Sampul Novel Godaan Mas Duda Posesif

Godaan Mas Duda Posesif

8.1 / 10.0
Dalam romance novel Godaan Mas Duda Posesif, Kaluna yang butuh biaya kuliah menerima tawaran menjadi ibu susu anak Liam. Namun, pekerjaan di modern novel ini justru menjeratnya dalam obsesi sang duda tampan. Baca kisah seru mereka hanya di webnovel populer ini.
Ringkasan Godaan Mas Duda Posesif
Kaluna, mahasiswi tingkat akhir yang terdesak kebutuhan finansial, mendapat tawaran mengejutkan dari seorang duda kaya bernama Liam. Ia dijanjikan upah lima puluh juta per bulan hanya untuk menjadi ibu susu bagi anak pria itu. Kaluna yang pernah melahirkan di luar nikah pun menyanggupinya. Namun, pekerjaan yang awalnya ia kira sederhana justru membawanya terjebak dalam pesona dan sikap posesif Liam yang sulit untuk ia hindari di kehidupannya.
Baca Selengkapnya

Godaan Mas Duda Posesif Bab 1

Hidup Kaluna ternyata penuh dengan luka. Setelah dua tahun menjalin hubungan dengan pria bejat, hidupnya benar-benar hancur tak karuan. 

Ia dipaksa melayani nafsu mantan pacarnya dengan berbagai ancaman. Hingga akhirnya, ketika ia dinyatakan hamil, ia ditinggalkan begitu saja dan diberi luka pengkhianatan yang begitu membekas di hatinya. 

Hingga kini, Kaluna masih menyimpan dendam pada mantan pacarnya dan mantan teman baiknya itu. 

"Lun, ganti dulu bajumu. ASI-mu merembes," bisik seorang wanita bertubuh gemuk kepada wanita cantik bernama Kaluna.

Saat ini, Kaluna sedang bekerja part-time di sebuah restoran yang cukup ramai pengunjung. Tak ingin membuat dirinya malu, Kaluna buru-buru berlari ke kamar mandi untuk mengganti bajunya.

Selesai berganti, ia kembali ke depan dan melayani beberapa pelanggan yang sudah mengantre.

"Mbak, saya pesan satu burger sama satu chicken crispy, ya," ujar pelanggan yang sedang dilayani.

Kaluna mengangguk sambil tersenyum manis. "Baik, tunggu sebentar ya," ucapnya ramah.

Kaluna terlihat begitu sibuk menyiapkan beberapa makanan, sampai tidak menyadari jika sedari tadi, ada seorang pria yang berdiri di barisan tengah, memandanginya dengan tatapan yang begitu dalam. 

Hingga tiba gilirannya untuk memesan, pria itu mendekat dengan senyum tipis di bibirnya.

"Selamat siang, apa yang ingin dipesan?" tanya Kaluna ramah.

Namun, bukannya memesan makanan, pria itu malah menunduk sedikit dan berbisik di dekat kepala Kaluna. "Boleh minta nomornya?"

Kaluna terkejut, tapi ia tetap berusaha profesional. "Maaf, saya di sini hanya untuk melayani pembeli. Kalau tidak ada yang ingin Anda pesan, silakan mundur, karena masih banyak yang antre di belakang," ucapnya sambil  memaksakan senyumnya. 

Pria itu tidak menyerah. "Ini penting. Ada yang perlu saya bicarakan sama kamu." 

Merasa situasi semakin canggung, sementara antrean semakin panjang, Kaluna menghela napas kecil. "Baik, Anda bisa minggir dulu. Kita bisa bicara setelah saya selesai melayani yang lain," ujarnya dengan lembut, meskipun dalam hati ia merasa terganggu.

Pria itu mengangguk dan melangkah ke samping, duduk di kursi sambil memainkan handphone-nya. Sementara Kaluna melanjutkan pekerjaannya, rasa penasaran mulai mengganggunya. Ia tidak mengenal pria itu, namun ada sesuatu yang tampak mendesak dalam tatapannya.

Melihat antrean yang semakin panjang, pria itu mendengus kesal. Berkali-kali ia mencoba memberi kode kepada Kaluna, namun Kaluna tetap tidak memedulikannya. 

Hingga setengah jam kemudian, Kaluna baru saja melayangi para pelanggan. Melihat pria itu yang masih duduk menunggunya, ia pun segera berjalan menghampirinya. 

"Maaf sudah menunggu lama," ujar Kaluna sambil duduk di depan pria itu. 

Pria itu meletakkan ponselnya, lalu menatap Kaluna sambil tersenyum tipis. "Tidak apa-apa," balasnya. Padahal dalam hati merasa sangat kesal, karena banyak waktunya yang terbuang. 

"Ingin bicara apa, ya? Sepertinya kita tidak saling mengenal sebelumnya," tanya Kaluna dengan nada hati-hati. 

"Benar, kita memang belum pernah bertemu sebelumnya. Tapi ada hal penting yang mau saya bicarakan sama kamu," ujar pria itu. 

Kaluna menatapnya dengan kening berkerut. Rasa penasaran dan sedikit waspada bercampur dalam hatinya. "Hal penting apa? Kenapa harus saya?"

Pria itu tersenyum tipis, seolah sudah memperkirakan pertanyaan itu. "Nama saya Liam. Saya sedang mencari seseorang yang bisa membantu anak saya, dan saya yakin kamu adalah orang yang tepat."

Kaluna semakin bingung. "Maksud Anda?"

Liam menghela napas sebelum berbicara. "Tadi, saya tidak sengaja melihat ada sesuatu yang merembes di baju kamu. Apakah ASI-mu sedang keluar sekarang? Kalau iya, bolehkah saya membelinya? Sepertinya pasokan ASI kamu cukup banyak sampai terbuang begitu saja."

Kaluna terpaku mendengar permintaan itu, rasa malu dan kaget menyelimuti dirinya. Wajahnya memerah, dan ia langsung menundukkan kepala, mencoba menahan perasaan yang mendalam. "Maaf, saya tidak bisa," jawabnya dengan suara pelan. 

Liam tampak sedikit kecewa, tetapi tetap berusaha membujuknya. "Selama ini saya sudah berjuang mencari donor ASI untuk anak saya. Tapi kebanyakan dari mereka yang bersedia, tidak memiliki kualitas ASI yang baik karena pola hidup mereka tidak sehat. Melihat penampilan kamu, saya yakin kamu orang yang sehat dan bisa memberikan ASI yang berkualitas untuk anak saya." 

Kaluna merasa bingung dan semakin tidak nyaman dengan percakapan ini. Meski setiap hari ia tersiksa karena ASI, tapi ia masih enggan memberikannya pada bayi orang lain. Ia lebih baik membuangnya, daripada memberikannya kepada orang lain, karena anaknya sendiri tidak pernah merasakannya. 

"Saya paham niat anda, tapi saya rasa ini bukan hal yang tepat untuk saya. Maaf, saya tidak bisa melakukannya," tolak Kaluna dengan lembut. 

"Kenapa? Suamimu tidak mengizinkan? Tenang saja, saya tidak akan merebutmu, saya hanya butuh ASI-mu saja. Berapapun akan saya bayar, asal kamu bersedia." 

Kaluna memaksakan senyumnya. "Saya tidak bisa menjelaskan alasannya pada anda. Intinya, saya tidak bisa membantu anda dalam hal ini. Jika anda benar-benar membutuhkan, anda bisa pergi ke Bank ASI," ucapnya tegas. 

"Saya tidak bisa sembarangan memberi anak saya ASI dari pendonor lain. Jika kamu masih merasa keberatan, saya akan berbicara dengan suamimu sendiri," katanya, mencoba menunjukkan keseriusannya. 

"Saya tidak punya suami," sahut Kaluna dengan cepat dan tegas.

Liam hanya tersenyum tipis. Raut wajahnya tampak sangat tenang menanggapi ucapan Kaluna. 

Tanpa menunggu respons lebih lanjut, Kaluna berdiri dan berbalik, berniat untuk melanjutkan pekerjaannya. Namun, langkahnya terhenti ketika tangan Liam menahan pergelangan tangannya dengan lembut. 

"50 juta per bulan kalau kamu menjadi Ibu susu untuk anak saya," ucap Liam dengan tegas. 

Kaluna langsung menoleh, matanya membulat lebar karena terkejut mendengar tawaran itu. "Apa?" gumamnya pelan, hampir tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. 

50 juta per bulan katanya? Bahkan dalam satu tahun, Kaluna tidak bisa mengumpulkan uang sebanyak itu. 

"Pikirkan baik-baik. Tawaran seperti ini tidak akan kamu dapatkan di tempat lain," ujar Liam. 

Bagi William Edward, mengeluarkan uang 50 juta per bulan untuk orang lain bukanlah perkara besar. Sebagai CEO dari Zenith Insurance, salah satu perusahaan asuransi terkemuka, jumlah tersebut hanyalah setetes air di tengah lautan kekayaannya. Ia juga memiliki berbagai bisnis di sektor lain, yang membuat kekayaannya diperkirakan mencapai angka triliunan. Diversifikasi usahanya mencakup investasi di properti, teknologi, hingga saham internasional, menjadikannya salah satu pengusaha muda paling sukses di negaranya.

"Kontrak berapa tahun?" tanya Kaluna. 

Sebagai mahasiswa semester akhir yang membutuhkan banyak uang untuk berbagai keperluan, Kaluna tentu saja merasa tergiur. Apalagi, sudah hampir setahun skripsinya terbengkalai akibat insiden hamil di luar nikah, dan kini ia harus bekerja keras demi memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Ia sangat membutuhkan dukungan finansial agar bisa fokus menyelesaikan skripsinya tanpa harus khawatir akan kehabisan uang. 

"Sampai anak saya bisa minum susu formula," jawab Liam. 

Kaluna terdiam sejenak, mencerna jawaban itu. Ia merasa bingung dan cemas, namun di sisi lain, tawaran itu begitu menggiurkan, terutama mengingat situasi finansialnya yang begitu sulit. Ia tidak ingin hidup lebih lama dalam garis kemiskinan, ia menginginkan kehidupan yang lebih baik. Namun di balik keinginan itu, ketakutan yang begitu besar masih menghantuinya. 

"Apa istrimu tidak bisa mengeluarkan ASI?" pertanyaan itu akhirnya muncul juga dari mulut Kaluna. 

"Saya tidak punya istri," jawab Liam dengan cepat dan tegas seperti jawaban Kaluna tadi. 

Kaluna terkejut. Namun ia hanya bisa terdiam. 

"Datanglah ke rumah saya jika kamu bersedia," ujar Liam sambil meletakkan selembar kertas kecil yang berisi alamat rumah di telapak tangan Kaluna.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Godaan Mas Duda Posesif

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel DILEMA Antara Nyaman dan Cinta
9.1
Tekanan ekonomi yang menghimpit meruntuhkan keutuhan rumah tangga yang telah dibina bertahun-tahun. Segalanya kian hancur saat sang istri mencari simpati pria lain melalui curahan hati di media sosial. Terjebak rayuan pria beristri, ia tak menyadari bahwa obsesi fisik sering kali berujung pada pengkhianatan. Di tengah konflik batin antara kenyamanan semu dan kesetiaan, hukum tabur tuai pun mulai bekerja nyata bagi mereka yang bermain api dalam pernikahan.
Sampul Novel Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan
7.9
Mengetahui pernikahan tiga tahunnya dengan Yovan palsu dan sahabatnya adalah istri sah, Kiana Liman merasa dikhianati. Padahal, ia mandul demi menyelamatkan nyawa Yovan. Kiana memilih bangkit dan menikah dengan tuan muda konglomerat. Kehidupan barunya dipenuhi kemewahan, proyek besar, serta kehadiran anak kembar. Meski ada rumor sang suami tak bisa melupakan cinta sejatinya, pria itu justru memohon agar Kiana memercayai ketulusannya.
Sampul Novel Masa Lalu Yang Kau Tinggalkan
8.3
Hilda terpukul saat suaminya, Marsel, meminta untuk menjual rumah warisan orang tuanya demi investasi. Baru setahun menikah, Hilda tak menyangka Marsel begitu pragmatis hingga tega ingin melenyapkan satu-satunya memori fisiknya terhadap mendiang orang tua. Meski Marsel berdalih demi masa depan, Hilda tetap teguh mempertahankan aset tak ternilai tersebut. Konflik ini memicu keretakan besar, membuat Hilda mempertanyakan kembali sosok pria yang ia cintai.
Sampul Novel Pertemuan Tak Terduga: Kukira Kau Seorang Gigolo?!
8.3
Vanessa membatalkan pertunangannya setelah memergoki calon suaminya berkhianat dengan adiknya sendiri. Untuk membalas dendam, ia menyewa pria yang ia sangka gigolo di sebuah klub demi satu malam panas. Vanessa pergi begitu saja setelah memberikan cek besar, mengabaikan amarah pria itu. Namun, dunianya terguncang saat ia bertemu Tuan Fuller, pebisnis berpengaruh yang harus ia temui, hanya untuk menyadari bahwa sang miliarder adalah pria yang ia bayar.
Sampul Novel Scandal with CEO
9.0
Ashley Adam Brooklyn, gadis muda berumur 20 tahun, terjebak dalam skandal rumit bersama bosnya, Nicholas Smith. Meski Ashley sangat membenci Nicholas sejak awal, sang CEO justru merasa terpikat. Nicholas berambisi menjadikan Ashley pemuas nafsunya, namun keteguhan hati gadis itu sulit ditembus. Demi mendapatkan Ashley, Nicholas menyelidiki kelemahannya dan memaksanya tunduk melalui sebuah perjanjian gelap yang akan mengubah total kehidupan mereka berdua.
Sampul Novel Selamat Jalan Adit
8.8
Kisah ini menyajikan realitas apa adanya, tanpa polesan fiksi yang memikat. Kejujuran menjadi landasan utama meskipun harus berujung pada rasa pedih dan kesedihan yang mendalam. Penulis menegaskan bahwa perasaan cinta yang dahulu ada kini telah sirna sepenuhnya tanpa menyisakan sedikit pun harapan. Masa lalu tetaplah menjadi bagian dari sejarah yang tak lagi memiliki kuasa di masa kini. Sebuah ungkapan tulus tentang melepaskan sesuatu yang memang sudah berakhir.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan