Sampul Novel Calon Istriku Gadis Matre

Calon Istriku Gadis Matre

8.8 / 10.0
Dalam romance novel Calon Istriku Gadis Matre, Revan menghadapi pilihan sulit saat membatalkan pernikahan akibat pengkhianatan Nayla. Namun, pengakuan kehamilan Nayla mengubah segalanya. Simak kelanjutan kisah mereka di webnovel ini sebagai referensi fiction books terbaru.
Ringkasan Calon Istriku Gadis Matre
Revan dan Nayla telah lama memadu kasih dan siap melangkah ke pelaminan dengan restu penuh orang tua. Namun, pengkhianatan Nayla menghancurkan ketulusan Revan hingga ia nekat membatalkan rencana pernikahan mereka. Di tengah keputusan pahit itu, Nayla menangis tersedu dan memohon agar Revan tidak pergi. Ia mengaku tengah mengandung darah daging Revan, berharap janin di rahimnya bisa menjadi alasan bagi sang kekasih untuk tetap menikahinya.
Baca Selengkapnya

Calon Istriku Gadis Matre Bab 1

Perkenalan

Tok...tok...tok....

"Assalamu'alaikum..." ucap Revan ketika sampai di rumah Alya.

"Wa'alaikumsalam... silakan masuk, pintunya tidak di kunci kok," jawab Alya dari dalam.

Alya adalah adik kandung Revan.Ia tinggal di sebuah rumah sederhana bersama suami dan anaknya.

Alya bergegas membuka pintu meski sudah mempersilakan tamunya.

"Eh kak Revan, mari silakan masuk kak." kata Alya sambil mencium punggung tangan kakak dan teman kakaknya.

"Terima kasih Alya, " Revan lalu masuk dan duduk di sofa ruang tamu.

Alya pun menyusul dan segera membuatkan teh hangat untuk kakak dan temannya.

"Silakan di minum kak," kata Alya menyuguhkan teh manis untuk kakak dan temannya.

"Terima kasih, maaf jadi merepotkan." kata Revan pada adiknya.

"Nggak repot kok. Oh iya kak, ini pacar kakak ya? Kok nggak di kenalin ke aku sih?" ucap Alya sambil melirik ke arah teman wanita yang duduk bersebelahan dengan Revan.

"Sabar dong... Nih kenalin, dia temen kakak namanya Nayla. Dan Nayla, ini adikku namanya Alya." kata Revan memperkenalkan temannya pada Alya.

"Hay mbak, aku Alya adiknya kak Revan." kata Alya memperkenalkan diri.

Alya dan Nayla berjabat tangan tanda perkenalan. Baru sekali ini Revan mengajak teman wanita ke rumah Alya.

Setelah Alya menikah duluan dan memilih tinggal pisah dari orang tuanya.

Alya dan suaminya milih kontrak rumah dengan alasan ingin lebih mandiri setelah berumah tangga.

"Kak Revan dari mana? Tumben main ke sini bawa cewek." kata Alya .

"Dari rumah Nayla kok, sekali - kali nggak papa kan? Biasanya kan main sendiri." jawab Revan

.

"Hehe...iya kak. Aku juga seneng jadi tambah teman." Alya tersenyum ke arah Nayla.

Sementara kakak beradik ini asyik ngobrol, Nayla yang belum kenal dengan Alya, hanya memilih diam dan menjadi pendengar di setiap obrolan mereka.

"Kak Re... mbak Nayla rumahnya man sih? Ajak aku main dong." kat Alya berlagak seperti anak kecil.

Nayla dengan cepat menyebutkan alamat rumahnya. Dia juga mengungkapkan bahwa ia sangat senang jika Alya mau main ke rumahnya.

Mereka semakin larut dan asyik.

Hingga siang tiba, Alya segera menyiapkan makan siang .

Alya yang memang terkenal anak yang supel, dengan mudah bergaul dan mengenal Nayla. Nayla juga orangnya asyik dan mudah bergaul.

"Kak Re, mbk Nayla udah di ajak ke rumah belum?" tanya Alya pada Revan..

Nayla tiba - tiba tersedak makanan ketika mendebgar pertanyaan Alya.

"Belum Al, kakak belum siap mengajak Nayla ke rumah." jawab Revan.

"Lho kenapa belum siap? Bukankah itu malah bagus kak? jadi ayah dan ibu juga bisa kenaln sama mbak Nayla. Iya kan Mbak Nay?" celoteh Alya.

"Hmmm... iya Al. Tapi bukan searang waktunya. Mbak dan Mas Revan akan mencari waktu yang lebih tepat untuk ketemu orang tua." jawab Nayla.

"Oh...ya udah gimana baik nya aja kak. Aku percaya kakak pasti tahu yang terbaik." kata Alya.

Revan dan Nayla terdiam. Alya pun melanjutkan makan siangnya.

"Kamu tinggal sama siapa di sini Al? Dari tadi aku tidak melihat siapa pun srlain kita." tanya Nayla.

"Aku tinggal sama anak dan suami mbak, kebetulan anakku masih di rumah mbah. " jawab Alya

"Lalu suamimu kemana?" selidik Nayla.

"Dia sedang kerja mbak, pulangnya nanti sore." papar Alya.

Suami Alya memang sedang bekerja dan anak Alya si Riyan sedang di rumah neneknya.

Riyan biasa di titipkan sama nenek karena Alya harus bekerja untuk membantu perekonomian keluarganya.

Suaminya yang hanya jualan siomay keliling belum cukup untuk kebutuhan keluarga kecilnya.

Apalagi dengan rumah kontrakan yang harus membayar setiap bulannya.

"Anak mu cewek atau cowok Al? Kapan - kapan ajak ke rumah ku dong, biar makin kenal dan akrab." kata Nayla.

"Cowok mbak, baru umur tiga tahun . Insyaalloh kalau aku libur kerja main ke rumah mbak Nayla." papar Alya.

"Tapi itu pun jika kak Revan mau." Alya melanjutkan kalimatnya.

"Mas Revan mau kan?" tanya Nayla.

Revan menghela nafas dalam - dalam.

Ia seperti tampak berfikir sejenak.

"Iya kakak mau kok. Memang kamu kapan libur kerja?" tanya Revan pada Alya.

"Alya libur setiap hari Minggu kak."

"Ya sudah kalau kamu libur, kakak ajak main ke rumah Nayla." ucap Revan datar.

"Yaaahhh... kak Revan kaya nggak ikhlas gitu." kata Alya.

"Iya si mas, seperti nya mas keberatan ke rumahku." kata Nayla menyela.

Revan kembali harus menghela nafas panjang mendengar penuturan adik dan pacarnya.

Entah apa yang Revan pikirkan. Ia seperti masih sungkan jika ke rumah Nayla.

"Ikhlas kok, apa sih yang nggak buat kalian?" tanya Revan.

"Ah kak Revanbisa aja ngegombalnya. Awas hati - hati mbak Nay. Jangan sampai kemakan rayuan gombalnya." gurau ku pada mereka.

Revan dan Nayla terkekeh mendengar kata - kata Alya.

"Alya...Alya... Nayla tuh udah kemakan kata gombalku, buktinya dia mau aja jadi pacarku." kata Revan sambil menahan tawa.

Nayla melotot ke arah Revan. Ia tahu jika kekasihnya sedang bercanda.

"Kak Revan ini...ada - ada aja. Mbak Nayla tuh cinta sama kakak, bukan karena kata gombal yang kakak ucap. Iya kan mbak Nay?" papar Alya pada kakaknya.

"Hmmmm.... iya Al. Tapi nggak tahu kalau kakakmu itu gimana?" kata Nayla.

Alya dan Nayla melirik ke arah Revan. Revan terlihat clingukan. Memikirkan apa yang harus ia katakan. Untunglah otak Revan bekerja dengan sigap. Jadi untuk menjawab pertanyaan Nayla bukanlah hal yang sulit baginya.

"Kalau aku tak cinta padamu, untuk apa aku bawa kamu kemari? Buat apa aku kenalkan kamu pada keluargaku,hah?" kata Revan membalikkan pertanyaan Nayla.

Alya tersenyum mendengar jawaban Kakaknya. Ia tahu jika kakaknya serius menjalin hubungan dengan Nayla. Menurut pandangan Alya, Nayla orang yang baik, solan dan perhatian. Alya yakin jika Nayla bisa menjadi istru yang baik untuk kakaknya. Dan juga ibu yang sholehah untuk putra putri kakaknya kelak.

Saking asyiknya mengobrol, mereka tak sadar jika hati sudah sore. Nayla mengajak Revan untuk pulang.

"Al, udah sore nih. Kita pamit pulang dulu ya." ucap Nayla.

"Yaahh...masih jam berapa ini? Nanti lah,

suamiku juga belum pulang, aku sepi kalau harus di rumah sendiri." kata Alya.

"Kamu bukannya harus menjemput anakmu?" tanya Nayla.

"Iya, tapi nanti jika suamiku udah pulang. Kita jemput Riyan bareng." kataku menjelaskan.

"Oh... berarti masih nanti ya kamu jemput anakmu." Nayla meyakinkan.

"Iya mbak, tenang aja kok."jawabku.

Nayla terdiam beberapa saat.

"Tapi kita harus tetap pamit Al, hari sudah sore." kata Nayla.

"Hmmm... ya udah deh kalo maksa . Kalian hati - hati di jalan." kata Alya

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Calon Istriku Gadis Matre

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Bertahun-tahun Terpisah, Hati Terbangun
9.2
Identitas Nyonya Marshall terbongkar dan memicu skandal besar. Dituduh mencelakai kekasih gelap suaminya, ia dipenjara hingga dikabarkan tewas bersama seorang bayi. Namun, enam tahun kemudian, Callie muncul kembali sebagai sosok baru yang mempesona. Saat bertemu Pak Marshall, ia tak lagi tunduk. Dengan senyum anggun, Callie menegaskan bahwa dirinya telah menikah bahagia dan meminta mantan suaminya itu untuk menjaga jarak demi menghormati kehidupan barunya yang sekarang.
Sampul Novel Harakat Cinta
8.9
Insiden di jalan raya menjadi awal takdir yang mempertemukan Jingga dengan Langit. Jingga adalah gadis tulus yang kerap menghadapi kemarahan ibunya, sementara Langit merupakan pemuda baik hati dari keluarga konglomerat yang akhirnya menjadi pasangan hidupnya. Perjalanan asmara mereka tidaklah mudah, karena keduanya harus menghadapi berbagai ujian hidup yang rumit dan menguras emosi demi mempertahankan ikatan cinta yang telah terjalin kuat.
Sampul Novel Ibu Susu Anak Hot Duda
7.9
Lisa sering dilecehkan karena kondisi fisiknya akibat kelebihan hormon, yang mengharuskannya rutin memompa ASI untuk didonorkan. Lelah dengan keadaannya, ia menerima tawaran menjadi ibu susu bagi bayi dari seorang konglomerat ibu kota yang ditinggal pergi istrinya. Namun, keputusan ini justru menjebak Lisa dalam hubungan rumit dengan sang ayah bayi, seorang duda yang mulai mengincar kesuciannya secara terang-terangan.
Sampul Novel Perjalanan Cinta Yang Sia-Sia
9.7
Pernikahan Hosana dan Jack yang berjalan lima tahun hancur saat Jack mengaku berselingkuh dengan Luna selama sembilan tahun dan ingin membawanya pindah ke luar negeri. Alih-alih murka, Hosana dengan tenang memfasilitasi kepergian mereka dengan membelikan tiket pesawat. Jack mengira istrinya telah pasrah menerima keadaan tersebut. Namun, setelah mengantar Jack dan Luna di bandara, Hosana justru berbalik arah dan menaiki penerbangan lain untuk pulang selamanya ke rumah orang tuanya.
Sampul Novel TAKDIR CINTA SANG PRAJURIT
8.2
Zanna Kirania sepenuhnya sadar akan risiko menikahi seorang prajurit. Baru tiga bulan menikah, Adiyasa harus bertugas di Pulau Natuna, memaksa mereka menjalani hubungan jarak jauh Bandung-Natuna yang penuh tantangan. Setelah dua tahun terpisah, Zanna akhirnya diboyong ke mess sederhana di pulau terpencil tersebut. Gaya hidup sosialitanya pun berubah drastis saat ia beradaptasi dengan fasilitas minim. Sanggupkah Zanna bertahan menghadapi ujian sebagai istri abdi negara?
Sampul Novel Tarian Aksara
8.5
Di bawah langit senja yang merona, Ara meratapi nasibnya dari atas kursi roda. Ia merasa takdir begitu kejam hingga air matanya terus mengalir. Aksa, sahabat setianya, berusaha menguatkan Ara dengan janji untuk selalu mendampingi gadis bermata hazel itu. Meski Ara merasa hidupnya kini penuh dengan ironi yang menyakitkan, Aksa memohon agar ia tidak menyerah pada keadaan. Ini adalah kisah tentang perjuangan menerima kenyataan pahit di tengah dukungan tulus.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan