Sampul Novel Istri Mafia, Tak Pantas untuk Pewaris

Istri Mafia, Tak Pantas untuk Pewaris

9.7 / 10.0
Suamiku, Wakil Bos Mafia, mencampakkanku karena aku divonis mandul. Ia membawa ibu pengganti ke rumah dan memperlakukannya bak kekasih, mengkhianati janji suci kami. Puncaknya, ia membiarkanku terluka parah demi melindungi wanita itu. Di dunia kelam ini, seorang istri mustahil bercerai secara normal. Maka, aku merancang skenario kematianku sendiri untuk menghancurkan hidupnya, membiarkannya membusuk di atas puing-puing kejayaan yang ia bangun.

Istri Mafia, Tak Pantas untuk Pewaris Bab 1

Di hari saat suamiku, seorang Wakil Bos Mafia, memberitahuku bahwa aku cacat secara genetik dan tidak pantas melahirkan pewarisnya, dia membawa pulang penggantiku—seorang ibu pengganti dengan mata sepertiku dan rahim yang berfungsi.

Dia menyebut perempuan itu "rahim sewaan", tapi memamerkannya seperti wanita simpanan. Dia menelantarkanku saat aku bersimbah darah di lantai sebuah pesta demi melindungi perempuan itu, dan merencanakan masa depan rahasia mereka di vila yang pernah dia janjikan untukku.

Tapi di dunia kami, seorang istri tidak bisa pergi begitu saja—mereka lenyap. Maka, aku memutuskan untuk merancang sendiri skenario pelenyapanku, membiarkannya hancur dalam reruntuhan yang telah dia bangun dengan susah payah untuk dirinya sendiri.

Bab 1

Kania POV:

Di hari saat suamiku memberitahuku bahwa aku cacat secara genetik dan tidak pantas melahirkan pewarisnya, dia juga memperkenalkan penggantiku—seorang perempuan dengan mata sepertiku, rambut sepertiku, tapi dengan rahim yang berfungsi.

Hari itu hari Selasa. Langit di atas Jakarta Selatan berwarna ungu lebam, mengancam akan turun badai yang sama persis dengan badai yang sedang bergejolak di apartemen penthouse kami. Bramantyo berdiri di dekat jendela setinggi langit-langit, siluet kekuasaan dan kontrol dingin dengan latar belakang kerlip lampu kota. Dia tidak pernah menyentuhku lagi sejak hasil tes terakhir dari klinik pribadi keluarga keluar.

"Ini kelainan mitokondria, Kania," katanya saat itu, suaranya datar, tanpa sedikit pun kehangatan yang sangat kubutuhkan. "Garis keturunan yang bersih adalah segalanya. Kamu tahu itu."

Aku tahu. Aku sudah tahu itu sejak hari aku, Kania Anindita, menikah dengan keluarga Adiwangsa dan menjadi istri seorang Wakil Bos. Tujuanku hanya satu: melahirkan seorang pewaris dan mengamankan posisi Bram. Selama lima tahun, aku telah gagal.

Sekarang, ayahnya, Pak Suryo Adiwangsa, sedang sekarat. Perintah terakhirnya menggema di seluruh keluarga seperti lonceng kematian: seorang pewaris, lahir dalam satu tahun ke depan, atau Bramantyo akan dicopot dari jabatannya. Kepemimpinan keluarga paling berkuasa di Jakarta akan jatuh ke tangan sepupunya. Itu adalah takdir yang lebih buruk dari kematian.

"Jadi, aku sudah menemukan solusinya," kata Bram, berbalik dari jendela. Kata-katanya menggantung di udara, sarat dengan keputusan final yang tak terucap. Dia menunjuk ke arah pintu, dan sesaat kemudian, perempuan itu masuk.

Namanya Rania Putri. Dia adalah bayanganku, versi yang lebih murah dan lebih kasar. Rambut hitam yang sama, mata biru yang sama, tapi jika posturku tegak karena bertahun-tahun berlatih balet, posturnya sedikit membungkuk menantang. Ada rasa lapar, ambisi yang liar dan putus asa, terpancar dari tatapannya. Dia memandangi rumah kami bukan dengan kekaguman, tapi dengan perhitungan.

"Dia yang akan mengandung anak itu," kata Bram, sebuah pernyataan, bukan pertanyaan. "Ini urusan keluarga. Sebuah transaksi. Dia hanyalah sebuah rahim sewaan."

Rahim sewaan. Sebuah wadah untuk pewaris yang tidak bisa kuberikan. Secercah harapan, tajam dan menyakitkan, tiba-tiba menyala di tengah kehampaanku. Mungkin ini satu-satunya jalan. Demi keluarga. Demi Bram.

"Begitu anak itu lahir," lanjutnya, matanya terpaku padaku, mengabaikan perempuan yang berdiri di sampingnya, "dia akan pergi. Semuanya akan kembali normal."

Tapi 'normal' sudah retak. Dia mulai sering pulang larut, dengan alasan perlu mengawasi Rania demi keselamatannya, untuk memastikan "aset" itu terlindungi. Ulang tahun pernikahan kami yang kelima datang dan pergi. Aku melewatinya sendirian, menatap kalung berlian yang dia berikan bertahun-tahun lalu, simbol janji yang kini terasa seperti kebohongan. Aku menjadi hantu dalam hidupku sendiri, seorang ratu pengganti di kerajaan yang perlahan-lahan menjauh dariku.

Retakan pertama menjadi jurang seminggu kemudian. Aku sedang dalam perjalanan pulang dari sebuah acara amal ketika sebuah sedan hitam menabrak sisi penumpang mobilku. Itu bukan kecelakaan. Itu adalah pesan dari keluarga saingan, sebuah ujian bagi kekuatan Adiwangsa. Gemetar, berdarah karena luka di dahi, aku menelepon Bram. Tidak ada jawaban. Teleponnya langsung masuk ke pesan suara.

*Kode Kehormatan* keluarga berarti aku tidak bisa pergi ke rumah sakit umum. Aku menyetir sendiri ke klinik darurat rahasia milik keluarga. Saat dokter menjahit kepalaku, kebisuan suamiku terasa lebih memekakkan telinga daripada decitan ban di aspal.

Ketika aku akhirnya kembali ke penthouse, udara terasa hening dan berat. Aku berjalan ke kamar tidur kami, dan jantungku seakan berhenti berdetak. Di atas meja riasku, di sebelah botol parfum Chanel No. 5-ku, ada sebatang lipstik. Warnanya merah murahan dan norak yang tidak akan pernah kupakai. Bekasnya menodai marmer putih.

Rania. Dia sudah ada di sini. Di kamarku. Di ruang pribadiku. Keamanan keluarga Adiwangsa, benteng tak tertembus yang seharusnya dikomandani Bram, telah ditembus oleh seorang perempuan yang dia sebut "rahim sewaan."

Namun, kebenaran yang sesungguhnya terungkap di sebuah pesta sebulan kemudian. Itu adalah pertemuan formal para rekan bisnis terpenting keluarga di sebuah klub pribadi di pusat kota. Bram adalah tuan rumah yang sempurna, lengannya melingkar posesif di pinggangku, senyum terpampang di wajahnya untuk publik. Tapi matanya kosong.

Aku permisi sejenak, mencari perlindungan di teras yang remang-remang. Melalui pintu kantor pribadi yang terbuka, aku mendengar suaranya. Dia sedang berbicara dengan Reza, Penasihatnya.

"Aku tidak bisa lepas darinya, Reza," kata Bram, suaranya serak oleh emosi yang sudah bertahun-tahun tidak kudengar. "Dia itu seperti api. Nyata. Tidak seperti... patung yang sempurna."

Darahku terasa membeku.

"Vila di Puncak," lanjut Bram, "siapkan. Setelah bayinya lahir, aku akan menempatkannya di sana. Dia dan anak itu."

Vila itu. Vila yang dia janjikan untukku pada ulang tahun pernikahan kami yang kesepuluh. Tempat untuk *kita*.

Tanganku gemetar, dan aku tak sengaja menyenggol nampan berisi gelas-gelas kosong. Gelas-gelas itu pecah berkeping-keping di lantai batu. Bram dan Reza terdiam. Sedetik kemudian, Bram muncul di ambang pintu, wajahnya topeng kepanikan.

"Kania. Apa yang kamu lakukan di sini?"

"Siapa dia, Bram?" bisikku, kata-kata itu tercekat di tenggorokan.

"Bukan apa-apa," desisnya, mencengkeram lenganku. "Rania tidak ada di sini. Kamu tidak mendengar apa-apa. Reza," bentaknya ke belakang, "pembicaraan ini tidak pernah terjadi."

Dia menarikku pergi, cengkeramannya menyakitkan. Malam itu, ketika dia pikir aku sudah tidur, aku mengambil tablet terenkripsinya dari tas kerjanya. Kata sandinya masih tanggal ulang tahunku. Ironi yang terasa begitu pahit.

Di sanalah dia. Rania. Puluhan foto. Tertawa di mobilnya. Mengenakan kemejanya di tempat tidur yang bukan milik kami. Dan kemudian aku melihatnya: sebuah folder berlabel "Puncak." Di dalamnya ada denah arsitektur untuk kamar bayi. Cetak biru untuk kehidupan yang tidak melibatkanku.

Patung yang sempurna itu akhirnya retak. Dan aku tahu aku tidak bisa pergi begitu saja. Di dunia kami, istri seorang Wakil Bos tidak bisa pergi begitu saja. Mereka lenyap. Tapi aku tidak akan menjadi korban lainnya. Aku akan merancang kepergianku sendiri, dengan caraku sendiri, demi kehormatan keluarga yang begitu rela dia khianati.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Istri Mafia, Tak Pantas untuk Pewaris

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel CHRONOPHILE
8.2
Menikahi pria yang pernah ditolak di masa lalu membawa dilema besar dalam sebuah perjodohan. Apakah dia bertahan karena cinta yang tersisa, atau justru merencanakan balas dendam atas luka lama? Sebagai pasutri, mereka dipaksa menjalani komitmen di tengah bayang-bayang masa lalu yang kembali mengusik ketenangan. Di dunia Chronophile, di mana waktu sangat dihargai, rahasia dan konflik mulai menguji kesetiaan mereka dalam mempertahankan rumah tangga ini.
Sampul Novel Cinta & Pengorbanan Alya
8.5
Alya terjebak dalam keputusasaan saat ibunya, Kartika, butuh biaya medis besar dan donor organ langka. Di tengah krisis ini, Niko, pengusaha kaya yang mendambakan anak, menawarkan kesepakatan menjadi ibu pengganti demi kesembuhan Kartika. Meski ragu, Alya setuju demi nyawa ibunya. Namun, benih cinta tak terduga tumbuh di antara mereka, memicu dilema emosional. Saat rahasia besar terungkap, pandangan mereka tentang arti cinta dan keluarga pun berubah selamanya.
Sampul Novel Dari Abu: Kesempatan Kedua
8.2
Seumur hidup aku mencintai Bima Wijoyo, tunanganku. Namun, saat studio seniku terbakar, dia justru membiarkanku tewas demi menyelamatkan Clara, kakak tiriku. Pengkhianatan itu menjadi akhir tragis hidupku yang pertama. Kini, keajaiban membawaku kembali ke masa lalu, tepat sebelum rapat dewan keluarga dimulai. Dengan ingatan pahit tentang api dan luka, aku berdiri tegak di hadapan semua orang untuk membatalkan pertunangan kami. Aku tidak akan mati dua kali.
Sampul Novel Dewa Itu Adalah Patungku
8.6
Melinda kecil yang polos menemukan sebuah patung beruang di jalanan dan memutuskan untuk membawanya pulang. Ia merawat benda itu dengan penuh kasih sayang tanpa menyadari identitas aslinya. Tak disangka, patung tersebut merupakan inkarnasi sosok pria muda yang perkasa. Hingga Melinda tumbuh menjadi gadis cantik, wujud beruang itu tetap bertahan sampai muncul ketegangan yang mengubah segalanya. Akankah hubungan unik antara manusia dan dewa ini berakhir bahagia?
Sampul Novel Dosa Berbalut Cinta
8.6
Saschya mengira pernikahannya dengan Adnan akan membawa kebahagiaan abadi, namun realitanya justru menjadi neraka penuh kekerasan. Adnan melampiaskan dendamnya terhadap mertua dengan menyiksa istrinya secara keji setiap hari. Di tengah penderitaan fisik dan batin yang mendalam, sosok dari masa lalu Saschya tiba-tiba muncul kembali. Akankah kehadiran mereka membantu Saschya lepas dari belenggu Adnan, atau justru menambah konflik baru dalam hidupnya yang hancur?
Sampul Novel DOSEN ITU SUAMIKU
9.5
Kehidupan Bunga berubah drastis saat ia mengetahui fakta mengejutkan di kampusnya. Ezza, pria yang dijodohkan orang tuanya dan kini telah resmi menjadi suaminya, tiba-tiba muncul sebagai dosen baru di sana. Kehadiran Ezza yang tak terduga di lingkungan akademisnya memicu tanda tanya besar bagi Bunga. Ia pun mulai meragukan alasan di balik keputusan suaminya tersebut. Apakah Ezza memiliki motif tersembunyi atau ini hanyalah sebuah kebetulan belaka?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan