Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel CEO lumpuh itu, suamiku

CEO lumpuh itu, suamiku

Rachel Martinique, seorang dokter bedah, terjebak dalam pernikahan paksa sebagai alat penebus hutang keluarganya. Ia harus bersuami dengan seorang CEO lumpuh yang tidak ia kenali sebelumnya. Kehidupan baru ini penuh ketegangan karena sang suami menyimpan kebencian mendalam terhadap dirinya. Tanpa landasan cinta, Rachel harus menghadapi ketidakpastian dalam rumah tangga mereka. Akankah kasih sayang tumbuh seiring waktu, ataukah nasib buruk yang menanti?
Bab
Bagikan

Bab 1

Seorang perempuan muda sedang menatap dirinya didepan cermin. Gaun putih dan indah melekat sempurna pada tubuh rampingnya. Beberapa jepit rambut menghiasi rambut coklat nya. Begitu juga dengan anting, kalung dan gelang yang ikut menghiasi kulit mulusnya. Perempuan itu benar-benar cantik, mungkinkah dia titisan Dewi Aphrodite?

Namun anehnya, bulir-bulir bening keluar dari pelupuk matanya, membasahi pipi yang sudah dipoles bedak dengan baik. Seperti pernikahan pada umumnya, semua orang pasti bahagia pada hari pernikahannya. Tetapi hal ini berbanding terbalik dengan perempuan yang masih saja menatap dirinya di cermin seraya menangis, seakan-akan nasib buruk selalu menimpanya.

"Ayo cepat turun, tidak usah menangis segala! Kau pikir dengan begitu aku kasihan padamu? Tentu saja tidak! Aku tidak peduli sama sekali dengan hari-hari yang akan kau jalani setelah pernikahan ini. Sekarang kau harus turun, karena semua orang sudah menunggu. Jangan mengulur-ulur waktu, aku bisa saja menghabisi orang yang kau sayangi detik ini juga."

Ancam seorang wanita paruh baya. Ternyata, perempuan muda itu akan menikah dengan pria tak ia kenal sama sekali. Pantas saja sedari tadi ia menangis menahan sesuatu.

"Iya bu."

Dia menyeka air matanya pelan, takut jika makeup nya akan luntur.

"Tidak usah panggil aku ibu, karena aku bukanlah ibumu. Karena setelah hari ini kita tidak akan bertemu lagi. Jadi untuk seterusnya, nikmati saja hari-harimu bersama pria lumpuh tak berguna itu."

Satu lagi kenyataan pahit harus perempuan itu terima. Ia tidak menyangka akan menikahi seorang pria lumpuh. Sebenarnya itu bukanlah masalah besar, tetapi belum pernah terpikirkan olehnya akan menikahi pria cacat.

Perempuan itu keluar dari ruang rias. Ia berjalan gontai, tak ada senyum yang terpancar dari bibir ranumnya, hanya tatapan kosong yang tak memiliki arti.

Disana ia sudah ditunggu oleh semua orang, terutama sang ayah dan ibu yang menatap tajam pada nya. Sekilas perempuan itu menghela nafas, rasanya dia ingin kabur dari tempat ini tapi bagaimana caranya? Penjagaan nya sangat ketat, setiap sisi ruangan ini berdiri para bodyguard dan di setiap sudut terdapat kamera pengawas.

Meskipun terkesan sederhana, tapi dilihat dari dekorasinya sudah dapat dipastikan bahwa harga yang dikeluarkan untuk pernikahan ini mencapai milyaran rupiah.

Perempuan itu berjalan menuju altar. Disana ada seorang pria tengah duduk di kursi roda dengan memakai Tuxedo putih lengkap dengan jam tangan dan kacamata hitam nya. Tidak perlu munafik, pria itu benar-benar tampan! Dia bersinar layaknya Dewa Apollo.

Bel gereja berbunyi, pertanda bahwa sudah waktunya dua insan dipersatukan. Setelah prosesi, penyalaan lilin, doa pembuka dan firman Tuhan, pendeta mulai memberkati kedua mempelai dan berkata,

"Maka tibalah saatnya untuk meresmikan perkawinan saudara. Saya persilahkan saudara masing-masing menjawab pertanyaan saya."

"Alfian De Grazino, Maukah engkau menikah dengan Rahel Martinique dan mencintainya dengan setia seumur hidup baik dalam suka maupun duka?"

Pria itu enggan menjawab, namun sedetik kemudian ia menyahut.

"Ya saya mau."

Kemudian pendeta bertanya lagi pada mempelai perempuan.

"Rahel Martinique, bersediakah saudara menikah dengan Alfian De Grazino dan mencintainya seumur hidup baik dalam keadaan suka dan duka?"

"Ya saya bersedia."

Selanjutnya pendeta mempersilahkan kedua mempelai untuk mengucapkan janji suci, dimulai dari mempelai pria.

"Saya Alfian De Grazino mengambil engkau Rachel Martinique menjadi istri saya untuk saling memiliki dan menjaga, dari sekarang sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, pada waktu sehat maupun sakit, untuk saling mengasihi dan menghargai sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan hukum Allah yang kudus, dan inilah janji setiaku yang tulus."

Dari cara bicara pria itu, seperti nya ia terpaksa mengucapkan nya. Namun bukan itu yang penting, ia lelah dengan ini semua, ia malu berada di antara banyak orang dalam keadaan fisik yang tidak sempurna.

Giliran sang mempelai wanita untuk mengucapkan janji suci, ia sedikit gugup dan mulai memberanikan diri.

"Di hadapan imam dan para saksi, Saya Rahel Martinique menyatakan dengan tulus dan ikhlas, bahwa Alfian De Grazino mulai sekarang ini menjadi suami saya. Saya berjanji setia kepadanya dalam untung dan malang, dan saya mau mencintai dan menghormatinya seumur hidup. Demikianlah janji saya demi Allah dan Injil suci ini.”

Perempuan itu berhasil mengucapkan janji nya dengan lancar dan baik, tanpa kekurangan satupun.

Perlu diketahui, tak sedetikpun pria itu melirik ke arah pengantin wanita, padahal mereka sedang mengucapkan janji suci pernikahan. Ia hanya menunjukkan wajah datar tanpa ekspresi. Hal ini membuat perempuan itu semakin merasa terbuang dan malu karena tak pernah dianggap, ia selalu dijadikan korban oleh keluarganya.

Lalu pendeta mengangkat tangannya ke atas kepala kedua mempelai.

"Demikiah mereka bukan lagi dua melainkan satu. Karena itu apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."

Setelah pendeta mengatakan itu mereka pun saling memasangkan cincin antara satu sama lain.

Acara pernikahan sudah selesai, pengantin yang tidak saling mengenal itu segera meninggalkan gereja yang menjadi saksi bahwa mereka telah bersatu oleh karena kasih dan telah sah menjadi sepasang suami-istri. Mungkin bukan karena kasih, lebih tepatnya akibat keterpaksaan.

Tidak ada acara makan-makan ataupun sekedar memberi ucapan selamat. Semua orang langsung pula ke kediamannya masing-masing, begitu juga dengan kedua orang tua perempuan itu yang meninggalkan gereja tanpa mengucapkan salam perpisahan. Lagi dan lagi perempuan itu merasa hidupnya tak berharga di mata siapapun. Namun ia selalu berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan berguna bagi semua orang.

Perempuan itu berjalan mengikuti dua pria bertubuh kekar, yang satu suaminya dan satu lagi ia tidak tahu siapa. Mungkin sekretaris pribadi suaminya.

"Maaf nona, anda tidak bisa satu mobil dengan Tuan muda."

Pungkas sekretaris suaminya ketika melihat Rachel ingin masuk ke dalam mobil yang sama dengan suaminya.

"Kenapa?" Rachel menaikkan satu alisnya.

"Maaf nona, tapi Tuan muda tidak ingin satu mobil dengan siapapun, termasuk anda." Perempuan itu terdiam mendengar tuturan dari pria yang berdiri dihadapannya ini. Suaminya saja menolak kehadirannya apalagi keluarga besar nya.

"Lalu bagaimana denganku? Haruskah aku pulang ke rumah orang tuaku?"

"Tidak nona, nanti akan ada bodyguard yang menjemput anda untuk pergi ke mansion Tuan muda."

"Oh, baiklah kalau begitu."

Mengangguk-angguk mengiyakan perkataan sang sekretaris

"Permisi nona."

Sekretaris itu pamit undur diri untuk mengantar Tuan mudanya kembali ke mansion. Saat hendak masuk ke dalam mobil, ia dicegah oleh nona mudanya.

"Eits, kau mau kemana?" Tanya perempuan itu

"Saya ingin mengantar Tuan muda kembali ke mansion nona."

"Bukankah kau tadi bilang kalau dia tidak ingin satu mobil dengan siapapun?"

Sekretaris itu hanya mengangguk, bingung dengan maksud perkataan nona muda nya.

"Lantas mengapa kau berpikir untuk mengantar nya, jika dia sendiri tidak ingin satu mobil dengan siapapun. Biarkan saja dia mengendarai mobil itu sendirian." Ucap perempuan itu sedikit meninggikan nada bicaranya agar didengar oleh suaminya yang sudah berada di dalam mobil.

"Nona muda tolong jaga ucapan anda! Jangan karena anda istri Tuan muda dan nona dari keluarga Grazino anda boleh berbicara seenaknya pada Tuan muda kami."

"Memangnya ucapan ku ada yang salah? Kan kau sendiri yang bilang begitu."

Perempuan itu memasang wajah polos, ia hanya mengatakan pendapat nya meskipun sedikit menyindir sang pemilik mobil.

Tiba-tiba datang mobil berwarna biru bermerek Lamborghini Aventador. Beberapa pria berbaju hitam keluar dari mobil dan langsung menghampirinya.

"Salam nona muda, selamat atas pernikahan nya." Ucap mereka sembari membungkukkan badan.

"Terimakasih banyak." Balas perempuan itu.

"Nona anda akan pulang bersama mereka, dan Tuan muda akan pulang bersama saya." Sebelum masuk ke mobil ia juga membungkuk hormat.

"Silahkan masuk nona muda." Ajak seorang pria paruh baya

"Iya paman."

Perempuan itu tersenyum hangat, baru kali ini ia diperlakukan secara terhormat. Biasanya ia selalu dianggap remeh seperti remahan rengginang.

Salah satu bodyguard membukakan pintu mobil untuk nona mudanya. Saat diperjalanan, perempuan itu menatap ke arah jendela menikmati pemandangan malam yang disuguhkan kota itu. Sungguh ciptaan Tuhan adalah yang terbaik, benar-benar mahakarya yang pantas diabadikan. Perempuan itu mengambil handphone nya lalu mengambil beberapa gambar. Kemudian, ia kembali merebahkan badannya di kursi mobil seraya memejamkan mata. Ia merenungi takdir yang diberikan Tuhan, memang pilihan Tuhan pasti yang terbaik tapi ia masih tidak menyangka akan menikah di usia 22 tahun dan menjadi istri dari pria yang sama sekali tidak ia kenal.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Benih Sang Pewaris
9.3
Kehidupan Isabella, seorang pelayan hotel, hancur seketika saat ia menjadi korban pelecehan oleh pria asing misterius. Meski ditawari kompensasi berlimpah, ia dengan tegas menolak segala bentuk imbalan tersebut. Namun, nasib berkata lain saat ia menyadari dirinya tengah mengandung benih dari sang pewaris kaya itu. Kini, Isabella harus berjuang melewati masa-masa sulit demi mencari kebahagiaan di tengah luka batin dan beban rahasia besar yang ia pikul.
Sampul Novel CEO yang Penyayang Ingin Go Public
9.6
Elia dikenal publik sebagai pria sopan yang tertutup, namun aslinya dia sosok kejam yang menjerat Ashley dalam gairah. Hubungan rahasia mereka membuat Ashley aman dari gangguan siapapun. Keadaan berubah saat Ashley mual di depan umum. Elia yang biasanya dingin justru berlutut dan membelai perutnya dengan lembut. Sang CEO pun meminta Ashley untuk meresmikan hubungan mereka di depan semua orang, serta berjanji akan memberikan segalanya demi dirinya.
Sampul Novel Cinta Gadis Bunga
8.0
Lucyana, gadis dari latar belakang sederhana, mendadak jadi pusat perhatian setelah Nyonya Silviana mengangkatnya sebagai ahli waris tunggal. Perubahan status sosial yang drastis ini memicu penolakan keras dari orang-orang di sekitarnya yang meragukan kepantasannya. Di tengah kepalsuan dan intrik keluarga kaya, Lucyana harus berjuang mempertahankan diri. Mampukah ia bertahan menghadapi tekanan tersebut sembari mencari sosok cinta sejati yang tulus?
Sampul Novel Dari Cinta ke Benci: Kejatuhannya
8.8
Lima tahun menikah, identitas asliku terungkap sebagai pengganti Clara, kekasih Baskara. Setelah melahirkan pewaris Adhitama, aku justru disiksa dan dikurung. Puncaknya, Baskara membiarkan putra kami, Banyu, tewas demi menyelamatkan Clara yang bersandiwara. Kini, duka itu berubah jadi dendam dingin. Baskara tak sadar telah menandatangani surat kuasa fatal di balik dokumen arsitekturku. Keangkuhannya akan kuhancurkan lewat hak yang dia remehkan.
Sampul Novel Dicampakkan Setelah Menjadi Korban Rudapaksa
9.4
Nalula Diandra mengalami tragedi memilukan saat kesuciannya dirampas di hadapan kekasihnya sendiri akibat rencana keji kakek sang pria. Alih-alih membela, kekasihnya justru memilih menikahi wanita lain. Di tengah kehancuran, Lula ditemukan oleh orang tua kandungnya yang merupakan konglomerat kuat. Bersama mereka, ia merancang pembalasan dendam untuk menghancurkan pria itu beserta keluarganya. Namun, akankah kepuasan batin ia temukan setelah semua hancur?
Sampul Novel Gairah Liar Sugar Mommy
9.1
Cantika Paramitha, wanita karier berusia 36 tahun, kerap dicibir karena status lajangnya. Hidupnya berubah saat Arsenio Gunadharma, pemuda 25 tahun lulusan Oxford, hadir menggantikan ayahnya sebagai sekretaris. Pesona Arsen yang cerdas dan tampan memicu gairah tak terduga dalam diri Cantika. Meski terpaut usia jauh, ketertarikan di antara mereka berujung pada pernikahan. Namun, Arsen menyimpan rahasia besar tentang identitas aslinya yang akan mengejutkan keluarga Cantika.