Sampul Novel Kematian Berujung Perceraian

Kematian Berujung Perceraian

8.0 / 10.0
Dalam novel romantis misteri Kematian Berujung Perceraian, seorang ibu menemukan putrinya tewas saat berkemah dengan suaminya, Rizald Pratama. Misteri kematian ini mengungkap pengkhianatan suaminya bersama wanita lain. Baca novel online gratis yang penuh intrik ini.
Ringkasan Kematian Berujung Perceraian
Setelah memohon 99 kali, sang ibu akhirnya membujuk Rizald Pratama untuk membawa putri mereka berkemah saat ulang tahunnya. Namun esoknya, sang anak ditemukan tewas di kaki gunung sambil memegang erat foto keluarga. Di tengah duka, sang ibu melihat unggahan media sosial suaminya bersama teman masa kecilnya dan seorang bocah lain. Foto bahagia menikmati matahari terbenam itu rupanya dipotret oleh mendiang putrinya sendiri sebelum meninggal, menyisakan misteri dan pengkhianatan yang memilukan.
Baca Selengkapnya

Kematian Berujung Perceraian Bab 1

Aku memohon kepada Rizald Pratama sebanyak 99 kali dan akhirnya dia setuju untuk mengajak putri kami berkemah di pegunungan pada hari ulang tahun putri kami.

Pada saat aku menemukan putriku di kaki gunung keesokan harinya, dia sudah meninggal, tangannya memegang erat sebuah foto keluarga.

Aku berdiri di depan tubuh kaku putriku, hatiku tersayat pedih. Tiba-tiba, aku melihat Rizald memperbarui status di media sosialnya.

Dia menuliskan, "Kamu dan anakku adalah harta berharga dalam hidupku."

Dalam foto tersebut, dia dan teman masa kecilnya menggandeng seorang gadis kecil, tengah melihat matahari terbenam di kejauhan.

Di sudut kiri bawah foto, terlihat sebuah tangan kecil yang merupakan tangan putriku.

Foto yang menyakitkan ini diambil oleh putriku.

"Seharusnya meninggalnya karena jatuh dari ketinggian ...."

Polisi berbicara kepadaku secara langsung, tetapi aku tidak bisa mendengar apa pun.

Yang bisa aku lihat hanyalah putriku, putriku yang masih begitu kecil.

Dia baru berusia 5 tahun dan sangat menggemaskan seperti malaikat. Namun, matanya yang selalu terlihat bersinar itu tertutup rapat dan tidak akan pernah terbuka lagi.

Perlahan-lahan, aku berlutut di depannya dan menangkupkan tangannya yang kecil dan penuh luka. Entah ke mana hilangnya jam tangan yang aku berikan kepadanya.

"Cherin, buka matamu dan lihat Ibu. Ibu membelikanmu boneka yang kamu sukai. Bukankah kamu bilang kamu akan selalu tidur dengan boneka itu di pelukanmu?"

"Bagaimana kamu bisa tidur dengan tenang kalau kamu sendirian?"

Namun, tidak peduli seberapa keras aku memanggilnya, dia tidak merespons perkataanku.

Aku membalik telapak tangannya dan melihat foto keluarga kami yang dia gambar sendiri. Aku tidak tahan lagi dan menangis pilu.

Saat itu pukul tiga pagi, satu jam sebelumnya aku menemukan tubuhnya di kaki bukit tempat dia dan ayahnya, Rizald, berkemah.

Dia masih hidup dan sehat ketika kami meninggalkan rumah sore sebelumnya.

Aku sendiri yang menggendongnya ke kursi belakang mobil Rizald saat itu.

"Cherin, apa kamu senang karena kamu bisa tidur di tenda di atas bukit bersama Ayah?"

Dia mengangguk dengan penuh semangat dan menunjukkan gerakan yang terlihat ketakutan.

Dia tidak bisa bicara, memang sudah tidak bisa bicara sejak dilahirkan.

Aku ingat saat itu aku bicara kepadanya, "Cherin jangan takut, ada Ayah, dia akan melindungimu."

Selama lima tahun sejak Cherin lahir, Rizald selalu punya alasan untuk tidak merayakan ulang tahunnya. Kali ini, setelah aku memohon 99 kali, barulah dia bersedia merayakannya.

Dia menatapku dengan tidak sabar saat masuk ke dalam mobil.

"Sudah selesai? Kalau matahari sudah terbenam sudah nggak perlu pergi lagi."

Dia setuju untuk menemani Cherin berkemah untuk melihat matahari terbenam dengan syarat aku tidak boleh ikut.

Cherin ingin menghabiskan hari ulang tahunnya bersama ayahnya. Itulah yang dia harapkan saat ulang tahunnya tahun lalu.

"Sudah, kok." Aku memeriksa kembali jam tangan Cherin sebelum menutup pintu. "Kalau terjadi sesuatu, jangan lupa untuk menelepon Ibu, ya?"

Meskipun Cherin tidak bisa berbicara, kami memiliki kesepakatan bahwa jika dia dalam bahaya, dia akan meneleponku tanpa berbicara.

Aku merasa bahwa semuanya sudah dipersiapkan dengan baik.

Aku tidak tahu bahwa wajah kecil yang terpantul di jendela mobil adalah kali terakhir aku bisa melihat wajah itu dalam keadaan hidup.

Keesokan paginya, Rizald tidak membawa Cherin kembali. Cherin pun tidak terlihat.

Aku berlari ke atas bukit untuk mencarinya. Yang tersisa di tempat itu hanyalah tenda yang rusak dan tumpukan sampah.

Aku menelepon Rizald sambil mencari Cherin di atas bukit.

Hari sudah larut malam dan akhirnya Rizald menjawab panggilanku. Yang keluar dari mulutnya hanyalah makian.

"Aliona apa kamu gila? Apa kamu nggak tahu kalau aku baru sampai hotel karena mau dinas kerja? Kamu menelepon terus, kalau kamu nggak mau istirahat, aku masih butuh istirahat!"

Saat itu aku menghela napas lega, "Maaf karena sudah mengganggu tidurmu. Kamu pergi dinas, apa kamu juga bawa Cherin bersamamu?"

Kerendahan hatiku dibalas dengan cibiran dari Rizald.

"Aku sudah menyuruhnya pulang. Apa keteledoranmu bikin dia hilang, jadi kamu malah menyalahkanku? Ibu macam apa kamu ini?"

"Aku tahu. Aliona, kamu pasti melihat statusku, jadi kamu sengaja berbohong, ya?"

"Aku hanya mengajak Wilona dan putrinya berkemah. Wilona ibu tunggal dan anaknya nggak punya ayah. Apa salahnya aku menjaga mereka? Kamu membuatku muak dengan kebohonganmu!"

Aku membuka status media sosialnya..

Aku melihat foto baru yang dia unggah.

Di foto itu ada dia, Wilona dan anak perempuannya. Mereka terlihat seperti keluarga bahagia.

Aku tahu kalau Cherin sendiri yang mengambil foto ini untuk mereka.

Betapa benar-benar kejam dan menakutkan.

Namun sampai saat itu, aku masih bisa berpikir bahwa dia tidak sejahat itu sampai meninggalkan putrinya sendiri.

Sampai aku melihat tubuh dingin putriku di dasar bukit, bahkan beberapa anjing liar telah menggerogoti tangan dan kakinya hingga berdarah.

Wajahnya sudah memucat, bahkan ada aroma busuk yang menguar.

Pada saat itu, aku merasa hatiku seperti dicabik-cabik.

"Suamimu menelepon, apa kamu mau jawab?"

Suara petugas polisi itu menarikku kembali ke dunia nyata.

Aku melihat kata suami yang terpampang di layar ponsel.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Kematian Berujung Perceraian

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Balas dendam
9.2
Dahulu Jenni hanyalah wanita lemah yang menjadi korban perundungan serta dikhianati oleh kekasih dan sahabatnya sendiri. Kini, ia telah bertransformasi menjadi sosok yang tangguh dan tak tergoyahkan. Didorong dukungan penuh sahabat setianya, Jenni bertekad membuktikan kekuatannya melalui rencana balas dendam yang matang. Sambil mencoret foto para pengkhianat, ia bersumpah akan membuat mereka merasakan penderitaan yang sama. Simaklah perjalanan Jenni menuntut keadilan.
Sampul Novel Janji Selamanya
9.4
Hari pernikahan yang seharusnya sakral berubah kacau ketika sahabat kecil tunanganku datang memakai gaun pengantin yang identik denganku. Saat melihat mereka menyambut tamu bersama, aku justru memuji keserasian mereka. Sahabatnya pergi dengan kesal, sementara tunanganku malah menuduhku picik. Puncaknya, dia nekat pergi bulan madu bersama wanita itu. Tanpa air mata, aku langsung menghubungi pengacara untuk menyelesaikan hubungan ini.
Sampul Novel REVEAL
9.6
Rasen memasuki perguruan tinggi demi mencari sahabat masa kecilnya. Namun, ia justru bertemu Eleena, gadis unik yang gigih mendekatinya hingga mereka menjadi sahabat tak terpisahkan. Kedekatan mereka terusik saat sesosok hantu wanita muncul dan mengaku sebagai sahabat yang Rasen cari. Sikap Rasen pada Eleena pun mulai berubah drastis. Akankah Eleena mampu mengembalikan Rasen, atau sang hantu akan menjauhkan mereka demi mengungkap sebuah rahasia masa lalu?
Sampul Novel Satu Atap Dengan Bos
8.7
Setelah dua dekade terkekang oleh dominasi keluarga Prajanata, Anjeli akhirnya memutuskan pergi demi mencari kebebasan. Namun, impian itu hancur saat ia justru dibebani utang besar oleh keluarganya sendiri. Terdesak keadaan, Anjeli terpaksa menikahi Ghatan, pewaris tunggal Prajanata Group yang dikenal sangat kejam. Kini ia terjebak dalam satu atap bersama bosnya yang dingin. Mampukah Anjeli bertahan menjalani kehidupan pernikahan paksa yang penuh tekanan ini?
Sampul Novel Satu Malam Bersama Bos
7.9
Dikhianati sang kekasih membuat Kirana terpuruk hingga ia tak sengaja melewati malam tak terlupakan bersama Adrian, pria asing yang ternyata bos barunya di kantor. Kini, Kirana terjebak dalam dilema antara profesionalisme kerja dan tarikan perasaan yang kuat. Di tengah bayang-bayang masa lalu yang menyakitkan dan rahasia besar mereka, mampukah hubungan keduanya bertahan menghadapi ketatnya dunia bisnis serta luka hati yang belum sepenuhnya sembuh?
Sampul Novel Turun Ranjang?
9.1
Hidup Bella berubah drastis saat tragedi memaksanya menikahi adik iparnya, Christopher. Pernikahan ini terjadi di tengah perlakukan kasar dan sikap dingin Chiko, mantan suaminya. Meski Criss berusaha melindunginya, Bella sulit membuka hati karena kepribadian Criss yang urakan dan bayang-bayang masa lalu. Mampukah mereka membangun kebahagiaan dalam rumah tangga yang terjalin tanpa landasan cinta? Simak perjuangan Bella menghadapi dilema batin dan konflik emosional ini.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan