Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel December to January

December to January

Mengapa sebuah perpisahan menyakitkan yang terjadi pada bulan Desember mampu meninggalkan jejak yang begitu mendalam? Saat kalender berganti menuju Januari, bayang-bayang masa lalu itu tetap bertahan dan memberikan dampak besar yang mengubah seluruh tatanan hidup. Kisah ini menelusuri bagaimana duka dan kenangan dari akhir tahun terus menghantui setiap langkah di awal yang baru, menciptakan dilema emosional yang sulit untuk dilepaskan begitu saja.
Bab
Bagikan

Bab 1

"Long time no see, Desember."

Desember adalah bulan yang paling Serina tunggu-tunggu sepanjang tahun. Itu karna Desember datang membawa dia, yang selalu Serina rindukan.

Hubungan luar daerah memang menjadi tantangan bagi setiap orang, beritu juga Serina. Berjauhan dengan William sungguh Serina tidak suka, pikiran negatif selalu menghampirinya ketika waktu tidur tiba. Memikirkan bagaimana hari-hari William disana, siapa saja yang dekat dengannya atau bagaimana jika perempuan Belanda berhasil merebut hati pacarnya, sungguh Serina menangkis pikiran buruk itu mati-matian.

"Oke, ayo jadi cantik dan bikin William pangling," kata Serina pada cermin yang menampilkan pantulan dirinya.

Si kulit putih susu itu segera bergegas membongkar isi lemari, mencari sepasang baju yang akan dia kenakan kala bertemu William. Sebenarnya banyak yang cocok, tapi naluri perempuan yang ingin tampil sempurna, tidak kunjung membuatnya menentukan pilihan baju seperti apa yang akan dia pakai.

"Aahh nemu!" seru Serina tiba-tiba. Pilihannya jatuh pada Blus biru laut dan rok diatas lutut, akan sangat indah jika dipadukan dengan sepatu kets putih.

"Gilaa, cantik banget gueee!" Pujian pada diri sendiri itu umumnya sering di lakulan laki-laki, namun Serina juga sering melakukannya.

Puas memuji diri, perempuan itu akhirnya bergegas berangkat sebelum membuat William menungguh lama. Sungguh, celengan rindu ini sudah penuh dan ingin segera di pecahkan. Pelukan hangat dari William, amat sangat dia rindukan. Beberapa hari di bulan ini akan menjadi yang terindah, dan Serina berharap itu.

***

"Apa kabar, Gadis yang selalu menunggu Desember datang?"

Serina dengan segera menghamburkan diri ke pelukan William, menghirup dalam-dalam aroma tubuh yang amat ia rindukan sepanjang tahun. Apalagi, pelukan hangat ini. Williamnya masih sama, walau badan laki-laki itu terlihat lebih berisi dari tahun lalu. Tidak mengurangi tampannya sedikitpun, Serina mengakui itu. Malahan mungkin semakin tampan.

"Kangen banget Wil," kata Serina di sela-sela pelukan mereka. Air matanya yang tidak dapat di bendung, perlahan turun dan menjadikannya isak tangis haru.

"Ehh, kenapa nangis hhm? Aku udah disini." William mengeratkan pelukan mereka, mencari rasa nyaman yang selalu dirindukan.

"Sebulan kemana aja, kenapa nggak ada kabar? Mau bikin aku khawatir?" Serina melepaskan pelukan mereka, bertanya dengan raut wajah kesal.

William terkekeh pelan. "Sibuk, Erin. Dosenku ngasih mata kuliah tambahan mulu."

Serina masih menatap William dengan tatapan kesal, mulutnya di kerucutkan. William bukannya takut, malah merasa gemas melihat tingkah pacarnya. Ditariknya Serina kembali ke dalam pelukan, mengusak rambutnya ke rambut Serina layaknya kucing yang sedang manja pada induknya.

"Nggak usah cemberut gitu, ku cium loh nanti." William tertawa renyah kala merasakan sebuah bogeman kecil di punggungnya, siapa lagi kalau bukan ulah Serina yang malu mendengar ungkapan tadi.

"Males sama Willie, pulang dari Belanda makin mesum." Serina memasang wajah galak.

"Bercanda doang, Erin!" seru William gemas.

Pelukan mereka terlepas, Serina menatap lamat-lamat mata William. Tidak ada aktifitas lain selain menatap manik hazel tersebut. Mencari ketenangan yang benar-benar dia rindukan lewat sepasang mata ini.

"Ngapain? Mau cium yaa?" tanya William. Setelah itu, giliran perutnya yang mendapat kasih sayang dari Serina.

William memegang perutnya yang kesakitan. "Kamu belajar tinju dari mana sekarang, kok makin kuat?"

"Iya belajar, biar bisa bogem cowo-cowo kayak kamu!" Serina berbalik badan, berjalan dahulu meninggalkan William yang tertawa di belakangnya.

"Ayo, makan pecel Lele. Aku kangen!"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Tak Ingin Menjadi yang Kedua.
8.2
Kehidupan Nisa hancur seketika saat melihat Damar, suaminya, bermesraan dengan wanita lain. Terungkap fakta pahit bahwa Damar telah memiliki istri pertama sebelum menikahinya. Alasan Damar enggan menyentuh Nisa karena statusnya yang masih mahasiswi hanyalah kebohongan belaka. Meski dikhianati secara keji, Damar tetap bersikeras menolak perceraian. Kini Nisa terjebak dalam dilema besar, haruskah ia bertahan dalam pernikahan yang penuh kepalsuan ini?
Sampul Novel Benih Rahasia sang Fuckboy
8.7
Vania Clarista rela melepas hidup mewahnya demi cinta buta pada Edgar Emiliano, seorang playboy sekolah. Hubungan itu meninggalkan luka mendalam saat Vania hamil dan terpaksa berjuang sendirian. Demi menjaga kehormatan keluarga, ia memilih pergi dan membangun masa depan baru tanpa dukungan siapa pun. Enam tahun berlalu, mampukah takdir mempertemukan mereka kembali demi anak yang kian tumbuh, ataukah Vania tetap memilih bertahan dalam kemandiriannya?
Sampul Novel Crazy Marriage (Pernikahan Paksaan)
9.2
Vintari terpaksa merelakan mimpinya demi perjodohan orang tua saat usianya baru 19 tahun. Menikah dengan Zeus Ducan yang dewasa terasa seperti mimpi buruk baginya, sementara Zeus menganggap Vintari sebagai beban yang ceroboh. Namun, saat benih kenyamanan mulai tumbuh, sebuah rahasia besar terungkap. Zayn, pria yang dicintai Vintari, ternyata adalah adik tiri suaminya sendiri. Kini Vintari terjebak dalam dilema antara Zeus dan cinta lamanya pada Zayn.
Sampul Novel Dendam Dalam Ikatan Suami Istri
9.5
Zara Liana Anastasya terpaksa menikahi Rafiq Arkan Devantara akibat manipulasi ayahnya demi kepentingan bisnis. Rafiq, yang menyimpan ambisi kelam, awalnya memperlakukan Zara dengan penuh kebencian dan kekejaman sebagai bagian dari rencana tersembunyinya. Namun, sikap Rafiq secara mengejutkan berubah menjadi sangat lembut dan perhatian. Di tengah misteri motif pernikahan ini, akankah hubungan mereka bertahan atau hancur saat rahasia dan dendam mulai terungkap?
Sampul Novel Fatal Attraction: Jatuh Cinta dengan Target
9.6
Sebelum usia 26, aku adalah penipu ulung tanpa empati yang mahir memikat pria demi uang. Bagiku, mereka hanyalah mangsa hingga Dylan Hewitt muncul. Reputasiku hancur karena tipu dayaku gagal menaklukkannya. Saat aku hampir menyerah, Dylan justru menunjukkan jati diri dan perasaan yang selama ini dia sembunyikan. Terjebak dalam situasi tak terduga, aku kehilangan kendali atas permainanku sendiri. Dylan benar-benar mengubah hidup dan hatiku selamanya.
Sampul Novel Hanya Karena Sebuah Rumah
9.6
Lima tahun pernikahan hancur seketika setelah sang suami, Boni, diam-diam memindahkan kepemilikan rumah mereka kepada cinta pertamanya yang merupakan seorang ibu tunggal. Alih-alih merasa bersalah, Boni justru memarahi istrinya karena dianggap tidak memiliki simpati. Keadaan kian memanas saat sang cinta pertama memamerkan mobil mewah baru senilai dua miliar pemberian Boni di media sosial. Muak dengan pengkhianatan dan manipulasi ini, sang istri akhirnya mengambil keputusan bulat untuk bercerai.