Sampul Novel Kisah Pendakian Horor

Kisah Pendakian Horor

8.0 / 10.0
Kumpulan narasi mencekam ini merangkum berbagai pengalaman mistis para pendaki saat menaklukkan puncak gunung. Setiap cerita menyajikan kengerian berbeda yang mampu menguji keberanian Anda di alam liar. Apakah Anda masih berani merencanakan pendakian setelah menyelami rentetan teror yang dialami mereka? Ikuti terus rangkaian kisah horor ini untuk menuntaskan rasa penasaran. Pastikan Anda memberikan dukungan berupa tanda suka dan komentar di setiap ceritanya.

Kisah Pendakian Horor Bab 1

Pernahkah gak sih kamu mendengarkan kisah pendaki yang tersesat selama berhari- hari bahkan sampai 100 hari lama nya?

Ini adalah kisah horor yang di alami Yuda ketika mendaki Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat.

Cerita ini berawal dari Yuda mendaki Gunung Salak pada tahun 2009. ketika ia masih remaja bersama tiga sahabatnya yaitu bernama Irwan, Yogi dan Angga.

Awalnya karena mereka suka mendaki, tadinya mereka berencana ingin mendaki Gunung Semeru tapi diurungkan. Jadi mereka mendaki ke Gunung Salak.

Saat itu mereka naik Bis ke Sukabumi dari Jakarta dan melakukan pendakian melalui jalur Pendakian Cidahu.

Awalnya semua berjalan dengan lancar. Yuda juga selalu mendadakan jalur-jalur yang susah untuk di ingat dengan tali rafia di dahan-dahan pohon yang rendah  untuk turun besok.

Di malam pertama normal tidak ada keanehan sama sekali. Mereka membangun tenda setelah itu mereka masak dan makan lalu mereka beristirahat tidur dalam tenda.

Pada waktu subuh sekitar jam 4 mereka Summit Attack (menuju puncak) untuk mendapatkan Sunrise(matahari terbit).

Sampai mereka di puncak jam 6 pagi , mereka mendapatkan keindahan Sunrise yang sangat indah.

Mereka berfoto-foto dan membuat video-video untuk Mengabadikan momen di puncak Gunung Salak dengan kamera mereka masing-masing.

Setelah semuanya selesai jam 8 pagi, mereka memutuskan turun saat itu juga dan semuanya masih normal.

Saat mereka turun ke adaan pada saat itu hanya tim Yuda yang turun dari jalur Cidahu. Jadi mereka leluasa untuk berjalan.

Saat di perjalanan turun mulailah tanda-tanda keanehan terlihat, Seperti tanda- tanda tali rafia yang Yuda ikat di dahan-dahan pohon semuanya tidak ada.

Sampailah Yuda dan teman-temannya di sebuah percabangan jalan, seingat Yuda jalan ke kanan arah ke sungai dan arah kekiri jalur yang mereka lewati kemarin.

Tiba-tiba Yuda ragu dan lupa jalan yang kemarin mereka lewati, semua tanda yang dibuat hilang.

"Saya coba menelusuri jalur sebelah kiri ini kemana" ucap Angga.

Tidak lama Angga kembali lalu dia berkata,

" kayaknya kita ambil jalur kanan aja deh! Soalnya jalur kiri di depannya ada percabangan jalan lagi dan tidak ada tali rafianya." ujar Angga kepada teman-temannya.

Saat itu juga mereka memutuskan untuk lewat jalur kanan di situlah Awal mulanya mereka tersesat.

Mereka menelusuri jalur kanan, yaitu jalur kearah  sungai mereka terus mengikuti jalur kanan.

Semakin mereka berjalan menelusuri jalur itu mereka belum juga menemukan sungai  itu.

Mereka melelusuri jalur hingga tiba waktu senja. Yuda dan teman- temannya membangun tenda ditanah yang datar.

" perbekalan kita tinggal sedikit, air sedikit, beras juga tinggal sedikit, " ungkap Angga.

" Ya dimasak saja, tohh besok kita sudah turun kok keperkampungan. " ujar Yuda.

mencoba menyakini Angga pada saat itu.

Singkat cerita, setelah perbekalan dan logistik mereka sudah dimasak. Selesai makan mereka berbincang-bincang sebentar lalu mereka beristirahat dan tidur dalam tenda.

Pada malam kedua ini, di tengah malam Yuda mendengar suara raungan hewan buas dari arah luar tenda. Yuda mengeluarkan parang( alat potong ) yang Yuda  bawa untuk berjaga-jaga selama pendakian.

Tidak lama hilang dengan perlahan suara raungan hewan buas tadi, hadi melanjutkan tidurnya.

Hari ke 3,  paginya Yuda dan teman-temannya peking semua barang- barang mereka. Mereka masih menelusuri jalur kanan yang mereka pilih kemarin.

Setelah sekian jauh menelusuri jalur kanan tadi akhirnya mereka menemukan sungai yang mereka cari, berharap dengan menyusuri sungai arah kehilir mereka dapat menemukan perkampungan terdekat.

Di siang harinya, saat mereka beristirahat sempat ada suatu kejadian janggal yang menurut Yuda sangat aneh.

Dari kejauhan Yuda melihat hewan yang lumayan aneh seperti Monyet tapi sangat besar, rambutnya dilihat dari belakang sangat panjang. Hewan ini tidak jauh dari mereka,  hanya Yuda yang bisa melihat hewan tersebut.

Logistik mereka cuman sisa Mie dua bungkus dan Telur sebiji mereka memasak semuanya karena itu saja yang tersisa.

" ini kita besok makan apa...? Semua sudah habis. Beneran bisa menemukan perkampungan gak sih? " tanya Yogi yang mulai ragu kepada Yuda.

" semoga saja besok kita sudah menemukan perkampungan, " jawab Yuda.

Setelah mereka makan lalu beristirahat dan tidur dalam tenda mereka.

Pada saat tengah malam, Yuda mendengar ada alunan suara musik Sunda, seperti sedang hajatan. Yuda mencoba membangunkan Angga, lalu berkata,

" Angga.. Aku ada dengar suara musik tuh, berarti ada orang hajatan didekat sini. Berarti kita sudah dekat dengan perkampungan. "

" Apaan sih kamu ? Orang gak ada suara apa apa , sunyi banget begini." jawab Angga.

Ternyata hanya Yuda yang mendengarnya. Yuda hanya diam lalu mencoba untuk tidur.

Saat hampir terlelap, tiba-tiba Yuda mendengar seperti ada yang memanggil namanya tapi suaranya sangat asing.

"Daa.. YUDAAAA...!" suara wanita sangat lirih panjang.

Yuda mendengar itu langsung menarik sleeping Bag dia sampai kepala agar tidak mendengar yang aneh-aneh lagi dan mencoba untuk tidur.

Paginya, yang membuka sleeping Bag Yuda adalah Angga. Dia kira Yuda sudah meninggal.

" Astagfirulloh, Yuda kalau kamu tidur jangan sampai menutup kepala begitu, " ucap

Angga yang tadinya panik melihat Yuda seperti itu.

Ayo baca bab selanjutnya biar gak penasaran sama Endingnya.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Kisah Pendakian Horor

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel CINTA DI MUSIM SEMI
8.0
Kisah romansa modern ini menyoroti perjalanan emosional antara David dan Arina saat mereka menemukan kebahagiaan sejati. Di tengah mekarnya bunga musim semi yang sangat berharga, keduanya belajar untuk saling memahami dan mengisi kekosongan hati satu sama lain. Hubungan mereka berkembang dengan indah seiring berjalannya waktu, membuktikan bahwa satu musim yang singkat mampu menyatukan dua jiwa dalam ikatan cinta yang tulus dan sangat mendalam bagi mereka.
Sampul Novel Dewa Itu Adalah Patungku
8.6
Melinda kecil yang polos menemukan sebuah patung beruang di jalanan dan memutuskan untuk membawanya pulang. Ia merawat benda itu dengan penuh kasih sayang tanpa menyadari identitas aslinya. Tak disangka, patung tersebut merupakan inkarnasi sosok pria muda yang perkasa. Hingga Melinda tumbuh menjadi gadis cantik, wujud beruang itu tetap bertahan sampai muncul ketegangan yang mengubah segalanya. Akankah hubungan unik antara manusia dan dewa ini berakhir bahagia?
Sampul Novel En-PD153
8.9
Mantan kekasihku yang kukira telah tiada tiba-tiba muncul membawa wanita hamil yang disebut penyelamatnya. Dia secara tak masuk akal memintaku tinggal bersama mereka dan menawarkan upacara pernikahan sebagai kompensasi sementara ia menikahi wanita itu. Sebagai putri bangsawan dan menantu keluarga konglomerat, aku tak sudi dijadikan selingkuhan. Jika dia menolak hidup mewah, aku akan memastikan dia kehilangan segalanya hingga menjadi pengemis.
Sampul Novel Hijrah Cinta Sang Casanova
8.0
Bobby jatuh hati pada Claudia sejak pertemuan pertama, namun reputasinya sebagai casanova membuat Claudia enggan membuka hati. Meski Claudia bersikap baik karena Bobby pernah menolong menantunya, ia tetap merasa risi akan kehadiran pria itu. Sultan, mertua Claudia, justru mendukung Bobby demi mengakhiri masa janda menantunya yang sudah lama. Saat Claudia akhirnya luluh dan menerima lamaran, kejutan masa lalu serta sosok misterius muncul menguji pernikahan mereka.
Sampul Novel MENYUSUI MAFIA KEJAM
8.6
Hidup Alena Adriani Quensyah hancur seketika saat orang tuanya tega menjadikannya jaminan utang kepada seorang mafia kejam. Kini, Alena terjebak dalam kehidupan yang terasa seperti penjara, sembari terus dibayangi trauma masa lalu yang kelam. Di tengah penderitaan itu, ia bertekad mencari jawaban atas alasan kedua orang tuanya pergi meninggalkan dirinya dalam bahaya. Mampukah Alena bertahan dan menemukan kembali keluarganya yang hilang?
Sampul Novel Penguasa Abadi Sepuluh Ribu Binatang
8.3
Di Pulau Sepuluh Ribu Binatang yang megah, puluhan ribu anak di bawah sepuluh tahun berkumpul di Puncak Lundao dengan penuh keseriusan. Sebagai murid baru yang baru saja menemukan akar spiritual mereka, mereka mendengarkan wejangan dari seorang tetua berjubah hijau. Ia mulai mengisahkan sejarah sekte, bermula dari sang pendiri legendaris, Wan Beast Immortal Li. Dahulu, Li hanyalah seorang kultivator biasa dari Kerajaan Qin di Alam Qianyang sebelum akhirnya mencapai keabadian.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan