Sampul Novel Belang si Janda Kembang

Belang si Janda Kembang

8.5 / 10.0
Dalam romance novel Belang si Janda Kembang, Amy berjuang mempertahankan rumah tangga modern miliknya saat ibu mertua memaksa Tesla menikah lagi dengan janda kembang bernama Arem demi keturunan. Amy harus memilih antara bercerai atau dimadu dalam kisah fiksi penuh konflik ini.
Ringkasan Belang si Janda Kembang
Lima tahun membina rumah tangga, Amy dan Tesla belum juga dikaruniai buah hati. Amy telah berupaya maksimal melalui medis hingga terapi spiritual demi mewujudkan impiannya. Namun, tekanan besar datang dari ibu mertuanya, Dialin, yang sangat mendambakan cucu. Dialin bahkan nekat menjodohkan Tesla dengan Arem, seorang janda muda di lingkungan mereka. Kini, Amy terjebak dalam dilema besar: merelakan suaminya berpoligami atau memilih jalan perceraian yang menyakitkan.
Baca Selengkapnya

Belang si Janda Kembang Bab 1

"Sayang, sarapan yuk!" panggilku pada Tesla.

Kemudian aku membantunya merapikan dasi, dan kancing atas kemeja--Tesla.

"Kamu gak kerja?" tanyanya.

Mungkin dia heran melihat aku masih santai dengan daster panjang, sementara jarum jam telah berada di angka delapan.

"Hari ini, Amy ada janji dengan Umi Fullsun," jawabku, dengan senyum terkembang.

"Siapa dia?"

Kening Tesla berkerut keheranan mendengar nama, yang aku sebutkan. Aku memang belum pernah, bercerita tentang wanita itu padanya. Kemudian dia mulai menikmati segelas teh hangat, dan sepiring nasi goreng yang aku suguhkan.

"Umi Fullsun--seorang peruqyah, kata teman Amy, tidak ada salahnya dirukiah, untuk melihat apa ada gangguan di rahim atau tidak," paparku.

Tesla mengangguk-anggukkan kepalanya sambil terus mengunyah, membuat aku merasa gemas ingin mengecup bibirnya.

"Enak gak, Sayang?" tanyaku dengan tatapan menggoda.

"Apanya?" dia balik bertanya.

"Nasi goreng buatan Amy lah, memang apanya?" rajukku.

Entah bercanda atau sengaja Tesla selalu membuatku salah tingkah, itu jugalah yang mungkin membuat aku selalu merasa, kami masih berpacaran.

Tidak ada kata bosan bila sedang bersamanya, dan selalu ada rindu, yang menggebu bila tidak bertemu.

"Aku pikir, yang semalam," jawabnya dengan senyum terkembang.

"Emang, yang semalam gak enak?" kejarku deg-degan.

Dia menatap lama membuat aku merasa jengah. Aku pura-pura membersihkan bekas sarapannya, menyingkirkan piring kotor, dan menambahkan air putih ke gelas minumnya.

"Enak dong, mau nambah sebenarnya …."

Hawa panas seketika menjalari wajah, mungkin kini kulit mukaku memerah, membayangkan adegan panas semalam. Aku akui, semalam kami pakai gaya baru. Gaya, yang kami pelajari dari buku 'Kama Sutra'.

"Terus, kenapa gak minta?" gumamku tersipu malu.

"Ha ha ha …." dia tertawa membuat aku semakin salah tingkah.

"Nanti malam aku kasih, yang ekstra," bisiknya mesra. "Hari ini kamu gak kerjakan? Jadi selesai ruqyah istirahat. Kumpulkan tenaga untuk nanti malam," sambungnya sambil mengecup pipiku. Aku semakin tersipu, aku antarkan lelaki itu ke teras. Melambaikan tangan dengan tatapan mesra saat mobilio warna merah itu membawanya pergi.

Aku, dan Tesla menikah lima tahun yang lalu. Pernikahan kami tidak dimulai dengan pacaran. Iya, kami berpacaran setelah menikah. Perkenalan kami atas perantara Ustadz Handoko--seniorku di kampus, dan sekarang menjadi rekan sejawat Tesla di sebuah universitas swasta.

Dulu, aku juga dosen pembimbing di sana. Sekarang hanya menjadi penasehat saja, sejak ikut program kehamilan, aku mengurangi segala aktivitas di luar rumah. Satu-satunya pekerjaan yang masih aku tekuni--menjadi penulis lepas, kadang membantu mengedit skripsi para mahasiswa. Keputusan berhenti menjadi dosen adalah, karena kerinduan akan hadirnya sosok anak di dalam rumah.

Lima tahun hidup berdua terasa hampa, tanpa adanya tangis dan tawa balita di rumah. Selain itu, mama Dialin--mertuaku bawel sekali bertanya soal anak.

Aku juga kerap minder saat bertemu teman semasa sekolah atau kuliah, yang bila berjumpa pasti bertanya "Sudah punya anak berapa?"

Segala cara telah aku coba, dari mulai memakan segala makanan, yang katanya penyubur kandungan. Hingga menjalani pengobatan ala tradisional, berupa urut perut. Jangan tanya soal dokter, aku sudah mendatangi beberapa orang dokter ahli kandungan, dan mengikuti berbagai program kehamilan. Namun, hasilnya memang belum ada. Belum sekalipun, aku merasakan telat datang bulan.

Kali ini, aku ingin mencoba alternatif lain. Ruqyah syariah, 'katanya' sulit mendapatkan keturunan bisa jadi karena adanya gangguan dari makhluk sebangsa jin. Ruqyah disinyalir dapat menghilangkan gangguan itu, akupun ingin mencobanya.

***

Setelah selesai semua tugas rumah, aku berangkat menuju rumah Umi Fullsun. Tentu sebelumnya, aku telah membuat janji terlebih dulu dengan wanita tersebut.

"Assalamualaikum," sapaku, di depan pintu sebuah rumah sederhana.

"Waalaikumsalam. Oh, Dik Amy, mari masuk!"

Aku menyalami wanita berkerudung panjang itu. Lalu, mengikutinya masuk ke rumah. Umi Fullsun begitu dia biasa disapa, aku mengenalnya dari seorang sahabat, yang aktif di majelis taklim. Menurut temanku itu umi Fullsun wanita muslimah taat, yang juga sangat ramah. Beliau hafal Al Qur'an, dan juga paham ayat-ayat ruqyah. Karenanya, dia menjadi seorang peruqyah.

"Mari duduk, Dik Amy," ujarnya mempersilahkan.

Aku menurut duduk di sofa sederhana, yang ada di ruang tamu rumahnya. Setelah beberapa menit berbasa-basi, aku pun mengutarakan niat kedatangan ke rumah itu.

"Jadi begini Umi, Amy kan sudah lama menikah, dan belum dikaruniai anak. Kedatangan Amy sekarang, selain silaturahmi juga ingin minta tolong Umi, ruqyah kan Amy. Mana tahu dengan perantara Umi, Tuhan titipkan seorang hamba di rahim Amy," pintaku.

"Aamiin Allahumma Aamiin. Kita manusia hanya berusaha, soal hasil berserahlah pada Tuhan pemilik kehidupan," ujar Umi Fullsun mengingatkan.

Singkat cerita umi mulai membaca ayat-ayat ruqyah padaku, setelah sebelumnya memastikan bahwa aku dalam keadaan suci dari segala hadas. Sembari umi membacakan ayat-ayat ruqyah, aku tidak berhenti berdzikir, memohon dan berharap Allah mau mempercayakan hambanya untuk aku kandung, aku lahirkan, dan nanti aku besarkan dengan didikan yang baik.

Aku akui, aku bukanlah perempuan, yang betul-betul taat pada agama. Namun, setidaknya aku tidak menyekutukan Tuhan. Aku yakin akan hal itu, karena aku tidak pernah sekalipun mendatangi dukun atau peramal. Aku percaya jin, dan iblis itu ada. Tapi aku tidak seperti kebanyakan orang, yang takut, dan paranoid dengan segala macam cerita tentang hantu..

Satu jam berlalu, tidak ada reaksi apa-apa. Selama umi membacakan ayat-ayat ruqyah, yang aku rasa hanyalah ketenangan. Tidak ada hawa panas, gelisah, ataupun sakwasangka.

"Melihat kondisimu, dan sesuai dengan apa yang kau rasa, seperti ceritamu. Insya Allah, sepertinya tidak ada gangguan apapun pada dirimu," ujar umi.

Aku mengangguk lega, setidaknya apa, yang selama ini dicurigai teman-teman, kalau aku diganggu makhluk gaib terbantahkan sudah.

"Terima kasih, Umi. Sekarang Amy merasa lega," ucapku.

"Sama-sama Dik Amy, teruslah berdoa dan berusaha. Terkadang belum terkabulnya doa kita bukan karena tidak didengar. Mungkin saja Allah ingin menguji kesabaran, dan keikhlasan kita sebagai hamba," papar umi panjang lebar.

Setelah mengucapkan kata terima kasih berulang-ulang, akupun izin pamit untuk pulang. Aku benar-benar merasa lega, harapanku kembali bergelora. Diam-diam aku meraba perutku sendiri, berharap setelah ini ada janin yang tumbuh di rahimku.

"Ya Allah ... Percayakan lah hamba untuk menjadi seorang ibu, hamba berjanji akan menjaga dan mendidiknya dengan cara terbaik," doaku dalam diam, sebelum melangkah meninggalkan halaman rumah umi Fullsun. Ah ... semoga saja setelah ini, aku segera hamil. Tidak sabar rasanya, ingin menggendong bayi ke mana-mana. Membayangkannya saja, membuatku merasa riang. Bagaimana kalau semua itu menjadi kenyataan, bukan cuma sebatas angan.

[Amy, kamu di mana? Mama udah lama nih nunggui kamu,] pesan tex dari mertuaku.

Ah ... mau apa lagi dia?

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Belang si Janda Kembang

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Antara Cinta dan Keluarga
9.7
Hubungan asmara yang semula tenang mendadak terusik dalam novel romantis misteri ini. Kehadiran kakak sepupu sang pacar yang sedang hamil besar dan membawa anak balitanya memicu konflik baru. Menganggap sang adik sepupu sebagai sandaran hidupnya, wanita itu terang-terangan menunjukkan permusuhan. Ketegangan memuncak di sebuah acara keluarga ketika anak tersebut menyiramkan minuman demi melindungi sosok yang dianggap ayahnya, mengungkap intrik manipulatif yang mengancam masa depan hubungan mereka.
Sampul Novel Antara Dendam dan Penyesalan
8.8
Pernikahan tiga tahun tidak cukup bagi Harvey untuk melupakan cinta lamanya. Di saat Selena divonis menderita kanker, Harvey justru menemani wanita lain. Memilih mundur, Selena menyodorkan surat cerai, namun kebenaran pahit terungkap bahwa pernikahan mereka hanyalah alat balas dendam Harvey atas utang keluarga. Saat ayahnya koma dan hidupnya hancur, Selena memilih terjun dari gedung demi melunasi utang tersebut. Kini, Harvey yang hancur hanya bisa berlutut dan memohon kepulangannya.
Sampul Novel Kisahku dalam Pelukan Gigolo dan Brondong
8.4
Amanda, wanita paruh baya yang jenuh dengan pernikahannya, nekat mencari pelarian lewat jasa gigolo. Meski mendapat sensasi baru, hatinya tetap hampa hingga ia bertemu Alex, brondong cerdas yang memikat. Hubungan intens mereka memicu konflik keluarga dan benturan ambisi pribadi. Di tengah tekanan sosial, Amanda akhirnya menyadari bahwa kebahagiaan sejati bukan berasal dari pria lain, melainkan dari kedamaian batin dan kendali penuh atas hidupnya sendiri.
Sampul Novel Menantu Hina Ternyata Kaya Raya
8.5
Randi terus menghadapi hinaan dan sikap rendah dari mertuanya yang tidak tahu siapa dia sebenarnya. Di balik penampilannya yang sederhana, ia menyimpan kekayaan luar biasa yang tak terbayangkan. Saat identitas aslinya sebagai miliarder mulai terungkap, apakah rasa benci keluarga istrinya akan berubah menjadi penyesalan? Ikuti kisah transformasi menantu yang tertindas ini saat ia menunjukkan kekuasaan dan harta miliknya yang tak terhingga.
Sampul Novel Suami Kontrak CEO Ternyata Mafia
9.1
Elena, CEO cantik berusia 35 tahun, tertekan oleh tuntutan nikah orang tuanya meski ia trauma akan cinta. Saat bertemu Yuchen yang putus asa di restoran, Elena menawarkan kontrak pernikahan sandiwara demi status. Namun, kehangatan Yuchen mulai meluluhkan hatinya yang beku. Tak disangka, pria tampan itu ternyata menyimpan rahasia kelam sebagai anggota mafia besar. Kini Elena terjebak antara perasaan yang tumbuh dan bahaya nyata yang mengancam nyawanya.
Sampul Novel Terjerat Gadis Manja
8.5
Morgan yang dingin dan kaku terjebak dalam dilema perjodohan dengan Bianca, gadis ceria yang sangat manja. Meski tampak acuh, Morgan sering menjemput Bianca di kampus, memicu tanda tanya tentang perasaan aslinya. Sebagai putra tunggal, ia merasa memikul beban ekspektasi orang tua yang ingin berbesan dengan sahabat lama mereka. Walau diberi kebebasan memilih, Morgan sulit menolak harapan besar kedua keluarga yang menginginkannya bersanding dengan Bianca.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan