Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dendam Menantu Miskin

Dendam Menantu Miskin

Akibat kemiskinannya, Rendra Gumilar dipaksa bercerai oleh Tuan Brata, mertuanya yang angkuh. Meski berat hati, buruh pabrik ini terpaksa berpisah dengan Viona serta bayi mereka yang masih kecil. Diusir dan dihina, Rendra tidak menyerah pada nasib. Ia bertekad bangkit menjadi pria sukses demi merebut kembali keluarga kecilnya. Mampukah Rendra membuktikan harga dirinya di hadapan mertua yang dulu meremehkannya, ataukah ia justru akan kehilangan mereka selamanya?
Bab
Bagikan

Bab 3

Air hujan turun dengan derasnya, mengguyur tubuh Rendra. Air mata yang membasahi pipi nyaris tak terlihat karena tersapu oleh air hujan yang menerpa wajahnya. Rendra menarik nafasnya dalam-dalam kemudian menghembuskannya secara perlahan, setidaknya dengan mengatur kembali nafasnya yang sempat memburu karena emosi tadi, ia bisa mengendalikan emosinya. Bagaimanapun masalah yang ada, harus dihadapinya bukan untuk diratapi dan ditangisi. Rendra meyakinkan dirinya sendiri bahwa ia adalah lelaki kuat dan tak mudah untuk putus asa. Ia akan menunjukkan kepada mertuanya juga kepada dunia bahwa ia bisa menjadi lelaki sukses dan pantas bersanding dengan Viona.

Kepalanya menengadah ke atas, matanya terpejam. Membiarkan air hujan turun tepat di atas wajahnya. Derasnya air hujan yang turun menghujam wajahnya seperti sebuah tamparan keras tepat mengenai wajahnya. Yang menyadarkan dirinya, bahwa hidup harus terus berjalan. Masih banyak yang harus ia lakukan.

Setelah puas bermandikan air hujan. Hatinya kini semakin kuat dan kokoh untuk bangkit dari keterpurukan. Menyambut kebahagiaan bersama anak dan istrinya kelak. Dengan langkah pasti, Rendra berjalan menuju rumah peninggalan kakeknya. Ia melihat bibinya--adik kandung dari sang ayah yang telah meninggal--sedang berdiri menatapnya dengan tatapan sendu di ambang pintu.

Ranum--bibinya Rendra--menatap sendu pada ponakannya yang sedang berjalan ke arahnya. Rendra menghentikan langkah kakinya, saat matanya bersitatap dengan Ranum. Ingin rasanya Ranum memeluk tubuh kekar Rendra dan memberinya semangat. Namun ia tau, jika ponakannya itu pasti sedang tidak ingin di ganggu. Cukup lama Rendra menatap mata Ranum, seolah mengatakan jika ia baik-baik saja, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Ranum mengerti dengan tatapan itu. Kemudian ia menganggukkan kepalanya. Ranum menganggap Rendra sudah seperti anak kandung sendiri. Karean dia lah yang membesarkan Rendra dari kecil hingga ia dewasa.

Rendra berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Mengguyur kepalanya yang terasa sangat berat. Berharap setelah kejadian ini, ia bisa menjadi lelaki sukses. Apa yang dialaminya tadi menjadi sebuah cambuk untuknya bisa menjadi laki-laki sukses.

Hari berganti malam. Untuk pertama kalinya, Rendra tidak tidur satu ranjang dengan anak dan istrinya. Meskipun baru beberapa jam saja ia ditinggalkan, rasa rindu itu sungguh sangat menggebu. Ia tak bisa hidup tanpa ada istri dan anaknya disampingnya.

"Aarghhh ... bodohnya aku mau saja di hina oleh papanya Viona. Aku tidak boleh menyerah begitu saja. Akan ku buktikan pada dunia terutama pada papanya Viona, bahwa aku juga bisa menjadi lelaki sukses yang kaya raya. Aku yakin aku pasti bisa."

Entah jam berapa Rendra terlelap, yang pasti malam itu adalah malam yang sangat berat untuknya. Malam pertama setelah menikah tanpa adanya Viona di sampingnya. Pagi-pagi sekali Rendra terbangun. Tidurnya tidak terlalu nyenyak. Sempat beberapa kali ia terbangun mendengar suara tangisan bayinya. Namun saat menyadari jika semua itu hanya halusinasi saja, Rendra mencoba untuk kembali memejamkan matanya.

****

"Rendra, tumben kamu tidak semangat dalam bekerja? Tidak seperti biasanya," tegur salah satu teman Rendra yang sama-sama bekerja di pabrik.

"Tidak apa-apa. Aku sedang tidak enak badan saja," sahut Rendra.

Tak ada lagi obrolan diantara mereka. Untuk saat ini, Rendra sedang tidak ingin banyak berinteraksi dengan teman-temannya. Semua temannya tau, jika Rendra bersikap seperti itu, tandanya temannya itu sedang tidak ingin diganggu oleh siapapun.

Jam pulang kerja sebentar lagi, Rendra sudah tak sabar untuk bertemu dengan anak dan istrinya. Ia akan pergi ke rumah mertuanya yang tidak terlalu jauh dari pabrik tempatnya bekerja. Rendra memacu motornya dengan kecepatan tinggi. Berharap bisa segera sampai di kediaman rumah mertuanya. Beruntungnya jalanan tidak terlalu padat. Jadi Rendra bisa segera sampai di rumah mertuanya. Kali ini ia ingin berusaha sekali lagi untuk membujuk Viona untuk kembali ke rumah dan berkumpul lagi.

Pagar hitam tinggi menjulang kini berada hadapannya. Beruntungnya pagar rumah mewah itu terbuka. Membuat Rendra dengan mudah untuk masuk ke dalamnya. Biasanya ada satpam yang berjaga di dekat pagar, namun kali ini di depan tampak sepi tak ada penjaganya. Rendra sengaja menakutkan motornya agak jauh dari rumah mertuanya. Langkahnya terhenti saat melihat Viona yang sedang duduk di teras rumahnya sembari menggendong bayinya.

"Viona ...." lirihnya.

Senyum mengembang di bibirnya. Tak sabar rasanya ingin memeluk tubuh sang istri begitu juga anak semata wayangnya. Rendra mempercepat langkah kakinya, agar bisa segera berada dekat dengan Viona.

"Viona, sayang ...." Senyum itu terus mengembang di bibirnya.

Vioana menoleh, mencari asal suara yang memanggil namanya. Ia begitu terkejut saat melihat siapa yang datang dan memanggil namanya.

"Mas Rendra?" Matanya membulat tak percaya melihat suaminya berada di hadapannya saat ini. Kemudian ia langsung beranjak dari duduknya menghampiri suaminya. Antara senang dan takut melihat Rendra berada di rumahnya saat ini.

Sama seperti apa yang dirasakan oleh Rendra, sebenarnya Viona juga sangat merindukannya. Meskipun baru satu hari saja ia tak bertemu. Mas Rendra ngapain disini? Apa Mas tidak takut jika ketahuan oleh papa?" Terlihat jelas diwajahnya, jika Viona sangat cemas.

"Takut? Kenapa harus takut, sayang? Tidak ada yang salah. Aku ini masih suamimu, wajae jika seorang suami menemui anak dan istrinya. Apakah itu suatu kesalahan, Viona?"

Viona menggelengkan kepalanya. "Tapi Mas ... aku mohon, ikuti mau papa. Ini semua demi kebaikan kita," ucapnya dengan nada memohon.

"Kebaikan kita, maksudmu apa, Viona? Kebaikan yang mana? Bukankah selama kamu hidup bersamaku, kamu terlihat bahagia. Tidak pernah aku melihat kamu bersedih apalagi menangis. Apakah aku pernah melukai hatimu, walau sedikit?" cecar Rendra. Sebenarnya masih banyak pertanyaan yang ingin ia tanyakan kepada Viona.

"Mas, aku mohon kamu pergi sekarang juga sebelum papa datang. Aku tidak mau terjadi apa-apa denganmu," pinta Viona.

Rendra tetap pada pendiriannya. Ia tidak perduli jika papa mertuanya datang dan mengusirnya. Justru itu yang ia tunggu. Rendra ingin menunjukkan pada papa mertuanya, kalau seorang Rendra tidak akan menyerah untuk mempertahankan apa yang telah menjadi miliknya.

"Kamu tidak perlu khawatir seperti itu, Viona. Aku akan baik-baik saja."

"Aku mohon, please ... pergilah dari sini. Sebentar lagi papa pasti akan datang."

Detik selanjutnya, mobil sedang mewah milik Tuan Brata memasuki halaman rumahnya. Viona dan Rendra menatap ke arah mobil tersebut. Hingga pria paruh baya yang sangat berwibawa itu turun dari mobil mewahnya. Matanya menatap nyalang pada laki-laki berpenampilan biasa yang ada di depan rumahnya.

"Mau ngapain gembel itu datang kemari? Apa dia belum juga sadar siapa dirinya, berani-beraninya menginjakkan kakinya yang kotor di halaman rumahku!" Brata berbicara pada dirinya sendiri.

Brata melangkahkan kakinya, berdiri tepat di hadapan menantunya. "Apa yang kamu lakukan di rumahku?" tanyanya dengan jumawa.

"Aku kesini untuk menjemput anak dan istriku," jawab Rendra dengan tenang. Tak terlihat sedikitpun jika ia takut pada papa mertuanya.

"Masih punya nyali ya kamu datang kesini, dan mengatakan jika kamu akan menjemput putri dan cucuku. Siapa kamu berani-beraninya menentang keputusanku!" berang Brata sembari berkacak pinggang.

"Aku suaminya Viona. Dan aku berhak atas hidupnya. Karena jika seorang perempuan sudah menikah adalah milik suaminya bukan milik orang tuanya lagi! Saya harap anda tau akan hal itu. Bukankah anda adalah seorang yang sudah memiliki gelar haji, sudah sepatutnya anda menyerahkan sepenuhnya hidup Viona kepada saya," jawab Rendra dengan percaya diri.

"Berani-beraninya kamu ...."

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cantika : DESTINY OF LOVE
9.5
Pertemuan tak terduga dengan Jaden menyeret hidup Cantika ke dalam pusaran takdir yang mencekam. Melalui ultimatum posesif bahwa tak ada orang lain yang boleh memilikinya, Jaden mengurung Cantika dalam belenggu obsesi yang menyesakkan. Kini, Cantika dihadapkan pada pilihan sulit: melarikan diri dari dominasi pria itu atau justru terjerat perasaan cinta saat identitas asli Jaden terungkap. Sebuah kisah romansa penuh aksi tentang rahasia dan ambisi.
Sampul Novel Cold-hearted girl
9.4
Seorang pembunuh bayaran wanita yang tangguh kini memegang misi baru sebagai pelindung seorang ilmuwan jenius. Keselamatan sang ilmuwan terancam setelah ia berhasil menciptakan sebuah penemuan yang sangat krusial. Namun, di tengah situasi berbahaya yang mengintai nyawa mereka, benih-benih asmara justru mulai tumbuh. Pertemuan intens ini memaksa sang gadis menghadapi konflik batin saat perasaan profesionalnya perlahan berubah menjadi cinta yang mendalam.
Sampul Novel DANCING WITH DESTINY
8.2
Jane Miles adalah dokter andal yang sangat mencintai kehidupan damainya. Namun, kecelakaan tragis di masa lalu membuatnya menderita Amnesia Retrograde, hingga seluruh ingatannya terkunci rapat. Keadaan berubah total saat Rafael Klein muncul dan memaksa masuk ke dunianya. Pria itu mengacaukan segalanya demi satu tujuan: menuntut Jane menerima takdir sebagai pewaris tunggal klan Klein yang berkuasa. Kisah romansa dewasa ini penuh dengan konflik dan rahasia masa lalu.
Sampul Novel Keabadian yang Tertunda Dendam
8.2
Dua saudari kembar, Wulan dan Mulan, akhirnya turun gunung setelah berlatih selama 300 tahun di bawah bimbingan Master Sun. Selain mengejar keabadian, mereka mengemban misi menemukan ayah mereka yang ternyata masih hidup. Namun, pertemuan itu mengungkap rahasia kelam masa lalu. Kini mereka terjebak dilema besar: membalaskan dendam sang ibu demi meraih status abadi, atau justru melepaskan ambisi tersebut demi hidup sebagai manusia biasa di dunia fana.
Sampul Novel King Of King
8.2
Di Negeri Awan, Elisabet yang merupakan selir keempat Kaisar Oro melahirkan putra bernama Starling di bawah naungan bintang raksasa. Namun, hasutan dukun keji membuat Kaisar percaya bahwa bayi itu hasil perselingkuhan Elisabet dengan Jenderal Robert. Demi keselamatan abadi istana, sang Kaisar dituntut untuk menjadikan darah dagingnya sendiri sebagai tumbal persembahan. Akankah ambisi kekuasaan mengalahkan naluri ayah saat nyawa Starling terancam di tangan Oro?
Sampul Novel Mafia dalam penjara
8.5
Seorang narapidana harus menjalani masa hukuman di balik jeruji besi demi menebus dosa masa lalunya. Namun, ia segera menyadari adanya kejanggalan besar yang menyelimuti seluruh area lembaga pemasyarakatan tersebut. Atmosfer yang tidak biasa dan berbagai kejadian misterius mulai memicu rasa curiga yang mendalam. Apa sebenarnya rahasia gelap yang tersembunyi di dalam penjara ini? Ikuti perjalanan penuh aksi dan teka-teki ini hingga akhir cerita.