Sampul Novel Ketika Dunia Hancur, Ia Memilih Wanita Lain

Ketika Dunia Hancur, Ia Memilih Wanita Lain

8.9 / 10.0
Dalam Ketika Dunia Hancur, Ia Memilih Wanita Lain, Calla menghadapi duka saat Ares mengabaikan putri mereka demi cinta pertamanya. Baca kisah pengkhianatan di romance novel ini melalui platform online novel untuk melihat konsekuensi dari pilihan yang menghancurkan segalanya.
Ringkasan Ketika Dunia Hancur, Ia Memilih Wanita Lain
Dunia Calla hancur saat putrinya kritis di ICU. Di tengah kesendiriannya menggenggam tangan si kecil yang kian dingin, suaminya, Ares, justru menghilang. Ares lebih memilih menjemput cinta pertamanya, Lyanna, yang baru kembali. Saat napas sang buah hati berakhir, Calla meratap dalam sunyi sementara Ares asyik berpesta dan berdansa memeluk Lyanna. Tanpa sadar, kebahagiaan semu itu harus dibayar mahal dengan kehilangan keluarga dan kepercayaan Calla selamanya.
Baca Selengkapnya

Ketika Dunia Hancur, Ia Memilih Wanita Lain Bab 1

Hujan turun perlahan di balik jendela rumah sakit, seperti ikut menangisi sesuatu yang belum terjadi... atau mungkin sedang terjadi. Di ruangan yang nyaris membeku oleh suhu dan rasa putus asa, Calla berdiri kaku di samping ranjang rumah sakit mungil itu-menatap tubuh kecil dengan selang-selang yang seakan menegaskan bahwa hidup sang putri kini bergantung bukan pada kasih sayang, tapi pada mesin.

Leona, putri mereka, baru berusia lima tahun. Terlalu kecil untuk berperang, terlalu polos untuk mengerti bahwa jantung kecilnya tak lagi berdetak sekuat dulu. Napasnya berat, teratur oleh alat, dan setiap bunyi bip yang terdengar seolah menusuk ulu hati Calla lebih dalam. Sakit itu tak punya suara. Tapi kini, ia merasa bisa mendengarnya-menderu di dadanya, di sekujur tubuhnya, memekakkan telinga hingga membuatnya nyaris gila.

Di balik pintu, para dokter hanya bisa menunduk. Mereka sudah menyampaikan semuanya. Leona tak akan bertahan lama. Beberapa jam, mungkin. Sehari, jika mujizat datang. Tapi mereka tahu... mujizat tidak akan datang malam ini. Tidak untuk Calla.

Dan Ares tidak ada di sana.

Tidak ada suara pintu terbuka. Tidak ada langkah tergesa masuk ruangan. Tidak ada pelukan, pelipur, atau bahkan tatapan iba dari seorang ayah yang seharusnya berlari, jatuh, menangis-untuk putri yang pernah ia sebut "cahaya kecil di dunia paling gelapku."

Karena malam ini, Ares memilih berada di tempat lain.

Tiga belas jam sebelumnya, Calla meneleponnya. Tangannya gemetar saat memencet nomor itu, berharap hanya sekali ini saja Ares menjawab dengan cepat. Ia bahkan belum sempat menyeka air mata yang terus turun saat suara sambungan mengalun tiga kali... empat... lalu akhirnya,

"Ares, tolong... Leona... dia-"

"Aku sedang boarding ke Florence. Pesawat tinggal lepas landas," sahut Ares cepat, terdengar tergesa dan... tak sabar. "Bisa nanti saja?"

"Nanti?" suara Calla pecah. "Leona kritis. Jantungnya-"

"Aku sudah titip pada rumah sakit terbaik. Dokter-dokternya akan-"

"Dia butuh kau, Ares! Dia... putri kita!" Calla berteriak, tidak peduli lagi pada suara orang-orang di ruang tunggu yang mulai menatapnya. Ia berdiri sendiri di tengah dunia yang retak, dan satu-satunya orang yang seharusnya memeluknya, justru memutus panggilan tanpa pamit.

Klik.

Suara itu lebih menyakitkan dari berita apapun yang dokter sampaikan malam itu.

Sekarang, saat jam dinding menunjukkan pukul 22.14, dan Leona mulai menunjukkan penurunan drastis, Calla sudah tidak menangis lagi. Air matanya kering. Hatinya pun demikian. Ia duduk di kursi plastik dingin, menggenggam tangan mungil itu erat-erat-seolah bisa memaksa jiwa anaknya untuk tetap tinggal hanya dengan cinta seorang ibu.

Tapi tubuh itu mulai melemah. Warna kulit Leona semakin pucat. Mesin menunjukkan angka-angka yang tak lagi menjanjikan harapan. Perawat masuk dan keluar membawa instrumen yang tak ia mengerti. Salah satu dokter mencoba menenangkannya, dengan suara tenang dan penuh hormat.

"Jika Anda ingin memanggil keluarga... mungkin sekarang saatnya."

Keluarga?

Calla memejamkan mata. Ia tidak punya siapa-siapa lagi. Ibu mertuanya bahkan tak pernah menyukai keberadaannya. Ibunya sendiri meninggal saat Calla masih duduk di bangku SMA. Ayahnya entah di mana. Yang ia punya... satu-satunya yang ia anggap rumah... justru sedang menjemput wanita dari masa lalunya.

Lyanna.

Nama itu seperti duri dalam tenggorokannya. Wanita yang dulu pernah Ares cintai sebelum mereka menikah. Wanita yang katanya menghilang, lalu muncul kembali dua minggu lalu. Dan Ares, dengan segala luka yang katanya belum sembuh, langsung terbang-untuk menjemputnya di bandara dan menyambutnya dengan pesta privat di vila keluarga.

Calla bahkan tidak diberitahu langsung. Ia mengetahuinya dari media sosial salah satu rekan bisnis Ares, yang tanpa sadar memotret kebersamaan mereka dan mengunggahnya dengan caption:

"Akhirnya, pasangan yang ditakdirkan bersama kembali bersatu. Welcome home, Lyanna."

Pasangan yang ditakdirkan?

Calla menggenggam lebih keras tangan Leona. Seolah mengalirkan seluruh rasa sakitnya lewat sentuhan itu.

Dia tidak pernah menjadi 'takdir' bagi siapa pun. Bahkan ketika menikah dengan Ares tiga tahun lalu, itu bukan karena cinta. Tapi karena sebuah perjanjian keluarga yang tidak pernah Calla minta. Ia dijodohkan. Dijadikan istri pengganti karena kakaknya kabur menjelang pernikahan.

Dan Ares? Ia menerimanya karena bisnis.

Tapi saat Leona hadir, Calla benar-benar percaya... bahwa hidupnya punya makna. Bahwa Ares mungkin bisa melihatnya. Mungkin bisa mencintainya. Tapi semua itu hanya harapan kosong.

Kini, saat anak mereka terbaring antara hidup dan mati, Ares memilih wanita lain.

Pukul 23.02.

Detik itu, mesin utama berbunyi panjang. Dokter berteriak. Perawat berlari. Seseorang menekan tombol alarm.

Calla tidak bergerak. Ia hanya berdiri, terjebak di tengah kekacauan itu, dengan jantung seperti diremas, lidah kelu, tubuh dingin.

Salah satu perawat menatapnya dengan iba.

"Bu... Anda harus keluar dulu."

"Tolong selamatkan dia," bisiknya. "Tolong..."

Tapi tidak ada jawaban pasti.

Calla berjalan mundur dengan langkah goyah. Ia bersandar di dinding luar ICU, dan di saat itulah... sebuah pesan masuk di ponselnya.

Dari: Ares

"Kami baru sampai. Malam ini akan jadi malam yang panjang. Aku akan pulang besok siang. Jaga dirimu."

Tidak ada pertanyaan tentang Leona.

Tidak ada kata bagaimana kondisi anak kita.

Tidak ada.

Calla menatap pesan itu lama, lalu menurunkan ponsel perlahan. Saat suara alarm di ruang ICU berhenti, dan dokter keluar dengan tatapan muram, ia sudah tahu.

Dunia itu berhenti malam ini.

Dan Ares bahkan tidak tahu apa yang baru saja ia hancurkan.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Ketika Dunia Hancur, Ia Memilih Wanita Lain

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel JERAT PESONA TUAN MUDA GIDEON
7.9
Gideon Mosha adalah mahasiswa cerdas yang hidup dalam pengawasan ketat orang tuanya akibat trauma masa lalu yang hampir merenggut nyawanya. Sang ibu memutuskan menyewa pengasuh pribadi, namun sifat jahil Gideon membuat tak ada yang bertahan lama. Septin Adena, mahasiswi yang butuh biaya, terjebak dalam pekerjaan ini karena mengira akan mengasuh balita. Meski menghadapi tuan muda yang arogan, Septin terpaksa bertahan demi ekonomi. Akankah cinta tumbuh di antara mereka?
Sampul Novel Kumpulan Kisah Hot Membara
8.0
Hadirkan deretan narasi romansa dewasa yang penuh dengan gairah mendalam melalui Kumpulan Kisah Hot Membara. Setiap bagiannya menyuguhkan dinamika hubungan modern yang intens, di mana emosi dan hasrat berpadu dalam momen-momen paling intim bagi para tokohnya. Penonton akan dibawa menelusuri berbagai skenario percintaan yang berani serta menggoda, menggambarkan sisi lain dari hubungan asmara yang penuh dengan percikan api cinta yang membara.
Sampul Novel Rahasia Suamiku yang Miskin
9.2
Megan terpaksa menikahi Zayden Wilgunadi demi kakaknya. Mengira suaminya miskin, ia tak sadar bahwa Zayden adalah konglomerat misterius paling berkuasa di kota. Saat Megan mengadu tentang pria berkuasa yang mengaku sebagai suaminya, Zayden berbohong demi menutupi identitas aslinya. Namun, permintaan Megan agar sang suami menghajar pria tersebut berujung lucu. Besoknya, sang CEO muncul dengan luka lebam, membuktikan kepatuhan mutlaknya pada perintah sang istri tercinta.
Sampul Novel Terjebak dengan sang CEO
8.6
Pasca dijebak mantan kekasihnya, seorang wanita terpaksa menghabiskan malam dengan pria asing. Demi balas dendam, ia nekat menikahi pria misterius itu dan memanfaatkan statusnya sebagai istri sah di tengah berbagai skandal suaminya. Meski dikhianati berulang kali, ia tetap bertahan hingga akhirnya memilih pergi. Bertahun-tahun kemudian, takdir mempertemukan mereka kembali. Ia pun terheran mengapa sang CEO masih terus mengejar dan mengusik hidupnya.
Sampul Novel Terungkapnya Kebiasaan Buruk Suamiku
9.5
Indira tak menyangka Agung tega mengkhianati pernikahan mereka dengan menjalin hubungan gelap di belakangnya. Menghadapi pengkhianatan suami yang membagi hati dengan Zahra, Indira sadar bahwa memberi pelajaran saja tidak cukup. Ia harus berani mengambil langkah tegas untuk meninggalkan pria tak tahu malu itu demi harga dirinya. Ikuti perjuangan emosional Indira dalam menghadapi kemelut rumah tangga dan keputusannya untuk mencari keadilan serta kebahagiaan baru.
Sampul Novel Waktu Tak Bisa Menjaga Cinta
9.5
Sepuluh tahun berpacaran dengan Rama hanya menyisakan kekecewaan bagi aku. Rama selalu mengabaikanku demi Sinta, mulai dari mabuk bersama saat ibunya sakit, hingga menjaga Sinta ketika aku menghadapi masalah kerja. Puncaknya, Rama menghilang di hari kematian ibuku demi menghadiri kelulusan Sinta. Kehilangan ini membuatku memilih menyudahi hubungan kami. Namun, Rama yang enggan berpisah kini memohon kesempatan kedua dengan penuh penyesalan.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan