Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Godaan Mas Duda Posesif

Godaan Mas Duda Posesif

Kaluna, mahasiswi tingkat akhir yang terdesak kebutuhan finansial, mendapat tawaran mengejutkan dari seorang duda kaya bernama Liam. Ia dijanjikan upah lima puluh juta per bulan hanya untuk menjadi ibu susu bagi anak pria itu. Kaluna yang pernah melahirkan di luar nikah pun menyanggupinya. Namun, pekerjaan yang awalnya ia kira sederhana justru membawanya terjebak dalam pesona dan sikap posesif Liam yang sulit untuk ia hindari di kehidupannya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Kaluna meletakkan selembar kertas di meja kerja sang Manajer restoran. Dengan hati yang berat, ia berkata, "Saya ingin mengajukan pengunduran diri, Pak. Terima kasih atas kesempatan yang telah diberikan selama ini." 

Manajer restoran itu menatapnya sejenak, terkejut dengan keputusan mendadak tersebut. 

"Kenapa? Ada masalah apa? Kamu bisa ceritakan, kita bisa coba cari solusi." 

Kaluna menggeleng pelan sambil tersenyum manis. "Nggak ada masalah apa-apa, Pak. Saya cuma pengen fokus ke skripsi aja, biar cepat lulus." 

Manajer itu tampak merenung sejenak, lalu menghela napas. "Baiklah, kalau begitu. Saya mengerti, skripsi itu memang penting. Kamu sudah memberikan kontribusi yang baik di sini, dan kami sangat menghargainya." 

Kaluna mengangguk, merasa sedikit lega. "Terima kasih banyak, Pak. Ini bukan keputusan yang mudah bagi saya, tapi saya rasa ini yang terbaik."

Manajer itu tersenyum, meskipun ada kesan kecewa di wajahnya. "Semoga skripsimu berjalan dengan lancar. Jangan ragu untuk kembali jika ada kesempatan."

Kaluna tersenyum tulus, merasa nyaman dengan respon manajernya. "Terima kasih, Pak." Setelah memberikan salam perpisahan, Kaluna keluar dari ruangan tersebut dengan perasaan campur aduk. 

Di luar, teman-temannya sudah menunggu dengan wajah penasaran. 

"Lun, kamu habis ngapain?" tanya wanita bertubuh gemuk. 

Kaluna tersenyum tipis. "Resign," jawabnya santai, tanpa beban. Mendengar itu, ketiga temannya langsung membulatkan matanya lebar. 

"S-serius?" tanya wanita bertubuh pendek dengan wajah tak percaya. 

Kaluna hanya mengangguk. Sedetik kemudian, ia langsung berteriak kencang saat mendapat pukulan-pukulan ringan dari ketiga temannya. 

"Bisa-bisanya lo resign tanpa kasih tahu kita!" 

"Tega-teganya lo ninggalin kita di sini!"

"Katanya pengen ngumpulin banyak uang? Kenapa malah resign, Luna?!" 

Kaluna hanya tertawa kecil sambil berusaha menghindar. Kemudian ia berlari keluar dari restoran sembari melambaikan tangannya.

"Bye, guys! Gue mau menjemput rezeki besar!" teriaknya sambil tersenyum lebar.

Teman-temannya hanya memandanginya dengan wajah kecewa sambil menghela napas. Mereka tidak bisa mengerti alasan Kaluna begitu tiba-tiba mengambil keputusan besar seperti itu. 

Sementara itu, Kaluna yang sudah mantap dengan keputusannya, naik ke angkutan umum menuju alamat yang ia tuju. Di sepanjang perjalanan, pikirannya dipenuhi berbagai pertanyaan tentang masa depannya. Namun, kali ini ia merasa lebih tenang, seolah setiap langkah yang diambilnya sudah berada di jalur yang tepat. 

Setibanya di tujuan, Kaluna turun dari angkutan umum dan memasuki sebuah perumahan yang sangat sepi. Dengan langkah mantap, ia mendekati salah satu rumah yang terlihat megah dan modern.

"Kayaknya benar deh ini," gumamnya sambil memeriksa kembali alamat yang tertulis di kertas kecil yang ia bawa. 

Tak lama kemudian, pintu gerbang terbuka, dan seorang satpam mendekat menghampirinya.

"Permisi, apakah Anda calon ibu susu Tuan muda?" tanya satpam tersebut dengan sopan. Sedangkan Kaluna hanya mengangguk pelan. 

"Silakan, ikuti saya. Tuan muda sudah menunggu di dalam," ujar satpam itu sambil membukakan pintu dan mengarahkan Kaluna menuju rumah megah yang ada di depannya. 

Setelah melewati pintu utama, Kaluna melangkah masuk ke dalam rumah yang terasa sangat luas dan elegan. Interiornya yang modern dengan sentuhan klasik membuatnya merasa sedikit canggung dan tidak pantas menginjakkan kaki di sini. 

"Tuan muda dan Tuan Liam ada di ruang keluarga. Anda bisa berjalan ke sana," "Tuan muda dan Tuan Liam ada di kamar. Anda bisa berjalan ke sana," ujar sang satpam sambil menunjuk ke arah kamar dengan pintu berwarna biru.

Kaluna mengangguk dan melangkah dengan hati-hati. Ia menghela napas berkali-kali karena merasa gugup. Begitu ia memasuki kamar tersebut, suara tangisan bayi yang nyaring langsung menyambutnya.

Ia melangkah lebih dekat dan melihat pria yang ia temui kemarin sedang berusaha menenangkan bayi yang tengah menangis dengan dibantu oleh seorang suster. 

Liam yang menyadari kedatangan Kaluna langsung menoleh sambil tersenyum lembut.

"Kemarilah," perintahnya dengan suara tenang.

Kaluna melangkah maju, mendekati Liam dan bayinya yang masih menangis. 

"Ini Ibu susu Tuan muda?" tanya sang Suster. 

Liam mengangguk, sedangkan Kaluna hanya terdiam. 

Suster itu kemudian menyerahkan bayi kecil itu kepadanya dengan lembut. "Tolong disusui sekarang. Dia sudah lapar, semua susu sudah dicoba, tapi tidak ada yang diterima. Siapa tahu susu anda lebih cocok untuknya," ucapnya.

Kaluna mengangguk, lalu dengan hati-hati menerima bayi itu dalam pelukannya. Bayi yang sebelumnya rewel dan menangis kini tampak lebih tenang, memandanginya dengan mata besar yang penasaran. 

Melihat ekspresi itu, Kaluna tak bisa menahan tawa kecil. Ia merasa gemas melihat wajah tampan bayi ini. Tanpa sadar, ia mengusap perlahan pipi bayi yang halus itu, seolah berusaha memberi kenyamanan. Dengan hati-hati, ia membawa bayi itu ke kursi yang telah disediakan di dekatnya.

Kaluna duduk dengan perlahan, memastikan agar posisi bayi itu nyaman. Sementara itu, Liam dan sang Suster hanya tersenyum lega melihatnya. Hampir satu jam mereka berusaha menenangkan bayi itu, namun tidak berhasil. Ajaibnya, begitu Kaluna menggendong bayi itu dengan lembut, tangisannya langsung mereda, dan bayi tersebut tampak lebih tenang dalam pelukannya. 

"Emh... permisi, apakah Anda bisa keluar sebentar? Saya ingin menyusui Tuan Muda,"  ujar Kaluna sambil menatap Liam dengan senyum canggung. 

"Tidak perlu. Untuk apa saya keluar? Saya harus tetap mengawasi anak saya ketika menyusu. Karena ini pertama kalinya anda bekerja bersama saya," balas Liam. 

Kaluna menghela napas pelan, merasa canggung dengan situasi itu. Lalu, sang Suster menyahut, "Ada baiknya jika kita keluar terlebih dahulu, Tuan. Kita harus memberi ruang privasi untuk Tuan muda dan Ibu susunya."

Liam mendengus kesal, namun melihat tatapan penuh harap dari Kaluna, ia akhirnya memilih untuk mengalah. "Baiklah, saya akan keluar. Jika butuh bantuan, panggil saja," ucapnya. 

Setelah itu, sang Suster dan Liam pun keluar dari ruangan, meninggalkan Kaluna dan bayi tersebut. Kaluna sedikit bernafas lega meski masih merasa gugup. Ia menatap bayi itu dengan lembut, memastikan posisi bayi dalam pelukannya nyaman. Ini adalah pertama kalinya ia menyusui bayi, jadi ia merasa jantungnya berdebar-debar. 

"Hey, udah lapar ya?" tanyanya sambil menepuk-nepuk bibir mungil bayi itu dengan lembut. 

Kaluna tertawa kecil. Kemudian ia mengeluarkan payudaranya dari dalam bajunya, dan mengarahkan putingnya ke mulut kecil bayi itu. 

Kaluna langsung meringis ngilu ketika putingnya dihisap dengan kencang. Hisapannya begitu cepat, seolah-olah tidak makan sejak kemarin. 

"Aduh, pelan-pelan, Dek," keluh Kaluna. Ia kemudian mengulurkan tangannya untuk mengusap kening bayi itu yang berkeringat. 

Bayi itu terus menyusu dengan tenang, namun seiring berjalannya waktu, kekuatan hisapannya mulai berkurang. Dan dalam waktu setengah jam saja, ia berhasil membuat bayi itu tertidur pulas di pangkuannya. 

Kaluna menatap bayi itu dengan lembut, merasa lega sekaligus terharu melihatnya tidur dengan nyenyak. 

Malas memindahkan bayi itu ke tempat tidurnya, Kaluna memilih untuk memangkunya di kursi itu. Ia kemudian membuka ponselnya dan melihat beberapa pesan yang masuk.

Tata:

[Lun, di sini udah mulai ada gosip kalau lo pernah hamil di luar nikah.]

Setelah membaca pesan itu, tubuh Kaluna langsung menegang. Ketakutan yang besar langsung melanda pikirannya. Bagaimana jika berita itu benar-benar tersebar di kampus?

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Alia
8.7
Alia terpaksa memulai kehidupan rumah tangga di usia belia setelah sang kekasih melamarnya secara resmi. Di tengah kesibukan kuliah, ia berjuang memenuhi kewajiban sebagai istri meski terus ditekan oleh mertua yang membencinya. Demi masa depan suami, Alia bahkan nyaris mengorbankan kehormatannya. Namun, kehadiran sosok penolong tak terduga memicu getaran terlarang di hatinya. Kini, Alia terjebak antara kesetiaan pada pernikahan atau terjerumus dalam pengkhianatan.
Sampul Novel Bukan Sekadar Figuran
7.9
CEO Narendra Hasan terancam batal menikah dengan Bella setelah kecelakaan membuatnya lumpuh. Tak sudi bersuamikan pria cacat, Bella kabur di hari pernikahan. Sebagai gantinya, Narendra menunjuk Sheilla, keponakan Bella, untuk menjadi pengantin pengganti. Sheilla yang terikat utang budi pada pamannya terpaksa setuju. Namun, pernikahan ini mengungkap misteri besar terkait kecelakaan orang tua Sheilla dan hilangnya penulis ternama. Siapa dalang sebenarnya?
Sampul Novel Derita berujung bahagia
8.3
Arini berjuang sendirian membesarkan buah hatinya di tengah kerasnya hidup. Saat sang anak telah sukses, mantan suami yang dahulu membuang mereka tiba-tiba datang menuntut harta dengan alasan hubungan darah. Kemarahan Arini memuncak melihat ketidakadilan tersebut. Di tengah konflik batin dan dendam masa lalu, Arini justru dipertemukan dengan jodoh tak terduga yang ternyata memiliki kaitan erat dengan keluarga Hakam. Akankah ia menemukan kebahagiaan sejati?
Sampul Novel Diculik Untuk Menjadi Ibu
9.2
Alina Daryanov adalah wanita karier ambisius yang hidup tanpa cinta. Usai kecelakaan tragis saat badai, ia terbangun di samping Ivan Vasiliev, konglomerat yang menjadikannya istri kedua. Alina ternyata diculik untuk menjadi ibu pengganti bagi pasangan kaya yang putus asa. Kini ia terjebak dalam pernikahan kontrak yang penuh manipulasi dan rahasia gelap. Alina harus memilih: tunduk pada tekanan hidup baru atau berjuang melawan permainan besar demi kebebasannya.
Sampul Novel Ditinggalkan Karena Tak Punya Gelar
7.8
Rayhan, seorang dokter umum, ditinggalkan kekasihnya yang ambisius demi pria bergelar spesialis. Untuk menyembuhkan luka hati, ia menjalin hubungan virtual dengan wanita misterius bernama El. Namun, dunianya terguncang saat mengetahui identitas asli El. Ternyata, sosok yang membuatnya nyaman di dunia maya adalah Dr. Elvira Maheswari, Direktur Utama yang dingin di rumah sakit tempatnya bekerja. Kini, Rayhan terjebak dalam dinamika asmara dan profesional yang rumit.
Sampul Novel Gadis Bangsawan
8.6
Seorang wanita menawan bergaun mewah menghina Amore Cardozo Pienza di depan umum pada hari ulang tahunnya yang ke-17. Ia mengejek Amore sebagai anak tiri manja yang hanya bisa menggambar bebek aneh. Ayah kandung Amore dan para tamu pun tertawa terbahak-bahak melihat coretan tersebut. Namun, dengan ketenangan luar biasa, Amore membungkam semua ejekan lewat satu pernyataan tajam yang mengungkap rahasia gelap sang ibu tiri sebagai seorang psikopat berbahaya.