Sampul Novel Semangkuk Kelapa Parut Untuk Lauk Nasi

Semangkuk Kelapa Parut Untuk Lauk Nasi

8.5 / 10.0
Dalam Semangkuk Kelapa Parut Untuk Lauk Nasi, Suci berjuang menjaga kesetiaan di tengah kemiskinan. Sebagai romance novel dengan latar modern novel, ia dan suaminya menghadapi hinaan serta pengganggu rumah tangga. Temukan perjuangan mereka dalam web novel penuh haru ini.
Ringkasan Semangkuk Kelapa Parut Untuk Lauk Nasi
Suci merupakan sosok istri yang penuh kasih dan setia dalam mendampingi suaminya selama satu dekade pernikahan. Meski telah dikaruniai tiga anak, kehidupan ekonomi keluarga ini tetap sulit walau sang suami sudah bekerja keras sebagai mekanik lepasan. Di tengah perjuangan mencari nafkah, keteguhan hati mereka diuji oleh hinaan orang lain dan ancaman pihak ketiga yang ingin merusak rumah tangga. Mampukah kesabaran dan rasa syukur menjaga keutuhan cinta mereka dari kehancuran?
Baca Selengkapnya

Semangkuk Kelapa Parut Untuk Lauk Nasi Bab 1

Semangkuk Kelapa Parut Untuk Lauk Nasi.

Penulis : Lusia Sudarti

Ma, adek lapar.

Part 1.

"Ma, adek lapar!" rengek si bungsuku, Nayla.

Hatiku begitu pedih mendengar rengekannya.

Huuffftt.

Kuhela napas yang begitu sesak menghimpit rongga dada.

"Iya, Nak, sebentar ya, mama masak sayur dulu," sahutku lirih.

Dia hanya mengangguk seraya tersenyum ceria, lalu bangkit menuju keluar untuk melanjutkan bermain bersama teman-temannya.

Aku segera beranjak menuju dapur untuk memasak air kuah sayur bening daun katuk yang akan kupetik dari kebun belakang rumah.

Satu ikat daun katuk telah berada ditanganku, kutaruh diatas dahan pohon mangga yang bercabang, aku mencabut rumput-rumput yang telah tumbuh disamping rumah, karena kesibukanku dalam bekerja, rumah pun tak terurus.

Aku memandang berkeliling rumput telah memenuhi kebun belakang, seandainya aku punya uang, aku beli obat semprot untuk membasmi rumput.

Jangankan untuk membeli obat yang harga ratusan ribu, untuk membeli masako yang harganya lima ratus perak aja tak mampu!

Aku hanya mampu menarik napas perlahan, sembari mengusap dada yang terasa nyeri.

Aku berjongkok kembali mencabut rumput-rumput, air mataku meleleh, hatiku benar-benar terluka dengan semua kenyataan yang kuhadapi.

'Ya Allah ...''

Hanya itu yang mampu keluar dari bibirku, sesekali aku menyeka air bening yang terus mengalir dari kedua netraku.

Wajahku yang mungkin terlihat sayu.

Saat seperti ini yang membuatku teringat akan ibundaku yang telah tiada, ketika Nayla berusia delapan bulan, Ibundaku menghembuskan napas terakhir, karena menderita penyakit stroke selama empat tahun.

'Bu, Suci kangen,'' aku tersedu-sedu seorang diri. Namun jemari lentik ini tetap bekerja mencabut rumput hingga bersih.

Bapak yang kini bekerja di rumah saudaranya di Lampung Barat, beliau membantu pamanku memetik kopi.

Aku sebatang kara, hanya memiliki suami dan ketiga buah hatiku.

Astagfirullah! Aku tersentak kaget, dan segera tersadar dari lamunanku.

Dengan tergesa aku masuk mengambil mangkuk dan memetik tangkai katu dari batangnya.

Setelah mencucinya, air untuk memasak sayur ternyata telah mendidih dan tersisa separuhnya, aku tertegun, ternyata aku begitu lama ya berada di belakang rumah mencabut rumput.

Namun, saat aku mencari bumbu-bumbu penyedap masakan, semua telah habis. Lalu aku meraih toples tempat gula putih, nahasnya itupun habis.

'Ya Allah, bagaimana ini? Semua habis, uang pun habis,' aku membatin, tak urung meleleh air mataku tanpa bisa dibendung lagi.

Kuambil ponsel diatas meja, aku mencoba untuk mencari pinjaman, biarlah meskipun berbunga yang penting Anak-anak bisa makan untuk dua hari kedepan, sambil menunggu bayaran dari pekerjaan kami.

Tetapi aku masih menimbang dan berpikir, dapat atau tidak untuk bayarnya?

Aku ragu untuk menghubungi orang yang biasa memberikan pinjaman berbunga. Antara pinjam atau tidak.

Kutaruh kembali benda pipih itu, aku takut nanti tak sanggup membayarnya.

Untuk sekian lamanya aku hanya termenung, dengan hati pedih seolah tersayat sembilu, aku berpikir keras.

Dari mana bisa mendapatkan uang untuk sekedar membeli beras untuk makan Anak-anakku.

"Ma, Adek lapel," tiba-tiba Nayla telah berdiri di belakangku, seketika aku menoleh kepadanya, melihat wajahnya yang murung, tak urung membuatku semakin hancur.

"Sabar ya Sayang, belum mateng airnya," dalihku sembari memeluknya.

"Ya udah, Adek main lagi ya Ma!" ujarnya sambil berdiri dan melangkah keluar dengan kaki diseret.

'Ohhh, Ya Allah, cobaan apa yang Engkau tetapkan kepada kami ini."

Aku kembali berjalan ke arah dapur, dengan air mata yang terus membanjiri pipiku.

Tubuhku tiba-tiba luruh, lututku tak mampu menopang beban tubuh yang seolah begitu berat.

Daya pikir pun seolah buntu dan tak berfungsi. Yang ada dalam hatiku hanya ada duka.

Tiba-tiba terlintas dalam pikiranku tentang pinjaman berbunga.

Biarlah urusan bayar nanti dapat dari mana, yang terpenting saat ini anakku tak kelaparan.

Kemudian tanpa berpikir dua kali aku bangkit dan berlari mencari benda pipih berwarna hitam untuk mencari pinjaman.

Setelah menemukannya, aku melangkah menuju teras.

Kubuka aplikasi berwarna hijau dan mencari kontak yang biasa memberikan sejumlah pinjaman berbunga.

[Tan, maaf aku mau pinjam uang 100.000.] aku segera mengirim pesan.

Ting!

Suara terkirim dan langsung centang biru. Kebetulan tante Loly sedang online.

[Aduh Mbak, maaf, bukan nggak boleh nih, tapi kebetulan sedang kosong, mungkin lusa Mbak adanya.] balasan tante Loly

[Oh iya ,Tan nggak apa-apa kalo belum ada.]

[Ya maaf ya Mbak.]

"Gimana ini?" aku kembali membatin.

Lalu kucoba mencari kontak orang yang masih ada sisa bayaran kami.

[Assalamualaikum, Mbak, maaf saya mau minta sisa bayaran kemarin.]

Kulihat status online, sedang mengetik.

[Sabar Mbak aku belum dapat uang. Kalo sudah ada pasti aku bayar kok, gak harus ditagih terus, bosen tau bacanya!] balasan pesan itu sangat menyakitkan.

Aku menghela napas panjang saat membaca balasan tersebut. Aku hanya mengusap dada yang terasa nyeri. Menagih upah atas tenaga yang telah diberikan, tetapi rasanya seperti mengemis.

[Ini juga sudah sabar Mbak, janji diawal akan Mbak sama Mas-nya bayar kalau sudah terjual akan dibayar lunas]

[Tapi mengapa sampai sekarang belum ada tanggapan sama sekali, bahkan datang kerumah saya pun tidak!] ku kirim kembali balasanku.

[Mbak, saya juga belum punya uang, mobil kemarin belum lunas, masih di DP sama yang beli, untuk bayar sampean. Dan saya pun berhutang lho Mbak, untuk bayar Mbak kemarin, jadi tolong deh sabar dikit!]

[Nanti pasti saya bayar kok, jangan takut!] pesannya lagi.

Pesan itu hanya aku lihat, tanpa berniat membalasnya.

Aku termenung sembari berdiri diambang pintu. Anganku jauh menerawang, hingga terbersit pemikiran dangkal yang sempat melintas di pikiranku.

Ingin rasanya aku mengakhiri semua ini, membawa serta Anak dan suamiku untuk menyusul Ibuku yang telah tenang di alam sana.

Tiba-tiba di telingaku terngiang suara halus almarhum Ibu dan Mertuaku, agar aku bersabar menghadapi semua ujian dan cobaan ini.

'Astagfirrullah, apa yang aku pikirkan ini? Ampuni hamba-Mu ini Ya Allah," lirihku dalam hati ketika aku hampir terbujuk rayuan syetan.

'Astagfirullah! Astaghfirullah!' Berulang kali aku terlihat mengucap istighfar dan mengusap wajahku.

'Berilah sedikit rezeki-Mu  Ya Allah,' Aku berdoa selalu dalam hati agar dimudahkan segala urusan dan diberikan rezeki untuk keluarganya.

Lamunanku buyar ketika Nayla mengagetkanku.

"Ma, Adek lapar sudah belum masaknya ..."

Kembali Anakku memelas hingga hati ini terasa bagaikan ditikam pisau yang sangat tajam.

(Bersambung)

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Semangkuk Kelapa Parut Untuk Lauk Nasi

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Bos Posesifku
9.5
Richard Lewis awalnya meremehkan Viola, sekretaris barunya yang cantik namun ternyata sangat cerdas dan tangguh. Terpikat oleh pesonanya, Richard berupaya keras memenangkan hati Viola meski sang wanita masih menutup diri akibat trauma pengkhianatan masa lalu. Lewat sikap posesif dan aturan ketat, Richard mencoba membuktikan kesungguhannya. Namun, Viola tetap bergeming. Akankah Richard berhasil meluluhkan Viola di tengah persaingan dengan dua pria lainnya?
Sampul Novel Luka Seorang Ibu Rumah Era 80-an
8.7
Setelah delapan tahun menjalani rumah tangga, Lina Watson membulatkan tekad untuk pergi ke ibu kota dalam waktu setengah bulan. Keputusan besar ini mengharuskan Lina meninggalkan suaminya serta putranya, Alan, yang kini jauh lebih dekat dengan sang ayah hingga tidak lagi mengakui Lina sebagai ibunya. Dengan senyum getir, Lina memilih merelakan mereka dan hanya membawa putrinya, Alicia, untuk memulai kehidupan baru bersama gurunya yang telah menunggu di stasiun kereta ibu kota.
Sampul Novel Membalas Penkhianatan Istriku
8.3
Jannah merasa cemas saat perselingkuhannya dengan Thalib mulai terendus oleh Arief, suaminya. Namun, Thalib justru memprovokasi Jannah dengan menyebut Arief tidak lagi peduli karena tak mencoba mempertahankannya. Di tengah keraguan, Jannah kembali terbuai oleh rayuan dan nafsu terlarang bersama sang ustadz di bawah kucuran shower. Thalib yang sudah lama mengidamkan Jannah terus meyakinkannya untuk meninggalkan suaminya yang dianggap tidak berguna demi kenikmatan sesaat.
Sampul Novel Menantu Yang Tak Diinginkan
8.3
Anara Alfhatunnisa Zayba terpaksa menjalani pernikahan pahit dengan pria mapan yang justru meninggalkannya sendirian di malam pertama demi alasan pekerjaan. Harapan akan kebahagiaan sirna saat ia harus menghadapi mertua yang cerewet serta saudara ipar yang egois. Ditambah lagi, dugaan perselingkuhan sang suami semakin memperkeruh suasana. Merasa frustrasi dengan perlakuan keluarga barunya, Anara akhirnya bertekad kuat untuk mengubah arah hidupnya.
Sampul Novel Terapis Pembawa Petaka
9.5
Saat menemani istrinya di pusat pemulihan pasca persalinan, seorang manajer umum muda yang kaya menarik perhatian terapis yang biasanya pendiam. Terapis itu mendadak sangat antusias, menyindir sang istri bisa menikahi miliarder karena operasi plastik, hingga melarangnya menyusui akibat tuduhan implan. Puncaknya, saat pasangan ini berdiskusi memilih nama untuk anak pertama mereka, sang terapis justru menyela dengan klaim mengejutkan bahwa sang istri sebenarnya sudah pernah melahirkan sebelumnya.
Sampul Novel There's Love In KKN
9.7
Ataka, seorang mahasiswa Teknik Arsitektur yang masih melajang, tidak menyangka akan menaruh hati pada mahasiswi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia saat menjalani program KKN. Selama tiga puluh hari penuh pengabdian, benih cinta di hati Ataka tumbuh kian kuat. Namun, keberaniannya diuji saat sebuah kenyataan pahit terungkap bahwa gadis impiannya tersebut ternyata telah memiliki kekasih. Akankah Ataka tetap menyatakan cintanya atau memilih untuk pergi?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan