Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Godaan Mas Duda Posesif

Godaan Mas Duda Posesif

Kaluna, mahasiswi tingkat akhir yang terdesak kebutuhan finansial, mendapat tawaran mengejutkan dari seorang duda kaya bernama Liam. Ia dijanjikan upah lima puluh juta per bulan hanya untuk menjadi ibu susu bagi anak pria itu. Kaluna yang pernah melahirkan di luar nikah pun menyanggupinya. Namun, pekerjaan yang awalnya ia kira sederhana justru membawanya terjebak dalam pesona dan sikap posesif Liam yang sulit untuk ia hindari di kehidupannya.
Bab
Bagikan

Bab 1

Hidup Kaluna ternyata penuh dengan luka. Setelah dua tahun menjalin hubungan dengan pria bejat, hidupnya benar-benar hancur tak karuan. 

Ia dipaksa melayani nafsu mantan pacarnya dengan berbagai ancaman. Hingga akhirnya, ketika ia dinyatakan hamil, ia ditinggalkan begitu saja dan diberi luka pengkhianatan yang begitu membekas di hatinya. 

Hingga kini, Kaluna masih menyimpan dendam pada mantan pacarnya dan mantan teman baiknya itu. 

"Lun, ganti dulu bajumu. ASI-mu merembes," bisik seorang wanita bertubuh gemuk kepada wanita cantik bernama Kaluna.

Saat ini, Kaluna sedang bekerja part-time di sebuah restoran yang cukup ramai pengunjung. Tak ingin membuat dirinya malu, Kaluna buru-buru berlari ke kamar mandi untuk mengganti bajunya.

Selesai berganti, ia kembali ke depan dan melayani beberapa pelanggan yang sudah mengantre.

"Mbak, saya pesan satu burger sama satu chicken crispy, ya," ujar pelanggan yang sedang dilayani.

Kaluna mengangguk sambil tersenyum manis. "Baik, tunggu sebentar ya," ucapnya ramah.

Kaluna terlihat begitu sibuk menyiapkan beberapa makanan, sampai tidak menyadari jika sedari tadi, ada seorang pria yang berdiri di barisan tengah, memandanginya dengan tatapan yang begitu dalam. 

Hingga tiba gilirannya untuk memesan, pria itu mendekat dengan senyum tipis di bibirnya.

"Selamat siang, apa yang ingin dipesan?" tanya Kaluna ramah.

Namun, bukannya memesan makanan, pria itu malah menunduk sedikit dan berbisik di dekat kepala Kaluna. "Boleh minta nomornya?"

Kaluna terkejut, tapi ia tetap berusaha profesional. "Maaf, saya di sini hanya untuk melayani pembeli. Kalau tidak ada yang ingin Anda pesan, silakan mundur, karena masih banyak yang antre di belakang," ucapnya sambil  memaksakan senyumnya. 

Pria itu tidak menyerah. "Ini penting. Ada yang perlu saya bicarakan sama kamu." 

Merasa situasi semakin canggung, sementara antrean semakin panjang, Kaluna menghela napas kecil. "Baik, Anda bisa minggir dulu. Kita bisa bicara setelah saya selesai melayani yang lain," ujarnya dengan lembut, meskipun dalam hati ia merasa terganggu.

Pria itu mengangguk dan melangkah ke samping, duduk di kursi sambil memainkan handphone-nya. Sementara Kaluna melanjutkan pekerjaannya, rasa penasaran mulai mengganggunya. Ia tidak mengenal pria itu, namun ada sesuatu yang tampak mendesak dalam tatapannya.

Melihat antrean yang semakin panjang, pria itu mendengus kesal. Berkali-kali ia mencoba memberi kode kepada Kaluna, namun Kaluna tetap tidak memedulikannya. 

Hingga setengah jam kemudian, Kaluna baru saja melayangi para pelanggan. Melihat pria itu yang masih duduk menunggunya, ia pun segera berjalan menghampirinya. 

"Maaf sudah menunggu lama," ujar Kaluna sambil duduk di depan pria itu. 

Pria itu meletakkan ponselnya, lalu menatap Kaluna sambil tersenyum tipis. "Tidak apa-apa," balasnya. Padahal dalam hati merasa sangat kesal, karena banyak waktunya yang terbuang. 

"Ingin bicara apa, ya? Sepertinya kita tidak saling mengenal sebelumnya," tanya Kaluna dengan nada hati-hati. 

"Benar, kita memang belum pernah bertemu sebelumnya. Tapi ada hal penting yang mau saya bicarakan sama kamu," ujar pria itu. 

Kaluna menatapnya dengan kening berkerut. Rasa penasaran dan sedikit waspada bercampur dalam hatinya. "Hal penting apa? Kenapa harus saya?"

Pria itu tersenyum tipis, seolah sudah memperkirakan pertanyaan itu. "Nama saya Liam. Saya sedang mencari seseorang yang bisa membantu anak saya, dan saya yakin kamu adalah orang yang tepat."

Kaluna semakin bingung. "Maksud Anda?"

Liam menghela napas sebelum berbicara. "Tadi, saya tidak sengaja melihat ada sesuatu yang merembes di baju kamu. Apakah ASI-mu sedang keluar sekarang? Kalau iya, bolehkah saya membelinya? Sepertinya pasokan ASI kamu cukup banyak sampai terbuang begitu saja."

Kaluna terpaku mendengar permintaan itu, rasa malu dan kaget menyelimuti dirinya. Wajahnya memerah, dan ia langsung menundukkan kepala, mencoba menahan perasaan yang mendalam. "Maaf, saya tidak bisa," jawabnya dengan suara pelan. 

Liam tampak sedikit kecewa, tetapi tetap berusaha membujuknya. "Selama ini saya sudah berjuang mencari donor ASI untuk anak saya. Tapi kebanyakan dari mereka yang bersedia, tidak memiliki kualitas ASI yang baik karena pola hidup mereka tidak sehat. Melihat penampilan kamu, saya yakin kamu orang yang sehat dan bisa memberikan ASI yang berkualitas untuk anak saya." 

Kaluna merasa bingung dan semakin tidak nyaman dengan percakapan ini. Meski setiap hari ia tersiksa karena ASI, tapi ia masih enggan memberikannya pada bayi orang lain. Ia lebih baik membuangnya, daripada memberikannya kepada orang lain, karena anaknya sendiri tidak pernah merasakannya. 

"Saya paham niat anda, tapi saya rasa ini bukan hal yang tepat untuk saya. Maaf, saya tidak bisa melakukannya," tolak Kaluna dengan lembut. 

"Kenapa? Suamimu tidak mengizinkan? Tenang saja, saya tidak akan merebutmu, saya hanya butuh ASI-mu saja. Berapapun akan saya bayar, asal kamu bersedia." 

Kaluna memaksakan senyumnya. "Saya tidak bisa menjelaskan alasannya pada anda. Intinya, saya tidak bisa membantu anda dalam hal ini. Jika anda benar-benar membutuhkan, anda bisa pergi ke Bank ASI," ucapnya tegas. 

"Saya tidak bisa sembarangan memberi anak saya ASI dari pendonor lain. Jika kamu masih merasa keberatan, saya akan berbicara dengan suamimu sendiri," katanya, mencoba menunjukkan keseriusannya. 

"Saya tidak punya suami," sahut Kaluna dengan cepat dan tegas.

Liam hanya tersenyum tipis. Raut wajahnya tampak sangat tenang menanggapi ucapan Kaluna. 

Tanpa menunggu respons lebih lanjut, Kaluna berdiri dan berbalik, berniat untuk melanjutkan pekerjaannya. Namun, langkahnya terhenti ketika tangan Liam menahan pergelangan tangannya dengan lembut. 

"50 juta per bulan kalau kamu menjadi Ibu susu untuk anak saya," ucap Liam dengan tegas. 

Kaluna langsung menoleh, matanya membulat lebar karena terkejut mendengar tawaran itu. "Apa?" gumamnya pelan, hampir tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. 

50 juta per bulan katanya? Bahkan dalam satu tahun, Kaluna tidak bisa mengumpulkan uang sebanyak itu. 

"Pikirkan baik-baik. Tawaran seperti ini tidak akan kamu dapatkan di tempat lain," ujar Liam. 

Bagi William Edward, mengeluarkan uang 50 juta per bulan untuk orang lain bukanlah perkara besar. Sebagai CEO dari Zenith Insurance, salah satu perusahaan asuransi terkemuka, jumlah tersebut hanyalah setetes air di tengah lautan kekayaannya. Ia juga memiliki berbagai bisnis di sektor lain, yang membuat kekayaannya diperkirakan mencapai angka triliunan. Diversifikasi usahanya mencakup investasi di properti, teknologi, hingga saham internasional, menjadikannya salah satu pengusaha muda paling sukses di negaranya.

"Kontrak berapa tahun?" tanya Kaluna. 

Sebagai mahasiswa semester akhir yang membutuhkan banyak uang untuk berbagai keperluan, Kaluna tentu saja merasa tergiur. Apalagi, sudah hampir setahun skripsinya terbengkalai akibat insiden hamil di luar nikah, dan kini ia harus bekerja keras demi memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Ia sangat membutuhkan dukungan finansial agar bisa fokus menyelesaikan skripsinya tanpa harus khawatir akan kehabisan uang. 

"Sampai anak saya bisa minum susu formula," jawab Liam. 

Kaluna terdiam sejenak, mencerna jawaban itu. Ia merasa bingung dan cemas, namun di sisi lain, tawaran itu begitu menggiurkan, terutama mengingat situasi finansialnya yang begitu sulit. Ia tidak ingin hidup lebih lama dalam garis kemiskinan, ia menginginkan kehidupan yang lebih baik. Namun di balik keinginan itu, ketakutan yang begitu besar masih menghantuinya. 

"Apa istrimu tidak bisa mengeluarkan ASI?" pertanyaan itu akhirnya muncul juga dari mulut Kaluna. 

"Saya tidak punya istri," jawab Liam dengan cepat dan tegas seperti jawaban Kaluna tadi. 

Kaluna terkejut. Namun ia hanya bisa terdiam. 

"Datanglah ke rumah saya jika kamu bersedia," ujar Liam sambil meletakkan selembar kertas kecil yang berisi alamat rumah di telapak tangan Kaluna.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dari Istri Tercampakkan Menjadi Pewaris Berkuasa
9.3
Dunia Kirana runtuh saat suaminya, Bima Nugraha, memamerkan kehamilan selingkuhannya di depan publik. Demi kelancaran bisnis, Bima dan keluarga angkat Kirana bersekongkol menjadikannya tahanan di rumah sendiri. Kirana difitnah gila dan dipaksa menggugurkan kandungannya. Namun, mereka tidak tahu identitas asli Kirana. Dengan satu panggilan, ia menghubungi ayah kandungnya, Antony Suryoatmodjo, konglomerat kuat yang siap menghancurkan Bima hingga tak bersisa.
Sampul Novel Foto Istriku di Aplikasi Michat
8.3
Pasca terkena PHK, Panji yang frustrasi tergiur ajakan Bowo untuk mencari hiburan di aplikasi kencan daring. Ia merasa bosan dengan istrinya, Shira, yang selalu tampil kusam dan tak lagi menarik di matanya. Berniat mencari kepuasan instan, Panji mulai mencari wanita untuk disewa. Namun, pencariannya terhenti pada sosok bernama Dira yang sangat seksi. Saat mengamati foto Dira lebih dekat, Panji terkejut menyadari kemiripan luar biasa wanita itu dengan Shira.
Sampul Novel Gadis Cantik Milik Mafia
8.8
Sephi, gadis gigih yang diusir bibinya akibat fitnah kejam, berusaha bangkit demi mengubah nasib. Takdir mempertemukannya dengan Aldo, CEO dingin sekaligus pemimpin kriminal berpengaruh di Eropa, saat wawancara kerja. Aldo yang tak tersentuh dan hanya peduli pada keponakannya, mulai merasakan getaran cinta pertama melihat ketulusan Sephi. Akankah pesona Sephi meluluhkan hati sang mafia yang kaku? Simak kisah penuh ketegangan dan perubahan hidup yang tak terduga.
Sampul Novel JERAT PESONA PRIA 21 CM
8.0
Pernikahan dengan Evans, pemuda tampan tetangga desa, awalnya terasa seperti mimpi bagi aku. Namun, cinta pandangan pertama itu berubah menjadi petaka saat rahasia kelam pekerjaannya sebagai pria pemuas terungkap setelah kami menikah. Hidupku hancur ketika suami yang kucintai tega menjualku kepada mucikari demi melunasi hutangnya pada lintah darat. Kini aku terjebak menjadi wanita panggilan dan harus berjuang keras untuk lepas dari jerat neraka dunia ini.
Sampul Novel Kembaran Obsesinya
8.5
Baskara Adinata menyewaku sebagai pendamping, namun cinta tulusku dibalas pengkhianatan keji. Ternyata, dia memakai teknologi deepfake untuk mengganti wajahku dengan Karininia, kakak tiriku yang ia puja. Saat Karininia memfitnahku, Baskara membiarkanku disiksa hingga tanganku hancur dan memenjarakanku. Demi warisan ibu, aku menerima tawaran ayah tiri untuk menikahi pria asing, Keenan Adiwijaya. Aku pergi menjauh demi memulihkan hidup dari pria yang menganggapku mainan.
Sampul Novel Membangkitkan Kembali Cinta yang Kedaluwarsa
9.5
Tiga tahun Alicia menderita dalam pernikahan dingin bersama Erick Ellis. Saat harapan untuk dicintai muncul, ia justru mendapati Erick ingin kembali pada masa lalunya. Alicia pun memilih bercerai, namun Erick menolak melepaskannya. Kini, Alicia bangkit menjadi wanita sukses yang dikelilingi pengagum. Saat mereka bertemu kembali, kehadiran anak-anak di sisi Alicia membuat Erick memohon untuk menjadi ayah mereka. Meski ditolak mentah-mentah, Erick bersikeras mengejarnya.