
KETIKA ISTRIKU MULAI BERUBAH
Bab 2
Luna buru-buru mengajak Oliv segera pergi dari tempat itu. Dia pun tak menanggapi panggilan dari suaminya.
Sedangkan Arka sendiri mencoba mengejar Luna. Ada perasaan bersalah di hatinya saat dia kepergok bersama wanita lain, padahal tadi pamitnya mau menemui klien.
"Lun, tunggu!" teriak Arka, sedangkan Luna sendiri tetap tak menoleh sedikitpun, dia semakin cepat melangkahkan kaki nya agar segera sampai di parkiran.
Setelah dia berada di dalam mobil, Luna menyuruh Oliv untuk segera pergi, dia tidak mau bertemu suaminya.
Sempat terlihat Arka berlari kecil menuju ke arahnya, tetapi Luna keburu pergi dari tempat itu.
Luna menangis tersedu di samping sahabatnya. Dia merasa telah dibohongi. Kini dia sadar, kenapa suaminya selalu bersikap acuh kepadanya.
Ada nama wanita lain yang setiap saat selalu dia sebut. Ada wajah wanita lain yang selalu mengisi kepalanya di setiap waktu.
"Aku tidak tahu dosa apa yang sudah ku perbuat di masa lalu sampai Tuhan memberiku cobaan seperti ini," ucap Luna ditengah tangisnya.
"Ku kira dia belum bisa mencintaiku, tetapi aku salah. Dia sama sekali tidak mau mencintaiku, dia tidak mau membuka hatinya untukku. Lalu untuk apa pernikahan ini dipertahankan?" ucap Luna lagi.
"Kamu belum mendengarkan penjelasan apapun dari suamimu," jawab Oliv sambil terus fokus menyetir.
"Aku tidak butuh penjelasan apapun. Tanpa dijelaskan semuanya sudah sangat jelas. Suamiku bukannya belum mencintaiku, tetapi dia tidak mau mencintaiku."
Hening sesaat, Oliv sendiri tidak tahu harus berkata apa sebab ini menyangkut masalah rumah tangga sahabatnya dan dia sendiri adalah orang luar.
"Kita jadi ke yayasan?" tanya Oliv mengalihkan pikiran Luna agar sahabatnya itu tidak larut dalam kesedihan.
"Kita kesana saja. Sepertinya dengan menemui anak-anak itu pikiranku jauh lebih baik," jawab Luna.
"Tapi kamu jangan menangis. Ntar dikira aku melakukan sesuatu terhadapmu," ucap Oliv bercanda supaya Luna bisa tersenyum, tetapi Luna sama sekali tak merespon. Dia terlalu hanyut dalam pikirannya sendiri.
💔💔💔
Kehadiran Luna dan Oliv disambut hangat oleh pengurus yayasan dan juga beberapa anak kecil yang sudah lama mengenal Luna. Tak lupa sebelum masuk ke dalam dia menurunkan beberapa barang yang sudah dia beli untuk diberikan pada yayasan.
"Tante, yey, tante datang," ucap anak itu menghampiri Luna yang sedang duduk didampingi salah satu Ibu pengurus.
"Iya manis, tante datang," ucap Luna sambil mengacak lembut kepala anak lelaki itu.
Dengan melihat kebahagiaan terpancar dari wajah anak kecil ini, hati Luna juga ikut bahagia.
Ntah kenapa dia merasa nyaman berada di sini.
"Tante, boleh aku minta sesuatu?" tanya anak itu lagi.
Pengurus yayasan yang melihat anak itu terlihat geleng-geleng kepala sambil tersenyum.
"Boleh, memang mau minta apa?" tanya Luna.
"Boleh aku memanggil tante dengan sebutan Ibu? Selama ini aku tidak punya Ibu," ucapnya lirih sambil menunduk. Dia merasa takut kalau Luna akan menolak permintaannya.
Luna menarik anak kecil itu kedalam pelukan. "Boleh, kamu boleh memanggil tante dengan sebutan Ibu."
"Terimakasih, Ibu."
Ucapan anak kecil itu langsung membuat Luna merasa bahagia. Lukanya sedikit terlupakan dengan dia berada disini. Rasanya dia masih enggan untuk segera pulang, dia ingin menikmati waktu lebih lama bersama anak kecil yang mencintainya dengan tulus.
Di lain tempat, Arka tengah gelisah menunggu kedatangan Luna. Dia melirik jam nya, dia juga membuka ponsel dan mencoba menghubungi Luna, tetapi nomor Luna tidak aktif.
"Kemana sih kamu?" ucap Arka.
"Bi, kesini sebentar," ucap Arka pada asisten rumah tangganya.
"Iya, Pak."
"Kamu tahu, siapa teman Luna yang sering datang kesini?" tanya Arka.
"Saya tidak tahu, Pak. Cuma neng Oliv, yang biasanya kesini."
"Ya sudah, lanjutkan bekerja," jawab Arka.
Arka semakin gelisah saja. Tidak biasanya dia seperti ini, mungkin karena dia menyesal telah berbohong pada istrinya.
Sekali lagi, dia mencoba menghubungi Luna tetapi tetap saja, nomor itu tidak aktif.
Kali ini dia berniat untuk datang ke rumah Oliv, sesuatu yang nyaris tidak pernah Arka lakukan selama dia menikah dengan Luna.
Arka tidak pernah mau tahu tentang siapa saja teman Luna. Hal itu baginya tidaklah penting.
💔💔💔
"Belum pulang anaknya, Mas," ucap seorang Ibu yang Arka tafsir berumur setengah abad. Dia adalah ibunya Oliv.
"Terimakasih, Bu. Kalau begitu, saya pamit pulang dulu," ucap Arka.
Dia akan menunggu kepulangan Luna di rumah saja dan akan menjelaskan semuanya.
Anda Mungkin Juga Suka





