Sampul Novel Jeratan Cinta Kakak Tiri

Jeratan Cinta Kakak Tiri

8.1 / 10.0
Dalam Jeratan Cinta Kakak Tiri, Luna terjebak hubungan terlarang dengan Reno, calon kakak tirinya. Menghadapi konsekuensi kehamilan dan rahasia besar, ia harus memilih masa depan dalam romance novel ini. Baca kisah modern novel penuh risiko ini di platform web novel kami sekarang.
Ringkasan Jeratan Cinta Kakak Tiri
Luna hancur saat mengetahui Reno, cinta pertamanya, ternyata calon kakak tirinya. Meski hubungan ini terlarang, gairah mereka tak terbendung hingga keduanya nekat menjalin asmara rahasia yang penuh risiko. Kini, rahasia besar mengancam mereka saat Luna mengandung buah cinta yang seharusnya tidak pernah ada. Akankah mereka bertahan saat kenyataan pahit ini terungkap, ataukah masa depan Luna akan hancur demi mempertahankan cinta yang salah ini?
Baca Selengkapnya

Jeratan Cinta Kakak Tiri Bab 1

"Jadi, Ibu akan menikah lagi?"

Luna menatap Ibunya dengan gembira. Akhirnya setelah sekian lama sang ibu membuka hatinya pada seorang pria. Meski gadis berusia 20 tahun itu sedikit terkejut mendengarnya.

"Iya, Luna. Ibu akhirnya menemukan sosok yang sangat baik, kami memang baru berkenalan enam bulan, tapi kami merasa sangat cocok. Dia sangat pengertian dan mengerti kondisi Ibu. Maaf Ibu baru bilang padamu sekarang. Itulah kenapa Ibu mengajakmu untuk bertemu dan berkenalan dengannya malam ini," jelas Diana, Ibu Luna yang telah berusia 42 tahun.

Senyum dibibir Luna perlahan memudar. "Malam ini? Kenapa sangat tiba-tiba, Bu? Aku sudah ada janji dengan seseorang."

"Ohh... sorry, Sweety. Ibu tidak tahu kalau kau sudah ada janji. Apakah itu dengan pria yang kemarin kau ceritakan?"

Luna tak kuasa menahan senyumnya mengingat pria yang satu bulan lalu baru dikenalnya. Gadis itu belum pernah jatuh cinta sebelumnya, jadi ini adalah pengalaman pertama.

Luna mengangguk pelan, pipinya bersemu merah. "Dia mengajakku makan malam hari ini, Bu."

Diana tersenyum menatap wajah merona putrinya. Meski Luna belum bercerita banyak mengenai pria itu dan identitasnya karena ingin mengenalkannya secara langsung. Diana berusaha mendukung setiap pilihan putrinya, terlebih ini kali pertama Luna merasakan jatuh cinta.

Diana lantas mengusap lengan Luna dengan lembut. "Luna, Ibu sungguh ikut bahagia mendengarnya. Tapi maaf apa kau bisa mengundurnya dulu? Lucas Peterson, calon ayah tirimu adalah orang yang sangat sibuk, kami telah mengatur pertemuan ini dari jauh-jauh hari dan dia baru bisa memberi Ibu kepastian bertemu hari ini. Ibu mohon padamu, ya?"

Luna terdiam berpikir sejenak. Sungguh ia sangat ingin bertemu pria yang berhasil memikat hati sang ibu, tapi gadis itu juga tidak sabar untuk bertemu dengan pria pujaan hatinya.

Drttttr drttt drrrttt

Belum sempat Luna menjawab, ponselnya bergetar. Senyumnya seketika merekah melihat nama pengirim pesan di layar. Namun, dia kembali murung setelah melihat isi pesan singkat tersebut. Pria itu ternyata membatalkan janji temu mereka.

Akhirnya setelah membalas pesan dan mematikan ponselnya, Luna menghela napas berat lalu berkata, "Baiklah, Bu. Apa yang harus aku gunakan nanti malam?"

Diana tersenyum senang. "Apa saja. Tidak perlu terlalu formal, kita hanya makan malam bersama dan berkenalan dengan calon Ayah dan Kakakmu."

"Tunggu... Kakak? Jadi, aku akan punya Kakak setelah Ibu menikah?"

"Kakak laki-laki, tepatnya." Diana mengangguk dengan senyum yang tak lepas dari bibirnya.

Wow, Luna tak menyangka dia bukan hanya akan memiliki ayah, tapi juga akan memiliki kakak? Sungguh sejak dulu Luna sangat ingin memiliki kakak laki-laki, gadis itu merasa jika ia memiliki seorang kakak disampingnya pasti dia akan sangat dimanja dan dilindungi, tapi sayang Luna anak pertama dan satu-satunya karena sang ayah telah meninggal sejak ia berusia 5 tahun.

"Oke... rasanya aku semakin penasaran. Sebenarnya kenapa baru sekarang Ibu mau menikah lagi?"

Diana mendekat lantas menangkup wajah mungil Luna. "Karena Ibu merasa sekarang waktunya sudah tepat, putri Ibu sudah beranjak dewasa, jadi kau tidak memerlukan perhatian extra dari Ibu lagi, selain itu sebentar lagi kau juga akan menemukan tambatan hatimu sendiri. Ibu tidak ingin jadi bebanmu dikemudian hari, jadi Ibu juga menerima pendamping hidup baru, yang Ibu tahu dia bukan hanya menerima Ibu, tapi juga menerimamu. Itu sebabnya."

Mata Luna dipenuhi genangan air mata ketika mendengar penjelasan sang Ibu. Betapa tulus dan besar cinta Diana padanya. Padahal Luna tahu Ibunya selama ini hancur karena kehilangan sang ayah dan harus membesarkan dia seorang diri. Bahkan tak jarang Diana menerima cacian dan hinaan karena statusnya sebagai single parent.

Luna segera memeluk ibunya dengan penuh kasih sayang kemudian mengecup pipi Diana lembut. "Aku sangat menyayangi Ibu, terimakasih telah menjadi Ibu yang luar biasa untukku selama ini. Aku tidak sabar segera bertemu mereka."

Diana tak kuasa menahan air matanya juga, akhirnya mereka berpelukan sambil menangis siang itu kemudian membicarakan apa yang akan mereka kenakan nanti malam.

Malam harinya Luna dan Diana telah tiba di sebuah restoran. Ketika mereka sampai di sebuah meja, seorang pria berdiri menyambut. Luna langsung bertemu tatap dengan calon ayah tirinya. Lucas Peterson, seperti namanya, pria paruh baya itu terlihat penuh wibawa dan mapan, meski usianya sudah menginjak 48 tahun, postur tubuhnya yang tegap dan tinggi membuat Lucas lebih terlihat muda dari usianya.

Lucas tersenyum lembut pada Luna kemudian ia menarik Diana ke pelukannya, Lucas memberi kecupan ringan di pipi Diana, yang membuat senyum mereka lebih lebar lagi.

Luna baru melihat pemandangan itu, cara Lucas memperlakukan Diana dengan mesra dan Ibunya yang tampak merona, mereka terlihat sangat kasmaran.

"Jadi, ini Luna? kau terlihat lebih cantik dari foto yang Ibumu perlihatkan padaku."

Pujian Lucas terdengar sangat tulus jadi Luna tersenyum menanggapinya. "Terima kasih... P-paman." Luna terdengar ragu-ragu dengan panggilan yang dia berikan.

Lucas yang merasakannya hanya tersenyum. "Tidak apa. Kita baru bertemu, kau bebas memanggilku senyamannya dirimu." Luna mengangguk merasa lega. Untungnya Lucas terlihat sangat pengertian.

"Oh ya, dimana putramu?" tanya Diana pada Lucas. Mereka akhirnya duduk di tempat duduk masing-masing.

Luna dan Diana duduk berdampingan, Lucas duduk dihadapan Diana sementara tempat duduk kosong di samping Lucas akan terisi oleh putranya.

"Oh, dia masih dalam perjalanan. Mungkin sebentar lagi juga sampai."

Diana mengangguk antusias, sementara Luna entah mengapa tiba-tiba merasa lebih gugup, mungkin karena sebentar lagi dia akan bertemu dengan calon kakak tirinya. Gadis itu sangat berharap, dia tidak membuat kesan pertama yang buruk dan mereka bisa cepat akrab.

"Jadi, bagaimana dengan kuliahmu, Luna? Aku dengar dari Ibumu, kau baru saja memenangkan kompetisi melukis? Aku sudah melihat lukisanmu difoto dan itu sangat luar biasa." Lucas menatap Luna, pria paruh baya itu berusaha mencairkan suasana dan Diana sangat senang melihat bagaimana Lucas berinteraksi dengan putrinya.

"Ah, ya... terimakasih. Aku sangat menikmati kuliahku," jawab Luna singkat.

"Luna memang sangat suka melukis sejak kecil. Sekarang dia sedang fokus untuk meningkatkan skill dan nilainya karena ingin lolos pertukaran pelajar ke London tahun depan," lanjut Diana dengan bangga.

"Wow, sound's good. kau memiliki putri yang cantik dan pintar, Diana."

"Kau juga, buktinya Reno berhasil memenangkan tender besar baru-baru ini. kau sangat berhasil mendidik putramu, Luc."

Reno? Kening Luna mengernyit mendengar nama familiar itu. Tapi, banyak pria yang bernama Reno, kan?

"Ya, itu karena dia sangat pekerja keras." balas Lucas diiringi kekehan kecil. "Oh, itu dia sudah datang!" Beberapa detik setelahnya, ada langkah kaki mendekat disusul suara maskulin seorang pria.

"Hai, semua. Maaf aku terlambat."

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Jeratan Cinta Kakak Tiri

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Aku Simpanan Tante-Tante
8.2
Andra terjebak dalam kehidupan kelam sebagai simpanan dua wanita kaya yang kesepian. Namun, pertemuannya dengan seorang gadis mandiri memicu keinginan kuat untuk bertaubat. Kini ia harus berjuang melepaskan diri dari jeratan kemewahan para tantenya demi mengejar cinta sejati. Akankah masa lalunya yang kelam bisa diterima oleh gadis pujaan hatinya, atau justru menjadi penghalang besar bagi rencana masa depan mereka yang baru saja dimulai?
Sampul Novel Goyangan Pohon Beringin
8.2
Persahabatan Adrian dan Wandi retak akibat kehadiran Hesta, gadis misterius yang mempesona Adrian namun tampak mengerikan bagi Wandi. Wandi berusaha keras menyadarkan Adrian bahwa pujaan hatinya adalah makhluk astral, sementara serangkaian kejadian buruk mulai menghantui sejak mereka mendatangi sebuah pohon beringin tua. Di tengah belenggu misteri dan bahaya, mampukah Adrian melihat kebenaran? Akankah cinta beda dunia ini bersatu atau justru membawa petaka bagi mereka?
Sampul Novel I`m Holding You
8.0
Insiden satu malam di masa lalu Bima meninggalkan jejak berupa janin di rahim Levina, wanita yang tak ia kenali. Bertahun-tahun kemudian, Levina muncul di klinik Bima membawa Anetta, putri kecil mereka yang menderita penyakit langka. Bima terguncang menyadari Anetta adalah darah dagingnya, sementara ia telah menikah empat tahun tanpa anak. Haruskah ia jujur pada Levina soal perbuatan bejatnya dulu? Bagaimana nasib rumah tangganya dan kesembuhan Anetta?
Sampul Novel Jangan Lari Sayangku
9.1
Sanny Chandra mengira pernikahannya dengan Jordan Wijaya hanyalah kontrak sementara yang berakhir dengan perceraian. Namun, setelah menikah, Jordan yang semula dingin berubah menjadi suami yang sangat posesif dan memanjakan istrinya. Sanny terjebak saat Jordan melanggar janji dengan menuntut kewajiban batin hingga ia hamil. Saat Sanny menagih janji cerai dan surat kontrak yang dirobek, Jordan dengan tegas menolak melepaskan istri yang telah ia dapatkan.
Sampul Novel Stepbrother, I need You
8.1
Apa jadinya jika kekasih tercinta mendadak menjadi saudara tiri? Brighid Natanaella terpukul saat pertemuan keluarga mengungkap bahwa ayahnya dan ibu Rheino Devgantara akan menikah. Meski berat, keduanya sepakat mengakhiri asmara demi kebahagiaan orang tua. Namun, melupakan perasaan tidaklah mudah, apalagi mereka menyimpan rahasia besar tentang hubungan terlarang yang telah terjadi. Mampukah mereka benar-benar ikhlas saat harus tinggal dalam satu atap yang sama?
Sampul Novel Tiga Puluh Delapan Perceraian, Satu Pengkhianatan
8.0
Lima tahun menikah, Bram sudah meminta cerai sebanyak 38 kali demi menebus rasa bersalah pada sahabatnya, Clara. Puncaknya, Clara mendorongku hingga celaka, namun Bram justru membiarkan bukti CCTV lenyap. Saat aku diculik dan memohon bantuan, Bram mengabaikan teleponku. Di tengah luka dan pelarian maut dari van penculik, aku menyadari pengkhianatannya telah tuntas. Tak akan ada kesempatan ke-39 untuknya. Kini, aku memilih untuk menghilang selamanya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan