Sampul Novel Nenek 70 Tahun yang Dihujat Dunia Maya

Nenek 70 Tahun yang Dihujat Dunia Maya

9.0 / 10.0
Novel misteri "Nenek 70 Tahun yang Dihujat Dunia Maya" mengisahkan perjuangan seorang lansia penjual bacang demi membelikan tas sekolah cucunya. Naas, niat baiknya memberi makanan gratis diputarbalikkan oleh wartawan hingga viral sebagai penyuap. Temukan kelanjutannya di novel web menegangkan ini.
Ringkasan Nenek 70 Tahun yang Dihujat Dunia Maya
Demi membelikan tas sekolah baru untuk cucunya, seorang nenek berusia tujuh puluh tahun rela berjuang menjajakan bacang di pinggir jalan. Namun, langkah tulusnya terhenti saat ia bertemu dengan seorang jurnalis wanita berparas menawan. Berniat membagikan dagangannya dengan ramah, sang nenek justru terjebak dalam fitnah kejam keesokan harinya. Jagat maya digegerkan oleh berita viral yang menuduh lansia malang ini menjual bacang beracun dan mencoba menyuap wartawan demi menutupi kedoknya.
Baca Selengkapnya

Nenek 70 Tahun yang Dihujat Dunia Maya Bab 1

Nenekku yang berusia 70 tahun menjual bacang untuk mengumpulkan uang agar bisa membelikan aku tas sekolah.

Tetapi, dia dihentikan oleh seorang wartawan cantik di pinggir jalan.

Nenek yang baik hati itu berniat memberikan bacang kepadanya, tetapi keesokan harinya nenek itu menjadi viral di media sosial:

"Seorang nenek berusia tujuh puluhan menjual bacang beracun di jalanan dan mencoba menyuap wartawan yang membela keadilan."

Nenekku yang berusia 70 tahun menjual bacang untuk mengumpulkan uang agar bisa membelikan aku tas sekolah.

Tetapi, dia dihentikan oleh seorang wartawan cantik di pinggir jalan.

Nenek yang baik hati itu berniat memberikan bacang kepadanya, tetapi keesokan harinya nenek itu menjadi viral di media sosial:

"Seorang nenek berusia tujuh puluhan menjual bacang beracun di jalanan dan mencoba menyuap wartawan yang membela keadilan."

....

Saat aku tiba di pasar, Nenek sedang duduk di tanah, mencoba mengambil beras ketan yang tercampur dengan tanah.

Punggungnya bungkuk seperti udang rebus.

"Sekelompok orang tiba-tiba datang, bilang kalau bacang yang dia jual isinya dibuat dari soda api dan plastik."

"Mereka langsung membalikkan meja, nggak bisa dihentikan, barang-barangnya berantakan, dan bacangnya juga diinjak-injak."

"Syukurlah, karena melihat usia Nenek yang sudah tua, mereka nggak berani memukul …."

"Mereka sambil merekam video, ngomong apa … membela kebenaran?"

Tante yang menjual buah di sebelahku berkata dengan suara pelan.

Di samping Nenek, ada dua baskom stainless yang sudah hancur.

Di sana seharusnya ada tumpukan bacang yang harum.

Namun, sekarang semuanya hancur, seperti harapan-harapannya.

Apa memukul dan merusak itu membela kebenaran?

Aku menyeka wajahku, cepat-cepat mendekati Nenek. Sambil membantunya berdirinya, aku berkata, "Nek, jangan dipungut lagi. Ayo kita pulang."

Ketan yang sudah dimasak diinjak hingga hancur, tercampur dengan kurma dan kacang merah menjadi bubur.

Tidak peduli seberapa keras berusaha, kue-kue itu tidak bisa diambil lagi.

Nenek perlahan-lahan mengangkat wajahnya, mata keruhnya penuh dengan air mata kecewa dan rasa bersalah.

Bibirnya bergerak-gerak, dan setelah beberapa saat, dia gemetar dan berkata,

"Bella, Nenek nggak berguna. Nenek nggak bisa beli tas sekolah baru buat kamu …."

Aku membawa Nenek pulang, memberinya obat penurun darah tinggi, dan menenangkannya hingga akhirnya dia tertidur.

Dalam tidurnya, dia masih mengerutkan kening, menggumamkan kata "tas sekolah," "tas sekolah" ....

Beberapa hari yang lalu, saat aku pulang, tali tasku tiba-tiba putus, buku-bukuku bertebaran, dan beberapa halaman kertas jadi kotor.

Sambil menjahit tali tasku yang putus, Nenek berulang-kali berkata, "Tahun ini jual lebih banyak bacang, supaya bisa beli tas sekolah baru buat Bella."

Dia melihatku saat berbicara, tetapi lebih seperti berbicara pada dirinya sendiri.

Aku merapikan selimut Nenek, lalu mengambil satu-satunya ponsel tua di rumah, menggunakan Wi-Fi tetangga untuk mengunduh aplikasi video pendek.

Ponselnya bekerja sangat lambat, butuh waktu sekitar sepuluh menit untuk membuka aplikasi.

Aku mencari "bacang", dan video pertama yang muncul adalah "bacang dengan isian telur palsu dari soda api dan plastik, pedagang nakal menipu konsumen!"

Wanita yang ada di sampul video itu cantik, latar belakangnya adalah pasar tempat nenek berjualan.

Jariku gemetar saat membuka video itu.

"Perayaan Hari Bacang sudah dekat. Apakah kalian memilih untuk membeli bacang atau membuatnya sendiri? Pasti masing-masing punya alasan sendiri, tapi Meita ingin mengingatkan kalian untuk hati-hati saat membeli bacang!"

"Menurut informasi dari orang dalam, kini ada bacang yang menggunakan soda api dan plastik untuk membuat isian telur bebek palsu, setelah Meita selidiki, pedagang jahat itu ada di pasar di belakangku!"

"Tanpa panjang lebar, mari kita bongkar pedagang ini!"

Setelah kata pembuka singkat, wajah nenek muncul di kamera tanpa ada sensor.

"Nenek ini, boleh tanya kenapa pakai soda api dan plastik untuk isian? Apa Nenek nggak tahu kalau kedua bahan itu nggak bisa dimakan?"

Di video, Nenek terlihat bingung, tetapi tetap tersenyum ramah. Dia melambaikan tangannya dan berkata, "Nona, aku susah dengar, bicara lebih keras sedikit, kamu mau beli apa?"

"Aku bilang, apa Nenek tahu soda api dan plastik nggak bisa dimakan?"

Dia mengulang kata-katanya, tetapi volume suaranya tetap tidak lebih keras.

Nenek masih tidak bisa mendengar dengan jelas. Dia melihat wanita yang agresif itu, mengambil dua bacang dari masing-masing baskom, memasukkannya ke dalam kantong dan memberikannya kepada wanita itu.

"Ini yang kacang merah, ini yang kurma manis, Nenek mau traktir kamu …."

Tiba-tiba aku teringat, beberapa hari yang lalu, setelah Nenek pulang, dia bilang ada gadis cantik yang tampak panik, mungkin dompetnya hilang. Nenek ingin memberi dua bacang kepadanya, tetapi gadis itu tidak mau dan pergi begitu saja.

Nenek tidak tahu, wanita itu bukan datang untuk meminta makanan, dia datang untuk mencari masalah.

Di video, Meita sepertinya menemukan celah untuk menjebak Nenek. Matanya berbinar penuh semangat.

"Apa Nenek mau menyuapku?"

"Tahu nggak kalau menyuap wartawan itu ilegal?"

"Di usia senja, masih pakai soda api untuk isian, nggak takut karma datang?"

Di tengah serangkaian pertanyaan tajam ini, Nenek tetap dengan ramah menyerahkan bacang kepadanya, sambil terus berkata, "Ambil saja, ambil dan makanlah …."

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Nenek 70 Tahun yang Dihujat Dunia Maya

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Aku Istri Bukan Babu Gratisanmu Mas!
9.2
Anisa Rahmawati awalnya mencintai Arman Hermansyah, seorang duda yang baru saja ia nikahi. Namun, kebahagiaan itu hancur di hari keempat saat ia memergoki Arman berselingkuh. Ternyata, hubungan gelap itu sudah terjalin lama sebelum mereka menikah. Anisa sangat terpukul menyadari kenyataan pahit bahwa dirinya hanya dimanfaatkan. Arman menikahinya bukan karena cinta, melainkan hanya demi mendapatkan sosok pelayan gratisan di dalam rumah tangganya.
Sampul Novel Cinta Semalam Dengan Miliarder
9.1
Melinda, gadis desa berusia 21 tahun, terjebak pengkhianatan teman hingga berakhir di pelukan Lukas, CEO ternama. Malam gairah itu membuahkan benih yang mengancam reputasi Lukas. Sang miliarder kini bimbang antara menjaga nama baik atau bertanggung jawab atas bayi tersebut. Di tengah rahasia gelap dan intrik keluarga, mereka harus menghadapi perbedaan status yang tajam. Akankah cinta mengatasi kebencian, ataukah ambisi menghancurkan masa depan yang baru saja dimulai?
Sampul Novel Diantara Larangan dan Perasaan
8.6
Menginjak usia 22 tahun seharusnya menjadi momen bahagia, namun hidupku berubah drastis saat paman menemukan buku harian rahasiaku. Setelah mengetahui perasaan cinta terlarang yang kupendam untuknya, ia mengambil tindakan tegas dengan mengirimku ke luar negeri. Tidak hanya itu, ia bahkan menghabiskan dana fantastis demi mempersiapkan pesta pernikahan yang sangat megah, lalu memutuskan untuk menikahi cinta pertamanya, meninggalkan diriku yang terasing bersama luka hati yang mendalam.
Sampul Novel Hasrat Agak Laen
9.7
Temukan narasi romansa modern yang unik dalam novel ini. Karya ini menyajikan perpaduan menarik antara realitas dan fiksi, di mana lebih dari separuh alurnya diangkat dari kisah nyata. Meski beberapa bagian dimodifikasi dan ditambah unsur imajinatif sebagai variasi, esensi ceritanya tetap terasa autentik. Persiapkan diri Anda untuk rangkaian peristiwa yang mungkin sulit dipercaya namun benar-benar bisa terjadi. Segera buktikan sendiri keunikan kisahnya sekarang juga.
Sampul Novel Hot Mama And Could Daddy
8.6
Ditinggalkan Elena membuat Rio dan putra tirinya, Zain, harus bertahan dalam kesendirian. Meski tanpa ikatan darah, Rio belajar menjadi ayah seutuhnya bagi bocah misterius yang memiliki kemampuan meramal tersebut. Rahasia kelam Elena sebagai pelacur mulai terkuak saat Zain memperingatkan Rio tentang rencana jahat ibunya dan Sarah. Mereka berniat menjebak Rio dengan obat-obatan dan godaan malam ini. Rio kini terjebak dalam dilema antara rasa terancam dan kebahagiaan Zain.
Sampul Novel Skandal Pengasuh Tua dan Putraku
7.9
Setelah memergoki Bi Tati, asisten rumah tangganya, berpesta mewah secara diam-diam, sang majikan memilih mengampuninya. Atas bujukan kakak ipar, ia hanya memotong gaji asisten tersebut demi menjaga hubungan keluarga. Namun, keputusan itu menjadi awal petaka. Baru dua hari sang majikan pergi ke luar negeri, putranya yang baru lulus mengadakan pesta di rumah. Sang putra tiba-tiba menelepon sambil menangis ketakutan dan mengaku bahwa dirinya telah tidur dengan pengasuh tua tersebut.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan