Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kau Tak Pernah Mencintaiku

Kau Tak Pernah Mencintaiku

Aurora terjebak dalam pernikahan tanpa cinta bersama Leandro, pengusaha sawit kaya. Meski hidup mewah, ia menderita akibat dominasi ibu mertua dan kekejaman adik iparnya. Leandro tak pernah memihaknya hingga Aurora merasa terasing. Penderitaannya memuncak saat kakak kandungnya, Ravela, hadir dan mulai menggoda suaminya. Pengkhianatan ini menghancurkan jiwa Aurora, terutama ketika ia menyaksikan Ravela keluar dari kamar Leandro pada suatu malam yang kelam.
Bab
Bagikan

Bab 1

Aurora duduk di sudut ruang tamu yang luas. Mata beningnya menatap kosong ke luar jendela besar yang menghadap ke hamparan kebun kelapa sawit milik keluarganya. Sinar matahari sore menembus tirai tipis, menciptakan bayangan samar yang bergetar di dinding. Di luar sana, angin berbisik pelan di antara daun-daun pohon, seolah menyimpan rahasia yang hanya bisa didengar oleh mereka yang benar-benar mendengarkan.

Namun, di balik wajah teduh dan senyum yang jarang muncul itu, ada gelombang perasaan yang tak pernah berhenti bergolak dalam dada Aurora. Kesepian. Kepedihan. Dan harapan yang semakin hari semakin memudar.

Aurora baru berusia dua puluh tahun, tapi hari-harinya terasa seolah berlalu dalam siklus tanpa ujung-melahirkan, merawat anak, mengurus rumah, dan selalu berusaha menyenangkan suaminya, Leandro Mahesa. Leandro, pria tiga puluh tahun yang terlihat sempurna di mata dunia. Pemilik ratusan hektar kebun kelapa sawit yang menghasilkan kekayaan berlimpah, yang membuatnya menjadi salah satu pengusaha muda paling diperhitungkan di daerah itu.

Namun, di balik tumpukan uang dan kemewahan itu, ada jurang yang memisahkan mereka. Jurang yang semakin lebar setiap hari.

"Leandro benar-benar sudah berubah, ya," pikir Aurora ketika mendengar suara gaduh di ruang makan. Suaranya rendah dan nyaris berbisik, seolah takut dinding rumah yang megah itu bisa mendengar.

Suaminya yang dulu pernah memberinya sedikit perhatian kini berubah menjadi sosok dingin yang lebih sering menghindar daripada mendekat. Mertua dan iparnya pun semakin sering menekan dan menghakimi setiap langkahnya. Ny. Diah, ibu Leandro, adalah wanita yang sangat menguasai segalanya. Ia tak pernah menyukai Aurora sejak awal, menganggapnya terlalu lemah dan tidak pantas menjadi menantu.

"Kamu sudah masak belum, Aurora? Anak-anak harus makan tepat waktu. Jangan sampai mereka kelaparan," suara Ny. Diah tajam, memecah hening rumah. "Kalau kamu sibuk sendiri, bagaimana bisa jadi ibu yang baik?"

Aurora menunduk, menghindari tatapan tajam itu. Suara-suara itu selalu membuatnya merasa kecil dan tidak berharga. Namun ia tidak bisa berkata apa-apa, bukan hanya karena takut tapi juga karena Leandro, suaminya, seolah membiarkan semua itu terjadi.

"Sudahlah, Bu, jangan terlalu keras sama Aurora," suara Leandro terdengar lelah dan dingin sekaligus. Namun nada itu tidak membawa kehangatan, hanya sekadar kewajiban yang harus dilontarkan.

Aurora menarik napas dalam-dalam, mencoba menahan air mata yang mulai menggenang. Di dalam hati, ia bertanya-tanya, kapan kebahagiaan itu akan menyentuhnya.

Malam itu, ketika semua orang sudah beristirahat, Aurora masih terjaga di kamar tidur mereka. Ia memandangi suaminya yang terlelap, wajahnya yang tampan tapi tanpa kehangatan. Ada jarak yang begitu dalam, seakan Leandro hidup di dunia yang berbeda darinya.

Tiba-tiba, pintu kamar terbuka perlahan. Sosok wanita itu masuk dengan langkah ringan dan senyum penuh rahasia di bibirnya. Ravela, kakak kandung Aurora, yang sudah lama hilang dan tak pernah memberi kabar.

"Aurora..." suara Ravela pelan tapi tajam, penuh makna.

Aurora terpaku, jantungnya berdebar keras. "Ravela? Kamu... apa yang kamu lakukan di sini?"

Ravela melangkah mendekat, menatap Aurora dengan mata yang penuh rencana. "Aku pulang. Dan aku akan mengambil apa yang seharusnya menjadi milikku."

Kata-kata itu menggantung berat di udara. Aurora tahu, kehadiran Ravela bukan hanya soal keluarga, tapi ancaman besar yang bisa menghancurkan rumah tangganya.

Hari-hari berlalu, dan suasana rumah semakin mencekam. Ravela perlahan tapi pasti merusak kedamaian yang tersisa. Ia pandai membaca kelemahan Leandro dan menggunakan itu untuk memikat hati pria itu.

Aurora merasakan kehancuran di hatinya. Ia tak hanya kehilangan cinta suami, tapi juga harus berhadapan dengan pengkhianatan dari orang yang paling dipercaya.

Leandro, yang dulu pernah bersandar padanya, kini lebih sering menghindar dan mengabaikan. Kata-katanya berubah menjadi dingin dan penuh tuduhan, seolah Aurora yang bersalah atas semua masalah.

"Mengapa kamu selalu membuat masalah? Aku sudah capek dengan semua ini," kata Leandro suatu malam, suara serak penuh amarah. "Kamu tidak bisa seperti Ravela, yang tahu bagaimana membuatku bahagia."

Aurora menahan tangis, tapi hatinya remuk. Ia merasa seperti terperangkap dalam penjara tanpa pintu keluar.

Namun, di balik kesedihan itu, ada satu hal yang membuat Aurora bertahan-anak-anaknya. Mereka adalah cahaya kecil yang selalu memberinya kekuatan untuk bangkit setiap pagi, meski dunia terasa begitu kelam.

Suatu sore, ketika ia menggendong putri kecilnya di kebun belakang rumah, Aurora merenung. Ia tahu, jika terus seperti ini, ia akan hancur.

"Tuhan, berikan aku kekuatan," bisiknya pelan, air matanya mengalir tanpa suara.

Ia sadar, perjuangannya belum selesai. Ia harus menemukan cara untuk melawan, untuk mempertahankan rumah tangganya dan harga dirinya.

Aurora berdiri di depan jendela, memandang ke kebun sawit yang membentang luas, simbol kemewahan sekaligus penjara yang mengurungnya. Di luar sana, angin berhembus pelan, seolah berbisik janji akan perubahan.

Namun, apakah perubahan itu akan datang untuknya, atau justru kehancuran yang menanti?

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bayiku dibunuh Pelakor, Suamiku Tak Peduli
9.2
Novel romantis miliarder bernuansa misteri ini mengisahkan akhir tragis seorang istri yang keguguran dan meregang nyawa di rumah sakit Grup Dariawan akibat didorong oleh cinta pertama suaminya. Di saat-saat terakhirnya, sang suami, Ridwan, justru bersikap dingin dan menuduhnya berpura-pura demi mencari perhatian. Ridwan bahkan mengabaikan tangisan putra mereka yang terluka, melarang dokter merawat istrinya, dan mengusir anak kandungnya demi melindungi Mariana. Kekejaman tanpa belas kasihan ini berakhir dengan kematian ibu dan anak yang tragis.
Sampul Novel Brave Heart
8.7
Hidup Seruni Arkadewi hancur setelah kecelakaan membuatnya timpang. Ia dikhianati kekasih dan sahabatnya, lalu dipaksa ayah tirinya menikahi pria tua demi harta. Seruni pun kabur demi membuktikan kemandiriannya meski fisik terbatas. Di sisi lain, Antonio Brata Kesuma adalah pria kaya yang membenci segala bentuk kecacatan. Bagi Antonio, tekad Seruni hanyalah misi bunuh diri, namun Seruni tetap teguh berjuang menggapai mimpinya tanpa mau dikasihani.
Sampul Novel Cinta yang Kukira Abadi, Ternyata Ilusi
8.0
Tiga belas tahun membina hubungan sejak masa sekolah hingga pernikahan, Valen rela menentang keluarganya sendiri demi memberikan sebuah perusahaan publik kepada sang suami. Namun, ilusi pernikahan bahagia itu hancur saat sebuah buku catatan usang jatuh dari laci rahasia. Di dalamnya tertulis kalimat menyakitkan bahwa suaminya sangat muak dengannya. Valen akhirnya menyadari cinta sejati yang ia percayai hanyalah dusta. Kini, ia mulai mempertanyakan ketulusan suaminya, termasuk motif di balik kepemilikan perusahaan tersebut.
Sampul Novel Forced Marriage
9.2
Joan Arkan Rivenno, CEO sukses yang jatuh hati pada pandangan pertama, dijodohkan dengan aktris jelita Liza Nathalia Hope. Sayangnya, Liza menolak karena menganggap Joan hanya kakak dan ia sudah memiliki kekasih. Meski Liza terang-terangan menentang, obsesi Joan justru makin menguat. Suatu malam, Joan melakukan tindakan nekat yang merenggut kesucian Liza hingga ia hamil. Pernikahan paksa pun terjadi, meski hati Liza penuh dengan penolakan dan rasa benci.
Sampul Novel Istri Keempat Sang Tuan Tanah
9.7
Demi melunasi utang, Lila terpaksa menjadi istri keempat Tuan Thakur, seorang tuan tanah kaya yang sangat dominan. Pria itu menegaskan bahwa pernikahan mereka bukanlah kontrak drama televisi yang mudah diakhiri. Tanpa ada kata cerai, Lila terjebak dalam komitmen seumur hidup kecuali maut memisahkan atau sang suami sendiri yang melepaskannya. Kini, Lila harus menghadapi kenyataan pahit dalam pernikahan penuh intimidasi ini. Sanggupkah ia bertahan hidup bersamanya?
Sampul Novel Istri Manis Tuan Jicko
9.8
Demi menuruti ambisi ibunda yang mendambakan cucu tanpa harus terikat pernikahan, Jicko menolak perjodohan dan memilih jalan pintas. Ia menawarkan sebuah kesepakatan khusus kepada Ameera untuk mengandung buah hatinya. Jicko yakin kontrak ini akan menguntungkan kedua belah pihak tanpa ada komitmen emosional. Namun, rencana yang semula tampak sederhana ini berubah menjadi pelik saat realitas hubungan mereka ternyata jauh lebih rumit dari dugaan.