Sampul Novel Pemuas Ranjang Tuan Majikan

Pemuas Ranjang Tuan Majikan

8.4 / 10.0
Dalam billionaire romance novels ini, Slater Jagger memaksa ART-nya untuk memenuhi kebutuhan ranjang dan ASI demi imbalan gaji tanpa batas. Pemuas Ranjang Tuan Majikan menyajikan konflik loyalitas dan pilihan hidup sulit yang bisa Anda baca sebagai salah satu fiction books terbaru.
Ringkasan Pemuas Ranjang Tuan Majikan
Slater Jagger memberikan sebuah perintah yang sangat tidak biasa kepada asisten rumah tangganya. Selain mengurus segala keperluan domestik, sang majikan menuntut pelayanan di ranjang dan konsumsi ASI secara rutin darinya. Sebagai imbalan atas kesediaan memenuhi fantasi dan kebutuhan pribadinya tersebut, Slater menawarkan kebebasan penuh bagi sang wanita untuk menentukan sendiri nilai gaji yang ia inginkan tanpa ada batasan nominal sedikit pun.
Baca Selengkapnya

Pemuas Ranjang Tuan Majikan Bab 1

Slater baru saja tiba di rumah. Pintu ia dorong pelan, namun suara engsel yang berderit terdengar jelas dalam keheningan rumah. Wajahnya tampak kusut, tubuhnya benar-benar kesal, lelah, letih, lesu, dan sangat penat. Hari ini terasa seperti hari paling panjang dalam hidupnya. Jasnya sudah kusut, dasinya melonggar, dan kemejanya lengket oleh keringat serta debu kota.

Begitu masuk, matanya langsung tertuju pada Seveline-istrinya-yang tampak duduk santai di sofa ruang tengah. Kakinya berselonjor, ponsel di tangan, matanya fokus ke layar, jari-jarinya lincah menari.

"Kamu pulang dari tadi?" tanya Slater, suaranya berat dan datar, mencoba menahan rasa jengkel.

Seveline hanya mengangguk kecil, tak menoleh sedikit pun. Bahkan tidak menyapa. Hanya sekali sentuhan singkat pada layar, lalu kembali tenggelam dalam dunianya sendiri.

Slater menghela napas panjang. Ia meletakkan tas kerja di sisi rak, melepas dasi dengan gerakan lambat, lalu sepatu yang terasa seperti beban batu ia tendang pelan ke sisi karpet. Tanpa bicara lebih, ia berjalan ke lantai atas, langkahnya berat dan malas.

Usai mandi, Slater turun kembali dengan rambut masih agak basah dan pakaian yang lebih santai. Aroma sabun masih menyelimuti tubuhnya, namun kehangatannya tak cukup untuk meredakan letih di hatinya. Seveline masih berada di tempat yang sama-pose yang nyaris tak berubah.

Slater berjalan menuju meja makan, berharap setidaknya ada semangkuk sup atau sepiring nasi hangat. Tapi kenyataan berkata lain. Meja itu kosong, bahkan tak ada satu pun sendok tersusun.

"Kamu nggak masak untuk makan malam?" tanya Slater, nadanya mulai sedikit meninggi, jelas menyimpan nada kesal.

Seveline akhirnya menoleh, wajahnya datar. "Beli aja di luar. Kebetulan aku juga belum makan," jawabnya singkat, tanpa ekspresi bersalah sedikit pun.

Slater menggertakkan giginya pelan, lidahnya bergerak di dalam mulut, menahan gejolak amarah yang hampir meledak. Ia menatap istrinya beberapa detik tanpa berkata apa-apa. Lalu, dengan langkah tenang namun penuh tekanan, ia berjalan mendekat ke ruang tengah, menghampiri Seveline.

Matanya menatap lekat, seolah ingin mengucapkan banyak hal... namun lidahnya belum juga bergerak. Ada yang mulai retak di antara diam mereka-dan Slater merasakannya makin jelas malam itu.

"Apa kamu akan terus bersikap acuh seperti ini?" tanya Slater, suaranya terdengar tegas namun masih menahan emosi.

Seveline akhirnya menoleh, kali ini benar-benar menatapnya. Wajahnya tetap tenang, tapi mata itu-mata yang biasa dingin-kini mulai menunjukkan sedikit percikan emosi. Ia menyandarkan tubuhnya ke belakang, menatap Slater dengan alis terangkat.

"Kenapa?" balasnya singkat, nada suaranya datar namun terasa mengandung tantangan.

Slater menghela napas panjang, dalam dan berat, lalu mengusap wajahnya dengan kedua tangan sebelum akhirnya menatap istrinya.

"Kau seorang istri," ucapnya, lebih pelan namun jelas. "Kewajibanmu melayani suami. Aku tidak menuntut kamu harus masak, bersih-bersih rumah, atau mengerjakan pekerjaan rumah. Bukan itu. Aku hanya butuh kamu... melayaniku."

Kata-kata itu menggantung di udara, menampar keheningan di antara mereka.

"Tapi tidak ada satu pun kewajiban itu yang kamu lakukan selama satu minggu kita menikah," lanjut Slater, kini suaranya mengandung luka yang ia sembunyikan dengan amarah. "Kamu benar-benar sangat enggan untuk disentuh. Kita seperti orang asing yang kebetulan tinggal di bawah satu atap."

Setelah kalimat itu, keheningan kembali menyelimuti. Namun kali ini berbeda. Suasana jadi lebih berat, lebih tajam.

Seveline memandangi wajah Slater untuk beberapa saat. Matanya berkedip pelan, dan tanpa sepatah kata pun, ia akhirnya mematikan ponselnya. Gerakan kecil itu-menekan tombol di sisi ponsel dan meletakkannya di meja-menandakan bahwa kata-kata Slater berhasil menembus dinding ketidakpeduliannya.

Tatapan mereka bertemu. Kali ini tak ada layar yang jadi penghalang. Hanya dua orang yang seharusnya saling mencintai, tapi kini tenggelam dalam jarak yang tak kasat mata... namun terasa begitu nyata.

Seveline perlahan beranjak dari sofa, ponselnya ditinggalkan begitu saja di meja. Gerak tubuhnya tenang, tapi sorot matanya menusuk tajam ke arah Slater.

"Memangnya, apa yang kau harapkan dari pernikahan yang kau rancang sendiri?" tanyanya, nada suaranya dingin namun menyakitkan. "Semua ini demi mendapatkan posisi pemimpin di keluargamu, bukan?"

Slater diam terpaku, rahangnya mengeras.

"Aku mau menerima pernikahan ini karena tampangmu yang sempurna," lanjut Seveline, langkahnya mulai mendekat ke arah Slater. "Aku harus menjaga harga diriku sebagai seorang aktris. Apa kata mereka kalau idolanya menikah dengan pria buruk rupa seperti kakak angkatmu?"

Kata-katanya tajam, seperti pisau yang disayatkan pelan ke dada Slater.

"Jadi, jangan mengharapkan apa pun dariku selain keuntungan. Jika bukan karena wajahmu, aku takkan sudi menerima lamaranmu. Ada banyak miliarder di luar sana yang menginginkanku sebagai istri mereka."

Ia menjeda ucapannya sejenak, mengatur napas, sebelum melangkah makin dekat hingga hanya beberapa langkah dari wajah Slater.

"Dan satu hal lagi..." katanya, kali ini dengan nada nyaris berbisik tapi lebih menghina. "Seharusnya kau berterima kasih padaku. Sebelum kau dapat posisi itu, akulah yang membiayai hidupmu. Kau menumpang di rumahku. Jadi jaga sikapmu... dan jangan bertingkah seolah kau suamiku. Aku benci diperintah!"

Matanya menatap Slater tajam, penuh amarah sekaligus superioritas yang dingin.

Tanpa menunggu reaksi apa pun dari Slater, Seveline langsung membalikkan badan dan melangkah pergi dari ruang tengah. Suara langkah sepatunya yang teratur bergema di lantai, sementara Slater hanya berdiri di sana, membatu, menyaksikan punggung wanita yang ia nikahi menjauh... membawa bersamanya sisa-sisa harapan yang baru saja hancur.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Pemuas Ranjang Tuan Majikan

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Aku Kembali Bukan Untuk Cinta
9.8
Pasca menjebak Bara di malam pengantin, Ayla diusir dan mengasingkan diri ke luar negeri. Di sana, ia memulai hidup baru yang mapan dan membesarkan buah hatinya tanpa sepengetahuan sang suami. Namun, takdir memaksa Ayla pulang untuk menghadapi pria yang seharusnya ia benci itu. Kepulangannya membawa misi rahasia yang berisiko menghancurkan reputasinya. Meski dicap sebagai wanita murahan, ia tetap maju demi tujuan yang sangat krusial bagi hidupnya.
Sampul Novel Asisten Terkekang Oleh Majikan
8.3
Dian telah mengabdi sebagai asisten di keluarga Firdaus sejak remaja. Namun, ketenangannya terusik saat Niko, sang putra sulung, pulang untuk memimpin bisnis keluarga. Meski sudah beristri, Niko justru terobsesi mengejar Dian dan menjadikannya tawanan asmara yang tersembunyi. Tinggal satu atap membuat tekanan Niko semakin menggila hingga Dian sulit menghindar. Di tengah jeratan obsesi sang majikan, mampukah Dian melepaskan diri dari kungkungan pria itu?
Sampul Novel Dinginnya Bodyguard, Hangatnya Cinta
9.4
Nyawa Alexa, pewaris dinasti politik, terancam bahaya. Ayahnya menugaskan Rafael, mantan pasukan khusus yang kaku dan disiplin, sebagai pengawal pribadi. Meski Rafael berusaha menjaga batas profesional, pesona Alexa perlahan meruntuhkan pertahanannya. Di tengah intaian musuh, sebuah godaan muncul. Bagi Rafael, melindunginya dari pembunuh adalah tugas rutin, namun tantangan terberatnya justru menahan perasaan agar Alexa tidak jatuh hati padanya.
Sampul Novel Kurang dari tiga
9.2
Hubungan asmara Raka kini berada di ambang kehancuran akibat kehadiran Nadia. Sebagai kekasih, Raka merasa diabaikan karena Cherry selalu memprioritaskan sahabatnya yang berkacamata tebal itu. Amarahnya meledak saat ia menyadari posisinya hanya menjadi yang kedua bagi Cherry. Namun, kecemburuan buta ini justru membawa Raka menuju sebuah titik balik yang tak terduga dalam hidupnya. Akankah perasaan mereka bertahan saat prioritas Cherry terbagi?
Sampul Novel Terlahir Kembali Sebagai Istri Duda Kaya Bucin
8.8
Pasca kematian, Yesha terbangun di raga istri seorang duda dingin dengan tiga anak yang membencinya. Misi utamanya adalah meluluhkan hati keluarga barunya sembari membalas dendam pada mantan kekasih yang berkhianat dengan adik tirinya. Namun, rahasia besar mulai terkuak saat ia menyadari bahwa dirinya bukan anak kandung orang tuanya dulu. Mampukah Yesha mengungkap misteri kematian orang tua aslinya dan memenangkan cinta suami serta anak-anak tirinya?
Sampul Novel Terpaksa Kawin Kontrak
9.1
Aletha terdesak setelah membatalkan pernikahan dengan Ronald yang ternyata telah beristri. Uang mahar besar yang sudah terpakai untuk utang keluarga harus segera dikembalikan, atau ia terpaksa menjadi istri kedua Ronald. Di tengah kebuntuan, Athala, bos di perusahaannya, menawarkan solusi berupa pernikahan kontrak dengan bayaran fantastis. Kini Aletha bimbang antara prinsip kesucian pernikahan atau menerima tawaran Athala demi bebas dari jerat Ronald.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan