Sampul Novel Menjadikanmu milikku

Menjadikanmu milikku

9.3 / 10.0
Dalam Menjadikanmu Milikku, Kafka harus melihat wanita pilihannya menikahi kakaknya. Namun, insiden tak terduga di malam pertama mengubah segalanya. Kini ia bertekad merebut kembali cintanya dalam romance novel ini. Baca kisah modern novel penuh ambisi hanya di platform web novel kami.
Ringkasan Menjadikanmu milikku
Kafka terpaksa mundur saat wanita impiannya justru bersanding dengan kakak kandungnya di pelaminan. Namun, sebuah kejadian tak terduga pada malam pengantin mengubah segalanya. Kafka kini bertekad merebut kembali cintanya meski harus berhadapan dengan saudaranya sendiri. Baginya, dialah yang pertama kali mencintai wanita itu. Tak peduli siapa pun pasangannya saat ini, Kafka bersumpah akan menjadikan perempuan itu miliknya kembali seutuhnya.
Baca Selengkapnya

Menjadikanmu milikku Bab 1

Prolog

🔥🔥🔥

"Saya terima nikah dan kawinnya Zavrilly Alka Louise bin Mario Louise almarhum dengan mas kawin tersebut dibayar tunai." Suara qobul dengan lantang baru saja didengar di seluruh penjuru gedung.

Seorang laki-laki berkopyah menatap seluruh pasang mata yang hadir sembari bertanya, "Sah?" detik selanjutnya kata sah saling bersahutan.

Sebuah balroom hotel yang sebelumnya adalah ruang kosong kini berubah seketika. Sentuhan tangan ajaib beberapa orang telah menjadikan tempat ini sebuah pesta nan megah. Karpet merah terbentang panjang dari pintu masuk, lurus ke arah di mana pusat perhatian malam ini berada.

Meja bundar dengan lapisan kain berwarna putih, berhiaskan bunga dengan benang emas berkilau. Dikelilingi kursi dengan jumlah delapan buah, melingkari sebuah tatanan alat makan yang mewah.

Sisi kanan gedung, meja panjang dengan kain putih menjuntai ke bawah, menyimpan segala macam kudapan. Dari yang ringan sampai makanan yang berat. Tak lupa juga jajaran minuman dengan berbagai macam rasa dan merek. Mau yang biasa, berperisai buah, atau yang beralkohol? Semuanya tinggal menunjuk.

Sebuah lampu kristal berukuran raksasa menggantung indah di tengah-tengah gedung, membiaskan cahaya keemasan dari lampu-lampu berukuran kecil, menambah kesan romantis di sebuah pesta.

Tirai putih yang berdampingan dengan warna emas menghiasi dinding gedung, melambai-lambai karena sapuan angin. Bergerak seiring dengan alunan musik yang diputar, seperti mengajak para tamu untuk berdansa.

Memasuki aula, memandang lurus ke depan. Di sana, sejauh mata memandang, berdiri sebuah pelaminan yang begitu cantik akan dekorasi bunga asli. Harum mawar dan melati mendominasi, memanjangkan penciuman para tamu undangan.

Sebuah pesta pernikahan baru saja digelar. Setiap pasang telinga menyaksikan dua orang yang baru saja menyatukan cinta mereka. Mengikat hati dalam janji suci, bersumpah atas nama sang pemberi kehidupan.

Dua orang menggunakan setelan jas putih dan gaun pernikahan dengan warna senada, kini berdiri bersisian menyambut setiap undangan yang datang. Mengucapkan terima kasih akan doa yang disematkan untuk keduanya.

Senyum tidak pernah luntur, tergambar jelas kebahagiaan akan apa yang baru saja mereka dapatkan. Di atas pelaminan sana, berdiri dua sosok nan tampan dan cantik, gagah dan anggun. Sang raja dan ratu semalam.

Merekalah. Xavi Rasya Yarendra dan Zavrilly Alka Louise. Rasya dan Ava. Sepasang anak Adam yang kini menjadi pusat perhatian par tamu. Dua insan yang baru saja mengucapkan janji suci, mengikrarkan cinta, menyatukan dua keluarga.

Menampakkan senyuman manis, mereka menyebarkan kebahagiaan. Membagi dengan para khalayak keluarga. Tak ingin setiap momen yang terlewatkan menjadi sia-sia.

Dua pasangan yang terlihat begitu serasi. Hilir mudik semua orang mendekati, ingin menyampaikan doa dan keinginan terbaik untuk kehidupan nanti.

Namun sayang, di tengah kebahagiaan mereka, terselip seseorang yang menahan gejolak amarah dan sakit dalam hati. Hanya mampu menatap datar ke pelaminan sana. Lebih tepatnya, pada sang mempelai wanita.

Dialah sang lelaki tampan dengan rahang kokoh, mata hitam legam dan pandangan yang tajam. Tubuh tegap memperlihatkan dada bidang yang tersembunyi di balik kemeja hitam yang dikenakan. Lengan berotot tercetak jelas dari balik kain, dan harum musk yang mampu membuat para wanita di sekitarnya terbuai.

Namun, semua yang ia punya, tidak mampu menyemai kisah cintanya. Dialah sang raja patah hati malam ini, Razali Kafka Yarendra. Adik dari Xavi Rasya Yarendra si mempelai laki-laki.

Mata elangnya masih menatap tajam wanita yang saat ini telah berstatus istri sang kakak. Seandainya bisa berbuat, mungkin mata itu akan membawa kakak iparnya menghilang dari acara ini. Membawanya entah ke mana, hanya untuk dirinya.

Tangan yang terkepal kuat ia sembunyikan di balik celana bahan. Gigi yang saling gemeretuk menandakan si pemilik daksa tengah berusaha keras dalam usahanya. "Aku yang mengenalmu lebih dulu. Aku yang mencintaimu lebih dahulu. Tapi kenapa kau memilihnya sebagai pendampingmu?" bisiknya lirih.

Satu tangan yang masih memegang gelas kaca berisikan wine, meremas gelas itu untuk menyalurkan amarah. Entah kekuatan dari mana, gelas itu pecah seketika. Tidak memedulikan tangan yang terluka, ia masih tetap setiap berdiri di sana. Beruntunglah keadaan bising dengan musik membuat hal itu menjadi tersamarkan dengan kegaduhan.

Perih. Perih dan menyakitkan peristiwa yang beberapa waktu lalu ia saksikan. Namun, apa yang bisa ia lakukan?

Sebuah tepukan pada bahu membuat dirinya menoleh, terlihat Ziqry yang saat ini menatapnya iba. Sungguh. Ia tidak menyukai tatapan itu. "Kau oke?" Suara itu penuh akan kekhawatiran.

"Jangan mengasihaniku, Ziq," desisnya lirih. Tanpa kata ia meninggalkan sahabatnya begitu saja.

"Gila. Kalo bukan teman, sudah aku bunuh kau." Tidak sama sekali dipedulikan Ziqry yang menggerutu pada dirinya, Laki-laki dengan setelan kemeja hitam itu tetap melangkah.

Kafka memandang lurus ke arah pelaminan, menguatkan hati untuk tujuannya. Memberi selamat pada sang kakak. Melangkah pasti dengan pesakitan ke arah panggung dua mempelai itu. "Selamat kakak," ucapnya seraya memeluk laki-laki berbalut jas putih.

"Terima kasih." Sang kakak menepuk punggungnya. Tatapan Kafka kini beralih pada gadis cantik di samping Rasya, cukup dalam dan syarat akan kekecewaan. Sendu itu terpancar dari bola matanya.

"Selamat kakak ipar." Kafka mengulurkan tangan kanan. Sedang tangan kirinya yang terluka akibat pecahan gelas tadi ia sembunyikan.

Akan tetapi, bukan sambutan yang ia dapat. Hanya anggukan dan ucapan terima kasih dari Ava. "Terima kasih, Kaf. “

Ava adalah sahabatnya sejak kecil. Kebiasaan bersama membuat mereka begitu dekat hingga tumbuh perasaan di hati Kafka tetapi sepertinya tidak bagi Ava. Mungkin hanya cinta monyet.

Kafka memasang senyum tipis. Sepertinya Ava tidak ingin melihatnya. Tidak ingin berlama-lama di atas pelaminan yang menyesakkan, ia pun segera berlalu dari hadapan mereka setelah meninggalkan kata-kata "Semoga bahagia." Yang jujur saja sangat tidak ingin Kafka ucapkan.

Sakit tanpa darah, perih tanpa luka. Sekuat apa pun ia mencoba menyembunyikannya tetapi segalanya tidak dapat dibohongi. Tubuh bergetar, mata berkaca, air asin yang tertimbun di pelupuk mata kini jatuh membasahi pipi.

Tangan kekar itu segera terangkat untuk membersihkannya. Menghapus jejak yang akan membuat dirinya terlihat lemah. Tidak. Ia tidak ingin seperti itu di acara ini. Biarkan dirinya yang merasakannya sendiri.

"Selamat tinggal, Ava," ucapnya lirih sembari meninggalkan ruangan pesta.

🔥🔥🔥

Ava baru saja memasuki kamar pengantin dengan bantuan Kafka. Sebelumnya mereka tengah menghabiskan waktu dengan berpesta minum-minuman keras, akibatnya perempuan yang telah menjadi ratu semalam itu kini tengah mabuk.

Rasya yang masih ingin menghabiskan waktu dengan yang lain meminta Kafka untuk mengantar Ava ke kamar. Jadilah kini ia membopong tubuh tidak berdaya milik Ava. Meski dirinya juga turut mabuk, tetapi Kafka mencoba untuk tetap sadar.

"Sayang." Ava meracau. Ia membelai rahang Kafka. "Malam ini adalah malam kita."

Kafka hanya menggeleng dengan senyuman melihat kelakuan Ava. Sahabatnya ini tidak pernah mengonsumsi minuman keras, tetapi kenapa malam ini ia nekat meminumnya?

Meletakkan pelan tubuh Ava pada ranjang, tanpa diduga perempuan itu menarik tengkunya secara kasar. Alhasil, wajah mereka kini hanya berjarak begitu dekat.

"Sayang. Ayo kita lakukan," ucap Ava dengan menyatukan bibir mereka.

Kafka menggerang. Sebagai pria tentu saja ia memiliki hasrat. Lalu ... apa yang harus ia lakukan jika perempuan ini menggodanya terlebih dahulu?

Ciuman mereka terlepas. "Kenapa kamu diam saja?" Lalu kembali terpaut.

Napas terengah kala silatan lidah itu berlangsung beberapa menit. Kafka sudah diselimuti kabut gairah. Dalam suara serak ia berucap, "Jangan menyesal jika aku harus menurutimu, Va."

Tanpa menunggu lagi dan tanpa ingin menyiksa miliknya di bawah sana lebih lama, tangan Kafka mulai bergerilya di tubuh Ava membuat wanita itu terlihat semakin bersemangat. Meremas rambut hitam yang ada di dalam genggaman.

"Rasya," Racaunya. Namun, suara Ava menghentikan aksi laki-laki itu. Membuat ia merasa kehilangan. "Ayolah Rasya."

"Tidak, Sayang. Bukan Rasya. Tapi, Kafka." Tanpa bisa menjawab ucapan itu, Ava langsung dibuat berteriak kala sesuatu menyentuh titik sensitifnya.

Dan sejak saat itu, ia memutuskan untuk memperjuangkan cintanya.

🔥🔥🔥

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Menjadikanmu milikku

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Benih Satu Milyar
8.0
Nara harus menelan pil pahit saat ibu kandungnya menjual kesuciannya di usia delapan belas tahun demi melunasi utang. Niat hati merantau ke kota demi mencari sang ibu yang menghilang sejak ia kecil, Nara justru terjebak dalam nasib kelam. Pertemuan yang ia dambakan malah menghancurkan masa depannya secara total. Kini, tiga tahun telah berlalu sejak kejadian tragis tersebut, dan Nara terpaksa menjalani kehidupan yang tak pernah ia bayangkan sebagai seorang sugar baby.
Sampul Novel Biar Suami dan Anakku Hidup Tanpa Penyesalan
8.8
Dian menghadapi kenyataan pahit saat suaminya, Harris, dan putra mereka berpaling demi Lisa, sahabat masa kecil Harris yang sekarat. Kalung milik Dian diberikan kepada Lisa, bahkan putranya diangkat menjadi anak angkat wanita itu. Ketika menuntut perhatian, Dian justru dituduh tidak berjiwa besar oleh anaknya sendiri. Setelah mendengar sang putra berharap Lisa adalah ibunya dan Harris menyetujuinya, Dian sadar dirinya tidak lagi dicintai. Ia pun memutuskan untuk pergi secara diam-diam.
Sampul Novel Dokter Cantik Mantan Istriku (Penyesalanku)
9.1
Lima tahun berlalu sejak perceraian itu, takdir mempertemukanku kembali dengan Uma. Mantan istriku kini telah bertransformasi menjadi sosok dokter kandungan sukses sekaligus direktur rumah sakit swasta yang memukau. Melihat keberhasilannya dan kehadiran buah hati kami, rasa penyesalan mendalam mulai menghantui hari-hariku. Kini, aku terjebak dalam dilema batin, mempertanyakan apakah masih ada peluang untuk merajut kembali keutuhan keluarga kami.
Sampul Novel Dulu Kau Buang Aku, Kini Aku Milik Pamanmu!
8.3
Silvia mengorbankan segalanya demi Sienzo, bahkan ayahnya menggelontorkan investasi 20 triliun demi pernikahan mereka. Namun, malam pernikahan menjadi awal petaka mengerikan saat Sienzo menyerahkannya pada belasan temannya sebagai balas dendam atas kepergian kekasihnya, Tina. Setelah dikurung hingga tewas mengenaskan bersama bayinya, Silvia tiba-tiba terbangun di masa lalu, tepat saat Keluarga Gunawan memohon investasi. Kini, takdir berputar dan Sienzo yang akan menangis memohon ampun.
Sampul Novel Mati Satu Tumbuh Seribu
9.5
Menjelang hari pernikahannya, Kiara mendapati aula acaranya dihancurkan oleh seorang wanita yang menuduhnya sebagai selingkuhah dan perebut suami orang. Akibat fitnah kejam tersebut, Kiara dikeroyok massa hingga kehilangan calon bayinya. Namun, publik tidak tahu bahwa Kiara adalah miliarder asli, sementara tunangannya, Galang, hanyalah pria parasit yang memanfaatkan kekayaannya. Didorong rasa murka, Kiara membatalkan pernikahan, mengusir Galang dari perusahaannya, dan bersiap menghancurkan para pengkhianat.
Sampul Novel Suamiku Selingkuh Dengan Pembantu
7.9
Kehadiran Maya sebagai asisten baru di rumah mewah Pak Hadit memicu badai. Meski memiliki istri cantik dan bayi kembar, Pak Hadit justru terjerat pesona Maya hingga berselingkuh. Hubungan gelap itu membuahkan anak yang lahir dengan cacat fisik, seolah menjadi karma atas pengkhianatannya. Kini, Pak Hadit tersadar telah menukar permata dengan kerikil. Bagaimana reaksi Tari saat rahasia ini terungkap? Akankah ada kebahagiaan tersisa bagi suami yang tidak setia?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan