itu Samiyani sudah hamil. Kehamilan Samiyani yang tidak lama dari waktu pernikahannya, membuat warga Tegelan bertanya-tanya dalam hati masing-masing. Mereka bergunjing dengan nada bicara pelan, setengah berbisik, atau bisik-bisik. Yang namanya banyak orang, ada di antara warga berkomentar bahwa senjata Setro memang cespleng! Dengan berlalunya waktu, pergunjingan itu lenyap bagai ditelan bumi.

Karena alasan yang masih dirahasiakan, Sarko hanya bersedia mengalihnamakan sawah dua hektar dari Joyo kepada Setro kalau anak sulung Setro sudah dewasa. Namun, sebelum Basudo (anak sulung Setro) dewasa, Sarko telah meninggal dunia. Itu berarti, rahasia yang tersembunyi dalam pikiran Sarko terbawa sampai mati!

Rahasia yang dibawa Sarko ke alam keabadian menyebabkan kesengsaraan bagi Setro sekeluarga. Kesengsaraan keluarga Setro menimbulkan dendam kesumat.

“Kamu tidak boleh dendam pada kakekmu, Basudo,” nasihat Setro kepada si anak sulung, suatu sore. Keduanya duduk di lincak yang terletak di emper rumah. Lincak, tempat duduk terbuat dari bambu, terdengar berkereyot ketika mereka duduki. “Walaupun Mbah Sarko bukan kakek langsung, tetapi beliau wajib kita hormati sebagai leluhur kita. Mendiang Mbah Sarko wajib kita doakan setiap waktu agar tenang di alam sana.”

“Ya, Pak,” sahut Basudo untuk melegakan hati ayahnya.

Basudo terlihat sudah bisa legawa, ikhlas dalam menerima kenyataan pahit dalam hidup yang dialami bersama ayah, ibu, dan ketiga adiknya. Padahal, dalam benaknya paling dalam, masih memendam dendam yang dalam. Dendam yang bisa hilang dari hati dan pikiran kalau dilampiaskan!

*

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Negeri Ini Dikuasai Mafia

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel CINTA DI MUSIM SEMI
8.0
Kisah romansa modern ini menyoroti perjalanan emosional antara David dan Arina saat mereka menemukan kebahagiaan sejati. Di tengah mekarnya bunga musim semi yang sangat berharga, keduanya belajar untuk saling memahami dan mengisi kekosongan hati satu sama lain. Hubungan mereka berkembang dengan indah seiring berjalannya waktu, membuktikan bahwa satu musim yang singkat mampu menyatukan dua jiwa dalam ikatan cinta yang tulus dan sangat mendalam bagi mereka.
Sampul Novel En-PD158
8.7
Tiga tahun menikah, Zhou Yu'an mendadak meminta cerai dari istrinya demi menyelamatkan putra kandungnya bersama Lin Yanran yang menderita leukemia. Ia memohon izin untuk memiliki anak lagi dengan sang mantan agar sel bayi baru lahir itu bisa menjadi obat, sambil berjanji akan kembali setelah misi medis itu selesai. Namun, di tengah tangis kepedihan suaminya, sang istri menemukan pesan provokatif dari Yanran yang sudah menanti Yu'an untuk segera menghamilinya malam ini juga.
Sampul Novel Istri Untuk Suamiku
8.6
Fatma menghadapi cobaan berat saat divonis menderita kanker rahim stadium lanjut yang memupus harapannya memiliki anak. Demi kebahagiaan Satria, ia rela meminta suaminya menikah lagi. Namun, kenyataan pahit terungkap bahwa Satria selama ini tidak pernah mencintainya. Meski Satria sempat menolak karena enggan menyakiti hatinya, Fatma tetap memohon dengan penuh air mata agar permintaan terakhirnya dipenuhi sebagai bentuk pengorbanan cinta yang tulus.
Sampul Novel KARENA MANTANMU, KUNIKAHI ADIKMU
8.6
Randika dan mentornya, Charli, mengelola ekspansi bisnis keluarga Baskoro di Bali. Di sana, Randika jatuh hati pada Andini Wijaya, seorang wanita mandiri pemilik sekolah. Namun, asmara mereka terancam saat Junot, mantan Andini, mendadak kembali. Di sisi lain, adik Andini yang bernama Lily berambisi merebut Randika demi mendapat pengakuan sang ayah, Sigit Wijaya. Terjebak dalam dilema masa lalu dan ambisi keluarga, mampukah cinta Randika dan Andini bertahan?
Sampul Novel Menjadi Orang Ketiga Dipernikahan
7.9
Mira Aditya terjebak dalam perjodohan orang tuanya dengan Rafiq Jaya. Alih-alih bahagia, ia justru menghadapi kenyataan pahit bahwa suaminya telah menikahi kekasih lamanya, Elena Faris, secara rahasia. Menjadi sosok yang terpinggirkan dalam rumah tangganya sendiri, Mira harus menanggung luka batin yang mendalam. Di tengah kehampaan dan rasa kecewa yang kian menggunung, Mira kini dihadapkan pada pilihan sulit antara terus bertahan atau pergi mencari kebebasan.
Sampul Novel MENYUSUI MAFIA KEJAM
8.6
Hidup Alena Adriani Quensyah hancur seketika saat orang tuanya tega menjadikannya jaminan utang kepada seorang mafia kejam. Kini, Alena terjebak dalam kehidupan yang terasa seperti penjara, sembari terus dibayangi trauma masa lalu yang kelam. Di tengah penderitaan itu, ia bertekad mencari jawaban atas alasan kedua orang tuanya pergi meninggalkan dirinya dalam bahaya. Mampukah Alena bertahan dan menemukan kembali keluarganya yang hilang?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan