Sampul Novel Gerry's Love Story

Gerry's Love Story

8.5 / 10.0
Dalam Gerry's Love Story, hidup Gerry berbalik drastis saat menikahi janda kaya. Namun, statusnya dalam billionaire romance ini memicu rahasia masa lalu yang perlahan terungkap. Simak perjalanan penuh pilihan sulit di modern novel ini, tersedia bagi yang ingin read books online free.
Ringkasan Gerry's Love Story
Kehidupan Gerry berubah total sejak pertemuannya dengan seorang janda kaya raya. Tanpa diduga, pernikahan mereka justru menjadi pembuka kotak pandora yang mengungkap rahasia kelam dari masa lalu Gerry yang selama ini tersembunyi. Seiring berjalannya waktu, satu per satu misteri identitas aslinya mulai terkuak ke permukaan, membawa konflik yang tak terbayangkan dalam hubungan rumah tangga mereka yang penuh kemewahan namun menyimpan banyak teka-teki.
Baca Selengkapnya

Gerry's Love Story Bab 1

"Jangan ngelamun aje, Gerry. Udah dua hari libur, tapi kerjaan elu malah duduk sambil ngelamun. Kaga ada kegiatan ape gitu?"

Mak Odah mengelus-elus punggung putranya, pria berusia dua puluh tahun yang nampak duduk di depan meja belajarnya sambil melamun.

Wanita yang berusia tiga puluh sembilan tahun itu nampak begitu menyayangi putranya, putra semata wayang yang dia besarkan sendirian.

"Kaga pengen pergi, Mak. Kaga ada temennye, si Gilang lagi pergi ama ceweknya."

Sebenarnya Gerry ingin sekali pergi, pergi bersama dengan teman dekatnya, Gilang. Namun, dia tidak bisa pergi bersama dengan temannya itu karena Gilang sudah ada janji temu dengan kekasihnya.

Berbeda dengan Gerry yang tidak punya pacar, karena dia merasa jika yang namanya pacaran itu pasti butuh modal besar. Tidak ada wanita saat ini yang hanya mau diajak pacaran tanpa dikasih jajan.

Setidaknya kalau diajak malam mingguan, pasti harus jajan semangkok bakso dan segelas jus jeruk. Hem, mana sanggup Gerry. Belum beliin pulsanya, bisa nangis tujuh hari tujuh malam tuh Gerry.

"Emak bosen ngeliat elu ngelamun mulu, jalan sana ke taman kek. Ke mana kek, biar ngga ngelamun terus."

Gerry merupakan seorang mahasiswa yang kuliah di universitas negri, dia mengambil jurusan manajemen bisnis karena dia bercita-cita ingin menjadi seorang pengusaha.

Setidaknya kalau dia tidak bisa mewujudkan keinginannya, dia ingin bekerja di sebuah perusahaan besar. Perusahaan yang mampu membuat dirinya digaji dengan uang yang besar.

Walaupun ibunya hanya memiliki warung kopi sebagai penghasilan utamanya, tetapi dia bersyukur bisa menjalani kehidupannya dengan sangat baik.

Dia bisa makan dengan layak, dia bisa berpakaian dengan layak dan bisa bergaul dengan banyak orang di sekitarnya. Walaupun memang dia lebih menjaga batasan, karena dia sadar jika kondisi keuangannya tidak seperti teman satu kampusnya.

"Abis isya Gerry bakalan pergi, Mak. Tenang aja, tapi minta uang jajan." Gerry nyengir kuda setelah mengatakan hal itu.

"Iye, gocap aja tapi. Soalnya duitnya Emak kumpulin buat biaya semester elu," ujar Mak Odah yang langsung memberikan uang kepada putranya.

"Makasih, Mak. Emak emang yang terbaik," ujar Gerry.

Sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Gerry, selepas shalat isya dia pergi menggunakan motor Vespa kesayangannya. Motor tua yang katanya peninggalan dari ayahnya.

Entah seperti apa rupa ayahnya, tetapi Gerry tidak tahu. Karena ibunya tidak pernah memperlihatkan foto ayahnya tersebut, yang Gerry tahu wajahnya sangat tampan sekali.

Terkadang Gerry berpikir, apakah dia anak mak Odah apa bukan. Karena wajahnya yang sangat berbeda dengan wajah Ibunya.

"Daripada nongkrong di tempat rame, mending gue nongkrong di sini aja."

Gerry menghentikan motornya di tepi danau yang ada di pinggiran kota, rasanya dia lebih baik menghabiskan waktu di sana. Menyendiri tanpa adanya keramaian.

"Ya ampun! Kenapa gelap sekali? Semoga nggak ada setan," ujar Gerry seraya mengedarkan pandangannya.

Cukup lama Gerry berada di danau itu, walaupun suasananya terlihat begitu gelap, tetapi dia merasa nyaman dalam bersendirian.

Awalnya dia terlihat anteng dengan segala pikirannya, hingga tidak lama kemudian dia merasa takut karena ada suara krasak krusuk yang tidak jauh dari tempat dia duduk.

"Suara apaan tuh? Jangan-jangan suara penunggu danau ini lagi?"

Gerry nampak bangun dari duduknya, walaupun tubuhnya terasa begitu bergetar, tetapi dia mencoba untuk mencari asal suara.

Tidak lama kemudian, dia melihat ada rumput yang bergoyang-goyang. Padahal, tidak ada angin sama sekali. Gerry memberanikan diri untuk mendekat ke arah rumput yang bergoyang itu.

Dengan hati yang berdebar, dengan keringat yang membasahi sekujur tubuhnya, Gerry memberanikan diri untuk mengintip apa yang sedang terjadi.

Mata pria itu langsung membulat dengan sempurna, karena tidak jauh dari sana ternyata ada sejoli yang sedang bergumul dengan begitu panas.

"Gila! Kenapa mereka melakukan itu di sini? Emangnya kaga ada tempat lain apa? Apa emang tidak punya duit buat nyewa hotel?" tanya Gerry yang hanya mampu dia katakan di dalam hati saja.

Sebenarnya dia ingin segera pergi dari sana, tetapi rasanya sayang jika harus melewatkan akan hal itu. Cukup lama pria muda itu berdiri di sana, hingga tidak lama kemudian dia memutuskan untuk segera pergi.

Gerry takut jika dirinya ketahuan sudah mengintip, lebih baik dia pergi karena Gerry melihat kalau sepasang sejoli itu sudah selesai melakukan percintaan panasnya.

"Gila! Badan gue merinding semua," ujar Gerry yang dengan cepat pergi dari sana.

Jika saja pergi ke danau akan membuat matanya ternoda, Gerry pasti akan mencari tempat lain untuk dia tinggali.

"Haish! Tau begitu gue mending pergi ke taman kota aja, ketahuan kalau libur begini suka ada ondel-ondel sama badut."

Gerry pergi dengan jantungnya yang masih berdebar dengan begitu kencang, sungguh dia tidak menyangka akan melihat adegan dewasa secara live.

"Abis nonton live, gue jadi laper. Mending gue makan soto dulu di alun-alun," ujar Gerry.

Akhirnya pria muda itu melajukan motor tuanya menuju alun-alun, lalu dia memesan semangkok soto untuk dia santap.

Soto ayam dengan rasa yang asin, pedas dan juga gurih. Sungguh makanan itu begitu memanjakan lidahnya.

"Ah! Sedep banget nih soto, apalagi dimakannya pake nasi sepiring. Begah perut gue," ujar Gerry.

Selesai makan soto, pria itu berniat untuk pulang. Namun, saat tiba di parkiran langkahnya langsung terhenti ketika dia melihat ada sepasang wanita dan juga pria muda yang sedang berciuman.

"Ya ampun! Begini amat ya, nasib gue? Kenapa sih harus melihat yang beginian terus? Jiwa jomblo gue kan' jadi meronta-ronta," keluh Gerry.

Gerry mengelus dadanya berkali-kali, karena sepasang sejoli itu terlihat begitu bergairah saat bertukar kenikmatan.

Lalu, Gerry memutuskan untuk segera pergi dari sana. Karena dia merasa banyak tempat yang tidak aman untuk dirinya, banyak hal yang membuat dia menginginkan sesuatu.

"Tinggal di dalam kamar emang paling aman, lagian emak ada-ada aja malah nyuruh gue main segala."

Gerry menggerutu dalam perjalanan pulang, hingga saat dia tiba di depan rumahnya, ternyata ibunya sedang kerepotan. Banyak pembeli yang datang, banyak bapak-bapak yang nongkrong untuk membeli kopi matang ataupun membeli mie instan.

"Kebetulan banget dah elu pulang, tolong bantuin Emak ya, Gerry."

"Iye, Mak. Lagian Emak pakai nyuruh-nyuruh Gerry buat jalan segala sih, kalau dari tadi diam di rumah pan Gerry bisa bantuin Emak."

"Iye, pan Emak cuma kasihan ame elu. Emak takut kalau elu pengen jalan juga kaya anak muda yang lainnya," ujar Mak Odah.

"Gerry lebih senang bantu Emak di warung, cius!" ujar Gerry.

Mak Odah langsung tertawa mendengar apa yang dikatakan oleh putranya. "Udeh jangan ngomong terus, bikinin mie rebus pake telor dua noh. Buat bapak yang ada di sono," ujar Mak Odah seraya menunjuk seorang pria yang ada di dekat teras rumah.

"Iye, Mak," jawab Gerry.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Gerry's Love Story

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel ENIGMA: When We Are
8.1
Elang Albimanyu adalah pemuda dari keluarga broken home yang mendambakan kehangatan sebuah rumah. Baginya, rumah bukan sekadar bangunan, melainkan kasih sayang tulus. Di tengah pencariannya, ia jatuh hati pada Sabiru Anantasya, sang wakil ketua OSIS yang masih terjebak bayang masa lalu. Meski sering dibuat kesal oleh sikap judes Sabiru, Elang tetap berjuang. Di antara rumitnya perasaan dan tanggung jawab organisasi, mampukah cinta Elang mengubah segalanya bagi Sabiru?
Sampul Novel Lovers
8.9
Pertemuan tak terduga di kelab malam saat tahun baru menjadi awal kisah Ryan Bagaskara dan Kanaya Putri Soemardi. Meski Kanaya tak sengaja mengotori bajunya, Ryan justru jatuh hati pada pandangan pertama. Namun, hubungan mereka terhalang tembok besar karena ayah Kanaya berniat menjodohkan putrinya dengan Gilang Witjaksono. Situasi kian rumit sebab Gilang, anak pejabat negara itu, ternyata masih kerabat Ryan. Ryan kini harus berjuang demi cinta di tengah restu yang sulit didapat.
Sampul Novel Married by Accident
8.7
Hidup Clara hancur setelah dilecehkan oleh dosennya sendiri. Tragisnya, pelaku justru menimpakan kesalahan pada Dev, seorang mahasiswa hukum. Terjebak dalam situasi pelik, Clara terpaksa menikahi Dev meski ia masih memiliki kekasih. Benih cinta mulai muncul saat Dev berjanji menuntut keadilan secara hukum. Namun, pernikahan mereka diguncang rahasia besar yang disembunyikan Dev. Mampukah cinta Clara bertahan di tengah prahara dan misteri masa lalu suaminya?
Sampul Novel Pelanggan Tetap Panti Pijat
8.5
Memiliki kegemaran rahasia untuk menyaksikan keintiman pasangan lain membuat wanita ini terjebak dalam dilema asmara. Kekasihnya sendiri adalah sosok pria polos yang tidak mampu mengimbangi gairah biologisnya yang membara. Demi menuntaskan hasrat yang tak terpenuhi, ia akhirnya memutuskan untuk mengajak pasangannya mengunjungi sebuah panti pijat refleksi kaki yang baru saja beroperasi. Di tempat tersembunyi inilah, ia berencana menyaksikan segala hal yang selama ini ia dambakan secara langsung.
Sampul Novel PONSEL RAHASIA MILIK SUAMIKU
7.9
Kehidupan rumah tangga Anggun berubah drastis setelah ia menemukan sebuah ponsel misterius milik suaminya, Reno. Keberadaan perangkat rahasia yang selama ini disembunyikan itu menjadi pintu masuk bagi Anggun untuk membongkar sederet fakta mengejutkan yang tersimpan rapat. Merasa dikhianati dan dipermainkan, amarah Anggun pun memuncak. Ia kini bertekad untuk menuntut balas atas luka hati yang disebabkan oleh Reno dalam intrik penuh rahasia ini.
Sampul Novel Sesakit Inikah, sayang ?
9.7
Dia begitu mahir dalam bersandiwara, menutupi segala kepedihan dan rahasia hidupnya dengan sangat sempurna di hadapan dunia. Tak ada satu pun orang yang menyadari luka yang ia simpan hingga seorang pria asing datang mendekat. Dengan nada suara yang penuh kelembutan, pria itu membisikkan sebuah pertanyaan yang meruntuhkan pertahanannya, menanyakan seberapa dalam rasa sakit yang selama ini ia tanggung sendirian di balik senyum palsunya itu.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan