Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Calon Istriku Gadis Matre

Calon Istriku Gadis Matre

Revan dan Nayla telah lama memadu kasih dan siap melangkah ke pelaminan dengan restu penuh orang tua. Namun, pengkhianatan Nayla menghancurkan ketulusan Revan hingga ia nekat membatalkan rencana pernikahan mereka. Di tengah keputusan pahit itu, Nayla menangis tersedu dan memohon agar Revan tidak pergi. Ia mengaku tengah mengandung darah daging Revan, berharap janin di rahimnya bisa menjadi alasan bagi sang kekasih untuk tetap menikahinya.
Bab
Bagikan

Bab 1

Perkenalan

Tok...tok...tok....

"Assalamu'alaikum..." ucap Revan ketika sampai di rumah Alya.

"Wa'alaikumsalam... silakan masuk, pintunya tidak di kunci kok," jawab Alya dari dalam.

Alya adalah adik kandung Revan.Ia tinggal di sebuah rumah sederhana bersama suami dan anaknya.

Alya bergegas membuka pintu meski sudah mempersilakan tamunya.

"Eh kak Revan, mari silakan masuk kak." kata Alya sambil mencium punggung tangan kakak dan teman kakaknya.

"Terima kasih Alya, " Revan lalu masuk dan duduk di sofa ruang tamu.

Alya pun menyusul dan segera membuatkan teh hangat untuk kakak dan temannya.

"Silakan di minum kak," kata Alya menyuguhkan teh manis untuk kakak dan temannya.

"Terima kasih, maaf jadi merepotkan." kata Revan pada adiknya.

"Nggak repot kok. Oh iya kak, ini pacar kakak ya? Kok nggak di kenalin ke aku sih?" ucap Alya sambil melirik ke arah teman wanita yang duduk bersebelahan dengan Revan.

"Sabar dong... Nih kenalin, dia temen kakak namanya Nayla. Dan Nayla, ini adikku namanya Alya." kata Revan memperkenalkan temannya pada Alya.

"Hay mbak, aku Alya adiknya kak Revan." kata Alya memperkenalkan diri.

Alya dan Nayla berjabat tangan tanda perkenalan. Baru sekali ini Revan mengajak teman wanita ke rumah Alya.

Setelah Alya menikah duluan dan memilih tinggal pisah dari orang tuanya.

Alya dan suaminya milih kontrak rumah dengan alasan ingin lebih mandiri setelah berumah tangga.

"Kak Revan dari mana? Tumben main ke sini bawa cewek." kata Alya .

"Dari rumah Nayla kok, sekali - kali nggak papa kan? Biasanya kan main sendiri." jawab Revan

.

"Hehe...iya kak. Aku juga seneng jadi tambah teman." Alya tersenyum ke arah Nayla.

Sementara kakak beradik ini asyik ngobrol, Nayla yang belum kenal dengan Alya, hanya memilih diam dan menjadi pendengar di setiap obrolan mereka.

"Kak Re... mbak Nayla rumahnya man sih? Ajak aku main dong." kat Alya berlagak seperti anak kecil.

Nayla dengan cepat menyebutkan alamat rumahnya. Dia juga mengungkapkan bahwa ia sangat senang jika Alya mau main ke rumahnya.

Mereka semakin larut dan asyik.

Hingga siang tiba, Alya segera menyiapkan makan siang .

Alya yang memang terkenal anak yang supel, dengan mudah bergaul dan mengenal Nayla. Nayla juga orangnya asyik dan mudah bergaul.

"Kak Re, mbk Nayla udah di ajak ke rumah belum?" tanya Alya pada Revan..

Nayla tiba - tiba tersedak makanan ketika mendebgar pertanyaan Alya.

"Belum Al, kakak belum siap mengajak Nayla ke rumah." jawab Revan.

"Lho kenapa belum siap? Bukankah itu malah bagus kak? jadi ayah dan ibu juga bisa kenaln sama mbak Nayla. Iya kan Mbak Nay?" celoteh Alya.

"Hmmm... iya Al. Tapi bukan searang waktunya. Mbak dan Mas Revan akan mencari waktu yang lebih tepat untuk ketemu orang tua." jawab Nayla.

"Oh...ya udah gimana baik nya aja kak. Aku percaya kakak pasti tahu yang terbaik." kata Alya.

Revan dan Nayla terdiam. Alya pun melanjutkan makan siangnya.

"Kamu tinggal sama siapa di sini Al? Dari tadi aku tidak melihat siapa pun srlain kita." tanya Nayla.

"Aku tinggal sama anak dan suami mbak, kebetulan anakku masih di rumah mbah. " jawab Alya

"Lalu suamimu kemana?" selidik Nayla.

"Dia sedang kerja mbak, pulangnya nanti sore." papar Alya.

Suami Alya memang sedang bekerja dan anak Alya si Riyan sedang di rumah neneknya.

Riyan biasa di titipkan sama nenek karena Alya harus bekerja untuk membantu perekonomian keluarganya.

Suaminya yang hanya jualan siomay keliling belum cukup untuk kebutuhan keluarga kecilnya.

Apalagi dengan rumah kontrakan yang harus membayar setiap bulannya.

"Anak mu cewek atau cowok Al? Kapan - kapan ajak ke rumah ku dong, biar makin kenal dan akrab." kata Nayla.

"Cowok mbak, baru umur tiga tahun . Insyaalloh kalau aku libur kerja main ke rumah mbak Nayla." papar Alya.

"Tapi itu pun jika kak Revan mau." Alya melanjutkan kalimatnya.

"Mas Revan mau kan?" tanya Nayla.

Revan menghela nafas dalam - dalam.

Ia seperti tampak berfikir sejenak.

"Iya kakak mau kok. Memang kamu kapan libur kerja?" tanya Revan pada Alya.

"Alya libur setiap hari Minggu kak."

"Ya sudah kalau kamu libur, kakak ajak main ke rumah Nayla." ucap Revan datar.

"Yaaahhh... kak Revan kaya nggak ikhlas gitu." kata Alya.

"Iya si mas, seperti nya mas keberatan ke rumahku." kata Nayla menyela.

Revan kembali harus menghela nafas panjang mendengar penuturan adik dan pacarnya.

Entah apa yang Revan pikirkan. Ia seperti masih sungkan jika ke rumah Nayla.

"Ikhlas kok, apa sih yang nggak buat kalian?" tanya Revan.

"Ah kak Revanbisa aja ngegombalnya. Awas hati - hati mbak Nay. Jangan sampai kemakan rayuan gombalnya." gurau ku pada mereka.

Revan dan Nayla terkekeh mendengar kata - kata Alya.

"Alya...Alya... Nayla tuh udah kemakan kata gombalku, buktinya dia mau aja jadi pacarku." kata Revan sambil menahan tawa.

Nayla melotot ke arah Revan. Ia tahu jika kekasihnya sedang bercanda.

"Kak Revan ini...ada - ada aja. Mbak Nayla tuh cinta sama kakak, bukan karena kata gombal yang kakak ucap. Iya kan mbak Nay?" papar Alya pada kakaknya.

"Hmmmm.... iya Al. Tapi nggak tahu kalau kakakmu itu gimana?" kata Nayla.

Alya dan Nayla melirik ke arah Revan. Revan terlihat clingukan. Memikirkan apa yang harus ia katakan. Untunglah otak Revan bekerja dengan sigap. Jadi untuk menjawab pertanyaan Nayla bukanlah hal yang sulit baginya.

"Kalau aku tak cinta padamu, untuk apa aku bawa kamu kemari? Buat apa aku kenalkan kamu pada keluargaku,hah?" kata Revan membalikkan pertanyaan Nayla.

Alya tersenyum mendengar jawaban Kakaknya. Ia tahu jika kakaknya serius menjalin hubungan dengan Nayla. Menurut pandangan Alya, Nayla orang yang baik, solan dan perhatian. Alya yakin jika Nayla bisa menjadi istru yang baik untuk kakaknya. Dan juga ibu yang sholehah untuk putra putri kakaknya kelak.

Saking asyiknya mengobrol, mereka tak sadar jika hati sudah sore. Nayla mengajak Revan untuk pulang.

"Al, udah sore nih. Kita pamit pulang dulu ya." ucap Nayla.

"Yaahh...masih jam berapa ini? Nanti lah,

suamiku juga belum pulang, aku sepi kalau harus di rumah sendiri." kata Alya.

"Kamu bukannya harus menjemput anakmu?" tanya Nayla.

"Iya, tapi nanti jika suamiku udah pulang. Kita jemput Riyan bareng." kataku menjelaskan.

"Oh... berarti masih nanti ya kamu jemput anakmu." Nayla meyakinkan.

"Iya mbak, tenang aja kok."jawabku.

Nayla terdiam beberapa saat.

"Tapi kita harus tetap pamit Al, hari sudah sore." kata Nayla.

"Hmmm... ya udah deh kalo maksa . Kalian hati - hati di jalan." kata Alya

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel CINTA DAN PENGORBANAN
9.2
Vanezha Dynazka, atau Nezha, harus berjuang sendirian setelah ditinggal wafat neneknya saat sedang mencari sang ibu. Hidupnya yang kelam berubah ketika kecelakaan mempertemukannya dengan sosok Aretha. Namun, Nezha terjebak dilema memilukan antara mempertahankan perasaan atau melepaskan cintanya demi membalas budi. Saat rahasia besar mulai terkuak, mampukah ia bertahan menghadapi badai takdir yang mengancam kebahagiaannya?
Sampul Novel CINTA DI MUSIM SEMI
8.0
Kisah romansa modern ini menyoroti perjalanan emosional antara David dan Arina saat mereka menemukan kebahagiaan sejati. Di tengah mekarnya bunga musim semi yang sangat berharga, keduanya belajar untuk saling memahami dan mengisi kekosongan hati satu sama lain. Hubungan mereka berkembang dengan indah seiring berjalannya waktu, membuktikan bahwa satu musim yang singkat mampu menyatukan dua jiwa dalam ikatan cinta yang tulus dan sangat mendalam bagi mereka.
Sampul Novel Cinta Palsu di Balik Perjalanan Dinas
8.3
Empat dekade tertipu, rahasia suami terbongkar lewat tablet cucu. Isinya ribuan foto mesra dia dan sahabatku, Wulandari, saat perjalanan dinas palsu. Bahkan Rizal, putraku, lebih memilih memuja pelakor itu daripada ibu kandungnya. Ternyata aku hanya dimanfaatkan sebagai inkubator karena Wulandari mandul. Tak sudi jadi babu, aku menuntut cerai dan menguras harta mereka. Kini aku sukses di Bali, membiarkan mereka hancur dan mengemis tanpa ampun sedikit pun.
Sampul Novel Fragile Heart (Hati yang Rapuh)
8.0
Hidup Jasmine hancur setelah ditinggalkan kekasihnya tanpa alasan pasti. Bertahun-tahun ia berjuang mengobati luka hati dan melupakan kenangan pahit tersebut. Namun, takdir justru mempertemukannya kembali dengan Xavier, pria yang dahulu membuangnya. Luka lama Jasmine kian perih saat mengetahui Xavier adalah calon suami kakak kandungnya. Kini ia terjebak dalam dilema antara memendam rasa atau menghancurkan kebahagiaan kakaknya demi cinta masa lalu yang kelam.
Sampul Novel Gairah Pewaris Hanya Untuk Pengantin Penggantinya
8.2
Selena Hart terpaksa menerima tawaran gila dari Damian Jorch demi melunasi biaya medis tantenya. Ia dibayar satu juta dolar hanya untuk menjadi pengantin pengganti karena wajahnya sangat mirip dengan tunangan Damian yang hilang, Elsie Sonata. Rencana awalnya sederhana: Selena cukup berdiri di altar dan mengucapkan janji suci. Namun, kendali Damian runtuh saat ia mabuk dan menyentuh Selena. Kesepakatan kontrak itu kini berubah menjadi hubungan yang jauh lebih rumit.
Sampul Novel His First Love
9.2
Davira, seorang mantan putri, tak gentar dicap buruk demi membalas pengkhianatan suaminya, Zhepyr. Skandal Zhepyr dengan cinta pertamanya memicu amarah Davira yang sadar akan harga dirinya. Di hadapan ksatria setianya, ia bersumpah tak akan menangis dan justru akan membuat mereka berlutut. Kini, Davira harus memilih antara memberi maaf atau melangkah pergi memulai hidup baru tanpa belas kasih. Akankah dendam ini berakhir dengan sebuah perpisahan?