Sampul Novel Cinta yang Kukira Abadi, Ternyata Ilusi

Cinta yang Kukira Abadi, Ternyata Ilusi

8.0 / 10.0
Dalam novel romantis Cinta yang Kukira Abadi, Ternyata Ilusi, Valen mengorbankan segalanya demi sang suami, termasuk menyerahkan perusahaan besar. Namun, sebuah buku catatan rahasia mengungkap kebencian sang suami, memicu misteri besar. Baca novel online gratis ini untuk mengungkap kebenarannya.
Ringkasan Cinta yang Kukira Abadi, Ternyata Ilusi
Tiga belas tahun membina hubungan sejak masa sekolah hingga pernikahan, Valen rela menentang keluarganya sendiri demi memberikan sebuah perusahaan publik kepada sang suami. Namun, ilusi pernikahan bahagia itu hancur saat sebuah buku catatan usang jatuh dari laci rahasia. Di dalamnya tertulis kalimat menyakitkan bahwa suaminya sangat muak dengannya. Valen akhirnya menyadari cinta sejati yang ia percayai hanyalah dusta. Kini, ia mulai mempertanyakan ketulusan suaminya, termasuk motif di balik kepemilikan perusahaan tersebut.
Baca Selengkapnya

Cinta yang Kukira Abadi, Ternyata Ilusi Bab 1

Aku sudah menjalin cinta dengan suamiku selama 13 belas tahun. Kami melewati masa berseragam sekolah hingga akhirnya mengenakan gaun pengantin. Demi dia, aku sampai berselisih hebat dengan keluargaku sendiri, hanya untuk memberinya sebuah perusahaan yang sudah go public.

Namun sekarang, sebuah buku catatan usang jatuh dari laci rahasia dan mendarat di dekat kakiku. Buku itu terbuka dengan sendirinya. Tulisan yang besar di dalamnya, terlihat olehku.

[ Aku muak sama Valen. ]

Barulah saat itu aku sadar, ternyata kisah asmara yang kukira adalah cinta pada pandangan pertama di antara kami berdua ini, hanyalah khayalanku belaka. Kalau dia begitu membenciku, pastinya dia juga tidak tertarik dengan perusahaan itu, bukan?

Aku merapikan buku catatan itu, mengganti pakaian, lalu pergi menjemput Zeon pulang kerja. Kami sudah beberapa hari tidak bertemu. Katanya, dia sedang sangat sibuk di kantor. Aku berpikir, bagaimana pun keadaannya, aku harus memberinya kesempatan untuk menjelaskan.

Begitu sampai di taman bawah gedung kantornya, dua sosok yang sangat kukenal sedang bersandar di depan mobil. Mataku seketika membelalak tajam.

Seorang anak magang bernama Kimmy berdiri dengan pipi memerah dan berjinjit untuk mencium sudut bibir Zeon. Zeon malah menarik Kimmy mendekat, lalu memperdalam ciuman itu.

Aku melangkah mendekat dengan pikiran yang tidak fokus. "Gimana kalau tas ini dikasih ke Kak Valen saja? Tiap kali ngasih dia barang bonus terus, rasanya nggak enak," ucap Kimmy manja sambil melingkarkan tangan di pinggang Zeon.

Zeon mengusap hidung Kimmy dengan penuh sayang dan berkata dengan suara lembut, "Kamu begitu pengertian, mana tega aku ngecewain kamu?"

Dari dalam kantong belanja yang dipegangnya, ujung sebuah tas menyembul keluar. Dilihat sekilas saja, aku langsung tahu bahwa itu adalah tas favoritku.

Tas itu tidak dijual di dalam negeri. Aku sudah membujuk Zeon berkali-kali, tapi dia selalu mencari-cari alasan untuk menolak. Akhirnya, dia hanya memberiku versi murah dari merek yang sama. Kelihatannya, tas yang dihadiahkan untukku itu cuma barang pelengkap.

Mataku mulai berkaca-kaca dan langit pun perlahan menurunkan salju. Ini adalah salju pertama tahun ini. Aku mendongak. Salju jatuh ke mataku dan membuat mataku terasa perih hingga meneteskan air mata.

Entah Zeon masih ingat tidak dengan janjinya padaku.

Aku mengeluarkan ponsel dan meneleponnya. "Turun salju, nih. Bukannya waktu itu kamu bilang bakal menemaniku lihat salju pertama setiap tahun?"

"Aku sudah reservasi restoran, kamu kapan pulang?" Aku menenangkan suaraku yang gemetaran dan mataku memperhatikan setiap gerak-geriknya tanpa berkedip sedikit pun.

Dia perlahan mendorong Kimmy, lalu berjalan ke samping untuk menjauh. "Oke, aku segera pulang. Tunggu aku, ya."

Aku mengembuskan napas lega, tapi dadaku terasa sangat sakit. Begitu sambungan telepon diputus, kulihat Zeon membisikkan sesuatu ke telinga Kimmy. Mata gadis itu langsung berkaca-kaca dan menatap Zeon dengan pandangan menyedihkan.

"Aku nggak mau apa-apa, semua hadiah itu bisa aku kasih ke Kak Valen. Aku cuma mau kamu. Jangan pergi, ya?" Setelah berkata demikian, Kimmy kembali berjinjit untuk memeluk dan mencium Zeon dalam-dalam.

Jantungku seolah berhenti berdetak. Detik berikutnya, ponselku bergetar menunjukkan pesan dari Zeon.

[ Masih ada urusan kantor, kamu makan sendiri dulu ya. Nanti aku bawain hadiah pulang. ]

Saat aku menoleh lagi, mereka berdua sudah masuk ke kursi belakang mobil. Aku terdiam sejenak. Dengan tangan gemetaran, aku memindahkan kamera dari anak tangga ke cabang pohon, lalu mengarahkannya ke mobil yang mulai berguncang dan merekamnya.

Kalau dipikir-pikir, rasanya menggelikan sekali. Mobil itu bahkan adalah maskawinku.

Aku tertawa miris dan memalingkan wajah karena tidak sanggup lagi melihatnya. Malam itu, Zeon tidak pulang. Dia juga tidak menemaniku melihat salju pertama.

Keesokan harinya menjelang siang, barulah dia menelepon, "Valen, aku udah reservasi restoran. Yuk, kita makan bareng."

Suaranya masih selembut biasanya. Aku sempat merasa bingung, seakan-akan semalam tak terjadi apa-apa. Saat aku keluar rumah setelah berganti pakaian, dia turun dari mobil dan membukakan pintu untukku dengan perhatian.

Aroma parfum yang pekat langsung menyeruak. Wanginya sangat mirip dengan aroma lilin aromaterapi yang diberikannya padaku beberapa hari lalu. Sepertinya itu juga cuma barang bonus.

Di kursi depan, ada seikat bunga dan sebuah kantong hadiah. Aku bisa langsung tahu bahwa bunga itu dibungkus dengan asal-asalan dari toko pinggiran dan kalung dalam kantong hadiah itu adalah bonus pembelian dari tas milik Kimmy.

Zeon membisikkan kata-kata manis di telingaku. "Maaf soal kemarin. Begitu kerjaan selesai, aku langsung pergi cari hadiah. Makanya aku pulang agak malam. Kamu nggak marah, 'kan?"

Zeon menundukkan kepala memandangku dengan sorot mata yang penuh rasa bersalah. Aku hanya tertawa, sinis, lalu menoleh dan pergi.

"Aku lagi nggak enak badan. Hari ini nggak usah pergi makan." Aku kedinginan selama berjam-jam semalam. Kepalaku berdenyut hebat. Namun, karena masih menyimpan harapan pada Zeon, aku tadi bahkan memaksakan diri bangun.

Aku meringkuk dalam selimut, tidak mau melihatnya sama sekali. Namun, dia tidak marah. Dia malah menyentuh dahiku, lalu menyelimuti tubuhku dengan hati-hati.

"Valen, kamu istirahat dulu ya. Aku keluar sebentar beli obat."

Aku tetap tidak menjawab dan dia hanya mengira aku sedang tidak enak badan. Dia pun memeluk dan menghiburku. Saat aku bangun lagi, pandanganku langsung bertemu dengan sorot mata Zeon yang dipenuhi kekhawatiran.

"Sudah mendingan belum? Ayo, bangun dulu makan sedikit. Aku masak bubur buat kamu."

Seperti biasa, Zeon tetap menunjukkan kelembutannya yang konsisten selama sepuluh tahun ini. Aktingnya begitu sempurna.

Saat aku bangun dengan perlahan, dia segera menyelipkan bantal di belakang punggungku dengan sigap. "Bubur talas. Bagus buat lambung," katanya lembut.

"Semua salahku. Kalau aku nggak terlalu sibuk belakangan ini, kamu pasti nggak sampai jatuh sakit."

Ada sedikit rasa bersalah di mata Zeon dan aku tahu, perasaan itu memang nyata. Akan tetapi, yang tersisa memang hanya rasa bersalah.

Aku tidak berkata apa-apa dan menghabiskan bubur itu diam-diam. Baru setelahnya, aku berkata dengan tenang, "Zeon, aku alergi talas."

Prang!

Mangkuk terjatuh ke lantai dan pecah berkeping-keping.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Cinta yang Kukira Abadi, Ternyata Ilusi

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Kehadirannya Membuatku Tersiksa
9.8
Hidup Arlena berubah total pasca perjodohan mendadak dengan pria asing. Alih-alih pernikahan datar, suaminya justru sangat perhatian dan selalu hadir menuntaskan masalahnya secara misterius. Rahasia besar terungkap saat Arlena melihat siaran televisi tentang miliarder tampan yang sangat memuja istrinya. Arlena syok menyadari pria di layar adalah suaminya sendiri. Ternyata, di balik kesederhanaan mereka, tersimpan kekuasaan besar dan cinta tulus sang suami.
Sampul Novel Ksatria Naga Phoenix
8.3
Ramalan kuno di Benua Arkandaria memperingatkan kemunculan Naga Langit yang akan membawa kiamat. Hanya Ksatria Naga Phoenix yang mampu menghentikannya, namun sosok sakti ini hanya dianggap dongeng. Zhu Fei, putra Panglima Zhu Lei, diramalkan menjadi ksatria pertama tersebut. Di usia lima tahun, ia harus menjalani latihan berat di Pulau Pek Long demi memenuhi takdirnya. Akankah ia berhasil mencegah kehancuran dunia atau ramalan itu tetap menjadi legenda?
Sampul Novel Kurebut Istri Mandul Milikmu
8.2
Tekanan orang tua karena belum hadirnya buah hati membuat Morgan kehilangan kesabaran terhadap istrinya, Fla. Ia berencana menceraikan Fla demi menikahi Ara, adik iparnya sendiri. Fla menolak keras ide tersebut karena enggan berbagi suami dengan adiknya. Meski begitu, Morgan tetap nekat menjalin hubungan gelap dengan Ara di belakang istrinya. Akankah ikatan pernikahan mereka mampu bertahan di tengah pengkhianatan dan konflik keluarga yang pelik ini?
Sampul Novel TIGA RAHASIA
9.2
Kehidupan rumah tangga seorang istri yang terlihat harmonis ternyata menyimpan tiga misteri kelam yang terselubung. Saat sang suami tanpa sengaja membongkar salah satu rahasia tersebut, pondasi pernikahan dan kestabilan keluarga mereka pun mulai hancur berantakan. Kini, wanita itu terjepit dalam situasi pelik yang memaksanya mengambil keputusan sulit demi menghadapi konsekuensi dari masa lalunya yang selama ini dia sembunyikan rapat-rapat.
Sampul Novel Trapped In Past Love
8.4
Caca dan Dafa telah menjalin persahabatan erat sejak mereka masih kecil. Namun, perasaan Caca mulai berkembang menjadi cinta kepada Dafa, sahabatnya yang dikenal sebagai seorang playboy. Seiring bertambahnya usia, ikatan mereka kian rumit karena Dafa sering berganti pasangan dan mengabaikan Caca hingga ia merasa terluka. Akankah hubungan mereka berujung pada komitmen cinta sejati, ataukah mereka ditakdirkan hanya menjadi sahabat untuk selamanya?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan