Sampul Novel Istri Mandul, Tak Pernah dicintai

Istri Mandul, Tak Pernah dicintai

9.6 / 10.0
Tiga tahun Alina bersabar menghadapi dinginnya sikap Rayhan dan hinaan keluarga yang melabelinya mandul. Meski merindukan kehadiran buah hati, harapan itu pupus karena sang suami tak pernah menginginkannya. Kini, Alina berada di titik jenuh setelah menyadari bahwa pernikahan mereka kosong tanpa rasa cinta. Di tengah kepedihan dan sikap abai Rayhan, ia mulai meragukan masa depannya. Haruskah Alina terus bertahan dalam ikatan yang hanya menyisakan luka?

Istri Mandul, Tak Pernah dicintai Bab 1

Alina memandang pantulan dirinya di cermin, mencoba mencerna wajah yang ia lihat. Wajah yang dulu penuh dengan harapan, kini tampak pudar, suram. Rambut panjangnya yang tergerai rapi, mata yang biasanya berbinar kini tampak lelah. Di balik matanya, ada serangkaian pertanyaan yang tak terjawab, kebingungan yang tumbuh seiring berjalannya waktu.

Tiga tahun.

Tiga tahun sejak ia terikat janji suci dengan Rayhan, suaminya. Namun, meski waktu yang sudah cukup lama, hati Alina tetap merasa seperti pernikahan mereka baru dimulai kemarin. Ada jarak yang semakin melebar antara mereka, seolah setiap detik yang berlalu menambah kepahitan yang tak kunjung reda.

"Alina, kamu sudah makan?" suara Rayhan tiba-tiba terdengar dari ruang tamu.

Alina menundukkan kepala, menghela napas pelan, lalu berjalan ke arah ruang makan. Ia tak merasa lapar, tapi seperti biasa, ia tak pernah menolak pertanyaan Rayhan. Tentu saja, suaminya itu tak akan peduli kalau ia tidak makan, tetapi ia tahu betul, kebiasaan ini sudah mendarah daging dalam dirinya. Menjawab pertanyaan, melakukan apa yang diharapkan meski perasaan di dalamnya begitu hampa.

Saat Alina tiba di ruang makan, Rayhan sedang duduk di meja makan, menatap ponselnya, tak memberi perhatian lebih. Ia tahu betul, setelah sekian lama, suasana ini sudah menjadi hal yang biasa. Tidak ada perhatian, tidak ada kehangatan, hanya kebisuan yang mengisi ruang mereka.

Alina duduk di seberang Rayhan, mencoba untuk tidak menatapnya terlalu lama. Ia merasakan ketegangan yang tak terucapkan di antara mereka. Ada sesuatu yang hilang, sesuatu yang tak bisa ia sentuh, namun ia tahu pasti bahwa itu ada. Cinta.

Rayhan masih sibuk dengan ponselnya, sesekali mengangkat wajah, tapi hanya untuk melontarkan kalimat singkat, "Makanlah, kalau lapar."

Sebuah kalimat tanpa emosi, tanpa kedalaman. Alina hanya mengangguk, mengambil piring yang sudah disiapkan. Begitu sederhana, begitu kosong.

Pernikahan yang seharusnya penuh dengan cinta dan perhatian, justru berubah menjadi rutinitas yang tak lagi bermakna. Alina ingin berbicara, ingin bertanya mengapa semuanya terasa seperti ini, tapi ia tahu itu sia-sia. Rayhan tak akan peduli.

Hati Alina mulai terasa berat. Sikap dingin Rayhan, ketidakhadirannya dalam hubungan mereka, sudah terlalu lama ia telan. Ia pernah berharap suatu hari nanti semuanya akan berubah, tapi harapan itu mulai pudar.

Ia teringat obrolan di meja makan beberapa hari yang lalu, saat kakak iparnya, Eliza, tanpa malu-malu berkata, "Kamu tahu, kan, kalau umurmu sudah segini, tapi masih belum hamil? Mungkin memang kamu mandul."

Kalimat itu menggores hatinya, meski ia mencoba untuk tidak menunjukkan perasaan. Namun, di dalam hati, ia bertanya-tanya, apakah Rayhan benar-benar menginginkan anak darinya? Ataukah itu hanya harapan kosong dari seorang istri yang ingin merasa dihargai?

Di sisi lain, ia sadar bahwa pernikahannya dengan Rayhan tak pernah seperti yang ia impikan. Bukan karena perbedaan mereka, tapi karena Rayhan tak pernah menunjukkan tanda-tanda cinta yang tulus.

"Rayhan," suara Alina terdengar pelan, hampir tenggelam oleh kebisuan yang menyelimuti ruangan.

Rayhan mengangkat wajahnya dan menatap Alina dengan ekspresi datar, tanpa emosi. "Apa?"

Alina menggigit bibirnya, merasakan kecemasannya yang mulai memuncak. "Kenapa kita seperti ini? Kenapa pernikahan kita hanya seperti rutinitas kosong tanpa cinta?"

Rayhan menatapnya sejenak, lalu kembali menunduk, menatap ponselnya. Tidak ada jawaban, hanya keheningan yang semakin menekan.

"Kenapa kamu tidak pernah berbicara padaku, Rayhan?" Alina melanjutkan, suaranya mulai bergetar. "Kenapa kita tak pernah saling peduli lagi?"

Rayhan tidak segera menjawab. Wajahnya tetap datar, seperti biasa. Namun, Alina bisa melihat mata Rayhan yang mulai memunculkan kelelahan. Apakah itu kelelahan karena hidup bersama dirinya? Ataukah kelelahan dari segala kebohongan yang tersembunyi dalam hubungan mereka?

Akhirnya, setelah beberapa saat, Rayhan meletakkan ponselnya dan mengalihkan pandangannya ke arah Alina. "Aku tidak tahu, Alina. Mungkin kita memang tidak dibuat untuk bersama," katanya, suaranya dingin dan tanpa rasa.

Kata-kata itu seperti luka yang semakin dalam. Alina menundukkan kepalanya, menahan air mata yang hampir tumpah. Apa yang harus ia lakukan? Bertahan dalam pernikahan yang tanpa cinta, atau memilih untuk melepaskan?

Namun, sebelum ia bisa meresapi kata-kata itu lebih dalam, pintu rumah mereka terbuka. Seorang wanita muda memasuki ruang makan, tersenyum penuh percaya diri.

Alina mengenalnya dengan baik. Sita, teman dekat Rayhan. Keberadaannya membuat Alina merasa semakin terasing, semakin tak berarti.

Sita menyapa dengan suara manja, "Rayhan, aku membawa makan siang untukmu. Tadi ada beberapa laporan yang ingin aku bicarakan."

Rayhan hanya mengangguk, lalu berdiri, meninggalkan Alina yang kini duduk sendiri di meja makan.

Air mata Alina jatuh, tak dapat ia tahan lagi. Sita, yang begitu dekat dengan Rayhan, seperti sebuah pengingat nyata bahwa pernikahannya memang sudah lama mati.

Ia duduk terdiam, memandangi makanan di depannya yang kini terasa hambar.

Apakah ia masih bisa bertahan dalam pernikahan yang sudah tak memiliki arti ini?

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Istri Mandul, Tak Pernah dicintai

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Istri Untuk Suamiku
8.6
Fatma menghadapi cobaan berat saat divonis menderita kanker rahim stadium lanjut yang memupus harapannya memiliki anak. Demi kebahagiaan Satria, ia rela meminta suaminya menikah lagi. Namun, kenyataan pahit terungkap bahwa Satria selama ini tidak pernah mencintainya. Meski Satria sempat menolak karena enggan menyakiti hatinya, Fatma tetap memohon dengan penuh air mata agar permintaan terakhirnya dipenuhi sebagai bentuk pengorbanan cinta yang tulus.
Sampul Novel Jadi Wanita
9.1
Sota adalah pemuda dua puluh tahun yang sangat malas dan pengangguran. Meski cerdas dalam kelicikan, ia hanya menghabiskan waktu dengan gawainya. Hal ini memicu kekhawatiran mendalam bagi ibunya, Artisa. Sebagai wanita pekerja keras yang juga memiliki sisi licik, Artisa bertekad mengubah tabiat buruk putranya secara total. Ia menempuh metode ekstrem dengan mentransformasi fisik Sota. Berhasilkah rencana Artisa mengubah jati diri Sota melalui perubahan tubuh tersebut?
Sampul Novel Jebakan Cinta SANG MANTAN
9.0
Nada menyadari bahwa menjerat Ivander ke dalam pernikahan paksa adalah langkah yang keliru. Namun, baginya ini satu-satunya jalan untuk tetap berada di sisi pria yang hidupnya pernah ia hancurkan. Didorong rasa bersalah yang mendalam, Nada bertekad menebus dosa masa lalunya melalui pengabdian ini. Akankah segala pengorbanan Nada mampu mencairkan kebencian di hati Ivander, ataukah usahanya untuk mendapatkan maaf justru akan berakhir sia-sia?
Sampul Novel Kekasihku Meninggalkanku di Hari Pernikahan
9.6
Hari pernikahan Cherish hancur seketika saat Diego pergi begitu saja setelah menerima sebuah telepon. Kepergian mendadak itu membuat nenek Cherish syok hingga muntah darah dan akhirnya meninggal dunia di rumah sakit tanpa ada yang membantu. Di tengah kedukaan di kamar mayat, Diego justru menghubungi Cherish untuk meminta donor darah bagi Zoey yang terluka. Kecewa mendalam, Cherish langsung mengakhiri hubungan mereka. Kini, Diego bersujud di bawah guyuran hujan, memohon dimaafkan dan berjanji menyerahkan segalanya demi mendapatkan kembali hati Cherish.
Sampul Novel Penguasa Abadi Sepuluh Ribu Binatang
8.3
Di Pulau Sepuluh Ribu Binatang yang megah, puluhan ribu anak di bawah sepuluh tahun berkumpul di Puncak Lundao dengan penuh keseriusan. Sebagai murid baru yang baru saja menemukan akar spiritual mereka, mereka mendengarkan wejangan dari seorang tetua berjubah hijau. Ia mulai mengisahkan sejarah sekte, bermula dari sang pendiri legendaris, Wan Beast Immortal Li. Dahulu, Li hanyalah seorang kultivator biasa dari Kerajaan Qin di Alam Qianyang sebelum akhirnya mencapai keabadian.
Sampul Novel Penyesalan CEO Cantikku yang Dingin
7.9
Clayden Ardhanesa, yang dahulu dikenal sebagai Bradford, pernah menguasai dunia sebelum melepaskan kejayaannya demi cinta. Dia memilih hidup sederhana demi melindungi sang istri secara rahasia. Sialnya, setelah sukses, wanita itu justru menganggap Clayden tidak berguna lalu menceraikannya. Namun, roda nasib berputar saat reputasi Clayden kembali mengguncang dunia, menyisakan penyesalan mendalam bagi mantan istrinya yang kini hanya bisa bersimpuh dan menangis tanpa henti.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan