Sampul Novel Dendam Menantu Miskin

Dendam Menantu Miskin

8.5 / 10.0
Dalam Dendam Menantu Miskin, Rendra terpaksa bercerai karena status sosialnya. Kini, ia bertekad bangkit menjadi pria sukses demi merebut kembali anak dan istrinya dari mertua yang egois. Ikuti kisah penuh perjuangan ini di webnovel romance modern dengan elemen action yang mendebarkan.
Ringkasan Dendam Menantu Miskin
Akibat kemiskinannya, Rendra Gumilar dipaksa bercerai oleh Tuan Brata, mertuanya yang angkuh. Meski berat hati, buruh pabrik ini terpaksa berpisah dengan Viona serta bayi mereka yang masih kecil. Diusir dan dihina, Rendra tidak menyerah pada nasib. Ia bertekad bangkit menjadi pria sukses demi merebut kembali keluarga kecilnya. Mampukah Rendra membuktikan harga dirinya di hadapan mertua yang dulu meremehkannya, ataukah ia justru akan kehilangan mereka selamanya?
Baca Selengkapnya

Dendam Menantu Miskin Bab 1

"Halo, Bi. Sepertinya Pak Brata akan datang ke rumah untuk menjemput Viona. Tolong jangan ijinkan Pak Brata membawa Viona dan anakku. Sebentar lagi aku akan pulang."

"Maksudmu, Pak Brata akan membawa istrimu pulang, begitu?"

"Iya. Tolong, jika Pak Brata memaksa untuk membawa Viona dan anakku, tahan dulu, setidaknya sampai aku datang."

"Baiklah. Cepat pulang dan hati-hati di jalan."

Rendra menutup ponselnya. Ia benar-benar takut jika ancaman ibu mertuanya itu benar adanya. Rendra memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi, berharap akan cepat sampai ke rumah kakeknya, rumah dimana ia tinggal bersama anak dan istrinya. Jantungnya berdegup kencang. Ia sangat takut kehilangan istri dan anaknya yang baru lahir beberapa bulan yang lalu. Beruntungnya Rendra mendapatkan ijin untuk pulang lebih cepat dari atasannya, sehingga ia bisa segera pulang ke rumah.

Tidak sampai satu jam Rendra akhirnya sampai ke rumah kakeknya. Ia melihat ada mobil hitam terparkir di halaman rumah sang kakek.

'Sepertinya itu mobil ayahnya Viona,' batin Rendra.

Rendra mengambil langkah seribu saat mendengar suara berat dan serak yang sudah dipastikan milik mertua laki-lakinya itu. Bibi Rendra memiilih untuk berdiam diri di dalam kamarnya. Ia tidak mau terlibat dalam urusan rumah tangga keponakannya.

"Kamu harus pulang bersama Papa, Viona! Kemasi barang-barangmu sekarang! Papa tidak rela putri Papa satu-satunya tinggal di rumah yang lebih pantas dikatakan gubug ini!"

Suara bariton milik Brata Mahardika--papa kandung dari Viona-- memenuhi seisi rumah yang tidak terlalu besar itu.

"Tunggu! Apa-apaan ini? Kenapa Papa memaksa Viona untuk ikut bersama Papa?"

Rendra membulatkan matanya tak percaya saat melihat istri tercintanya sedang mengemasi barang-barangnya. Sementara bayinya sedang tertidur pulas di atas kasur. Tidak merasa terganggu sama sekali dengan keributan yang sedang terjadi.

Viona tak bisa berbuat apa-apa lagi, ia segera mengemasi barang-barangnya yang tidak terlalu banyak itu ke dalam kopernya. Matanya menatap wajah laki-laki yang baru satu tahun menjadi imamnya. Kemudian kembali fokus mengemasi barang-barangnya.

Rendra berjalan mendekati istrinya yang sedari tadi mengabaikannya. Ia memegang tangan sang istri, mencoba menghentikan gerakan tangannya yang sedang memasukkan semua pakaiannya dan pakaian bayinya ke dalam koper. "Viona, sayang. Apa yang sedang kamu lakukan, kenapa kamu memasukkan semua pakaianmu dan juga anak kita ke dalam koper?"

Belum juga Viona menjawab pertanyaan Rendra, suara bariton milik Brata lagi-lagi terdengar memenuhi seisi rumah.

"Lepaskan tangan putriku, Rendra! Kamu tidak berhak menyentuhnya! Laki-laki gembel sepertimu tidak pantas untuk menyentuh kulit putriku!"

"Tapi dia istriku, Pa! Papa tidak pantas berbicara seperti itu kepadaku!" Rendra masih berusaha untuk mengontrol emosinya. Karena bagaimanapun pria paruh baya yang ada dihadapannya kini adalah mertuanya. Ia masih menghormatinya.

"Mulai saat ini Viona Putri Mahardika bukan lagi istrimu. Karena dalam waktu dekat, putriku akan menggugat cerai kamu, Rendra. Dan mulai detik ini berhenti memanggilku dengan sebutan 'Papa' karena aku tidak pernah menganggapmu sebagai menantuku!"

Sakit, perih yang dirasakan oleh Rendra saat mertuanya tidak pernah menganggapnya sebagai menantu. Namun selama ini ia tidak pernah memperdulikannya, karena baginya yang terpenting adalah cinta dari sang istri. Selama Viona mau bertahan dengannya, sudah cukup membuatnya bahagia. Apalagi saat kehadiran bayi mungil ditengah-tengah keluarga kecilnya. Menambah kebahagiaan bagi seorang Rendra.

Rendra menatap wajah sang istri yang sedari tadi hanya diam saja. "Viona! Katakan, jika apa yang dikatakan oleh papamu itu tidak benar!" Ia terus menatap wajah Viona, berharap istrinya itu menjawab pertanyaannya. Namun Viona lagi-lagi bungkam menutup mulutnya rapat-rapat.

"Kenapa kamu diam saja, Viona! Jawab pertanyaanku!" Rendra mengguncang pelan tubuh Viona. Tangannya memegangi kedua lengan istrinya. Rendra benar-benar sangat prustasi.

"Singkirkan tangan kotormu itu dari tubuh putriku!" Brata menarik paksa tangan Rendra yang masih memegang lengan istrinya. Viona tetap bergeming, hanya air matanya yang terus keluar membasahi pipinya.

Rendra mengepalkan tangannya, rahangnya mengeras. Pertanda jika ia sedang marah. Namun, Rendra masih bisa menguasai emosinya. Ia tidak mau gegabah dalam bertindak. Dirinya masih berharap jika Viona mengurungkan niatnya untuk pergi dari hidupnya dan mengikuti perintah dari papanya.

"Pak, kita bisa bicarakan masalah ini baik-baik. Tidak dengan cara seperti ini. Bagaimanapun juga aku dan Viona adalah suami istri, apalagi saat ini ada bayi diantar kita berdua. Anda tidak bisa bersikap seperti ini kepadaku juga Viona." Rendra berusaha mengajak mertuanya untuk berbicara baik-baik. Ia masih bisa menahan emosinya dan menghormati Brata sebagai mertuanya.

"Tidak, Rendra. Kamu tidak bisa menjadi suami yang baik untuk putri kesayanganku. Kamu laki-laki miskin. Tidak mungkin bisa membahagiakan putriku yang sejak kecil hidup bergelimang harta," tukas Brata dengan pongahnya.

"Aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk bisa membahagiakan Viona. Saat ini aku memang belum terlihat sukses. Tapi aku yakin, suatu saat nanti aku pasti bisa memberikan harta yang berlimpah untuk Viona dan anak kita." Rendra berbicara dengan sangat percaya diri, ia yakin, suatu saat nanti dirinya akan sukses.

Brata justru tertawa mendengar perkataan Rendra. "Hahahaha ... jangan mimpi kamu, Rendra! Jangankan untuk memberikan harta kepada anak dan cucuku, untuk biaya persalinan istrimu saja, aku yang membiayainya. Karena kamu tidak mampu! Suami macam apa kamu? Aku gak sudi anakku satu-satunya hidup dengan gembel sepertimu!"

Pria paruh baya itu terus menghina Rendra. Tidak puas sampai disitu, Brata akan menghancurkan hidup Rendra dengan membawa pulang Viona dan bayinya dengan ataupun tanpa persetujuan dari Rendra.

Rendra terus menahan gejolak didadanya. Emosinya yang sudah di ubun-ubun hampir meledak jika saja ia tidak mengingat bahwa Brata adalah ayah dari istrinya, mungkin saja saat ini juga Brata akan memukul mulutnya yang kotor itu.

"Aku mohon, tolong beri aku waktu sebentar lagi. Aku janji, aku pasti akan menjadi laki-laki sukses seperti anda, Tuan Brata. Aku yakin itu." Rendra terus beroptimis dan meyakinkan mertuanya yang angkuh itu.

Lagi-lagi Brata tertawa mendengarnya. "Mau berapa puluh tahun, Viona harus menunggu kamu untuk menjadi lelaki sukses, hah? Sampai matipun, kamu tidak akan pernah bisa jadi laki-laki sukses sepertiku!" cemoohnya.

"Setidaknya, Viona tetap baik-baik saja, dan selama ia bersamaku Viona terlihat bahagia," lirih Rendra. Matanya menatap penuh harap pada perempuan yang sedari tadi hanya diam merapatkan mulutnya. Seperti tak berniat untuk membela suaminya.

"Jika anakku terus bersamamu, mau kamu kasih makan apa, hah? Kasih makan batu?" Brata terus menghina Rendra. "Viona, ayo masuk ke dalam mobil!" titahnya kepada Viona.

Bak kerbau yang dicucuk hidungnya, Viona menuruti perintah papanya. Ia menggendong bayinya yang sedang terlelap tidur. Kemudian berjalan sembari menundukkan kepalanya melewati suaminya yang menatapnya dengan sendu.

"Rudi, bawakan koper Viona ke dalam mobil!" titah Brata kepada supirnya.

"Baik, Tuan!" Rudi segera melakukan perintah majikannya.

"Viona, tunggu!" Rendra berlari menyusul Viona yang hendak masuk ke dalam mobil papanya.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Dendam Menantu Miskin

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Cinta yang Tak Sempat Kudengar
8.7
Setelah tunangannya memilih menikahi kakaknya, ia menerima lamaran Twinkle, pria dingin yang mengaku telah lama mencintainya. Tiga tahun pernikahan mereka berjalan sempurna penuh kelembutan, hingga sebuah rahasia besar terungkap. Ia tidak sengaja mendengar bahwa pernikahan mereka hanyalah kepalsuan demi melindungi wanita bernama Amelie. Menyadari dirinya hanya menjadi tameng cinta sepihak suaminya, ia memutuskan memalsukan kematiannya demi menghapus seluruh identitas dan terbebas dari Twinkle selamanya.
Sampul Novel Dibuang Suami Saat Hamil
8.5
Azura Paramitha, yatim piatu yang ceria, mengira hidupnya sempurna saat dinikahi pengusaha dingin, Revan Aksara. Awalnya, Revan berubah menjadi sosok penyayang yang memberikan kehangatan keluarga bagi Azura. Namun, segalanya hancur saat Azura hamil. Revan mendadak berubah kejam, menuduhnya tidak bermoral, dan mengusirnya dalam keadaan mengandung. Kini, Azura harus berjuang sendirian membawa luka hati dan calon bayinya setelah dibuang tanpa belas kasihan.
Sampul Novel Gadis Penakluk Hati Tuan Muda Tampan
8.5
Demi takhta tuan muda, Arkana menikahi Yasmin lewat perjanjian formal. Meski sering kesal dengan tingkah Yasmin yang kekanak-kanakan, Arkana tetap menjalin cinta rahasia dengan kekasih lamanya. Setelah delapan bulan, Arkana memilih bercerai demi sang pacar. Namun, ia tak sadar bahwa ikatan fisik mereka telah mengubah segalanya. Yasmin ternyata menyembunyikan kehamilan darinya. Terkejut, Arkana pun menuntut rujuk demi darah dagingnya yang kini berada di rahim Yasmin.
Sampul Novel Ghost Boyfriend
8.0
Arka terpaksa menjadi arwah penasaran setelah kecelakaan maut merenggut nyawanya di waktu yang salah. Mendapat peluang terakhir untuk kembali ke dunia, ia meminta bantuan Zulfi, seorang pengangguran, demi menuntaskan urusan yang tersisa. Arka ingin memastikan kekasihnya, Ziva, tetap bahagia meski ia telah tiada. Mampukah Arka pergi dengan tenang setelah melihat kedekatan Ziva dan Zulfi? Bisakah ia mengubah hidup Zulfi menjadi lebih baik sebelum waktu habis?
Sampul Novel MOLLY, She Will Be Love
8.9
Molly adalah mahasiswi yang jenuh dengan rutinitas membosankan dan sikap kakaknya yang terlalu protektif. Sebelum masa kuliahnya berakhir, ia merancang sebuah rencana nekat untuk mendekati dosen muda di kampusnya. Namun, situasi menjadi rumit saat Molly justru terjebak di antara dua pria yang bersaing sengit demi mendapatkan cintanya. Keduanya merasa terpikat oleh pesona unik Molly, hingga menciptakan persaingan hati yang penuh dengan lika-liku tak terduga.
Sampul Novel Sopirku Mantan Kekasihku
9.5
Andini Larasati hidup bahagia bersama Danar, dokter bedah yang mencintainya. Namun, masa lalu pahit kembali membayang saat ia bertemu Revan, mantan kekasih yang dulu mencampakkannya demi restu orang tua karena status sosial. Kini keadaan berbalik; Revan jatuh miskin dan bekerja sebagai sopir pribadi Andini tanpa sepengetahuan Danar. Di tengah kesuksesannya, Andini terjebak dilema antara dendam masa lalu dan benih cinta yang muncul kembali untuk sang sopir.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan