Sampul Novel My Baby

My Baby

9.5 / 10.0
Dalam novel My Baby, Kalla Rei memilih mengakhiri hubungan setelah menyadari cinta Romeo Evans hanyalah kepura-puraan. Menghadapi pengkhianatan dalam romance modern ini, Kalla berjuang lepas dari bayang-bayang masa lalu. Baca kisah seru ini di webnovel sebagai pilihan fiction books terbaik.
Ringkasan My Baby
Kalla Rei memilih mengakhiri hubungan sebelum Romeo Evans mendepaknya demi sebuah taruhan. Mengetahui cinta Romeo hanyalah kepura-puraan, Kalla berusaha bangkit meski harus menanggung luka sendirian. Namun, menghapus jejak pria yang selalu ada di hidupnya bukanlah perkara mudah. Di sisi lain, Romeo justru terjebak dalam dilema besar saat sosok dari masa lalunya muncul kembali secara tak terduga, tepat ketika ia mulai memiliki tambatan hati yang baru.
Baca Selengkapnya

My Baby Bab 1

Kadang rasa keingintahuan yang besar bisa menyebabkan bencana.

Aku bersembunyi di balik pilar agar tubuh mungilku tidak terlihat. Aku melihat kalau kantin kampusku masih sepi, karena ini masih terlalu pagi. Aku mendengarkan semuanya sejak awal. Mereka berempat sedang asyik membahas diriku. Mungkin sudah lebih dari lima menit aku menguping pembicaraan mereka. Semakin aku dengarkan rasanya semakin menyayat batinku. Aku tidak dapat berkata-kata lantaran terlalu sedih dan terlalu terkejut. Mereka keterlaluan, dan Romeo sungguh bajingan. Mereka itu sekumpulan pecundang dengan wajah malaikat. Aku bersumpah kalau mereka tidak akan pernah mendapatkan dengan mudah wanita-wanita yang mereka sayangi. Aku berdoa semoga kesengsaraan menyelimuti hidup mereka. Aku cukup tahu, aku cukup sadar, kali ini aku salah. Romeo bukanlah lelaki yang layak untuk dicintai sepenuh hati.

“Kau sialan, Thom. Apa kataku, aku selalu terlahir menjadi pemenang. Taruhan ini membuatku melupakan cinta pertamaku.” Romeo menepuk pundak Thomas yang duduk di sebelahnya, tawanya begitu kontras dengan keadaan hatiku yang sakit luar biasa.

“Malangnya Kalla, gadis baik-baik yang harus segera kau campakkan. Kapan kau akan memutuskannya? Besok?” Vincent sok dramatis padahal sedari tadi ia yang paling keras tertawa. Aku bersumpah kau akan sulit mendapatkan pendamping hidup.

“Sudah-sudah, aku sedang berpikir. Sebenarnya aku tidak tega melihat dia menangis. Kalla sepertinya sangat mencintaiku.” Romeo berkata dengan penuh pertimbangan, meskipun aku sangat yakin kalua itu semua hanya pura-pura.

“Kenapa tidak kau pertahankan saja? Tidak ada ruginya juga. Dia cantik dan pintar. Kalla juga baik.” Gabriel mengetuk-ngetukan jarinya di atas meja seperti berpikir. Dia memang selalu tampak tenang daripada ketiga temannya yang sedari tadi membahas perihal taruhannya.

“Tapi aku akan kalah dari kalian kalau aku tidak memutuskannya besok.” Romeo menyunggingkan senyum iblisnya kemudian meminum espresso yang terlihat masih mengepulkan uapnya ke udara.

Aku menekan dada dengan sebelah tanganku, rasanya ini sangat menyakitkan. Jadi selama ini aku hanya dijadikan barang taruhan oleh Romeo, Vincent, Gabriel, dan Thomas. Aku kenal mereka, sekelompok lelaki tak berotak yang kuliah di tempat yang sama denganku. Kupikir Romeo sungguh-sungguh dengan cintanya, ternyata dia tidak lebih dari sampah tak berguna. Selama tiga bulan lebih aku tertipu oleh cinta palsu Romeo. Besok adalah hari ke seratus, dan besok Romeo akan mencampakkanku. Apakah ini adil bagiku? Tidakkah dia tahu kalau diriku begitu mencintainya? Air mataku menetes.

Tragis sekali nasibku. Setelah bisa mendapatkanku pada akhirnya aku hanya dicampakkan seperti kotoran yang tidak ada harganya. Apa mereka tidak berpikir kalau aku sama seperti mereka yang masih punya perasaan.

Pantaskah aku berbangga diri, karena ternyata hargaku cukup mahal? Mereka mempertaruhkan mobil, villa, dan entah apalagi yang aku sendiri tidak ingat padahal jelas-jelas aku mendengarnya. Rasa benciku sudah menumpuk dan menjadi satu dengan penyesalan. Ada dendam yang diam-diam muncul dari dalam hatiku atas ketidakadilan ini.

Di sini aku yang bodoh karena begitu mempercayai Romeo. Aku memantapkan hatiku, kalau lelaki tidak hanya Romeo seorang. Walaupun aku mencintai manusia tidak tahu adat itu dengan sepenuh hatiku, aku yakin aka nada pria yang akan mencintaiku dengan tulus. Hatiku sudah tidak dapat aku prediksi lagi seperti apa bentuknya setelah kebohongan yang Romeo ciptakan. Aku hancur meskipun aku memiliki ego kalau aku bisa mengatasi masalah ini.

Aku mengatur napas, menghirup udara sebanyak-banyaknya dan berharap semua yang kudengar itu salah, tapi kenyataan berkata kalau kupingku masih sangat normal untuk membedakan mana yang benar dan yang salah. Kadang cinta tidak harus terbalaskan, aku menyebutnya cinta yang bertepuk sebelah tangan. Kenyataan ini membuat hatiku pedih. Ada gadis lain yang sangat dicintai oleh Romeo, dan itu bukan diriku. Aku lupa bagaimana mereka membahasnya, intinya aku tidak cukup untuk membuat hati Romeo menjadi satu-satunya milikku.

Aku mengatur napasku yang naik-turun sejak beberapa menit yang lalu. Tawa mereka sudah tidak aku dengarkan lagi. Aku mengusap air mataku yang lancang sudah jatuh tanpa seizinku. Aku mengambil gelas kosong yang bisa aku jangkau lalu mengisinya dengan air keran yang kebetulan tidak jauh dari tempatku berdiri. Aku melihat bayangan wajahku yang mengerikan. Aku tidak cukup cantik bagi Romeo, perlahan rasa ini membuatku merasa rendah diri. Aku berpikir berkali-kali tentang kejadian pagi ini, aku seperti terdampar di tempat asing yang menyakiti jiwaku dan aku sendirian.

Aku melangkah mantap ke hadapan mereka, jangan kira mereka menang atas sakit hatiku yang kualami sekarang, karena kebiadaban mereka diriku terluka begitu dalam.

“Benarkah kau akan memutuskanku, ROMEO EVANS?” Aku mengangkat dagu penuh keangkuhan. Tawa mereka berempat seolah lenyap ditelan bumi. Aku memberikan senyum termanisku kepada lelaki yang sangat aku kasihi, sekaligus aku benci di dunia ini.

“Ka … Kalla?” Romeo gugup sendiri. Apa sekarang dia takut kalau aku barusan mendengar ocehan busuknya bersama gerombolannya? Apa dia belum siap menghadapi kemarahanku yang sudah hampir memecahkan kepalaku?

“Apakah taruhan kalian tidak berlaku lagi kalau detik ini aku MEMUTUSKAN teman kalian ini?” Aku tertawa sumbang menatap Romeo penuh intimidasi, “apa kau akan kalah Romeo?”

Aku melemparkan isi gelas ke muka Romeo yang duduk di depanku. Cipratannya tidak hanya mengenai wajah Romeo saja. Apa peduliku? Mereka saja tidak peduli dengan perasaanku.

“KITA PUTUS. Aku malas menunggu kau putuskan besok. Oh ya, aku sudah tidak sabar menjadi mantanmu.” Aku menjatuhkan gelas kosong ke meja mereka. Meskipun gelas itu tidak pecah, aku tahu kalau suaranya membuat mereka tidak berkedip. Aku tidak ambil pusing dengan makanan yang berantakan karena gelas itu. Hatiku lebih berantakan daripada keadaan meja mereka sekarang. Lagi-lagi aku berpikir, apa ini cukup adil untukku?

Aku tidak tahu mendapat keberanian dari mana. Apa peduliku? Aku hanya melakukan apa yang kuinginkan.

Aku melangkah seanggun mungkin ketika meninggalkan mereka yang masih terperangah dengan kedatanganku yang tiba-tiba. Romeo sudah menjadi masa lalu untukku. Aku tidak tahu masa depanku akan seperti apa, intinya aku bahagia, karena Tuhan lebih cepat membuka telingaku. Paling tidak Romeo sudah gagal dengan rencananya.

Aku baru menyadari kalau aku sudah menjalin hubungan yang indah bersama Romeo selama 99 hari. Angka ganjil itu memberikan efek mistis dalam jiwaku. Aku patah hati lagi, ternyata laki-laki hanya bisa menyakiti tanpa mau mengerti.

Normal kalau diriku lagi-lagi meneteskan air mata tanpa suara. Aku tidak menghapusnya, karena luka ini akan terus menganga untuk waktu yang tidak bisa aku tentukan. Aku tidak ingin sakit hati lagi. Cukup kali ini saja aku tersakiti.

Tuhan, tolong aku…

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi My Baby

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel ARFESO
8.7
Seorang gadis kurang kasih sayang mendapati hidupnya kian kelam setelah dikhianati lelaki yang ia puja. Kabar kehamilan di usia muda memicu murka keluarga hingga ia dituduh sebagai wanita murahan. Meski sang lelaki menolak bertanggung jawab dan menuduhnya menjebak, ia tetap melahirkan bayi yang memiliki tatapan mirip ayahnya. Kini, di tengah keraguan antara melindungi atau mengungkap kebenaran, rahasia besar lain telah menanti di babak baru hidupnya.
Sampul Novel Identitas Asliku Menghancurkan Pacarku
9.1
Di hari pertama kuliah, Xander Harris mengantarku ke asrama, namun sambutan teman sekamarku sungguh buruk. Dia memuji kedewasaan Xander sembari menghinaku karena dianggap memakai barang mewah palsu. Ia terus menyindirku sebagai wanita materialistis yang bergantung pada pria tua demi kemewahan. Padahal, sosok pria kaya yang dia bicarakan sebenarnya adalah ayah kandungku sendiri. Sementara itu, Xander yang ingin kunikahi hanyalah putra dari sopir ayahku.
Sampul Novel Klinik Khusus Pramugari Seksi
9.8
Demi memenuhi standar postur tubuh pramugari, sang kekasih merekomendasikan sebuah klinik perawatan khusus. Namun, kecurigaan muncul saat terdengar suara rintihan dan jeritan kesakitan dari balik ruang dokter. Saat berniat mundur dan pergi, sang protagonis justru diseret paksa masuk oleh seorang dokter bertubuh tinggi. Di dalam ruangan, ia diikat dalam posisi yang memalukan sementara sang dokter mulai menggunakan berbagai peralatan medis khusus untuk memulihkan kekencangan tubuhnya.
Sampul Novel PENGANTIN TITIPAN
9.2
Kamila jatuh hati pada Dion, mahasiswa KKN yang melamarnya tanpa izin keluarga. Saat restu tak didapat dan hari pernikahan tiba, Dion justru meminta Aldin Nabastala menggantikan posisinya. Demi kehormatan sang ayah, Kamila terpaksa menikahi duda tersebut meski hatinya masih milik Dion. Namun, seiring waktu, Aldin mulai mencintai istri titipan yang shaliha ini. Akankah Aldin merelakan Kamila kembali ke pelukan kekasih lamanya saat rasa cinta mulai bersemi?
Sampul Novel Terjebak Cinta sang "Mantan"
9.2
Mimpi Juliana Kiehf akan pernikahan indah hancur saat hubungannya dengan Rafli justru merenggut kebahagiaannya. Di tengah kemelut batin, kehadiran sang mantan kekasih, Jaden Kahfi, memicu tekadnya untuk bercerai. Meski terikat status, hati Juliana tetap terpaku pada Jaden. Dukungan kedua putranya yang remaja semakin memantapkan langkahnya. Kini, ia terjebak di antara komitmen suci yang rapuh dan godaan perselingkuhan demi mengejar kebahagiaan sejati.
Sampul Novel Why not!
9.1
Kegagalan pernikahan mengubah Amara menjadi sosok dingin dan sinis terhadap pria. Di usia 35 tahun, ibu tunggal ini fokus membuktikan kemandiriannya pasca bercerai. Namun, kerinduan putranya akan figur ayah menjadi dilema besar yang sulit ia abaikan. Saat benteng hatinya begitu kokoh, seorang pria memesona hadir membawa perubahan. Akankah kehadiran lelaki asing ini mampu meruntuhkan ego Amara, atau ia tetap memilih kesendirian demi prinsip hidupnya?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan