Sampul Novel Sweet Divorce

Sweet Divorce

9.3 / 10.0
Dalam Sweet Divorce, Pravara ingin mengakhiri 5 tahun pernikahan dinginnya. Namun, Pandu menolak gugatan cerai dan mendadak ingin memperbaiki hubungan. Baca romance novel ini untuk melihat perjuangan mereka mempertahankan rumah tangga di tengah konflik dalam modern novel yang penuh emosi.
Ringkasan Sweet Divorce
Lima tahun membina rumah tangga, Pravara Pranatha tak pernah berniat mencintai suaminya, Pandu Laksamana. Ia yakin Pandu merasakan hal yang sama. Namun, saat ibu mertuanya mengajukan perceraian, Pandu justru menolak tegas. Prava terkejut ketika suaminya tiba-tiba mengajak memperbaiki pernikahan mereka. Di tengah rasa muak yang sudah memuncak, Prava pun mempertanyakan alasan perubahan sikap Pandu yang sangat terlambat ini setelah sekian lama mengabaikannya.
Baca Selengkapnya

Sweet Divorce Bab 1

Sebuah berkas dengan map coklat dilemparkan kepadanya.

"Segera tandatangani surat cerai ini dan tinggalkan Pandu. Minggu depan ibu akan kembali dan membantu Ryeya berkemas."

Sikap angkuh itu sama sekali tidak membuat dia gusar. Kaki kanannya tetap setia tertutup dengan senyum elegan, matanya yang polos menyoroti ibu mertuanya, "Kenapa ibu yang mengajukan gugatan ini? Seharusnya Mas Pandu sendiri yang memberikannya kepadaku. Secara, kami masih sah dihadapan hukum maupun agama."

Ibu mertuanya mendelik tidak terima. Dia menukikkan alisnya melihat perilaku tidak sopan dari menantunya ini. "Bukankah itu terserah Ibu? Jangan coba-coba kamu menggurui ibu, dasar wanita mandul!"

Senyumnya sama sekali tidak luntur, bahkan setelah mendengar makian dari ibu mertuanya. Wanita cantik malah sedikit terkekeh dan mengambil map coklat yang dilemparkan ke atas meja. "Aku akan bilang ke Mas Pandu akan hal ini, atau ibu yang bilang?"

"Dengar Pravara, jangan sesekali kamu menghasut Pandu untuk menarik gugatan ini. Biarkan dia bahagia! Dia tidak perlu hidup dengan wanita tidak berguna seperti kamu!" Ibu mertua beranjak dari duduk angkuhnya, yang langsung diikuti oleh seorang wanita muda di sampingnya.

"Ibu menyesal mengambil kamu menjadi menantu di keluarga kami. Kamu itu hanya bisa mengandalkan pembantu untuk urusan rumah tangga. Sudah tidak bisa bersih-bersih, tidak bisa masak, tidak becus merawat suami. Ditambah mandul, perempuan seperti kamu itu tidak pantas masuk keluarga besar kami!" teriaknya dengan emosi yang tiba-tiba saja meluap.

Pravara tidak tahu bagaimana dia harus bereaksi dengan amarah ibu mertuanya. "Ibu, tenang dulu, jangan seperti ini."

"Jangan seperti apanya? Kamu yang membuat ibu kehabisan kesabaran. Kamu yang tidak kunjung hamil, tapi semua orang yang akan dirugikan. Kamu harus tahu itu!" Ibu mertua dari Pravara menyibak rambutnya dengan gaya congkak. Sangat terlihat di wajahnya yang keriput akan kekesalan dan penghinaan.

"Baiklah, aku hanya akan memberikan dokumen cerai ini, setelah aku menandatanganinya dan menyerahkan pada Mas Pandu. Begitu, ibu?" Pravara menunduk melihat jam tangannya. "Atau ibu mau bertemu dengan Mas Pandu langsung? 10 menit lagi jam pulang kantornya, mungkin 20 menit lagi akan sampai di rumah, bagaimana?"

"Tidak. Ayo Ryera, kita pergi."

Rumah besarnya kembali sunyi. Pintu depan tertutup dengan kasar oleh ibu mertuanya, juga bersama dengan wanita yang akan menjadi istri baru suaminya kelak.

Pravara mendengus, "Cerai saja belum, sudah ada penggantinya. Hebat sekali Mas Pandu, langsung memiliki pengganti." Wanita itu menurunkan kakinya yang sejak tadi kaku, juga senyum palsunya.

Wajah cantik dengan mata coklat bening itu menatap lama pigura besar dihadapannya. Sebuah foto berukuran besar yang berisi dia dan suaminya, saat pernikahan mereka 5 tahun yang lalu.

Huh, Pravara tidak menyangka hubungan yang dia jalani dengan kosong ini bisa berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan. Tidak ada pertengkaran, karena mereka berdua jarang bertemu. Serta tidak ada kecemburuan, karena mereka tidak saling mencintai.

Pernikahan ini adalah pernikahan bisnis yang kedua orang tuanya lakukan. Umurnya waktu itu masih 23, baru lulus dari universitas besar di Jerman. Dia ditarik pulang dan langsung dinikahkan.

Pravara yang saat itu masih belia tidak mengerti apa yang dimaksud dengan sebuah pernikahan. Yang ada dalam otaknya hanyalah, banyaknya rencana karir dan bersenang-senang teman-temannya.

Di saat dia sedang bingung memikirkan apa yang akan dilakukan dia setelah menikah nanti, tiba-tiba Pandu, laki-laki yang dijodohkan dengannya mengaku mencintai orang lain dan tidak tertarik dengan pernikahan ini.

Laki-laki itu hanya mencintai bisnis dan sesuatu yang teratur dengan baik. Pandu tidak menyukai sesuatu yang berantakan sekalipun hanya tentang ketidak kesengajaan. Dia seseorang yang cermat dan sangat berdedikasi dengan yang namanya asosiasi. Namun, dia bukanlah orang yang mudah tersenyum dan bersenang-senang dengan orang lain.

Pravara ingat sewaktu dia dan Pandu diberikan jatah bulan madu selama dua Minggu di Jerman. Laki-laki itu sama sekali tertarik untuk berkenalan dengan teman-temannya, sepanjang hari dia hanya sibuk dengan pekerjaan dan laptopnya.

Membiarkan wanita yang yang masih berstatus pengantin baru itu sendirian, berteman dengan hingar-bingar suasana malam dan kembali ke hotel saat pagi hari. Dan ajaibnya, Pandu tidak melarang ataupun memarahinya. Laki-laki yang lebih tua 5 tahun darinya itu hanya melewatinya dan membiarkan dia tertidur sepanjang hari dan mengalami siklus yang sama, selama dua Minggu.

Dari situ, Pravara percaya jika pernikahan bisnis di atas bisnis itu benar adanya. Persetanan dengan temannya yang juga mengalami pernikahan bisnis, tetapi bisa berbahagia hingga mempunyai 3 anak. Apalah dia, yang selama 5 tahun dianggurkan begitu saja dan tidak tersentuh sama sekali.

Sekarang mertuanya yang dulunya selalu memuji dan membanggakan dirinya di hadapan semua orang, adalah yang menyodorkan surat perceraian bagi rumah tangganya. Hanya karena dia belum mempunyai seorang anak diusia pernikahan yang sudah lama. Bahkan melabeli dirinya dengan perkataan wanita mandul. Ingin sekali Pravara tertawa mendengarnya.

Sudah pukul 5 lebih 10 menit. Wanita itu berdiri dan melangkahkan kakinya menuju dapur. Malam ini kebetulan dia sudah ada dirumah dan kebetulan nya lagi, ibu mertuanya datang. Mungkin, dia bisa memasak dengan cepat, sebelum suaminya datang dari kantor.

Semuanya telah selesai dan tersaji di atas meja. Bau harumnya sangat menggoda selera, siapapun pasti tergiur dan secara tidak sadar menelan ludah dengan lapar. Pravara sedang mencuci tangannya, kala suara berat dari belakang hampir mengagetkannya.

"Pravara?"

"Kamu sudah pulang? " tanyanya basa-basi. Wanita itu mendekat dan mengambil tas kerja suaminya. "Aku akan menyiapkan air hangat, tunggu sebentar. Di sana sudah ada teh hijau, nanti aku panggil setelah semuanya siap."

Anggukan Pandu berikan, dia melepaskan jas dan dasi dari lehernya. Dengan gerakan cepat pula Pravara membantu dan membawanya ke dalam ruang cuci baju. Setelahnya dia naik ke atas dan masuk ke kamarnya.

Dia menyiapkan air panas dengan cepat, juga dengan piyama coklat di atas ranjang untuk suaminya. Masa bodo ibu mertuanya membicarakan tentang dia yang tidak bisa membersihkan rumah atau tidak merawat suaminya dengan baik. Itu hanya ucapan kecil untuk mempermudah hidupnya dan lepas dari bayang-bayang pernikahan kosong ini.

"Semuanya sudah siap." Pravara turun dari tangga dan menyampaikan pada sang suami yang tengah menikmati teh dengan cemilan yang ia beli tadi.

Pandu berdiri dari kursi makan dan berjalan menaiki tangga tanpa melirik Pravara sedikitpun. Mungkin itu hal yang biasa, tetapi bagi Pravara dia masih belum bisa terbiasa.

Menghadapi sikap acuh, dingin tak tersentuh suaminya. Selalu sesak bila satu atap dengannya dan di dalam ruang lingkup yang sama. Pravara selalu menertawakan dirinya yang sok baik dan perhatian pada Pandu. Walau nyatanya dia muak dan merasa terhimpit saat melakukan semuanya.

Tapi kali ini dia sudah menemukan satu hal yang akan membuat dia bebas. Yaitu ajuan gugatan cerai dari sang ibu mertua.

"Aku pikir Mas Pandu telah diberitahu ibu tentang hal ini. Jadi belum, ya?" Pravara menatap suaminya yang bereaksi, setelah dia memberitahu tentang surat perceraian.

Makanan telah habis tak tersisa seperti biasa. Pandu dengan santai melahapnya dan menyenangkan Pravara karena makannya tidak terbuang. Namun, tiba saat dia menyodorkan berkas perceraian pada laki-laki itu, bau tidak enak seketika mengebul.

Pravara bisa melihat alis tampan itu menukik dengan tajam. "Kapan ibu kemari?"

"Tadi, jam 4."

"Kenapa beliau tidak bilang pada saya? Apa maksudnya dengan surat perceraian ini?" Pandu menatap penuh amarah kertas di genggamannya. "Ini pernikahan kita, dan saya kepala keluarga di sini. Jadi, tidak ada yang berhak mengirimkan surat perceraian seperti ini."

Entah kenapa keberanian yang semula Pravara adakan, hilang seketika. Dia bahkan tidak berani mengangkat wajahnya untuk melihat wajah merah milik suaminya.

"Tidak ada yang perceraian dan tidak akan pernah ada." Pandu berkata dengan tegas.

Perkataan mutlak itu membuat Pravara terpaku ditempatnya. Apa katanya? Tidak ada perceraian? Lalu rumah tangga kosong ini mau dibawa kemana? Pravara perlahan melihat pada wajah tampan yang telah menjadi suaminya selama 5 tahun ini. "Lalu, apa yang kamu inginkan dalam pernikahan ini?"

Pertanyaan berani itu membuat Pandu melihat intens pada sang istri yang da di seberang. "Apa maksud kamu, Pravara?"

"Maksudnya," dia menelan ludahnya susah payah. "... Pernikahan ini sudah tidak bisa diselamatkan, kenapa harus dipertahankan?"

Pandu semakin menatap sang istri dengan kemarahan yang terlihat dari matanya. "Apa maksudmu sebenarnya, Pravara? Kita baik-baik saja dan akan seperti itu."

"Ibu menyebutku mandul di hadapan wanita yang akan ibu jodohkan dengan kamu. Dia juga memakiku dengan kata-kata kasar dan merendahkan harga diriku sebagai seorang istri." Pravara membuka mulutnya susah payah. Dia mencoba berani menatap suaminya.

Pandu mengeraskan rahangnya. Dia memijit dahinya saat mendengar apa yang dikatakan oleh Pravara.

"Kita bahkan tidak saling berhubungan seperti kebanyakan pasangan suami istri. Bukankah kamu mencintai wanita lain? Kejar dia dan ceraikan aku."

***

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Sweet Divorce

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Cinta Dalam Hati
8.4
Tania adalah pengacara berani yang rela bertaruh nyawa demi keadilan. Ia kerap berselisih dengan Yudi, pria dingin yang telah menjadi rivalnya sejak kecil. Meski selalu menolak dijodohkan, takdir memaksa keduanya bersatu dalam ikatan pertunangan rahasia dari orang tua mereka. Di tengah gejolak benci dan cinta, Tania harus menghadapi bahaya besar saat melawan Wijaya, konglomerat kejam di balik kasus perdagangan manusia. Akankah benih cinta tumbuh di antara mereka?
Sampul Novel Dinodai keluarga suami
9.6
Anisa Rahma memulai hidup baru sebagai istri Seno Bagaskara, pria kaya raya yang membawanya tinggal di kediaman besar keluarga. Namun, situasi menjadi rumit karena mereka harus berbagi atap dengan saudara ipar lainnya. Di balik kemewahan tersebut, Anisa tidak menyadari bahwa adik laki-laki Seno dan suami dari iparnya menyimpan hasrat terlarang kepadanya. Kini, Anisa terjebak dalam ancaman nafsu mereka di rumah itu. Sanggupkah ia bertahan?
Sampul Novel Godaan Cinta: Biarkan Aku Menjadi Budakmu
8.1
Angela mengambil risiko besar dengan mengandung anak Jeremy secara rahasia, meski ia tahu dirinya hanya dimanfaatkan. Sadar akan kekejaman Jeremy, Angela sengaja memancing amarah pria itu agar ia dilepaskan. Namun, pelariannya berakhir saat Jeremy berhasil melacak posisinya. Di ambang keputusasaan, Angela memohon kebebasan. Tak disangka, kehadiran sang buah hati justru mengubah segalanya. Jeremy yang dulu dingin kini menawarkan diri untuk melayani Angela dan bayi mereka.
Sampul Novel IPARKU, CANDU SUAMIKU
9.8
Dua tahun menikah, Nadia Antika bertahan menghadapi hinaan ibu mertuanya karena cinta tulus Askara Brahma. Namun, kebahagiaan itu sirna saat suaminya berubah menjadi tertutup dan dingin. Nadia mulai mencium rahasia besar yang disembunyikan sang suami di balik perubahan sikapnya. Mampukah ia mengungkap kebenaran yang menyakitkan? Bagaimana reaksi Nadia saat mengetahui Askara ternyata menjalin hubungan terlarang dengan adik iparnya sendiri di rumah mereka?
Sampul Novel Istri Rahasianya, Aib Publiknya
8.1
Duniaku runtuh saat menangani pasien VIP bernama Evelyn Santoso. Tunangan yang ia tangisi adalah suamiku, Bima. Namun di foto itu, dia adalah Brama Wijaya, taipan kejam, bukan pria konstruksi yang kurawat saat amnesia. Brama masuk tanpa mengenaliku, lalu memeluk Evelyn dan membisikkan janji setia yang sering ia ucapkan padaku. Melalui tatapan dinginnya, ia menegaskan bahwa pernikahan kami adalah aib rahasia yang harus segera ia lenyapkan selamanya.
Sampul Novel Janda Bertemu Dengan Duda
8.1
Pasca kehilangan Rizal, Sonia pindah ke apartemen kecil bersama dua anaknya, Alif dan Hana, demi lari dari duka. Di sana, ia bertemu Yudha, seorang duda karismatik yang membesarkan putrinya, Mira, sendirian setelah tragedi serupa. Meski sama-sama terluka, pertemuan di lorong apartemen itu memicu percikan emosi. Kini, mereka harus memilih: tetap terbelenggu kenangan pahit masa lalu atau meruntuhkan dinding ketakutan demi menyambut cinta baru yang hadir di depan mata.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan