Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Istri Tomboy

Istri Tomboy

Roy adalah mahasiswa populer yang dikagumi banyak wanita. Namun, takdirnya berubah drastis setelah ia kalah taruhan dari sahabatnya, Bram. Akibat kekalahan konyol tersebut, Roy terpaksa menikahi Gea, seorang gadis tomboy yang sangat disegani di lingkungannya. Kehidupan pernikahan yang tak terduga ini pun dimulai. Apakah perbedaan karakter yang kontras di antara keduanya akan memicu konflik abadi, atau justru menumbuhkan benih cinta yang tulus seiring berjalannya waktu?
Bab
Bagikan

Bab 1

Gea gadis tomboy yang disegani di kampus, mendadak menikah dengan Roy si pria tulen dan banyak penggemarnya.

"Aduh Abang, sakit tahu! Pelan pelan kalau nyisir rambut aku tuh," teriak Gea.

Hari pertama pernikahan Roy dan Gea berhasil membuat suasana selalu gaduh. Riasan sanggul yang ada di rambut Gea harus segera dilepas. Ia risih seharian menjadi pajangan di pelaminan.

Mengingat kejadian empat bulan lalu antara Roy dan Bram sahabatnya. Mereka selalu menertawakan Gea di kampus. Pasalnya, Gea selalu berdandan ala pria setiap harinya. Terkadang Bram merasa gagal menjadi pria sejati. Namun, Gea selalu cuek tak memperdulikan.

"Gimana kalau kita bikin perjanjian?" tanya Bram.

Roy yang merasa tertantang langsung menyetujuinya. "Boleh. Apa tuh?"

"Kalau lo berhasil buat Gea jatuh cinta, lo berhak buat ngelanjutin atau enggak hubungan kalian dan lo juga bakalan gue kasih link untuk masuk ke perusahaan ternama setelah lulus kuliah. Tetapi kalau lo gagal, lo wajib nikahin dia. Nanti gue kasih tau caranya. Kalau nggak lo nikahin, gue bakal umumin satu kampus tentang perjanjian ini."

"Berapa lama waktunya?"

"Tiga bulan deh."

"Deal!"

Bram dan Roy pun bersalaman.

Keesokan harinya Roy sudah mulai mencari cara untuk mendekati Gea. Dari mulai pura-pura menjatuhkan buku bak sinetron sampai nekat mengajak kencan saat Gea makan bersama temannya di kantin kampus.

Sebulan pun berlalu. Roy nampak putus asa karena Gea tak juga meresponnya. Jelas Gea curiga. Orang yang selama ini mengejeknya mendadak super baik hati.

"Susah woy! Nggak suka cowo kali tuh anak," kata Roy ketus.

"Parah lo! Kalau gue lihat sih nggak gitu ya. Soalnya temen-temennya juga nggak dominan cewe. Lagian gue dengar, dia punya mantan pacar di SMA, cowo."

"Masih ada waktu dua bulan lagi dan gue nggak boleh gagal."

Roy mulai mencari alamat kos-kosan Gea. Gea merupakan anak rantau dari desa. Sifat tomboynya muncul saat ayahnya meninggalkan ibunya tanpa kabar. Gea sudah taklagi mempercayai pria.

Malam pun tiba, Gea sedang ke depan gerbang kosan. Ia memesan nasi goreng karena kelaperan belum sempat makan dari siang. Tiba-tiba mobil terparkir di sebrang kos Gea.

"Hai Gea!" sapa Roy.

"Kok lo tau kosan gue? Wah ngikutin gue pasti. Mau ngapain?"

"Iya. Gue sengaja cari tau kosan lo. Habisnya gue sapa selalu cuek. Gue ajak kencan nggak mau."

"Ya elo bikin gue curiga. Kemarin ledekin gue sekarang malah belagak sok peduli." Gea menengok ke Abang Nasi Goreng. "Bang nasgor, buruan. Laper!"

"Iya, Neng," jawab tukang nasi goreng.

"Jahat banget sih lo. Gue jauh-jauh kesini malah lo cuekin juga."

"Siapa yang bilang mau nyuekin? Orang gue mau ajak lo ke teras kosan tuh mumpung sepi. Pengen tau gue maksud lo selama ini."

Senyum Roy merekah. Taklama nasi goreng pun sudah siap disantap. Roy dan Gea masuk ke dalam kosan dan duduk di teras.

"Jadi kenapa selama ini lo sok care sama gue?"

"Gue mau lo jadi pacar gue."

"Nggak mau gue! Curiga tau nggak, lo taruhan sama siapa?"

Mata Roy terbelalak. "Ah enggaklah. Ngapain?Cewe cantik kayak lo dibuat mainan. Ya walaupun gaya lo begini."

"Gue bilang nggak mau ya nggak mau."

Tanpa basa basi lagi Roy pun berlalu pergi dari hadapan Gea dengan wajah lesu.

Sesampainya di rumah Roy langsung menelpon Bram. "Nyerah gue. Gue nikahin dah Gea. Daripada disebarin satu kampus. Ancur nama beken gue."

Terdengar suara tawa yang keras dari sebrang telepon.

"Belom habis waktunya. Udah nyerah aja."

"Kasih tau lah gimana caranya gue nikahin dia?"

"Lo kan banyak duit tuh. Bayarin hutang keluarga si Gea di desa. Katanya hutang orang tuanya lumayan banyak. Kalau sampai nggak bayar bakalan diusir dari rumahnya. Nah lo kasih syarat Gea harus menikah sama lo."

"Buset. Hutang apaan bisa sampai serem kayak gitu? Lagian lo tau aja berita ginian."

"Orangtuanya pinjem uang buat biayain kuliah si Gea. Berita ini kan udah nyebar Bro. Lo aja yang nggak tahu."

Dalam waktu singkat Roy dan Bram menghampiri rumah Gea di desa saat liburan semester. Roy menyampaikan maksud kedatangannya.

Selang seminggu orang tua Gea akhirnya memaksa Gea untuk menikahi Roy karena kondisi mereka yang terpaksa harus melunasi hutangnya. Tak ada cara lain bagi Gea. Karena ia belum lulus dan belum bisa membantu banyak. Ia pun menuruti kemauan orang tuanya.

***

Setelah selesai menyisir rambut Gea. Roy dan Gea pun memutuskan untuk tidur.

"Geser ih. Abang di sofa aja!"

"Kan udah halal. Gimana sih?!"

Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu kamar. Mereka lupa menguncinya. Kemudian dibuka oleh Larsih, ibunya Gea.

"Astagfirullah! Kenapa Abang Roy tidur di sofa?" tanya Larsih.

"Ng.. Anu.. Roy ngerasa gatel-gatel punggungnya kalau tidur di kasur. Biasa tidur di sofa," jawab Roy.

"Gea, olesin bedak gatel atuh itu punggungnya abang. Masa suaminya gatel-gatel malah nggak diurus."

Mata Gea yang terlihat setengah mengantuk mendadak melotot. "Olesin?"

"Lha iya, olesin punggung suamimu."

Ibu Gea langsung mengambilkan bedak gatel dan memberikannya kepada Gea.

"Kamu harus belajar urus suami. Udah, Ibu awasi dulu gimana kamu olesinnya. Nanti salah lagi. Malu-maluin aja. Ibu kan sering ajarin kamu," ujar ibu seraya berdiri di samping kasur dan berkacak pinggang.

Perlahan Roy pun ke kasur. Ia nampak ketakutan mendengar ocehan ibunya Gea. Maklum malam ini pertama kalinya Roy menginap di rumah Gea sehabis acara pernikahan.

"Bu, masa punggung suami tercinta harus dilihat Ibu, ya kan. Mendingan Ibu keluar deh." Gea merayu ibunya dan mendorong hingga ibu keluar kamar.

"Awas ya jangan sampai enggak. Besok harus sembuh." Ibu berteriak saat pintu mulai ditutup.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dalam Pelukan (Sang ) CEO
9.1
Kevin Hadiwajaya, CEO sukses berjuluk monster berwajah malaikat, terobsesi menjadikan asisten pribadinya, Sarah Rania, miliknya seutuhnya. Namun, langkah Kevin terhalang oleh Hansen Rudolf, sahabat kecilnya yang juga mencintai Sarah dengan kelembutan. Di tengah persaingan sengit dua pria ini, Sarah terjebak dalam pertarungan emosi yang memilukan. Akankah ia bertahan dalam pelukan sang bos yang tegas, atau berpaling pada Hansen yang selalu menyapanya dengan kasih?
Sampul Novel Enam Bulan Dinikahi, Enam Kali Dikhianati
8.5
Terikat perjodohan keluarga, pernikahan enam bulan ini terasa bagai neraka. Dito, sang suami, justru terang-terangan menjalin asmara dengan mantan kekasihnya, Luna. Kehadiranku sama sekali tak dianggap, bahkan ia enggan menyentuhku dan selalu bersikap muak. Kesabaran pun mencapai batasnya saat perselingkuhan itu makin menjadi. Karena ia tak mampu adil, aku memilih mundur. Di tengah luka, takdir mempertemukan aku dengan pria dingin, Arya Pratama.
Sampul Novel Finding A True Love
9.3
Bagi Kanaya Amelitta, cinta hanyalah luka yang harus dihindari. Ia menutup hati rapat-rapat hingga Gavin Januartha hadir membawa kehangatan. Meski merasa nyaman, Kanaya justru kabur saat Gavin menyatakan perasaan. Delapan tahun berselang, takdir mempertemukan mereka kembali dalam situasi rumit yang mengikat keduanya, padahal Gavin sudah memiliki komitmen lain. Di tengah rasa benci dan takut, mampukah Kanaya mengabaikan Gavin yang kini bersikap sangat keras kepala?
Sampul Novel Istri yang Libidonya Rendah
9.7
Memiliki gairah seksual yang rendah sejak lahir membuat pernikahan sang protagonis berada di ambang ketegangan. Rasa frustrasi suaminya mendorong mereka mencari solusi, hingga sang suami merekomendasikan seorang dokter pengobatan tradisional yang sangat terkenal. Berniat untuk menyembuhkan kondisinya demi keutuhan rumah tangga, ia pun datang menemui dokter tersebut. Namun, ia sama sekali tidak pernah membayangkan bahwa metode terapi yang diterapkan sang dokter ternyata sangat di luar dugaannya.
Sampul Novel JANGAN NGAKU CANTIK
8.9
Flower Violetta merupakan ibu tunggal menawan bagi si kembar Alana dan Alena. Kehidupan asmaranya menjadi rumit saat ia terlibat hubungan gelap dengan dua pria sekaligus, Andra dan Martin. Drama cinta segitiga ini memicu konflik besar, terutama saat Flower harus menghadapi kemarahan para istri pelanggannya, termasuk Puspitasari. Di tengah kemelut perselingkuhan ini, Flower harus menentukan siapa di antara Andra atau Martin yang akan menjadi sosok ayah bagi kedua putrinya.
Sampul Novel Kematian Berujung Perceraian
8.0
Setelah memohon 99 kali, sang ibu akhirnya membujuk Rizald Pratama untuk membawa putri mereka berkemah saat ulang tahunnya. Namun esoknya, sang anak ditemukan tewas di kaki gunung sambil memegang erat foto keluarga. Di tengah duka, sang ibu melihat unggahan media sosial suaminya bersama teman masa kecilnya dan seorang bocah lain. Foto bahagia menikmati matahari terbenam itu rupanya dipotret oleh mendiang putrinya sendiri sebelum meninggal, menyisakan misteri dan pengkhianatan yang memilukan.