Sampul Novel CEO lumpuh itu, suamiku

CEO lumpuh itu, suamiku

9.5 / 10.0
Rachel Martinique, seorang dokter bedah, terjebak dalam pernikahan paksa sebagai alat penebus hutang keluarganya. Ia harus bersuami dengan seorang CEO lumpuh yang tidak ia kenali sebelumnya. Kehidupan baru ini penuh ketegangan karena sang suami menyimpan kebencian mendalam terhadap dirinya. Tanpa landasan cinta, Rachel harus menghadapi ketidakpastian dalam rumah tangga mereka. Akankah kasih sayang tumbuh seiring waktu, ataukah nasib buruk yang menanti?

CEO lumpuh itu, suamiku Bab 1

Seorang perempuan muda sedang menatap dirinya didepan cermin. Gaun putih dan indah melekat sempurna pada tubuh rampingnya. Beberapa jepit rambut menghiasi rambut coklat nya. Begitu juga dengan anting, kalung dan gelang yang ikut menghiasi kulit mulusnya. Perempuan itu benar-benar cantik, mungkinkah dia titisan Dewi Aphrodite?

Namun anehnya, bulir-bulir bening keluar dari pelupuk matanya, membasahi pipi yang sudah dipoles bedak dengan baik. Seperti pernikahan pada umumnya, semua orang pasti bahagia pada hari pernikahannya. Tetapi hal ini berbanding terbalik dengan perempuan yang masih saja menatap dirinya di cermin seraya menangis, seakan-akan nasib buruk selalu menimpanya.

"Ayo cepat turun, tidak usah menangis segala! Kau pikir dengan begitu aku kasihan padamu? Tentu saja tidak! Aku tidak peduli sama sekali dengan hari-hari yang akan kau jalani setelah pernikahan ini. Sekarang kau harus turun, karena semua orang sudah menunggu. Jangan mengulur-ulur waktu, aku bisa saja menghabisi orang yang kau sayangi detik ini juga."

Ancam seorang wanita paruh baya. Ternyata, perempuan muda itu akan menikah dengan pria tak ia kenal sama sekali. Pantas saja sedari tadi ia menangis menahan sesuatu.

"Iya bu."

Dia menyeka air matanya pelan, takut jika makeup nya akan luntur.

"Tidak usah panggil aku ibu, karena aku bukanlah ibumu. Karena setelah hari ini kita tidak akan bertemu lagi. Jadi untuk seterusnya, nikmati saja hari-harimu bersama pria lumpuh tak berguna itu."

Satu lagi kenyataan pahit harus perempuan itu terima. Ia tidak menyangka akan menikahi seorang pria lumpuh. Sebenarnya itu bukanlah masalah besar, tetapi belum pernah terpikirkan olehnya akan menikahi pria cacat.

Perempuan itu keluar dari ruang rias. Ia berjalan gontai, tak ada senyum yang terpancar dari bibir ranumnya, hanya tatapan kosong yang tak memiliki arti.

Disana ia sudah ditunggu oleh semua orang, terutama sang ayah dan ibu yang menatap tajam pada nya. Sekilas perempuan itu menghela nafas, rasanya dia ingin kabur dari tempat ini tapi bagaimana caranya? Penjagaan nya sangat ketat, setiap sisi ruangan ini berdiri para bodyguard dan di setiap sudut terdapat kamera pengawas.

Meskipun terkesan sederhana, tapi dilihat dari dekorasinya sudah dapat dipastikan bahwa harga yang dikeluarkan untuk pernikahan ini mencapai milyaran rupiah.

Perempuan itu berjalan menuju altar. Disana ada seorang pria tengah duduk di kursi roda dengan memakai Tuxedo putih lengkap dengan jam tangan dan kacamata hitam nya. Tidak perlu munafik, pria itu benar-benar tampan! Dia bersinar layaknya Dewa Apollo.

Bel gereja berbunyi, pertanda bahwa sudah waktunya dua insan dipersatukan. Setelah prosesi, penyalaan lilin, doa pembuka dan firman Tuhan, pendeta mulai memberkati kedua mempelai dan berkata,

"Maka tibalah saatnya untuk meresmikan perkawinan saudara. Saya persilahkan saudara masing-masing menjawab pertanyaan saya."

"Alfian De Grazino, Maukah engkau menikah dengan Rahel Martinique dan mencintainya dengan setia seumur hidup baik dalam suka maupun duka?"

Pria itu enggan menjawab, namun sedetik kemudian ia menyahut.

"Ya saya mau."

Kemudian pendeta bertanya lagi pada mempelai perempuan.

"Rahel Martinique, bersediakah saudara menikah dengan Alfian De Grazino dan mencintainya seumur hidup baik dalam keadaan suka dan duka?"

"Ya saya bersedia."

Selanjutnya pendeta mempersilahkan kedua mempelai untuk mengucapkan janji suci, dimulai dari mempelai pria.

"Saya Alfian De Grazino mengambil engkau Rachel Martinique menjadi istri saya untuk saling memiliki dan menjaga, dari sekarang sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, pada waktu sehat maupun sakit, untuk saling mengasihi dan menghargai sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan hukum Allah yang kudus, dan inilah janji setiaku yang tulus."

Dari cara bicara pria itu, seperti nya ia terpaksa mengucapkan nya. Namun bukan itu yang penting, ia lelah dengan ini semua, ia malu berada di antara banyak orang dalam keadaan fisik yang tidak sempurna.

Giliran sang mempelai wanita untuk mengucapkan janji suci, ia sedikit gugup dan mulai memberanikan diri.

"Di hadapan imam dan para saksi, Saya Rahel Martinique menyatakan dengan tulus dan ikhlas, bahwa Alfian De Grazino mulai sekarang ini menjadi suami saya. Saya berjanji setia kepadanya dalam untung dan malang, dan saya mau mencintai dan menghormatinya seumur hidup. Demikianlah janji saya demi Allah dan Injil suci ini.”

Perempuan itu berhasil mengucapkan janji nya dengan lancar dan baik, tanpa kekurangan satupun.

Perlu diketahui, tak sedetikpun pria itu melirik ke arah pengantin wanita, padahal mereka sedang mengucapkan janji suci pernikahan. Ia hanya menunjukkan wajah datar tanpa ekspresi. Hal ini membuat perempuan itu semakin merasa terbuang dan malu karena tak pernah dianggap, ia selalu dijadikan korban oleh keluarganya.

Lalu pendeta mengangkat tangannya ke atas kepala kedua mempelai.

"Demikiah mereka bukan lagi dua melainkan satu. Karena itu apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."

Setelah pendeta mengatakan itu mereka pun saling memasangkan cincin antara satu sama lain.

Acara pernikahan sudah selesai, pengantin yang tidak saling mengenal itu segera meninggalkan gereja yang menjadi saksi bahwa mereka telah bersatu oleh karena kasih dan telah sah menjadi sepasang suami-istri. Mungkin bukan karena kasih, lebih tepatnya akibat keterpaksaan.

Tidak ada acara makan-makan ataupun sekedar memberi ucapan selamat. Semua orang langsung pula ke kediamannya masing-masing, begitu juga dengan kedua orang tua perempuan itu yang meninggalkan gereja tanpa mengucapkan salam perpisahan. Lagi dan lagi perempuan itu merasa hidupnya tak berharga di mata siapapun. Namun ia selalu berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan berguna bagi semua orang.

Perempuan itu berjalan mengikuti dua pria bertubuh kekar, yang satu suaminya dan satu lagi ia tidak tahu siapa. Mungkin sekretaris pribadi suaminya.

"Maaf nona, anda tidak bisa satu mobil dengan Tuan muda."

Pungkas sekretaris suaminya ketika melihat Rachel ingin masuk ke dalam mobil yang sama dengan suaminya.

"Kenapa?" Rachel menaikkan satu alisnya.

"Maaf nona, tapi Tuan muda tidak ingin satu mobil dengan siapapun, termasuk anda." Perempuan itu terdiam mendengar tuturan dari pria yang berdiri dihadapannya ini. Suaminya saja menolak kehadirannya apalagi keluarga besar nya.

"Lalu bagaimana denganku? Haruskah aku pulang ke rumah orang tuaku?"

"Tidak nona, nanti akan ada bodyguard yang menjemput anda untuk pergi ke mansion Tuan muda."

"Oh, baiklah kalau begitu."

Mengangguk-angguk mengiyakan perkataan sang sekretaris

"Permisi nona."

Sekretaris itu pamit undur diri untuk mengantar Tuan mudanya kembali ke mansion. Saat hendak masuk ke dalam mobil, ia dicegah oleh nona mudanya.

"Eits, kau mau kemana?" Tanya perempuan itu

"Saya ingin mengantar Tuan muda kembali ke mansion nona."

"Bukankah kau tadi bilang kalau dia tidak ingin satu mobil dengan siapapun?"

Sekretaris itu hanya mengangguk, bingung dengan maksud perkataan nona muda nya.

"Lantas mengapa kau berpikir untuk mengantar nya, jika dia sendiri tidak ingin satu mobil dengan siapapun. Biarkan saja dia mengendarai mobil itu sendirian." Ucap perempuan itu sedikit meninggikan nada bicaranya agar didengar oleh suaminya yang sudah berada di dalam mobil.

"Nona muda tolong jaga ucapan anda! Jangan karena anda istri Tuan muda dan nona dari keluarga Grazino anda boleh berbicara seenaknya pada Tuan muda kami."

"Memangnya ucapan ku ada yang salah? Kan kau sendiri yang bilang begitu."

Perempuan itu memasang wajah polos, ia hanya mengatakan pendapat nya meskipun sedikit menyindir sang pemilik mobil.

Tiba-tiba datang mobil berwarna biru bermerek Lamborghini Aventador. Beberapa pria berbaju hitam keluar dari mobil dan langsung menghampirinya.

"Salam nona muda, selamat atas pernikahan nya." Ucap mereka sembari membungkukkan badan.

"Terimakasih banyak." Balas perempuan itu.

"Nona anda akan pulang bersama mereka, dan Tuan muda akan pulang bersama saya." Sebelum masuk ke mobil ia juga membungkuk hormat.

"Silahkan masuk nona muda." Ajak seorang pria paruh baya

"Iya paman."

Perempuan itu tersenyum hangat, baru kali ini ia diperlakukan secara terhormat. Biasanya ia selalu dianggap remeh seperti remahan rengginang.

Salah satu bodyguard membukakan pintu mobil untuk nona mudanya. Saat diperjalanan, perempuan itu menatap ke arah jendela menikmati pemandangan malam yang disuguhkan kota itu. Sungguh ciptaan Tuhan adalah yang terbaik, benar-benar mahakarya yang pantas diabadikan. Perempuan itu mengambil handphone nya lalu mengambil beberapa gambar. Kemudian, ia kembali merebahkan badannya di kursi mobil seraya memejamkan mata. Ia merenungi takdir yang diberikan Tuhan, memang pilihan Tuhan pasti yang terbaik tapi ia masih tidak menyangka akan menikah di usia 22 tahun dan menjadi istri dari pria yang sama sekali tidak ia kenal.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi CEO lumpuh itu, suamiku

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Cinta Dalam Hati
8.4
Tania adalah pengacara berani yang rela bertaruh nyawa demi keadilan. Ia kerap berselisih dengan Yudi, pria dingin yang telah menjadi rivalnya sejak kecil. Meski selalu menolak dijodohkan, takdir memaksa keduanya bersatu dalam ikatan pertunangan rahasia dari orang tua mereka. Di tengah gejolak benci dan cinta, Tania harus menghadapi bahaya besar saat melawan Wijaya, konglomerat kejam di balik kasus perdagangan manusia. Akankah benih cinta tumbuh di antara mereka?
Sampul Novel Cinta & Pengorbanan Alya
8.5
Alya terjebak dalam keputusasaan saat ibunya, Kartika, butuh biaya medis besar dan donor organ langka. Di tengah krisis ini, Niko, pengusaha kaya yang mendambakan anak, menawarkan kesepakatan menjadi ibu pengganti demi kesembuhan Kartika. Meski ragu, Alya setuju demi nyawa ibunya. Namun, benih cinta tak terduga tumbuh di antara mereka, memicu dilema emosional. Saat rahasia besar terungkap, pandangan mereka tentang arti cinta dan keluarga pun berubah selamanya.
Sampul Novel Dari Saingan Menjadi Ipar
9.8
Josie Watson kembali menuntut cerai untuk ke-99 kalinya. Namun, Laurence Andrews justru mengusirnya dari mobil demi mengangkat telepon mantan kekasihnya, Rosalie Harris. Laurence terus merendahkan Josie dan yakin istrinya takkan sanggup pergi. Dia tidak menyadari bahwa pengabaian berulang ini telah mencapai batasnya. Di balik layar, saudara laki-laki Rosalie diam-diam terus mendesak Josie untuk segera berpisah dan meninggalkan negara ini selamanya.
Sampul Novel Dewa Itu Adalah Patungku
8.6
Melinda kecil yang polos menemukan sebuah patung beruang di jalanan dan memutuskan untuk membawanya pulang. Ia merawat benda itu dengan penuh kasih sayang tanpa menyadari identitas aslinya. Tak disangka, patung tersebut merupakan inkarnasi sosok pria muda yang perkasa. Hingga Melinda tumbuh menjadi gadis cantik, wujud beruang itu tetap bertahan sampai muncul ketegangan yang mengubah segalanya. Akankah hubungan unik antara manusia dan dewa ini berakhir bahagia?
Sampul Novel DOSEN ITU SUAMIKU
9.5
Kehidupan Bunga berubah drastis saat ia mengetahui fakta mengejutkan di kampusnya. Ezza, pria yang dijodohkan orang tuanya dan kini telah resmi menjadi suaminya, tiba-tiba muncul sebagai dosen baru di sana. Kehadiran Ezza yang tak terduga di lingkungan akademisnya memicu tanda tanya besar bagi Bunga. Ia pun mulai meragukan alasan di balik keputusan suaminya tersebut. Apakah Ezza memiliki motif tersembunyi atau ini hanyalah sebuah kebetulan belaka?
Sampul Novel En-PD158
8.7
Tiga tahun menikah, Zhou Yu'an mendadak meminta cerai dari istrinya demi menyelamatkan putra kandungnya bersama Lin Yanran yang menderita leukemia. Ia memohon izin untuk memiliki anak lagi dengan sang mantan agar sel bayi baru lahir itu bisa menjadi obat, sambil berjanji akan kembali setelah misi medis itu selesai. Namun, di tengah tangis kepedihan suaminya, sang istri menemukan pesan provokatif dari Yanran yang sudah menanti Yu'an untuk segera menghamilinya malam ini juga.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan