Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Calon Istriku Gadis Matre

Calon Istriku Gadis Matre

Revan dan Nayla telah lama memadu kasih dan siap melangkah ke pelaminan dengan restu penuh orang tua. Namun, pengkhianatan Nayla menghancurkan ketulusan Revan hingga ia nekat membatalkan rencana pernikahan mereka. Di tengah keputusan pahit itu, Nayla menangis tersedu dan memohon agar Revan tidak pergi. Ia mengaku tengah mengandung darah daging Revan, berharap janin di rahimnya bisa menjadi alasan bagi sang kekasih untuk tetap menikahinya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Candra

Setelah berpamitan, Nayla dan Revan segera pulang. Alya yang tinggal sendiri di rumah, memutuskan untuk mandi dan bersih - bersih rumah. Baru selesai mamdi, terdengar auara sepeda motor parkir di halaman rumah.

"Assalamu'alaikum ..." terdengan ucapan salam dari luar.

"Wa'alaikumsalam... Masuk mas, aku baru selesai mandi." kata Alya dari dalam kamar.

Alya tengah ganti baju, namun ia sangat hafal dengan suara suaminya dan suara motor yang di kendarai Candra.

Candra adalah suami Alya.

"Gimana dagangan hari ini mas? Pasti laris kan?" tanya Alya sambil mencium punggung tangan suaminya.

"Alhamdulillah dek, rejeki kita sekeluarga." jawab Candra.

"Wah...alhamdulillah, " kata Alya dengan wajah sumringah.

Candra segera membongkar grobak yang di gunakan untuk berjualan.

Alya pun segera membantunya. Alya dan Candra terkenal sebagai pasangan yang romantis. Kekuarga kecilnya juga termasuk harmonis Jarang sekali bahkan bisa di bilang tidak pernah ada percekcokan di rumahnya.

Candra tipe orang yang sangat penyabar,ia sangat menyayangi Alya dan juga Riyan.

Bagi Candra, anak dan istrinya adalah anugrah yang terindah yang ia miliki.

"Tadi ada tamu ya dek?" tanya Candra pada Alya, istrinya.

"Oh iya mas, tadi ada bang Revan sama temannya." jawab Alya.

"Oh...ya sudah tak apa - apa. Mas hanya bertanya." kata Candra.

"Hmm...."

"Mas mau mandi? " tanya Alya pada Candra.

"Iya, tolong siapkan air hangat dong ." jawabnya.

"Baik mas." jawab Alya sambil berlalu ke dapur untuk merebus air.

Tak lama kemudian Alya menghampiri Candra.

Air untuk mandi sudah siap, dan Candra bergegas untuk mandi.

Seperti biasa, setelah rapi semua Alya dan Candra menjemput sang buah hati.

"Assalamu'alaikum nek,...." ucap Candra.

"Wa'alaikumsalam, wah sudah pada datang. Riyan masih tidur." kata nenek sambil membuka pintu .

Kami mencium tangan nenek bergantian.

Lalu duduk sembari menunggu Riyan bangun.

"Tak biasanya Riyan tidur sore hari nek, " ucapku .

"Iya, tadi siang keasyikan bermain. Jadi nggak mau bbuk dia." jawab nenek.5

"Alya, Candra makan dulu gih. Ibu sudah masak kok." ucap nenek.

"Terima kasih nek, tapi kami sudah makan tadi." jawab kami serempak.

"Selalu saja begitu... makan dulu kalau mau ke rumah nenek." Nenek menggerutu karena kami menolak saat di suruh makan.

"Maaf bu, bukan begitu. Tadi ada kakak ku dan temannya, jadi aku menemani mereka makan." jawabku.

"Ya sudah lah, tapi lain kali makan lah di sini." kata nenek.

"Baik bu, pasti kami makan di sini lain waktu." ucap Candra.

"Harus dong, memang kamu nggak kangen masakan ibuk?"

"Jelas kangen dong bu, masakan nomor satu di dunia kan masakan ibu." kata Candra.

Candra paling bisa menyenangkan hati orang tua.

Meski hanya lah sebuah kata, namun bisa membuat orang tuanya tersenyum bahagia.

"Oiya kakung dimana nek? Dari tadi kami tak melihat beliau." kata ku .

Memang sejak kami datang belum bertemu kakek. Kami biasa memanggilnya dengan sebutan kakung.

"Kakung lagi ke sawah." jawab nenek.

"Udah sore begini masih di sawah?" tanya Candra.

"Iya, paling sebentar lagi juga pulang kok." jawab nenek.

Baru selesai bicara, kakung sudah dari arah timur. Suara khas motor tua membuat kami mudah mengenalinya meski belum terlihat.

Nenek segera masuk untuk menyiapkan minuman.

"Dek, memang tadi kakakmu ke rumah?" tanya Candra.

"Iya mas, tadi kak Revan ke rumah bersama pacarnya. Mbak Nayla namanya." papar Alya pada mas Candra.

"Sekedar main, atai ada kepentingan ?" selidik Mas Candra.

"Sekedar main kok mas, biar aku bisa kenalan sama mbak Nayla." jawabku.

"Sepertinya kak Revam serius sama mbak Nayla deh mas," Alya melanjutkan kalimatnya.

"Ya bagus lah, bukan kah itu kebih baik? Mending serius dari pada hanya pacaran terus." kata Candra.

"Hmmm... iya juga si. Kamu bener mas." jawabku.

"Menurutmu Nayla gimana orangnya?" tanya Candra.

Alya terdiam beberapa saat. Mengingat pertama kalinya mereka berkenalan, hingga akhirnya asyik dengan obrolan mereka.

"Baik, sopan kok mas. Tapi ya entahlah kan aku baru ketemu sekali ini." kata Alya.

" iya juga. Ah sudah lah ... biar kakak mu saja yang menilai. Dia kan sudah dewasa, pasti tau mana yang terbaik untuk nya ." kata Candra.

Baru asyik membicarakan kak Revan dan mbak Nayla, tiba - tiba terdengar tangisan Riyan.

Alya segera mendekati Riyan dan menggendongnya.

"Eh...anak bapak udah bangun bubuk...." kata Candra menyapa Riyan.

Candra yang begitu sayang pada Riyan, segera menggendongnya.

Beberapa saat setelah menggendong, Candra mengajak Alya untuk pulang.Alya dan Candra segera pamitan dan bergegas pulang karena takut kemalaman.

"Riyan pulang dulu nek... Assalamu'alaikum." kata Candra.

"Wa'alaikumsalam... hati - hati di jalan." jawab nenek.

"Baik nek."

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih setengah jam, akhirnya Alya sampai di rumah.

Begitulah aktifitas mereka setiap hari.

Pagi nengantar Riyan ke rumah nenek, baru berangkat kerja.

Dan sore sepulang kerja harus menjemput Riyan. Meski begitu mereka tak mengenal lelah dan rumah tangga selalu harmonis.

"Dek, aku jadi penasaran sama pacar kakakmu." kata Candra tiba - tiba.

"Lha mas ini, apanya yang bikin penasaran?" selorok Alya.

"Ya pingin tau aja sih, cepat atau lambat kan dia bakal jadi keluargamu,. berarti jadi saudara kita juga kan?" ucap Candra.

"Iya juga mas." jawab Alya.

Topik pembicaraan Alya dan Candra sore itu masih seputar kakaknya dan Nayla.

Bagaimana tidak, sekian lama mereka tinggal terpisag dari orang tua, baru kali ini Revan membawa wanita ke rumahnya.

Candra dan Alya semakin yakin kalau kakaknya sudah ingin membangun rumaah tangga. Dan mungkin Nayla adalah pilihan hatinya.

"Kamu setuju jika kakakmu menikah dengan Nayla itu dek,?" tanya Candra di sela istirahatnya.

"Ya Alloh mas, kamu masih mikirin mereka?" sergah Alya.

"Hehehe...." Bukannya menjawab, Candra justru terkekeh .

Alya mendengus kesal karena tak ada jawaban dari Candra.

"Kamu sendiri setuju jika mereka menikah?" Alya justru membalikkan pertanyaan itu ke Candra.

"Alya...Alya.... aku mana tahu Nayla itu seperti apa. Tapi kalau aku sih terserah mereka aja. Jika mereka sudah mantap dan yakin, kenapa kita tidak setuju?" jawab Candra.

"Jika niat mereka baik, mengapa tidak di dukung? Toh kakakmu juga sudah dewasa, bisa memilih mana yang baik dan mana yang tidak baik untuknya." Candra melanjutkan kalimatnya.

"Iya bener, lagian dalam suatu pernikaham kan yang utama restu orang tua bukan adik atau pun saudara yang lain." Alya melirik Candra.

Candra terperajat mendengar penuturan Alya. Seperti ada kata sindiran dalam kalimatnya.

"Hufh...kamu !!! Iya memang dulu kita nikah tanpa restu dari kakakku, tapi nggak perlu di ungkit juga kan?" Candra cemberut memandangi istrinya.

"Lho kok sewot mas, maaf kalau perkataanku menyinggung perasaanmu. Tapi sunggu aku nggak ada niat seperti itu." Alya merasa bersalah karena ucapannya.

Memang dulu pernikahan mereka tanpa ijin dari kakak Candra. Alasannya pun simpel, hanya karena kakaknya Candra belum menikah dan tidak mau di langkahi.

Alya dan Candra harus nikah tanpa restu bahkan sepengetahuan keluarga Candra.

Atau kalau di sinetron bisa di bilang mereka

kawin lari

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cahaya yang Tertunda
9.5
Usai masa nifas, Winda Baskoro berniat mendaftarkan nama bayinya, Alex Harto, ke Dinas Kependudukan. Namun, dunia Winda runtuh saat petugas mengungkap bahwa nama tersebut sudah tercatat dalam kartu keluarga suaminya, Tama Harto. Kebingungannya terjawab seketika lewat pesan foto dari Sania Marsudi, asisten suaminya. Di sana, Tama tampak bahagia merangkul Sania dan menggendong seorang anak laki-laki berusia lima tahun yang juga bernama Alex Harto di depan sebuah TK.
Sampul Novel Cinta Dania
9.4
Bagi Dania, membina rumah tangga dengan pria pujaan adalah dambaan terbesar. Namun, takdir berubah saat Bella, tante yang telah merawatnya sejak kecil, memberikan permintaan yang sangat mengejutkan. Ia memohon agar Dania bersedia menikah dengan suaminya sendiri. Terjepit antara rasa balas budi dan kehancuran hati, mampukah Dania menyanggupi permohonan tersebut? Ikuti kisah dilema cinta dan pengorbanan yang menguji kesetiaan dalam drama modern yang emosional ini.
Sampul Novel Cinta Terlarang & Rahasia
9.4
Karina, gadis dari keluarga retak, terjebak asmara terlarang dengan Evan, kakak sahabatnya yang sudah beristri. Saat hubungan rahasia ini terungkap, ia pun dihujat dan dimusuhi Siska. Karina memilih pergi sambil mengandung buah hati mereka tanpa sepengetahuan siapa pun. Bertahun-tahun kemudian, ia kembali ke Jakarta membawa seorang putra. Kini, rahasia besar mengenai ayah biologis sang anak terancam terbongkar. Sanggupkah ia terus menutupi fakta dari masa lalunya?
Sampul Novel DICERAI SUAMI, DIPINANG CEO
9.0
Felicia Hera, dokter kesuburan yang dituduh mandul, dikhianati suaminya hingga bercerai. Saat mulai meniti karier kembali, ia terlibat satu malam dengan pasiennya demi membuktikan kesuburan dirinya. Felicia menghilang dan kembali lima tahun kemudian membawa seorang putri. Namun, ia terkejut saat mengetahui direktur rumah sakit barunya adalah ayah sang anak. Kini ia harus bersembunyi dari pria dingin yang telah memburunya selama bertahun-tahun.
Sampul Novel Enam Bulan Dinikahi, Enam Kali Dikhianati
8.5
Terikat perjodohan keluarga, pernikahan enam bulan ini terasa bagai neraka. Dito, sang suami, justru terang-terangan menjalin asmara dengan mantan kekasihnya, Luna. Kehadiranku sama sekali tak dianggap, bahkan ia enggan menyentuhku dan selalu bersikap muak. Kesabaran pun mencapai batasnya saat perselingkuhan itu makin menjadi. Karena ia tak mampu adil, aku memilih mundur. Di tengah luka, takdir mempertemukan aku dengan pria dingin, Arya Pratama.
Sampul Novel Istri Keempat Sang Tuan Tanah
9.7
Demi melunasi utang, Lila terpaksa menjadi istri keempat Tuan Thakur, seorang tuan tanah kaya yang sangat dominan. Pria itu menegaskan bahwa pernikahan mereka bukanlah kontrak drama televisi yang mudah diakhiri. Tanpa ada kata cerai, Lila terjebak dalam komitmen seumur hidup kecuali maut memisahkan atau sang suami sendiri yang melepaskannya. Kini, Lila harus menghadapi kenyataan pahit dalam pernikahan penuh intimidasi ini. Sanggupkah ia bertahan hidup bersamanya?