Sampul Novel Bermula Dari Casing Berminyak

Bermula Dari Casing Berminyak

8.1 / 10.0
Dalam novel horor Bermula Dari Casing Berminyak, sebuah casing ponsel misterius selalu terasa berminyak secara aneh. Baca novel online gratis ini untuk mengungkap teror mengerikan saat rahasia bahan casing tersebut terungkap dan mengancam keselamatan pemiliknya.
Ringkasan Bermula Dari Casing Berminyak
Misteri mencekam dimulai saat casing ponsel milik tokoh utama selalu terasa berminyak. Saat mengeluh pada sahabatnya, ia terkejut mendengar bahwa benda itu terbuat dari kulit manusia. Keadaan menjadi mengerikan di malam hari ketika ia merasakan sensasi seolah wajahnya sedang dikuliti, disertai bisikan misterius yang menyuruhnya memakai kulitnya sendiri jika ia tidak menyukai kulit pada casing tersebut.
Baca Selengkapnya

Bermula Dari Casing Berminyak Bab 1

Casing ponselku selalu terasa berminyak.

Aku mengeluh pada sahabatku, tapi dia malah bilang itu terbuat dari kulit manusia.

Malamnya, aku merasa ada orang yang sedang menguliti wajahku.

"Kalau nggak suka kulitku, pakai kulitmu sendiri saja."

Untuk menunjukkan kekompakan, kami berempat di asrama membeli casing ponsel yang sama.

Casing itu lembut dan elastis, sangat berbeda dari casing-casing yang pernah kumiliki sebelumnya.

Hanya saja, ada satu masalah, casing itu selalu berminyak.

Awalnya, kupikir itu karena tanganku yang berkeringat, sampai suatu hari aku sibuk mengerjakan tugas dan sama sekali tidak menyentuhnya.

Namun, saat malam tiba, casing itu tetap mengeluarkan lapisan minyak kuning.

Karena tiga teman asramaku juga memakai casing yang sama, aku merasa tidak enak untuk menggantinya.

Namun harus mengelapnya setiap beberapa lama sekali, benar-benar melelahkan.

Akhirnya, aku pun mengeluh pada sahabatku.

Namun, saat membaca pesannya, hatiku langsung berdegup kencang.

"Berminyak? Itu kulit manusia!"

Aku langsung gemetar dan hampir menjatuhkan ponselku.

"Astaga, jangan nakut-nakuti aku!"

Sahabatku memintaku untuk keluar sendirian tanpa membawa casing ponsel.

Aku yang sudah ketakutan langsung menurutinya.

Setelah sampai di tempat sepi, dia meneleponku.

Begitu mendengar bahwa kami berempat di asrama memakai casing yang sama, ekspresinya langsung berubah.

"Asrama kalian pasti ada orang mati."

Aku semakin takut dan buru-buru bertanya apa maksudnya.

Sahabatku menjelaskan bahwa dalam kondisi tertentu, mayat bisa hidup berdampingan dengan manusia.

Namun, ada satu syarat, kita tak boleh tahu bahwa dia sudah mati.

Begitu kamu menyadari rahasianya, dia akan berusaha membunuhmu.

Dia juga bertanya apakah aku sempat mengatakan sesuatu yang mencurigakan di asrama.

Dengan tangan dingin penuh keringat, aku mengingat-ingat.

Sejauh ini, aku hanya mengeluh soal casing yang berminyak. Selain itu, aku tidak mengatakan apa-apa.

Orang mati itu tak mungkin menyadarinya.

Sahabatku pun merasa sedikit lega.

Aku ingin melapor polisi dan pindah asrama, tetapi tidak punya bukti yang cukup.

Jika salah menebak siapa mayatnya, malah aku yang harus menyerahkan diri!

Sahabatku mencoba menenangkanku. Masih ada dua minggu lagi sebelum libur panjang, jadi aku hanya perlu bersabar sedikit lagi.

Aku tahu hanya ini satu-satunya cara.

Meski takut, aku juga mengikutinya.

Setelah menghapus chat kami, aku pergi ke toko buah.

Berpura-pura membeli sekotak stoberi sebelum kembali ke asrama.

Saat tiba, Selly, si ketua asrama tidak ada di sana.

Selly juga seorang ketua kelas, dia sering keluar untuk membantu dosen pembimbing.

Dia sibuk mempersiapkan ujian CPNS, jadi hampir seluruh waktunya dihabiskan di perpustakaan dan baru pulang untuk tidur setelah lampu asrama sudah dimatikan.

Aku langsung mengeliminasi dia dari daftar tersangka.

Orang hidup saja malas belajar, mana mungkin orang mati masih rajin belajar?!

Aku mulai memperhatikan dua teman lainnya yang memakan stroberi.

Jenny dan Lina.

Di antara mereka, siapa yang sudah mati?

Setengah semester hidup bersama dengan seseorang yang ternyata sudah mati, bukankah itu gila?

Aku sadar diriku terlalu santai, baru menyadari sesuatu yang salah setelah hampir libur panjang.

Dua minggu lagi, aku hanya perlu bertahan dua minggu lagi.

Aku menahan diri untuk tidak memandang mereka terlalu lama dan mencoba fokus menguatkan mental.

Setelah mengerjakan tugas kelompok sebentar, Jenny mulai berdandan.

Dia adalah bunga kelas kami, berbadan tinggi, berkaki jenjang dan punya wajah cantik. Banyak pria yang mengejarnya.

Sekarang dia sedang bersiap untuk pergi makan malam dengan pacarnya.

Selama ada tiga orang di ruangan, aku merasa sedikit lebih tenang, setidaknya ada satu orang yang pasti masih hidup.

Namun, begitu tinggal aku dan Lina di asrama, rasa takutku kembali muncul.

Aku takut dia menyadari sesuatu, jadi mencari alasan untuk keluar membeli makan.

Namun, Lina langsung menahan lenganku.

"Barengan saja.“

Aku memandang matanya yang tertutup kacamata tebal, mencoba membaca ekspresinya, tapi sia-sia.

Aku memaksakan senyum dan menjawab, "Boleh, bareng saja."

Di jalan menuju kantin, lampu-lampu terang benderang dan pasangan-pasangan berdiri di sepanjang jalan.

Dengan banyaknya orang, aku merasa sedikit lebih aman.

Namun, Lina terlihat gugup, terus melihat ke sekeliling dan menggenggam lenganku semakin erat.

Jantungku berdetak kencang, jangan-jangan dia orang matinya?

Mungkinkah dia akan mencari tempat sepi agar bisa langsung membunuhku?

Tanganku mulai berkeringat dingin.

Aku teringat pesan sahabatku dan mencoba berbicara santai,

"Lina, kamu nggak apa-apa?"

"Kalau nggak enak badan, kita bisa beli makan dan langsung pulang saja."

Tiba-tiba, Lina menoleh, wajahnya berubah pucat.

Aku menahan diri agar tidak langsung menarik lenganku dan terus menunjukkan kekhawatiran padanya.

Waktu terasa berjalan sangat lambat dan senyumanku mulai kaku.

Tiba-tiba, Lina mendekat ke telingaku dan berbisik,

"Lisa, aku tahu Jenny sudah mati."

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Bermula Dari Casing Berminyak

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Cinta pertama dan terakhirku
8.7
Intan Arselina, seorang perawat, terkejut saat bertemu kembali dengan Abian Dirgantara di rumah sakit. Setelah empat tahun terpisah akibat fitnah ibunda Dirga, luka lama Intan kembali terbuka. Dirga yang baru saja mengalami kecelakaan berusaha keras memenangkan hati Intan lagi. Namun, perjuangannya tidak mudah karena kebencian keluarga Intan dan kehadiran Zidan sebagai penghalang. Dirga bertekad menebus kesalahan masa lalu demi cinta sejatinya.
Sampul Novel Duka Sang Putri Tertawan
9.7
Tiga tahun setelah malam tak terlupakan bersama pewaris mafia bernama Vincent, hidup sang protagonis hancur seketika. Demi menyenangkan cinta pertamanya yang kembali, Vincent tega mencelakainya, membuang pusaka ibunya, hingga menjebloskannya ke penjara. Namun, saat wanita yang terluka ini memutuskan pergi ke Arunika untuk menikahi pria lain, obsesi Vincent justru tersulut kembali. Sang miliarder kejam kini siap mengacaukan seluruh Mandala Jaya demi merebut kembali tawanan yang dia panggil Putri.
Sampul Novel Hasrat Terlarang Sang Ipar
9.2
Di bawah guyuran hujan, Aris terjebak dalam pusaran gairah bersama wanita lain. Kepergian Wilona dimanfaatkan sepenuhnya oleh Flo untuk menjerat pria yang selama ini ia puja secara rahasia. Hasrat yang telah lama terpendam kini meluap, memicu perselingkuhan panas yang penuh risiko. Namun, cinta ini adalah sebuah pengkhianatan besar yang terlarang, sebab Aris merupakan kakak iparnya sendiri. Flo nekat mengejar ambisinya demi memiliki Aris seutuhnya.
Sampul Novel Kita Tidak Akan Pernah Berpisah Lagi
9.6
Pasca tewas tragis akibat cinta buta, Maeve terlahir kembali dengan tekad menjalani hidup baru yang bebas. Ia pun menghancurkan ambisi rival lamanya di dunia musik melalui bakat yang tak tertandingi. Sambil meniti puncak karier, Maeve tetap menunjukkan sisi lembut pada pria yang dicintainya. Di balik ketegasannya, ia tak ragu menggoda sang kekasih hingga pria itu membalasnya dengan bisikan penuh gairah yang menjanjikan malam tak terlupakan.
Sampul Novel MAIN HATI
9.0
Kehidupan Dev dan Lila kini terjerat dalam benang asmara yang kian rumit dan membingungkan. Hubungan yang mereka jalani dipenuhi dilema besar karena keduanya tak mampu mempertanggungjawabkan perasaan tersebut di hadapan realita. Di tengah ketidakpastian dan konflik batin yang terus mendera, mereka harus menghadapi pertanyaan besar mengenai masa depan. Akankah kebersamaan ini berujung pada kebahagiaan sejati atau justru berakhir dalam perpisahan yang menyakitkan?
Sampul Novel Perawatan Khusus untuk Ibu Hamil
9.6
Sentuhan dingin tangan seorang pria di balik pakaiannya membuat wanita ini terpaku tanpa berani bergerak dalam dekapan hangat tersebut. Bisikan menggoda yang menanyakan keinginannya terdengar begitu dekat di telinga. Sementara itu, suara keintiman majikan dan kekasihnya dari kamar sebelah justru kian memicu gejolak gairah yang terpendam di dalam dirinya. Terjebak dalam situasi yang membingungkan, ia mulai mempertanyakan kewarasannya saat hasrat serupa yang begitu kuat mulai menguasai akal sehatnya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan