Sampul Novel Penjara Cinta Sang Taipan

Penjara Cinta Sang Taipan

9.7 / 10.0
Dalam Penjara Cinta Sang Taipan, Bening terjebak pernikahan kontrak dengan miliarder Jaasir Arga Ramiro setelah dikhianati ibunya. Temukan rahasia besar keluarga dalam romance novel ini. Baca web novel modern ini untuk melihat perjuangan Bening lepas dari paksaan dan intrik kekuasaan.
Ringkasan Penjara Cinta Sang Taipan
Bening hanya mendambakan kasih sayang orang tua, namun kenyataan pahit justru datang dari ibu kandungnya. Hidupnya hancur saat ia dijual ke tangan germo, hingga terjebak pernikahan kontrak dengan Jaasir Arga Ramiro, sang pewaris tunggal kaya raya. Pernikahan paksa ini mengubah segalanya, terutama saat rahasia besar sang ibu mulai terungkap. Akankah Bening mampu bertahan dalam jeratan takdir dan mengungkap kebenaran yang selama ini sengaja disembunyikan darinya?
Baca Selengkapnya

Penjara Cinta Sang Taipan Bab 1

"Apa! Bagaimana bisa? Tidak! Itu pasti tidak benar. Anda berbohong 'kan, Nyonya?!" Bening menggeleng tak percaya mendengar fakta bahwa ia telah dijual oleh Juwita. Wanita cantik yang beberapa waktu lalu telah menolongnya.

'Tidak! Mami Juwita tidak mungkin melakukan hal itu. Dia adalah wanita yang sangat baik, tidak mungkin!'

Air mata Bening seketika menetes setelah mengetahui kenyataan yang menurutnya sangat menyakitkan. Tidak! Ia pasti salah dengar. Bagaimana mungkin seorang manusia sepertinya bisa disamakan dengan sebuah barang. Dijual dengan begitu mudahnya bahkan tanpa persetujuan darinya.

Diana hanya tersenyum mengejek melihat reaksi yang ditunjukan gadis di depannya itu. Yang dikatakan Juwita waktu itu ternyata benar, bahwa gadis yang telah dibelinya itu sangat polos dan terlalu naif.

"Percaya atau pun tidak, hal itu tidak bisa merubah kenyataan bahwa kau adalah budak belian ku!" ucap Diana angkuh. Seakan mengatakan bahwa sebanyak apapun air mata yang gadis itu keluarkan tidak bisa merubah keadaan.

"Apa yang anda inginkan dari saya?!"

"Membelimu dari seorang germo seperti Juwita dengan harga fantastis tidak akan aku lakukan jika tidak memberiku keuntungan. Wanita seperti ku tidak menginginkan kerugian sekecil apapun dalam hal berbisnis. Apa kau mengerti?!"

'Ternyata Mami Juwita adalah seorang germo. Jadi selama ini dia telah menipuku dengan memakai topeng kebaikan!'

"Keuntungan?" Raut bingung sangat terlihat jelas dari mimik wajah Bening saat ini. Sebelum ia kembali bertanya-

"Maksud anda, keuntungan apa yang akan anda dapatkan dari gadis miskin seperti saya?"

Bukannya menjawab pertanyaan Bening. Diana justru memanggil nama sang asisten. "Grace!"

Perempuan berambut cepak yang merasa namanya disebut itu pun maju ke depan karena ia tahu apa yang harus ia lakukan. Beberapa lembar kertas Grace letakan di atas meja tepat di depan Bening yang masih kebingungan dengan situasi yang menurutnya membingungkan itu.

Bola mata Bening membulat sempurna saat ia membaca isi kertas di hadapannya yang tertulis 'Surat Perjanjian' di bagian atas tulisan bertinta hitam itu.

"Baca dan pelajari surat perjanjian itu sebelum menandatangani-nya!" titah sang Nyonya.

"Tapi ini untuk apa? Apa maksud dari semua ini?" tanya Bening semakin tak mengerti.

"Kau bisa membaca 'kan?!" sentak Grace yang dijawab Bening dengan anggukan kepala.

"Jadi tunggu apalagi. Baca sekarang juga!" seru Grace dengan tidak sabar.

"Grace! Jangan membuatnya takut," sela Nyonya Diana.

"Maafkan saya Nyonya." Grace menunduk hormat.

"Baca lah! Akan aku jelaskan nanti setelah kau membacanya!" ucap Nyonya Diana kepada Bening.

Suasana kembali hening saat Bening sudah fokus dengan kertas-kertas di depannya. Namun saat kata demi kata sudah menjadi kalimat yang berhasil ia baca, membuat Bening gemetar ketakutan. Itu terlihat jelas dari keringat yang membasahi keningnya. Walaupun ia kini berada di taman yang memiliki udara sejuk karena hembusan angin dari pepohonan rindang yang menghiasi areal taman.

"Apa kau sudah selesai membaca semuanya?" tanya Nyonya Diana saat melihat Bening sudah mengangkat kepalanya dari berkas-berkas itu.

"Saya masih tidak mengerti dengan isi surat ini, Nyonya!"

"Itu adalah kontrak pernikahan antara kau dengan putra semata wayangku Jaasir Arga Ramiro dalam jangka waktu satu tahun!"

JEDER!

Jantung Bening seakan jatuh ke dasar perut saat mendengar penuturan wanita di hadapannya itu. Hatinya bagai dihantam batu hingga menimbulkan rasa sesak yang tak terkira. Mengapa takdir mempermainkan hidupnya sekejam ini!

"Lakukan saja tugasmu dengan baik. Aku jamin hidupmu akan baik-baik saja dan kau bisa menikmati kemewahan selama menjadi bagian dari keluarga Ramiro sesuai dengan isi perjanjian itu!"

"Bagaimana jika saya menolak?!" lirih Bening.

"Bukan kau yang membuat keputusan disini karena kau tidak punya hak untuk itu!" tegas Nyonya Diana.

Bening ingin sekali menjerit sekerasnya agar bisa meluapkan rasa sakit tak terperih yang telah hinggap di hatinya. Kenapa orang-orang selalu memaksakan kehendak terhadap dirinya. Kenapa ia tidak pernah memiliki hak untuk bisa menolak apapun. Bukan kah ia berhak menentukan pilihannya sendiri. Dimana hak asasi yang selalu diagung-agungkan di negara ini. Apakah kebebasan itu hanya milik orang yang berada dan berkuasa seperti mereka.

"Tapi saya seorang manusia yang merdeka Nyonya. Saya punya hak seperti kebanyakan orang di luar sana. Saya berhak menentukan hidup saya sendiri!" bantah Bening dengan lantang.

"Ha ... ha ... ha ...!" tawa mengejek keluar dari bibir wanita anggun itu hingga membuat bulu kuduk Bening merinding.

"Kebebasan! Merdeka! Ya, mungkin dulu kau memilikinya tapi tidak untuk saat ini. Karena uang yang aku keluarkan untuk menukar kebebasanmu juga tidak sedikit jumlahnya!"

"Berapa? Berapa jumlah uang yang bisa menukar kebebasan saya itu?" Bening sudah tidak bisa lagi menahan air matanya agar tidak tumpah.

"10 milyar!"

Mulut Bening mengangah tak percaya bahwa kebebasan-nya sebagai seorang manusia yang merdeka bisa ditukar dengan nominal uang sebesar 10 milyar rupiah. Angkah yang fantastis memang tetapi apakah itu sepadan?

Kenapa orang kaya seperti mereka mengukur segalanya hanya dengan uang. Kenapa mereka tidak memikirkan tentang perasaannya dan hak-nya sebagai sesama manusia.

Bening memejamkan mata menahan perih. Hingga ia tak bisa lagi untuk berkata-kata.

"Kenapa Bening? Apa 10 milyar masih terlalu sedikit untuk membeli kebebasan manusia merdeka seperti katamu itu?" tanya Nyonya Diana meremehkan.

"Kenapa harus saya?" lirih Bening pasrah.

"Karena aku telah memilihmu! Kau sudah membaca seluruh isi surat perjanjian itu, Bukan? Jadi kau sudah tau konsekuensi apa yang akan kau dapatkan jika berani melanggar perjanjian! Sekarang cepat tanda tangani surat itu jangan terlalu banyak membuang waktu ku!"

Grace bergerak cepat untuk membantu Bening agar segera menandatangani surat perjanjian yang ada di depan gadis itu.

"Jangan buang-buang waktu, cepat tanda tangan! Jangan buat Nyonya marah!" desis Grace tepat di telinga Bening.

Bening yang merasa terintimidasi pun memenuhi permintaan wanita itu, untuk segera membubuhkan tanda tangannya di atas materai dengan tangan yang bergetar.

"Bismillah!" Hanya itulah kata yang mampu Bening ucapkan agar tetap mendapat kekuatan untuk menahan berbagai tekanan yang ia dapatkan.

"Bagus!" Nyonya Diana tersenyum puas melihat Bening akhirnya mau menandatangani surat perjanjian itu.

"Kau akan tetap tinggal di rumah ini sampai hari pernikahan nanti. Jadi bersabar lah!" ucap Nyonya Diana sebelum meninggalkan tempat itu.

Langkah Nyonya Diana tiba-tiba terhenti dan berkata. "Satu lagi, kau tidak diizinkan mengandung keturunan Ramiro group karena kau tidak berhak melakukannya. Ingat itu baik-baik Bening!"

Bening menangis terguguh setelah kepergian Diana beserta antek-anteknya. Gadis itu merasa hancur karena tidak mampu memperjuangkan harga diri dan juga kebebasannya.

Dari kejauhan tampak seorang pria tengah memperhatikan kejadian yang baru saja terjadi antara Nyonya besar Ramiro dengan gadis yang bernama Bening itu. Dengan mengukir senyum misteriusnya pria itu pun pergi meninggalkan tempatnya berdiri dengan mengendarai super car-nya.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Penjara Cinta Sang Taipan

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Amanah dari Sang Ayah
7.9
Rahel terjebak dalam pernikahan dengan pria lebih tua yang belum pernah ia temui sebelumnya. Modalnya hanyalah sebuah foto kecil seukuran kartu identitas. Tepat di malam sebelum akad nikah dilangsungkan, ayahnya tersenyum penuh syukur atas kesediaan Rahel menuruti perjodohan itu. Namun, setelah memberikan pelukan dan kecupan perpisahan di kening sang putri, ayah Rahel mengembuskan napas terakhirnya, meninggalkan amanah besar bagi masa depan Rahel.
Sampul Novel Call Girl [21+]
8.0
Yumira terperangkap dalam realita kelam sebagai wanita panggilan akibat nasib buruk. Di tengah keputusasaan mencari cinta sejati di antara pria yang hanya memanfaatkannya, hadir sosok Kai Dipraja. Kai menawarkan kasih sayang tulus yang selama ini Yumira impikan. Meski dunia menentang hubungan mereka, Yumira bertekad mempertahankan perasaannya. Mampukah mereka bersatu selamanya? Akankah Kai tetap menerima masa lalu dan identitas Yumira apa adanya?
Sampul Novel Dicerai suami karena mandul
9.1
Safina ingin merayakan hari jadi pernikahan mereka dengan memberi kado spesial bagi Reza. Namun, rencana indah itu hancur saat ia memergoki sang suami sedang berselingkuh di rumah mereka. Tanpa rasa penyesalan, Reza justru memilih untuk mengakhiri rumah tangga mereka. Ia menceraikan Safina dengan alasan dingin bahwa istrinya mandul dan tidak bisa memberikan anak. Kini, Safina harus menghadapi kenyataan pahit atas pengkhianatan yang sangat kejam tersebut.
Sampul Novel Seratus Kali Janji Palsu
8.9
Setelah sepuluh tahun bersama, Soni kembali meninggalkan kekasihnya di Kantor Catatan Sipil demi menemani cinta pertamanya, Yeni. Ini menjadi pengkhianatan ke-100 yang harus diterima sang wanita. Saat Soni mengirim pesan untuk janji ke-101, keputusan bulat telah diambil. Alih-alih datang, dia mengabaikan pesan tersebut dan langsung terbang ke luar negeri. Kepergian ini seketika meruntuhkan ketenangan Soni, membuatnya kehilangan kendali dan menjadi gila.
Sampul Novel Titip Benih
9.6
Airin menjalani kehidupan kelam sebagai wanita penghibur, namun jauh di lubuk hatinya, ia sangat ingin meninggalkan dunia hitam tersebut. Kesempatan untuk memulai hidup baru seolah datang, tetapi ia justru terjerat dalam sebuah ikatan pernikahan yang tidak terduga. Alih-alih mendapatkan kedamaian, Airin malah terjebak dalam hubungan rumah tangga yang sangat rumit dan penuh penderitaan. Kini, ia harus berjuang menghadapi kenyataan pahit yang menyiksa batinnya.
Sampul Novel Undangan Eksklusif Dari Presdir
8.4
Naura menerima amplop misterius tanpa nama pengirim dari rekannya, Sinta. Takut surat itu adalah pemberitahuan pemecatan yang memalukan, Sinta menyerahkannya kepada Naura demi menutupi masalah dari orang tuanya. Namun, isi undangan itu sungguh tak terduga: sebuah tawaran eksklusif menjadi istri seorang presdir dengan mahar fantastis sebesar 100 juta dolar. Kini Naura terjebak dalam dilema besar antara mengabaikan tawaran gila tersebut atau menyetujuinya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan