Sampul Novel Bukan Aku Yang Menjebakmu

Bukan Aku Yang Menjebakmu

8.8 / 10.0
Dalam novel romance Bukan Aku Yang Menjebakmu, Nadira dituduh menjebak CEO Elvano Mahardika hingga dipecat secara tidak adil. Kini, sekretaris itu harus melindungi kehamilannya dari sang billionaire yang telah menghinanya. Baca kisah seru ini di web novel kami.
Ringkasan Bukan Aku Yang Menjebakmu
Nadira Almeira, sekretaris bersahaja di Mahardika Corp, mendadak dituduh menjebak CEO Elvano Mahardika demi kekuasaan. Tanpa bukti, Elvano memecat dan mempermalukannya di depan publik dengan lemparan uang yang menghina harga dirinya. Padahal, Nadira hanyalah korban yang tidak tahu apa-apa. Situasi kian rumit saat ia menyadari dirinya tengah mengandung anak Elvano. Kini, Nadira harus memilih antara pergi selamanya atau kembali menghadapi pria yang telah menghancurkannya.
Baca Selengkapnya

Bukan Aku Yang Menjebakmu Bab 1

Suara hujan mengguyur kaca jendela kantor Mahardika Corp di lantai dua puluh lima. Lampu-lampu kota Jakarta yang gemerlap hanya menjadi latar samar di balik embun dan gemuruh malam. Jam menunjukkan pukul sembilan lebih dua puluh ketika Nadira Almeira, mengenakan blouse putih sederhana dan rok pensil hitam, masih berada di meja kerjanya, menuntaskan laporan keuangan yang harus diserahkan esok pagi.

Ia tidak mengeluh. Bekerja lembur sudah menjadi rutinitas sejak bergabung sebagai sekretaris pribadi Elvano Mahardika, pria muda berusia tiga puluh satu tahun dengan reputasi dingin dan tak tersentuh. Wajahnya rupawan, sikapnya tak kenal kompromi. Pria itu dikenal tanpa ampun terhadap kesalahan, dan Nadira telah belajar sejak awal: jangan buat satu pun kesalahan fatal.

Namun malam itu berbeda.

Tepat pukul sembilan tiga puluh, pintu ruang kerja Elvano terbuka. Nadira mengangkat wajahnya dan menemukan atasannya berdiri tegak di ambang pintu, mengenakan kemeja abu gelap yang bagian atasnya sedikit terbuka, wajahnya tak bisa dibaca. Mata pria itu menatapnya dengan tajam, terlalu tajam. Jantung Nadira berdegup aneh, merasa ada yang salah, tapi dia tak tahu apa.

"Masuk," perintah Elvano singkat.

Dengan langkah hati-hati, Nadira bangkit dan masuk ke dalam ruangan besar bergaya modern itu. Lampu remang menyinari meja besar dari kayu hitam, kursi kulit, dan rak buku yang tersusun rapi. Aroma kopi dan parfum maskulin samar memenuhi udara.

"Ya, Pak?" tanyanya pelan, menjaga nada suaranya netral.

Elvano berjalan pelan mengelilingi meja, lalu menatapnya dalam-dalam. "Kau pikir aku bodoh, Nadira?"

Nadira mengernyit. "Maaf, saya tidak mengerti."

"Kau menjebakku. Dengan obat, dengan niat busuk. Kau tahu benar apa yang terjadi malam Jumat itu. Jangan pura-pura polos."

Mulut Nadira terbuka, nyaris membantah, tapi ia terlalu bingung. Malam Jumat? Yang dia ingat, malam itu dia hanya membantu menyusun berkas hingga larut lalu pulang. Dia tidak pernah menyentuh minuman atau makanan apapun milik atasannya.

"Apa maksud Anda, Pak? Saya tidak melakukan-"

"Diam!" hardik Elvano, nadanya tajam seperti cambuk. "Kau racuni minumanku. Kau buat aku kehilangan kendali. Dan sekarang, beredar rumor kalau aku menghabiskan malam dengan sekretarisku. Semua orang mulai bicara, dan kau tahu siapa yang jadi tertuduh? Aku."

Nadira menggigit bibir bawahnya, mencoba menahan guncangan emosinya. "Saya tidak tahu apa-apa soal itu... Saya bahkan tidak ingat malam itu seperti yang Anda ceritakan."

"Kau memang aktris yang hebat," sindirnya sambil tertawa dingin. "Tapi drama ini sudah selesai."

Dengan satu gerakan cepat, Elvano membuka laci mejanya, menarik segepok uang ratusan ribu dan melemparkannya ke wajah Nadira. Uang itu berserakan di lantai, beberapa lembar menempel di rambut dan tubuhnya.

"Itu bayaran untuk jasamu. Sekarang enyah dari kantor ini. Kau dipecat."

Seketika dunia Nadira runtuh.

Air matanya langsung jatuh, tapi dia tidak menyeka. Tangannya mengepal di sisi tubuh, tubuhnya bergetar. Ia menatap Elvano, bukan dengan air mata yang memelas, tapi dengan sorot yang hancur-dan marah.

"Anda tidak tahu apa yang Anda lakukan," bisiknya lirih. "Saya tidak pernah menyentuh Anda. Saya tidak pernah menjebak siapa pun. Tapi Anda... Anda bahkan tidak memberi saya kesempatan untuk menjelaskan."

Elvano tidak berkata apa-apa. Matanya tetap dingin.

Dengan langkah gemetar, Nadira membungkuk, memunguti uang-uang itu satu per satu, lalu meletakkannya kembali di meja.

"Simpan ini untuk hati nurani Anda, Pak. Anda akan membutuhkannya suatu hari nanti."

Ia keluar dari ruangan dengan langkah terpatah-patah, menahan isak dan malu yang menyiksa. Dalam benaknya, hanya satu pertanyaan yang terus berdengung: siapa yang menjebaknya?

Tiga minggu berlalu.

Nadira mengurung diri di kamar kosnya yang sempit. Pekerjaan baru belum ia dapatkan, reputasinya tercemar, dan beberapa rekan kantor bahkan menyebarkan desas-desus yang lebih parah. Hidupnya porak-poranda, semua karena malam yang bahkan tak pernah benar-benar ia alami.

Pagi itu, tubuhnya terasa lebih lelah dari biasanya. Perutnya mual tanpa alasan. Ia pikir itu karena stres. Namun ketika mual itu kembali menghantam di siang hari, dan kemudian malam harinya, Nadira mulai curiga.

Ia duduk di tepi ranjang, napasnya memburu. Tangannya meraih kalender kecil di meja, menghitung mundur siklusnya. Ia menahan napas. Sudah lebih dari lima minggu sejak terakhir kali...

Tak percaya, dia langsung pergi ke apotek terdekat, mengenakan hoodie dan masker agar tak dikenali.

Satu jam kemudian, dia berdiri di kamar mandi sempit kosnya, menatap dua garis merah di alat uji kehamilan. Tangannya bergetar. Dunia terasa berputar. Suaranya tercekat. Ia menjatuhkan diri di lantai, memeluk lututnya.

Dia hamil.

Dan satu-satunya pria yang pernah menyentuhnya... adalah pria yang telah menghancurkannya. Pria yang melemparkan uang ke wajahnya seolah ia wanita murahan.

Elvano Mahardika.

Hening. Nadira duduk di tepi ranjang dengan kedua tangan menggenggam alat tes itu erat-erat, seolah-olah itu bisa memberi jawaban atas kekacauan hidupnya.

"Aku tidak minta ini..." bisiknya sambil menangis. "Aku tidak pernah meminta ini..."

Tapi air mata tak bisa mengubah kenyataan. Bayi itu ada di dalam dirinya. Ia hidup, berkembang. Setengah dari darah yang mengalir dalam tubuh anak itu... milik pria yang mengusirnya tanpa belas kasihan.

Ia punya dua pilihan.

Melupakan semuanya, melahirkan dan membesarkan anak itu sendirian, hidup dalam bayang-bayang stigma dan kehancuran reputasi.

Atau...

Menghadapi Elvano. Mengungkap kebenaran. Bukan untuk menuntut cinta, bukan untuk balas dendam, tapi untuk keadilan... untuk anak yang bahkan belum sempat melihat dunia.

Untuk kali pertama sejak malam itu, Nadira menatap pantulan wajahnya di cermin. Wajah yang pucat, mata yang sembab, tapi sorotnya berbeda.

Kali ini, ada nyala yang tak lagi ingin menyerah.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Bukan Aku Yang Menjebakmu

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Astaga, Gairahku Diketahuinya
8.1
Mengalami penurunan kondisi fisik dan suasana hati yang buruk, seorang wanita didesak temannya untuk berkonsultasi dengan tabib tradisional. Namun, ia dilingkupi ketakutan mendalam karena menyembunyikan kecanduan seksual yang ekstrem, khawatir rahasia sensitif itu terdeteksi melalui pemeriksaan fisik. Saat tubuhnya makin melemah, ia akhirnya memberanikan diri datang ke klinik. Di sana, sang dokter menyadari kondisinya, mengubah tatapan matanya, lalu melakukan tindakan nekat di atas meja periksa.
Sampul Novel DIBALIK TOPENGNYA
8.2
Kehidupan Sarah berubah total saat ia menemukan sebuah buku mantra misterius milik Evander. Sosok pria itu masih menjadi teka-teki besar yang tak terpecahkan. Apakah dia sebenarnya seorang pangeran yang menderita, atau justru badut kejam yang haus akan darah? Sarah terus bertanya-tanya apakah Evander adalah pemilik sah dari rumah berhantu tersebut, ataukah dia hanya orang asing yang disewa untuk mengusir roh jahat yang bersemayam di sana.
Sampul Novel ISABELLA
7.9
Isabella, perempuan asal Turki dengan hidup sederhana, memutuskan merantau ke London demi meraih cita-citanya. Namun, takdir membawanya ke arah tak terduga saat ia terjebak dalam pusaran gelap dunia mafia. Bersama kekasihnya, Alech, Isabella harus berjuang melewati berbagai rintangan berbahaya yang mengancam hubungan mereka. Akankah cinta mereka tetap bertahan di tengah konflik kekerasan ini? Simak perjalanan penuh risiko Isabella dan Alech demi kebersamaan abadi.
Sampul Novel Kalau Cinta, Pasti Sayang
8.3
Lima tahun pernikahan tanpa cinta membuat sang istri menderita karena diabaikan suaminya. Begitu sang istri meninggal, sang suami justru segera menemui cinta pertamanya. Ketika istrinya menghilang, dia hanya mencemooh dan menganggapnya sebagai taktik mencari perhatian. Demi membuktikan kebohongan tersebut, ia berniat memastikan kabar kematian istrinya secara langsung. Namun, dia sama sekali tidak menyadari bahwa wanita yang diabaikannya itu memang telah tiada sejak beberapa hari yang lalu.
Sampul Novel Mendadak Dinikahi CEO Galak
7.9
Reva Queen Arabella terpaksa mengubur mimpinya kuliah setelah dipaksa menikah muda. Ia menjadi pengganti kakaknya yang melarikan diri tepat di hari pernikahan. Kini, gadis manja itu terikat dengan Zidan Adnan Fernando, CEO dingin yang berusia jauh lebih tua. Tanpa rasa cinta, mereka sepakat menandatangani kontrak pernikahan yang hanya berlaku selama enam bulan. Akankah ikatan paksa ini berakhir sesuai perjanjian, atau justru tumbuh benih cinta yang tak terduga?
Sampul Novel Menjadi Ibu Susu
8.5
Viona, seorang wanita yang terjebak dalam dunia prostitusi dengan nama panggung Ros, mendapati hidupnya berubah drastis secara tidak terduga. Ia mengemban tanggung jawab sebagai ibu susu bagi bayi piatu bernama Melati. Di tengah tugas barunya itu, Viona dihadapkan pada tantangan emosional yang sulit. Ia harus berjuang menjalankan perannya dengan profesional sembari berusaha keras menahan perasaan yang mulai tumbuh terhadap ayah kandung Melati.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan