Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel December to January

December to January

Mengapa sebuah perpisahan menyakitkan yang terjadi pada bulan Desember mampu meninggalkan jejak yang begitu mendalam? Saat kalender berganti menuju Januari, bayang-bayang masa lalu itu tetap bertahan dan memberikan dampak besar yang mengubah seluruh tatanan hidup. Kisah ini menelusuri bagaimana duka dan kenangan dari akhir tahun terus menghantui setiap langkah di awal yang baru, menciptakan dilema emosional yang sulit untuk dilepaskan begitu saja.
Bab
Bagikan

Bab 2

Mereka berdua akhirnya tiba di warung pecel lele langganan, warung yang menjadi saksi masa pendekatan mereka hingga menjadi tempat pertama mereka berkencan.

Tidak ada yang berubah dari warung ini, masih dengan bangku plastik berwarna biru, juga masih dengan tenda berwarna biru sebagai dinding penutup. Penjualnya juga masih sama, masih dengan senyum yang ramah. Semakin bertambah lebar senyumnya kala melihat Serina dan William berjalan ke arah warung.

"Siang, Mas Budi." Sapa keduanya.

"Wah, akhirnya kesini lagi yaa bareng Mas William. Tiap tahun pasti datengnya pas Desember," kata Mas Budi yang membuat Serina tersenyum manis.

"Iya Mas, kalo Januari udah pasti Williamnya pulang ke Belanda," kata Serina tertawa.

"Yaudah-yaudah, pesennya kayak biasa kan yaa?"

"Iya, Mas. Minuman es teh aja yaa."

Serina menarik William untuk duduk di pojok warung, tempat yang memang sedari dulu sudah menjadi favorit mereka. Berhadap-hadapan sembari menceritakan hal-hal yang seru.

"Gimana? Apa yang istimewa dari Belanda tahun ini?" tanya Serina membuka percakapan.

William tersenyum. "Aku musim semi tahun ini ke pekarangan Tulip terbesar di sana, keren banget Rin. Lain kali kamu harus kesana yaa."

"Iya, nanti bareng kamu yaa. Aku juga punya Wish List sih tahun depan, ke Belanda dan jalan-jalan bareng kamu."

"Janji nggak?"

"Janjii!"

Menghabiskan hari bersama sembari bercerita apa yang dirasakan selama ini menjadi pengobat rasa rindu pasangan jarak jauh. Tidak ada pertengkaran, hanya ada kata saling sayang.

Serina berharap akan seperti ini tiap tahunnya, maka ia akan selalu menunggu desember sepanjang hidupnya.

***

Sore hari, kedua pasangan itu masih tetap bersama. Menatap sang Senja yang akan berpulang dengan anggun ke tempatnya, mengalun indah bersama kilauan burung gereja. Sebuah kegiatan yang juga tidak pernah mereka lewatkan di kencan mereka.

"Kamu tau, apa yang selalu rindukan saat liat matahari terbenam?" tanya Serina pada William.

William tersenyum manis. "Aku, 'kan?"

"Ya Kopi hitam panas lah, yakali kamu." Serina tertawa karna guyonannya sendiri, William hanya merespon dengan muka datar.

"Enggak deng, aku emang kangen kamu. Very Much!"

Senyum William terbit mendengar ucapan Serina, "Sama kok, aku juga."

"Kangen aku juga pas liat Senja?" tanya Serina.

"Ya enggak lah, aku mah kangen secangkir Susu coklat."

"Ih, ceritanya balas dendam yaa? Dasar cowoo!" seru Serina sembari memukul pelan bahu William.

Tertawa melihat senyum masing-masing, hal sederhana yang membuat sebuah hubungan bahagia. Berbagi keluh kesah, menghibah bahkan sampai menceritakan hal random tetangga masing-masing juga menjadi salah satu caranya.

Begitu pula pada Serina, yang tengah bahagia karna bertemu Desembernya yang akhirnya datang setelah hampir setahun. Menyenangkan berada di sampingnya, bertanya apa yang terjadi sebelum-sebelum mereka bertemu, berbagi hal indah hingga rasanya besok tidak akan ada waktu lagi.

"Bentar yaa, ada telfon dari Belanda."

Suasana indah tadi, dihancurkan William seketika. Berlari menjauhi Serina dengan senyum merekah, seperti senyum ketika mendapat telefon saja.

"Nggak mungkin Serina, William nggak mungkin gitu. Lagi pula, dia 'kan bucin banget sama gue."

Sungguh kata-kata yang bagus untuk menghalau pemikiran negatif bagi seorang perempuan, memikirkan bahwa lelakinya sangat mencintainya membuat pipi mereka memerah tanpa aba-aba.

Ah semoga, pemikiran tadi memang benar. William benar-benar mencintainya dan akan tetap seperti itu.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Tak Ingin Menjadi yang Kedua.
8.2
Kehidupan Nisa hancur seketika saat melihat Damar, suaminya, bermesraan dengan wanita lain. Terungkap fakta pahit bahwa Damar telah memiliki istri pertama sebelum menikahinya. Alasan Damar enggan menyentuh Nisa karena statusnya yang masih mahasiswi hanyalah kebohongan belaka. Meski dikhianati secara keji, Damar tetap bersikeras menolak perceraian. Kini Nisa terjebak dalam dilema besar, haruskah ia bertahan dalam pernikahan yang penuh kepalsuan ini?
Sampul Novel Benih Rahasia sang Fuckboy
8.7
Vania Clarista rela melepas hidup mewahnya demi cinta buta pada Edgar Emiliano, seorang playboy sekolah. Hubungan itu meninggalkan luka mendalam saat Vania hamil dan terpaksa berjuang sendirian. Demi menjaga kehormatan keluarga, ia memilih pergi dan membangun masa depan baru tanpa dukungan siapa pun. Enam tahun berlalu, mampukah takdir mempertemukan mereka kembali demi anak yang kian tumbuh, ataukah Vania tetap memilih bertahan dalam kemandiriannya?
Sampul Novel Crazy Marriage (Pernikahan Paksaan)
9.2
Vintari terpaksa merelakan mimpinya demi perjodohan orang tua saat usianya baru 19 tahun. Menikah dengan Zeus Ducan yang dewasa terasa seperti mimpi buruk baginya, sementara Zeus menganggap Vintari sebagai beban yang ceroboh. Namun, saat benih kenyamanan mulai tumbuh, sebuah rahasia besar terungkap. Zayn, pria yang dicintai Vintari, ternyata adalah adik tiri suaminya sendiri. Kini Vintari terjebak dalam dilema antara Zeus dan cinta lamanya pada Zayn.
Sampul Novel Dendam Dalam Ikatan Suami Istri
9.5
Zara Liana Anastasya terpaksa menikahi Rafiq Arkan Devantara akibat manipulasi ayahnya demi kepentingan bisnis. Rafiq, yang menyimpan ambisi kelam, awalnya memperlakukan Zara dengan penuh kebencian dan kekejaman sebagai bagian dari rencana tersembunyinya. Namun, sikap Rafiq secara mengejutkan berubah menjadi sangat lembut dan perhatian. Di tengah misteri motif pernikahan ini, akankah hubungan mereka bertahan atau hancur saat rahasia dan dendam mulai terungkap?
Sampul Novel Fatal Attraction: Jatuh Cinta dengan Target
9.6
Sebelum usia 26, aku adalah penipu ulung tanpa empati yang mahir memikat pria demi uang. Bagiku, mereka hanyalah mangsa hingga Dylan Hewitt muncul. Reputasiku hancur karena tipu dayaku gagal menaklukkannya. Saat aku hampir menyerah, Dylan justru menunjukkan jati diri dan perasaan yang selama ini dia sembunyikan. Terjebak dalam situasi tak terduga, aku kehilangan kendali atas permainanku sendiri. Dylan benar-benar mengubah hidup dan hatiku selamanya.
Sampul Novel Hanya Karena Sebuah Rumah
9.6
Lima tahun pernikahan hancur seketika setelah sang suami, Boni, diam-diam memindahkan kepemilikan rumah mereka kepada cinta pertamanya yang merupakan seorang ibu tunggal. Alih-alih merasa bersalah, Boni justru memarahi istrinya karena dianggap tidak memiliki simpati. Keadaan kian memanas saat sang cinta pertama memamerkan mobil mewah baru senilai dua miliar pemberian Boni di media sosial. Muak dengan pengkhianatan dan manipulasi ini, sang istri akhirnya mengambil keputusan bulat untuk bercerai.