
December to January
Bab 3
"Hari ini jadi ke makam Ibu?" tanya Serina pada William.
William mengangguk. "Jadi dong, kan biasanya emang gitu."
Memasuki mobil, kedua muda-mudi itu berjalan meninggalkan pekarangan rumah Serina. Mereka berencana jalan-jalan mengelilingi kota hari ini, namun sebelum itu akan mampir dulu ke Makan Ibu Serina. Hal yang selalu William lakukan kala pulang ke tanah air.
"Aku kemarin Mimpi Ibu," kata Serina memecah keheningan.
"Ibu lagi marahin kamu, hahaha lucu banget. Saking kangennya sama kamu kali yaa, mukanya kelihatan marah banget dan disitu kamu malah ketawa-ketawa. Kangen deh aku liat kamu becanda sama Ibu, Wil."
William menoleh ke arah Serina ketika perempuan itu selesai bercerita, wajah tampak tertawa, namun William tahu bahwa dia sangat merindukan sosok Ibunya.
"Kangen ibu itu, wajar. Ibu juga pasti kangen kamu kok. Tapi yang nggak wajar itu, kamu pura-pura kuat. Manusia itu makhluk lemah, Rin. Wajar kalo kamu sedih," kata William yang sekarang tersenyum sambil mengusap kepala Serina pelan.
Serina menghela napas. "Susah yaa, pura-pura baik depan kamu Will."
"Aku emang kangen Ibu, kangen banget. Ayah juga jarang pulang karna sibuk banget sama kerjaan kantornya, aku khawatir Ayah sakit. Kalo ibu ada, dia bisa ngomel nyuruh Ayah istirahat. Kalo diaku, nggak mempan."
"Ayah, sekalinya di rumah pasti langsung masuk ruang kerja. Keluar pas makan doang dan abis itu masuk ruang kerja lagi, nggak jarang aku denger Ayah batuk-batuk. Aku takut Ayah sakit," kata Serina menumpahkan semua keluhan yang dia pendam akhir-akhir ini.
William sedang sibuk menyetir, jika tidak sudah pasti dia akan menarik Serina ke dalam pelukannya. Memberikan rasa nyaman dan hangat pada yang tersayang, menguatkan dia agar tetap bertahan apapun yang terjadi.
Di usapnya bahu Serina. "Ayo tetep semangat ngurus Ayah, kamu pasti bisa buktiin ke Ibu kalau kamu udah dewasa. Ibu pasti bangga liat Serinanya tumbuh dengan baik."
Serina perlahan mulai menumpahkan air matanya. "Ngebut Will, aku pengen cepet-cepet ketemu Ibu."
"Ey, maksudnya ketemu di makam atau di dunia lain?" tanya William dengan nada bercanda.
Serina merenggut. "Ya di makamnya, masa di dunia lain. Sekangen-kangennya aku sama Ibu, aku nggak ada niatan nyusul dan ninggalin Ayah disini. Di tambah ninggalin kamu? Ldr beda negara aja aku menderita, apalagi beda alam."
"Ahahaha iya deh iya, bentar lagi sampe kok."
Anda Mungkin Juga Suka





