Sampul Novel Pemilik Hati Tuan Mafia

Pemilik Hati Tuan Mafia

8.7 / 10.0
Terlahir dalam kesengsaraan memaksa Belle menghadapi realitas yang kejam. Namun, semangatnya bangkit saat ia menemukan peluang untuk membalas dendam pada mereka yang menyakitinya. Bersama Albara, Belle mencoba berdiri kembali meski tak lagi memercayai cinta, persahabatan, ataupun keluarga. Hanya Albara, sang penyelamat, yang ia andalkan. Akankah Belle mampu menerima Albara sepenuhnya di tengah ancaman luka baru yang mungkin kembali menghampiri hidupnya?

Pemilik Hati Tuan Mafia Bab 1

Gadis itu perlahan mulai menjauh.

Tetesan darah mengalir dari kening dan lengannya.

Matanya menatap tajam pada tongkat yang baru saja membuatnya terluka, tepat pada bagian wajah itu.

Wajah yang akan selalu diingatnya, senyum tipis tersirat dalam bibir dengan goresan luka.

“Bahkan, dia bukan manusia!” pekik hatinya.

Air matanya mengalir menghujani pipi yang memang sudah basah sedari tadi.

Bahkan seluruh tubuhnya basah kuyup.

Livia menatap anak tirinya, Belle dengan tatapan tajam dan tangan yang masih memegang erat tongkat yang ujungnya telah di penuhi darah.

Lantai sudah ada jejak darah.

Namun, hatinya masih belum puas. Kekesalannya masih belum sepenuhnya terlampiaskan.

Sejenak ia berpikir, penyiksaan apa lagi yang harus dilakukannya kepada sang anak tiri.

Eleird baru saja pulang dari luar kota setelah perjalanan bisnis yang ia lakukan terselesaikan.

Di pinggir toko, ia samar melihat sosok putrinya.

Eleird membubarkan lamunannya.

Bahwa tidak mungkin, anaknya akan makan di pinggir toko dengan raut wajah ketakutan.

Eleird hendak memacu mobilnya pergi.

Gadis itu berdiri membuang bungkus roti di tempat sampah tak jauh darinya.

Eleird memperhatikan dengan seksama, itu benar putrinya.

Eleird langsung turun dari mobil dan menghampiri Belle.

“Belle!” panggilnya.

Betapa terkejutnya Eleird ketika mendapati gadis yang makan di pinggiran itu ternyata benar putrinya, dari istri pertama.

Sontak ia berlari memeluk putrinya dengan erat, seketika tangis itu pecah.

Seakan banyak hal yang telah terjadi kepadanya, Eleird mengusap air mata Belle dan membawanya masuk ke mobil.

Eleird pergi ke seberang jalan untuk membeli air minum, kemudian kembali ke mobil dan memberikannya kepada Belle.

“Apa yang terjadi, Nak!” tanyanya.

Eleird Meletakkan tangannya di kepala Belle.

Belle meminum air yang diberikan Ayahnya, “Shhkk, a-aku lapar ....”

Eleird segera menyalakan mobilnya menuju sebuah restoran.

Di sana ia membelikan beberapa makanan untuk Belle.

Eleird menatap wajah putrinya yang makan dengan lahap, seperti seseorang yang tidak makan beberapa hari.

Hatinya terkikis, ingin tahu apa yang terjadi dengan putrinya.

“Belle, ada apa?” Eleird bertanya, “kenapa makan di pinggir seperti tadi? Di rumah tidak ada makanan?”

Belle kembali menangis dengan tersedu-sedu, ia menceritakan semua yang terjadi kepadanya dan sikap Ibu tirinya.

Hanya Ayahnya yang mau mendengarkan keluh kesah dan tangisnya.

Mentalnya sangat terguncang dan rahang itu semakin terlihat jelas.

Entah berapa lama dia belum makan.

Eleird terdiam, setelah putrinya selesai makan ia membayar bill dan beranjak pulang.

Tangannya mengepal sudah siap untuk sampai ke rumah.

Sesampainya di rumah, ia malah mendapati istri-putranya Reval sedang asik makan dan tertawa.

Mereka tak memikirkan Belle sama sekali.

Eleird duduk di sofa meremas dengan erat jaket yang ada di tangannya.

Livia membelalak tak percaya ketika Belle pulang bersama Eleird.

Namun, ia tetap yakin sepenuhnya jika suaminya akan tetap menyalahkan Belle.

Terlebih lagi, Livia telah memberinya anak laki-laki yang siap menjadi penerusnya.

Belle dan Reval naik ke kamar mereka masing-masing.

Livia mendekati Eleird dan duduk di sampingnya, merangkul tubuh itu dengan lembut.

Eleird berdiri, jaket yang ia pegang juga disingkirkan.

Tangannya yang sudah panas sedari tadi, menampar pipi kanan istrinya dengan keras.

‘Plakkk’

“Dasar bodoh ... beraninya kau melakukan itu kepada anakku!” teriak Eleird kepada Livia, istrinya.

“Apa yang kau lakukan ... kau menamparku?” bentak Livia tak terima.

“Sejak awal kita sudah membuat kesepakatan bukan, dan kau juga berjanji akan merawat Belle seperti anakmu. Tapi, mulutmu hanya penuh kebohongan saja!” tegasnya. Sembari mencengkram tangan kanan Livia.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Pemilik Hati Tuan Mafia

Ch. 1
Ch. 2
Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Godaan Liar Sang Ustazah
8.5
Kisah romansa dewasa khusus pembaca 21 tahun ke atas ini mengeksplorasi sisi tersembunyi kehidupan yang jarang terungkap. Di balik topeng kesucian, tersimpan luka, dilema, dan kerinduan yang kompleks. Melalui narasi yang realistis dan eksplisit, pembaca diajak merefleksikan jati diri di tengah kegelapan demi menemukan titik cahaya. Sebuah hiburan penuh makna tentang pencarian makna hidup dan cinta yang tidak selamanya berjalan lurus, memberikan perspektif baru bagi pembacanya.
Sampul Novel Istri Untuk Tuan Alex
7.9
Gadis terpaksa menjadi pengantin pengganti demi menjaga martabat ibu angkatnya. Namun, kesalahpahaman besar membuat Alex membencinya hingga bersikap kasar. Gadis tidak tinggal diam menghadapi perlakuan tersebut, sambil tetap menyembunyikan rahasia besar mengenai jati diri aslinya. Akankah Alex berhasil mengungkap misteri yang tersimpan rapat itu? Ikuti kelanjutan kisah penuh ketegangan dan emosi mereka yang kini tersedia secara lengkap di Bakisah.
Sampul Novel Kurang dari tiga
9.2
Hubungan asmara Raka kini berada di ambang kehancuran akibat kehadiran Nadia. Sebagai kekasih, Raka merasa diabaikan karena Cherry selalu memprioritaskan sahabatnya yang berkacamata tebal itu. Amarahnya meledak saat ia menyadari posisinya hanya menjadi yang kedua bagi Cherry. Namun, kecemburuan buta ini justru membawa Raka menuju sebuah titik balik yang tak terduga dalam hidupnya. Akankah perasaan mereka bertahan saat prioritas Cherry terbagi?
Sampul Novel Mafia In The Night
8.0
William, putra mafia kejam, rela menempuh cara apa pun demi ambisinya. Namun, pengkhianatan fatal merenggut nyawa ayahnya, Ferdinand, dalam insiden tragis. Rosemary yang selama ini tidak tahu sisi gelap suaminya mulai menyadari rahasia tersembunyi. William kini bertekad membalas dendam dan membersihkan nama baik ayahnya dari fitnah keji. Meski seorang polisi wanita terus menghalangi langkahnya, William takkan berhenti hingga peluru terakhir menentukan segalanya.
Sampul Novel Pengorbanannya, Kebencian Butanya
8.0
Baskara memaksaku mendonorkan sumsum tulang demi tunangannya, Rania. Meski tumbuh bersama, dia kini membenciku. Rania menjebakku hingga Baskara menyiksaku dengan kejam, bahkan menculik orang tuaku akibat fitnah video asusila. Aku dipaksa menonton mereka jatuh dari gedung tinggi hingga tewas. Di tengah sakit parah yang kurahasiakan, Baskara justru menyuruhku mengakhiri hidup. Tanpa ragu, aku menyanggupi permintaannya dan melompat menuju kehampaan.
Sampul Novel Penguasa Abadi Sepuluh Ribu Binatang
8.3
Di Pulau Sepuluh Ribu Binatang yang megah, puluhan ribu anak di bawah sepuluh tahun berkumpul di Puncak Lundao dengan penuh keseriusan. Sebagai murid baru yang baru saja menemukan akar spiritual mereka, mereka mendengarkan wejangan dari seorang tetua berjubah hijau. Ia mulai mengisahkan sejarah sekte, bermula dari sang pendiri legendaris, Wan Beast Immortal Li. Dahulu, Li hanyalah seorang kultivator biasa dari Kerajaan Qin di Alam Qianyang sebelum akhirnya mencapai keabadian.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan