Sampul Novel Mencintai Anak Kakakku

Mencintai Anak Kakakku

8.0 / 10.0
Dalam novel Mencintai Anak Kakakku, Ara Qubilah terjebak ambisi mengejar Chandra, paman sekaligus pahlawan masa kecilnya. Konflik pecah saat kesalahpahaman besar memicu kebencian. Simak kisah romance novel ini di webnovel sebagai salah satu fiction books pilihan pembaca modern.
Ringkasan Mencintai Anak Kakakku
Ara Qubilah Iskander, gadis cantik keturunan Turki, telah mengidolakan Chandra Syauqi Abimana sejak kecil. Baginya, adik dari ibunya itu adalah sosok pangeran sekaligus pahlawan sejati. Sebaliknya, Chandra justru merasa terbebani dan terganggu oleh kehadiran Ara di hidupnya. Sebuah kesalahpahaman besar di suatu malam akhirnya memicu konflik tajam yang membuat Chandra membenci Ara. Mampukah hubungan mereka membaik, ataukah kekaguman Ara terhadap Chandra akan sirna selamanya?
Baca Selengkapnya

Mencintai Anak Kakakku Bab 1

Hari telah berganti minggu, dan bulan telah berganti tahun. Dua anak kecil dengan rentan usia yang tak jauh berbeda kini telah tumbuh menjadi sosok remaja yang cantik dan tampan. Mereka tumbuh di tengah keluarga yang hangat dan harmonis.

Keduanya sering dipertemukan dalam suatu acara keluarga. Meski jarak yang cukup jauh memisahkan mereka didua negara namun keduanya menjalin keakraban.

Ara Qubilah Iskander, gadis berusia tujuh belas tahun dibesarkan di Turki dengan kasih sayang yang melimpah yang ia dapatkan pada semua anggota keluarga, dan menjadikannya gadis periang dan manja, namun begitu menjadikan Ara gadis dengan prilaku baik dan santun.

Gadis itu terus saja merajuk dan merengek agar keinginannya bersekolah di Indonesia dapat di penuhi oleh kedua orang tuanya. Tujuan utamanya adalah ingin lebih dekat dengan pamannya yang tak lain adalah adik dari anne Ika, namun Ara lebih menganggap sosok Chandra sebagai pangeran impiannya ketimbang menganggap Chandra sebagai pamannya.

“Aku berjanji saat berada di Indonesia tidak akan menyusahkan oma Cyra dan Opa Chaka, aku akan menjadi gadis manis, tidak banyak tingkah dan penurut.”

“Ayo lah Anne, ayolah Baba, boleh ya boleh ya.”

Ara terus saja merayu kedua orang tuanya agar diberi izin, segala upaya sudah iya lakukan untuk mengambil kepercayaan kedua orang tuanya, Ara ingin merasakan suasana dan pengalaman baru dalam hidupnya.

“Baiklah baba akan mengizinkan.”

Mendengar kata itu yang terucap dari baba Esad membuat Ara berloncat kegirangan, layaknya seorang anak kecil yang mendapatkan mainan baru.

Meski banyak pesan yang ia harus ingat dari kedua orang tuanya serta Nine ikut memberikan wejangan untuknya, namun tidak membuat gadis itu merasa bosan. Ia sudah sangat senang akan bertemu seseorang yang sebentar lagi akan selalu dapat ia lihat setiap hari.

“Ara apa kamu sudah mengerti dengan apa yang kita katakan?”

Gadis itu mengangguk dengan semangatnya.

“Apa?”

Ara terlihat berpikir, ia kurang mendengarkan, pikirannya sudah tertuju pada satu nama.

“Iya aku ingat Anne, Anne tenang saja,” katanya sambil menyengir.

“Benarkah? sepertinya yang anne perhatikan kamu tidak ingat satupun perkataan anne,” tebak Ika.

Ara menyengir semakin lebar, memperlihatkan deretan gigi putihnya, anne Ika selalu dapat menebak apa yang putrinya pikirkan serta apa yang akan Ara lakukan, anne Ika mama yaang terbaik yang Ara punya.

Anne Ika berdecak dengan tingkah putrinya itu, baginya Ara masihlah putri kecilnya hingga kapanpun.

Satu minggu setelah mengurus semua keperluan Ara dari surat-surat kepindahan sekolahnya, serta barang-barang pribadinya sudah Ara persiapkan. Dan selama satu minggu itu juga anne Ika, baba Esad serta nine El terus saja berpesan ini dan itu hingga membuat Ara hafal di luar kepala.

Karena sayangannya keluarga pada Ara membuat mereka tidak rela melepas kepergian Ara, mereka akan berjauhan dengan gadis manja itu.

Selama kurang lebih dua belas jam perjalanan Ara dari Turki menuju Indonesia, namun tidak membuat rasa lelah melandanya, ia sangat bahagia dan bersemangat.

Chandra Syauqi Abimana, anak bungsu dari Chaka Abimana, pria remaja yang tak banyak bicara, tidak suka diganggu dalam urusan pribadinya namun meski begitu banyak yang menggilainya karena ketampanannya yang menurun dari daddy nya.

Chandra sudah dapat mencium gelagat yang tidak mengenakan, mulai hari ini setelah ia mengetahui putri dari kakaknya akan tinggal di Indonesia membuatnya menjadi malas, gadis itu selalu menyusahkannya bahkan cenderung merepotkannya, bahkan gadis itu selalu menempel bagaikan perangko, membuat Chandra terusik ketenangannya.

Dan hari ini Chandra diminta oleh bunda Cyra untuk menjemput kedatangan Ara di bandara. Belum apa-apa sudah merepotkannya saja, pikir Chandra.

Ara melambaikan kedua tangannya, dengan senyum jenakanya, gadis remaja itu segera berlari ke arah Chandra, meninggalkan koper miliknya tertinggal di belakang. Meski dari kejauhan Ara sudah dapat melihat Chandra, pria tampan itu terlihat sangat kontras meski berada di antara kerumunan hingga mudah untuk Ara menemukan pangeran idolanya itu atau memang matanya hanya berfokus pada satu orang saja.

Sedangan Chandra berdecak, ia membalikan badannya, belum apa-apa ia sudah pusing terlebih dahulu melihat Ara yang begitu bersemangat, belum lagi pesan yang diberikan oleh kakaknya yang semakin membuat sakit kepala.

“Andra selama Ara di sana kamu harus menjaganya, awasi dia. Ara itu terkadang sangat ceroboh dan mudah percaya dengan orang lain, dia selalu berpikir jika semua orang itu baik.”

“Andra kakak titip Ara padamu, temani dia ke manapun, hanya kamu yang kakak percaya.”

Bla ... bla ... bla ...

Banyak lagi perkataan kakaknya yang membuat Chandra pusing dan terus berputar-putar di kepalanya.

Chandra berpikir jika kakaknya saat ini sedang menitipkan anaknya yang berusia lima tahun padanya, banyak sekali pesan yang dikatakannya itu, padahal kenyataannya adalah usia merekaa hanya terpaut satu tahun.

“Andra!” teriak Ara sudah merentangkan tangannya ingin memeluk pria itu.

Namun saat jarak mereka hanya sekitar tiga jengkal lagi, Andra menempelkan jari telunjuknya pada kening Ara.

“Mau apa kamu Ara?” katanya datar.

“Mau peluk, memangnya Andra tidak merindukanku? kita sudah beberapa bulan tidak bertemu,” ocehnya.

“Tidak ada peluk-peluk ya Ara,” tegasnya.

Ara mencebikan bibirnya. “Dasar pelit.”

Chandra tidak memperdulikan ocehan Ara, Chandra berbalik dan melangkah pergi.

“Ehh Andra mau ke mana?” tanya Ara.

“Pulang, memangnya kamu ingin menginap di sini,” katanya tanpa berbalik ke arah Ara.

“Bantu bawakan kopernya, apa Andra tidak kasihan pada Ara.”

Andra mendengus dan menghentikan langkahnya, ia berbalik badan menghadap Ara, gadis itu sudah tersenyum semeringah.

“Salah sendiri kenapa kamu membawa barang begitu banyak, padahal di mansion barang-barangmu sudah sangat banyak, apa kamu ingin mengubur mansion dengan barang-barangmu Ara. Jadi bawa sendiri.”

Kembali melanjutkan langkahnya.

Seketika senyum secerah mentari itu pudar dari bibir Ara, ia mencebikan bibirnya dan segera mengambil kopernya yang tadi sempat ia tinggal di belakang.

“Andra tungguin Ara!” teriak gadis itu.

“Cepatlah sedikit,” sahut Andra.

Ara cemberut sambil mengikuti Andra dari belakang.

Ara terus saja menggerutu hingga ia tidak memperhatikan depan.

Duk!

“Aaww.” Ara memegang keningnya yang tidak sengaja menabrak punggung Chandra.

Chandra berbalik badan, berdecak sambil menggeleng. Ara tidak pernah berubah menurut Chandra, gadis itu selalu ceroboh.

“Lain kali gunakan matamu dengan benar Ara.” Menarik koper yang berada di tangan Ara.

Ara tersenyum dengan tangan yang masih memegang keningnya, meski Chandra terlihaat acuh dan tidak perduli padanya namun kenyataannya Chandra yang selalu ada untuk membantunya.

“Kenapa masih berdiri di situ, aku akan meninggalkanmu Ara.”

“Ehh iya.” Berlari menyusul Andra, Ara melingkarkan tangannya pada lengan Chandra.

“Ara.”

“Sedikit saja, pelit banget, Ara sudah jinak tidak akan menggigit juga”

“Ara.”

“Iya-iya Ara tidak menyentuh Chandra lagi.”

Keduanya berjalan menuju mobil untuk pulang ke mansion.

Besambung ....

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Mencintai Anak Kakakku

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel BENIH PEWARIS TUNGGAL TUAN MUDA
9.5
Sofia, gadis 19 tahun, terpaksa menikahi keponakan rentenir bernama Yesaya demi melunasi utang mendiang ayahnya. Yesaya ternyata pemimpin mafia yang kejam. Ketakutan setelah melihat Yesaya membunuh, Sofia yang sedang hamil pun melarikan diri. Berbulan-bulan sembunyi, mereka bertemu kembali saat Sofia hendak melahirkan bayi kembar. Meski Yesaya mencoba berubah demi cintanya, Sofia yang telanjur benci justru berbohong bahwa anak itu adalah darah daging pria lain.
Sampul Novel Kakakku Mencuri Tunanganku, Kini Aku Menggoda Bosnya
9.8
Dikhianati oleh Devan dan Siska, aku bertekad membalas dendam dengan mendekati Raditya, atasan Devan yang kaya. Menggunakan identitas Anya, aku menyamar jadi pengasuh putri kecilnya, Kirana. Rencanaku berjalan lancar hingga kehangatan keluarga ini mulai meluluhkan hatiku. Sosok Raditya yang penyayang dan keceriaan Kirana membuat niat jahatku goyah. Di tengah kemewahan rumah itu, kebencianku perlahan sirna dan berganti menjadi perasaan cinta yang tak terduga.
Sampul Novel Kisah Pendakian Horor
8.0
Kumpulan narasi mencekam ini merangkum berbagai pengalaman mistis para pendaki saat menaklukkan puncak gunung. Setiap cerita menyajikan kengerian berbeda yang mampu menguji keberanian Anda di alam liar. Apakah Anda masih berani merencanakan pendakian setelah menyelami rentetan teror yang dialami mereka? Ikuti terus rangkaian kisah horor ini untuk menuntaskan rasa penasaran. Pastikan Anda memberikan dukungan berupa tanda suka dan komentar di setiap ceritanya.
Sampul Novel Menikah Karena Mata
9.2
Saat tirai pernikahan dibuka, Abimana terpaku melihat Maheswari. Sorot mata sang istri sangat identik dengan mendiang ibunya yang selalu menghantui mimpinya. Maheswari yang bingung hanya mengenal Abimana sebagai asisten dosen sekaligus calon suaminya melalui perjodohan. Namun, rahasia besar terungkap di malam pertama mereka: Maheswari adalah penerima donor mata ibu Abimana. Kini, Abimana terjebak konflik batin mendalam antara cinta dan kenangan masa lalu.
Sampul Novel Somebody That You Loved
8.3
Bonita atau Boo mendambakan pernikahan setelah empat tahun memadu kasih dengan Benjamin alias Bee. Namun, impian itu hancur saat Bee ketahuan selingkuh dengan seorang model seksi. Meski dikhianati, Boo sulit melepaskan Bee karena trauma masa lalu. Di sisi lain, Bee terjebak antara komitmen suci dengan Boo atau mengejar kembali cinta pertamanya sejak kecil. Akankah hubungan ini bertahan menuju pelaminan, atau pengkhianatan Bee menjadi akhir bagi kisah mereka?
Sampul Novel Tunanganku Menikahi Wanita Lain dan Aku Menikahi Musuhnya
8.8
Brenna kehilangan segalanya saat Grup Oliver bangkrut dan ayahnya wafat. Tunangannya, Connor, justru mengkhianatinya demi Madeline dan menjebloskan Brenna ke RSJ hingga tewas. Namun, Brenna bangkit kembali ke masa lalu untuk membalas dendam. Ia menolak lamaran Connor dan mempermalukan Madeline. Brenna pun mendekati Jacob Harrison, penguasa bisnis kejam yang ternyata sangat mencintainya, demi menghancurkan mereka yang telah menghancurkan hidupnya dulu.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan