Sampul Novel Kau Tak Pernah Mencintaiku

Kau Tak Pernah Mencintaiku

9.3 / 10.0
Aurora terjebak dalam pernikahan tanpa cinta bersama Leandro, pengusaha sawit kaya. Meski hidup mewah, ia menderita akibat dominasi ibu mertua dan kekejaman adik iparnya. Leandro tak pernah memihaknya hingga Aurora merasa terasing. Penderitaannya memuncak saat kakak kandungnya, Ravela, hadir dan mulai menggoda suaminya. Pengkhianatan ini menghancurkan jiwa Aurora, terutama ketika ia menyaksikan Ravela keluar dari kamar Leandro pada suatu malam yang kelam.

Kau Tak Pernah Mencintaiku Bab 1

Aurora duduk di sudut ruang tamu yang luas. Mata beningnya menatap kosong ke luar jendela besar yang menghadap ke hamparan kebun kelapa sawit milik keluarganya. Sinar matahari sore menembus tirai tipis, menciptakan bayangan samar yang bergetar di dinding. Di luar sana, angin berbisik pelan di antara daun-daun pohon, seolah menyimpan rahasia yang hanya bisa didengar oleh mereka yang benar-benar mendengarkan.

Namun, di balik wajah teduh dan senyum yang jarang muncul itu, ada gelombang perasaan yang tak pernah berhenti bergolak dalam dada Aurora. Kesepian. Kepedihan. Dan harapan yang semakin hari semakin memudar.

Aurora baru berusia dua puluh tahun, tapi hari-harinya terasa seolah berlalu dalam siklus tanpa ujung-melahirkan, merawat anak, mengurus rumah, dan selalu berusaha menyenangkan suaminya, Leandro Mahesa. Leandro, pria tiga puluh tahun yang terlihat sempurna di mata dunia. Pemilik ratusan hektar kebun kelapa sawit yang menghasilkan kekayaan berlimpah, yang membuatnya menjadi salah satu pengusaha muda paling diperhitungkan di daerah itu.

Namun, di balik tumpukan uang dan kemewahan itu, ada jurang yang memisahkan mereka. Jurang yang semakin lebar setiap hari.

"Leandro benar-benar sudah berubah, ya," pikir Aurora ketika mendengar suara gaduh di ruang makan. Suaranya rendah dan nyaris berbisik, seolah takut dinding rumah yang megah itu bisa mendengar.

Suaminya yang dulu pernah memberinya sedikit perhatian kini berubah menjadi sosok dingin yang lebih sering menghindar daripada mendekat. Mertua dan iparnya pun semakin sering menekan dan menghakimi setiap langkahnya. Ny. Diah, ibu Leandro, adalah wanita yang sangat menguasai segalanya. Ia tak pernah menyukai Aurora sejak awal, menganggapnya terlalu lemah dan tidak pantas menjadi menantu.

"Kamu sudah masak belum, Aurora? Anak-anak harus makan tepat waktu. Jangan sampai mereka kelaparan," suara Ny. Diah tajam, memecah hening rumah. "Kalau kamu sibuk sendiri, bagaimana bisa jadi ibu yang baik?"

Aurora menunduk, menghindari tatapan tajam itu. Suara-suara itu selalu membuatnya merasa kecil dan tidak berharga. Namun ia tidak bisa berkata apa-apa, bukan hanya karena takut tapi juga karena Leandro, suaminya, seolah membiarkan semua itu terjadi.

"Sudahlah, Bu, jangan terlalu keras sama Aurora," suara Leandro terdengar lelah dan dingin sekaligus. Namun nada itu tidak membawa kehangatan, hanya sekadar kewajiban yang harus dilontarkan.

Aurora menarik napas dalam-dalam, mencoba menahan air mata yang mulai menggenang. Di dalam hati, ia bertanya-tanya, kapan kebahagiaan itu akan menyentuhnya.

Malam itu, ketika semua orang sudah beristirahat, Aurora masih terjaga di kamar tidur mereka. Ia memandangi suaminya yang terlelap, wajahnya yang tampan tapi tanpa kehangatan. Ada jarak yang begitu dalam, seakan Leandro hidup di dunia yang berbeda darinya.

Tiba-tiba, pintu kamar terbuka perlahan. Sosok wanita itu masuk dengan langkah ringan dan senyum penuh rahasia di bibirnya. Ravela, kakak kandung Aurora, yang sudah lama hilang dan tak pernah memberi kabar.

"Aurora..." suara Ravela pelan tapi tajam, penuh makna.

Aurora terpaku, jantungnya berdebar keras. "Ravela? Kamu... apa yang kamu lakukan di sini?"

Ravela melangkah mendekat, menatap Aurora dengan mata yang penuh rencana. "Aku pulang. Dan aku akan mengambil apa yang seharusnya menjadi milikku."

Kata-kata itu menggantung berat di udara. Aurora tahu, kehadiran Ravela bukan hanya soal keluarga, tapi ancaman besar yang bisa menghancurkan rumah tangganya.

Hari-hari berlalu, dan suasana rumah semakin mencekam. Ravela perlahan tapi pasti merusak kedamaian yang tersisa. Ia pandai membaca kelemahan Leandro dan menggunakan itu untuk memikat hati pria itu.

Aurora merasakan kehancuran di hatinya. Ia tak hanya kehilangan cinta suami, tapi juga harus berhadapan dengan pengkhianatan dari orang yang paling dipercaya.

Leandro, yang dulu pernah bersandar padanya, kini lebih sering menghindar dan mengabaikan. Kata-katanya berubah menjadi dingin dan penuh tuduhan, seolah Aurora yang bersalah atas semua masalah.

"Mengapa kamu selalu membuat masalah? Aku sudah capek dengan semua ini," kata Leandro suatu malam, suara serak penuh amarah. "Kamu tidak bisa seperti Ravela, yang tahu bagaimana membuatku bahagia."

Aurora menahan tangis, tapi hatinya remuk. Ia merasa seperti terperangkap dalam penjara tanpa pintu keluar.

Namun, di balik kesedihan itu, ada satu hal yang membuat Aurora bertahan-anak-anaknya. Mereka adalah cahaya kecil yang selalu memberinya kekuatan untuk bangkit setiap pagi, meski dunia terasa begitu kelam.

Suatu sore, ketika ia menggendong putri kecilnya di kebun belakang rumah, Aurora merenung. Ia tahu, jika terus seperti ini, ia akan hancur.

"Tuhan, berikan aku kekuatan," bisiknya pelan, air matanya mengalir tanpa suara.

Ia sadar, perjuangannya belum selesai. Ia harus menemukan cara untuk melawan, untuk mempertahankan rumah tangganya dan harga dirinya.

Aurora berdiri di depan jendela, memandang ke kebun sawit yang membentang luas, simbol kemewahan sekaligus penjara yang mengurungnya. Di luar sana, angin berhembus pelan, seolah berbisik janji akan perubahan.

Namun, apakah perubahan itu akan datang untuknya, atau justru kehancuran yang menanti?

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Kau Tak Pernah Mencintaiku

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel CHRONOPHILE
8.2
Menikahi pria yang pernah ditolak di masa lalu membawa dilema besar dalam sebuah perjodohan. Apakah dia bertahan karena cinta yang tersisa, atau justru merencanakan balas dendam atas luka lama? Sebagai pasutri, mereka dipaksa menjalani komitmen di tengah bayang-bayang masa lalu yang kembali mengusik ketenangan. Di dunia Chronophile, di mana waktu sangat dihargai, rahasia dan konflik mulai menguji kesetiaan mereka dalam mempertahankan rumah tangga ini.
Sampul Novel Dari Abu: Kesempatan Kedua
8.2
Seumur hidup aku mencintai Bima Wijoyo, tunanganku. Namun, saat studio seniku terbakar, dia justru membiarkanku tewas demi menyelamatkan Clara, kakak tiriku. Pengkhianatan itu menjadi akhir tragis hidupku yang pertama. Kini, keajaiban membawaku kembali ke masa lalu, tepat sebelum rapat dewan keluarga dimulai. Dengan ingatan pahit tentang api dan luka, aku berdiri tegak di hadapan semua orang untuk membatalkan pertunangan kami. Aku tidak akan mati dua kali.
Sampul Novel Diagnosis Kanker di Hari Ulang Tahun Pernikahan
9.5
Delapan tahun membina rumah tangga, Jessica selalu percaya pada alasan pekerjaan suaminya, Rio Aditya, setiap hari ulang tahun pernikahan mereka. Namun, sebuah rahasia kelam terungkap saat Jessica mendengar pengakuan Rio yang berselingkuh dengan Nadia dan berniat menceraikannya karena kehilangan rasa cinta pasca-keguguran. Di hari yang sama, Jessica justru divonis mengidap kanker ovarium stadium akhir. Tanpa dendam, ia pun memutuskan untuk pergi selamanya demi kedamaiannya sendiri.
Sampul Novel Direndahkan Oleh Keluarga Suami
8.9
Terlahir dengan keterbatasan fisik, Jasmine Bintang tumbuh di bawah bayang-bayang kekecewaan ibunya. Ia berharap menemukan kebahagiaan saat menikahi Ardan Mahendra yang sukses. Namun, keluarga Ardan justru menghina keterbatasannya. Luka Jasmine kian dalam saat Anindya, mantan kekasih Ardan, kembali dan mengungkap kebohongan cinta mereka. Meski Jasmine mantap meminta cerai demi martabatnya, Ardan justru menolak keras dan mengancam tidak akan melepaskannya begitu saja.
Sampul Novel Dosa Berbalut Cinta
8.6
Saschya mengira pernikahannya dengan Adnan akan membawa kebahagiaan abadi, namun realitanya justru menjadi neraka penuh kekerasan. Adnan melampiaskan dendamnya terhadap mertua dengan menyiksa istrinya secara keji setiap hari. Di tengah penderitaan fisik dan batin yang mendalam, sosok dari masa lalu Saschya tiba-tiba muncul kembali. Akankah kehadiran mereka membantu Saschya lepas dari belenggu Adnan, atau justru menambah konflik baru dalam hidupnya yang hancur?
Sampul Novel Jebakan Cinta SANG MANTAN
9.0
Nada menyadari bahwa menjerat Ivander ke dalam pernikahan paksa adalah langkah yang keliru. Namun, baginya ini satu-satunya jalan untuk tetap berada di sisi pria yang hidupnya pernah ia hancurkan. Didorong rasa bersalah yang mendalam, Nada bertekad menebus dosa masa lalunya melalui pengabdian ini. Akankah segala pengorbanan Nada mampu mencairkan kebencian di hati Ivander, ataukah usahanya untuk mendapatkan maaf justru akan berakhir sia-sia?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan