Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel ENTERNAL LOVE

ENTERNAL LOVE

Kehidupan Elgar hancur setelah penyihir hitam merenggut nyawa tunangannya, Carolina. Didorong dendam, ia berlatih di bawah bimbingan penyihir agung untuk memburu sang musuh. Namun, Elgar justru menghadapi pengkhianatan Putri Liana dan bertemu gadis misterius yang sangat mirip dengan Carolina. Kini, ia terjebak dalam dilema besar: melanjutkan misi balas dendamnya atau mengungkap identitas asli gadis tersebut yang mengguncang jiwanya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Sementara itu, di luar pondok, bayangan gelap mulai menyelimuti hutan. Angin bertiup sepoi-sepoi membawa aroma tanah basah menandakan bahwa tadi telah turun hujan. Elgar merasa semakin nyaman berada di dekat Carolina. Ia merasa tenang dan damai.

Cahaya lilin menerangi wajah tenang Carolina saat ia mengoleskan ramuan herbal pada luka Elgar. Keheningan menyelimuti pondok kayu kecil itu, hanya diiringi oleh suara kayu yang berderak di perapian dan detak jantung mereka yang beradu.

Elgar terus mengamati gadis di hadapannya. Ada aura misterius yang menyelimuti Carolina. Ia tinggal sendirian di tengah hutan, memiliki pengetahuan mendalam tentang tanaman obat, dan selalu tampak tenang dalam situasi apapun.

"Carolina," panggil Elgar, memecah keheningan. "Sejak kapan kau tinggal dihutan ini?"

Carolina berhenti sejenak, matanya menatap api unggun. "Sejak aku kecil," jawabnya singkat.

"Tidak pernah merasa kesepian?" tanya Elgar lagi.

Carolina tersenyum tipis. "Hutan adalah rumahku. Aku tidak pernah merasa kesepian di sini."

Elgar terdiam. Ia mencoba membayangkan bagaimana rasanya hidup sendirian di tengah hutan. Pasti sangat sunyi dan sepi. Namun, melihat Carolina, ia yakin bahwa gadis itu telah menemukan kedamaian di tengah kesunyian hutan.

"Kau sangat pandai meracik obat," puji Elgar.

Carolina hanya mengangguk kecil. "Ibuku mengajariku sejak kecil."

"Ibumu?" tanya Elgar penasaran.

"Ia sudah meninggal," jawab Carolina, suaranya terdengar sedikit sedih.

Elgar ingin sekali bertanya lebih banyak tentang ibu Carolina, namun ia takut membuat gadis itu semakin sedih. Ia memutuskan untuk mengalihkan pembicaraan.

"Terima kasih sudah merawatku," ucap Elgar sekali lagi. "Aku tidak tahu bagaimana caraku membalas budimu."

Carolina tersenyum tipis. "Tidak perlu berterima kasih. Aku hanya melakukan apa yang seharusnya kulakukan."

Elgar merasa ada dinding yang memisahkan dirinya dengan Carolina. Gadis itu selalu tampak tertutup dan tidak ingin berbagi banyak tentang dirinya. Namun, Elgar tidak akan menyerah. Ia akan terus berusaha untuk mengenal Carolina lebih jauh.

Cahaya lilin menari-nari di dinding pondok kayu, menciptakan bayangan aneh yang menari-nari. Elgar terus memandang Carolina yang sibuk merapikan peralatan obatnya.

Ia merasa ada ketertarikan yang tumbuh di hatinya. Gadis misterius ini dengan pengetahuan luasnya tentang alam dan sikapnya yang tenang membuat Elgar semakin penasaran.

"Carolina," panggil Elgar lagi, suaranya sedikit lebih lembut kali ini. "Apakah kau pernah keluar dari hutan ini?"

Carolina berhenti sejenak, matanya menatap api unggun. "Pernah, sekali waktu," jawabnya singkat.

"Kemana?" tanya Elgar penasaran.

"Ke desa terdekat," jawab Carolina. "Aku membeli beberapa kebutuhan pokok."

"Kenapa tidak tinggal di desa saja?" tanya Elgar.

Carolina tersenyum pahit. "Aku lebih suka hidup di sini."

Elgar mengerti. Kehidupan di hutan mungkin lebih tenang dan damai dibandingkan dengan kehidupan di desa yang ramai dan penuh hiruk pikuk. Namun, ia tetap merasa kasihan pada Carolina yang harus hidup sendirian.

Carolina hanya mengangguk kecil. Ia melanjutkan pekerjaannya tanpa berkata sepatah kata pun. Elgar merasa sedikit kecewa, namun ia tidak menyerah. Ia akan terus berusaha untuk mendekati Carolina dan mencari tahu lebih banyak tentang dirinya.

Sementara itu, di istana kerajaan xylosia, suasana mencekam menyelimuti seluruh penghuni sejak kepulangan jenderal kerajaan dan para prajuritnya. Itu disebabkan karena sang pangeran mahkota, telah menghilang tanpa jejak.

Para prajurit telah mencari ke seluruh penjuru kerajaan, namun tak ada tanda-tanda keberadaan sang pangeran. Raja memerintahkan agar pencarian diperluas hingga ke hutan belantara.

Dan saat itu juga , sang jendral kerajaan dan para prajuritnya segera pergi untuk mencari Elgar di seluruh hutan yang ada di dalam wilayah kerajaan xylosia.

Sang jenderal yang merangkap menjadi tangan kanan Elgar, adalah seorang pria dengan pengalaman tempur yang luas, memimpin dari garis depan. Wajahnya tegang, mencerminkan beban tanggung jawab yang dipikulnya.

Ia tahu, jika ia gagal menemukan sang pangeran, nyawanya pun akan menjadi taruhannya.

"Kita harus menemukan Pangeran Elgar sebelum hari semakin gelap," tegasnya pada para prajuritnya. "Ingat, setiap sudut hutan harus kita sisir. Jangan lewatkan satu pun petunjuk!"

Hari ini berlalu begitu saja, namun tak ada tanda-tanda keberadaan Elgar. Pasukan mulai kelelahan, namun semangat mereka tetap menyala.

Mereka menemukan jejak-jejak binatang buas, sungai yang deras, dan gua-gua misterius, namun tak ada satu pun petunjuk yang mengarah pada sang pangeran.

"Kita sudah mencari pangeran seharian di dalam hutan ini," ucap sang jenderal, suaranya berat. "Namun, belum ada tanda-tanda Pangeran Elgar." Ia menatap sekelilingnya, matanya menyapu wajah-wajah para prajurit yang tampak lesu.

"Besok, kita akan melanjutkan pencarian. Tapi untuk saat ini, istirahatlah. Kita membutuhkan tenaga yang cukup untuk menghadapi hari-hari berikutnya."

Para prajurit mengangguk patuh. Mereka merebahkan tubuh di atas tanah yang keras, berusaha mengusir rasa lelah dan dingin malam. Di bawah langit penuh bintang, mereka berbagi cerita dan saling menghibur.

Di sisi lain, dalam pondok yang sederhana, Elgar masih terjaga. Padahal tadi, setelah Carolina selesai mengobatinya ia memerintahkan agar Elgar langsung beristirahat saja agar keadaanya cepat pulih.

Namun nyatanya, sampai tengah malam kedua mata Elgar masih membuka lebar pertanda ia tidak bisa tidur.

Cahaya rembulan menembus celah-celah atap, membentuk pola-pola menarik di dinding kayu. Pikirannya melayang jauh, membayangkan istana megah tempat ia dilahirkan.

Ia merindukan ayahnya, sang raja. Dan alasan lainnya yang membuat susah tidur adalah karena Elgar memikirkan, tentang gadis yang menolongnya, Carolina.

Tiba-tiba, pintu kamarnya terbuka sedikit. Carolina mengintip masuk, membawa semangkuk teh hangat. "Belum tidur?" tanyanya lembut.

Elgar menggeleng pelan. "Aku tidak bisa tidur."

Carolina mendekat, meletakkan cangkir teh di meja kecil di samping tempat tidur. "Minumlah, ini akan membuatmu hangat."

Elgar tersenyum tipis. Ia mengambil cangkir teh itu dan meminumnya perlahan. "Terima kasih, Carolina."

"Tidak masalah," balas Carolina. "Aku tahu kau sedang memikirkan banyak hal," setelah sedikit berbincang dengan Elgar, ia segera pergi dari kamar itu untuk kembali ke kamarnya sendiri.

"Kalau begitu, aku akan kembali ke kamarku," Elgar hanya menggunakan kepalanya dan menatap punggung Carolina yang mulai menghilang dari balik pintu kamar.

Elgar menghirup sisa teh hangatnya, rasa pahitnya sedikit menenangkan pikirannya tentang peperangan yang terjadi kemarin.

Dengan hati yang berat, Elgar menyadari bahwa hidupnya tidak akan pernah sama lagi. Nasib kerajaan Xylosia kini berada di tangannya.

Dengan perlahan, Elgar memejamkan mata. Perlahan tapi pasti, rasa kantuk mulai menyelimuti dirinya. Ia tertidur dalam kedamaian, siap menyambut hari esok dengan semangat baru.

Meskipun begitu, Elgar tak dapat memastikan apakah ia mampu mengatasi semua rintangan yang menanti. Masa depan tampak begitu tidak pasti, namun Elgar bertekad untuk menghadapi segala tantangan yang ada.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95NVF" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95NVF
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dendam Menantu Miskin
8.5
Akibat kemiskinannya, Rendra Gumilar dipaksa bercerai oleh Tuan Brata, mertuanya yang angkuh. Meski berat hati, buruh pabrik ini terpaksa berpisah dengan Viona serta bayi mereka yang masih kecil. Diusir dan dihina, Rendra tidak menyerah pada nasib. Ia bertekad bangkit menjadi pria sukses demi merebut kembali keluarga kecilnya. Mampukah Rendra membuktikan harga dirinya di hadapan mertua yang dulu meremehkannya, ataukah ia justru akan kehilangan mereka selamanya?
Sampul Novel Disekap Wanita Yang Menginginkan Suamiku
8.9
Upaya Laras melarikan diri dari rumah berubah menjadi mimpi buruk saat ia dan ketiga buah hatinya diculik oleh seorang sopir travel. Di dalam penyekapan yang penuh siksaan, Laras harus menelan pil pahit kehilangan salah satu anaknya. Tragedi ini memicu dendam membara dalam dirinya. Ia bertekad mengungkap dalang serta motif keji di balik penderitaan mereka. Mampukah Laras menyelamatkan anak-anaknya yang tersisa dan lolos dari jeratan maut yang mengancam nyawa?
Sampul Novel Istri Mafia, Tak Pantas untuk Pewaris
9.7
Suamiku, Wakil Bos Mafia, mencampakkanku karena aku divonis mandul. Ia membawa ibu pengganti ke rumah dan memperlakukannya bak kekasih, mengkhianati janji suci kami. Puncaknya, ia membiarkanku terluka parah demi melindungi wanita itu. Di dunia kelam ini, seorang istri mustahil bercerai secara normal. Maka, aku merancang skenario kematianku sendiri untuk menghancurkan hidupnya, membiarkannya membusuk di atas puing-puing kejayaan yang ia bangun.
Sampul Novel Jenderal Kau Tidak Tahu Malu!
9.0
Mireya Herlambang adalah penembak jitu andalan kelompok pembunuh Galaxy Hitam di kota Irich. Dia menerima misi berbahaya dari ketuanya untuk menghabisi nyawa Arnold Aksara, seorang jenderal yang dikenal sangat dingin dan kejam. Mireya bersedia melakukannya demi satu syarat: bantuan untuk membalas dendam keluarganya yang tewas. Namun, mampukah Mireya menuntaskan tugasnya, atau justru ia akan terpikat oleh pesona sang jenderal yang mulai menggoyahkan niatnya?
Sampul Novel Kobaran Masa Lalu
9.0
Rumah tangga seorang wanita hancur ketika suami dan anaknya membawa perempuan manipulatif masuk ke hidup mereka. Alih-alih dibela, ia justru disudutkan hingga memutuskan bercerai. Namun, di hari perceraian, wanita itu mengunci dan meledakkannya dalam rumah. Sang suami yang berprofesi sebagai pemadam kebakaran justru menyelamatkan si perusak rumah tangga karena mengira istrinya telah tewas. Saat ia kembali hidup-hidup, mereka malah menuduhnya berpura-pura mati demi balas dendam.
Sampul Novel My Korean Girl
8.5
Dalam sekuel kelima Ellite Bad Boys, Alex terjebak dalam masa lalu kelam setelah mengkhianati sahabatnya sendiri. Namun, pertemuannya dengan gadis Korea bernama Park Jin Hye mulai mengubah arah hidupnya secara drastis. Meski ada harapan untuk berubah, sisi gelap Alex tetap dominan. Ia justru menyeret Jin Hye masuk ke dalam dunianya yang berbahaya dan penuh kekacauan. Akankah cinta mereka bertahan di tengah bayang-bayang kriminalitas yang menyelimuti Alex?