Sampul Novel SAMANTHA

SAMANTHA

8.7 / 10.0
Dalam novel SAMANTHA, hubungan Samuel dan Anantha terancam saat Samuel lebih fokus pada OSIS dan sahabat lamanya, Viola. Anantha harus memilih antara bertahan atau mengakhiri kisah cintanya. Simak romance novel ini di platform read novels online untuk mengikuti drama young adult yang emosional.
Ringkasan SAMANTHA
Samuel dan Anantha telah berpacaran sejak kelas sepuluh. Namun, memasuki tahun kedua, hubungan mereka merenggang akibat kesibukan Samuel sebagai Ketua OSIS. Di sisi lain, Anantha diam-diam berkarier sebagai penulis novel daring. Konflik memuncak saat Viola, teman masa kecil Samuel, hadir dan merebut perhatiannya. Anantha merasa terabaikan dan terluka karena Samuel lebih memprioritaskan Viola. Akankah Anantha memilih bertahan atau justru mengakhiri kisah mereka?
Baca Selengkapnya

SAMANTHA Bab 1

Bukan dia tak mencintaiku, hanya saja aku yang terlalu mencintainya.

-Anantha-

****

Samuel Dirgantara, ketua OSIS SMA KARTIKA yang terkenal sangat disiplin dan kejam dalam memberikan hukuman. Samuel bahkan sering memberikan hukuman pada kekasihnya sendiri, yaitu Anantha. Siswi bandel yang sering kali bolos pelajaran.

"Samuel!" Pria dengan keringat yang banjir di wajahnya, setelah selesai bermain basket menoleh ke arah seorang gadis yang berlari kecil menghampirinya.

"Buat kamu," Anantha tersenyum manis memberikan minuman yang baru saja ia beli di kantin untuk kekasihnya.

Dengan senang hati Samuel menerimanya, meneguk air itu hingga tersisa setengah. Anantha mengeluarkan sapu tangannya mengusap keringat yang membanjiri wajah tampan kekasihnya.

"Nanti kamu jadi nganterin aku pulang?" tanyanya.

Samuel mengangguk, mengulas senyum tipis ke arah Anantha. "Tungguin di depan, gue rapat OSIS bentar!" ucap Samuel.

"Oke, jadi jalan sekalian?" tanya Anantha kembali.

"Samuel!" Atensi keduanya beralih pada Deka yang melambai agar Samuel kembali bermain.

Samuel menganggukkan kepalanya, menepuk kepala Anantha pelan. "Jadi, buruan masuk kelas jangan sampai Bu Retno hukum karena ketahuan bolos!" teriak Samuel.

Anantha menyengir lebar, Samuel tahu saja jika dia izin ke kamar mandi tapi justru pergi ke kantin hanya untuk membelikan minuman untuknya. Anantha membawa tubuhnya berbalik kembali ke kelas setelah sebelumnya sempat menatap Samuel yang tengah bermain basket.

"Samuel, jangan pernah bosan untuk jatuh cinta sama Anantha ya? Karena Anantha sudah mencintai Samuel sangat jauh."

Bukan segera kembali ke kelas, Anantha justru kembali berbelok ke kantin. Ia malas masuk ke kelas Bu Rina yang memang cukup membosankan. Selain ia harus bertemu dengan rumus kimia ia pun harus mendengarkan promosi bimbel yang tidak ada habisnya.

"Mang, bakso satu ya!" pesan Anantha.

Ia mengambil duduk yang tidak terlihat dari luar, Anantha memainkan ponselnya dan sudah banyak mendapat pesan dari temannya. Anantha tidak perduli meski ia sudah di paksa untuk masuk lantaran guru menyebalkan itu sudah menyadari kepergiannya yang terlalu lama.

"Kalau di hukum tinggal di jalanin, sekolah tinggal berapa bulan aja. Lumayan nyari kenangan!" kekeh Anantha.

Matanya berbinar saat bakso yang ia pesan sudah di antarkan. Anantha segera memakannya, tanpa dia sadari ada sorot mata tajam yang sedari tadi memperhatikannya. Di suapan terakhirnya, Anantha sampai tersedak lantaran seseorang menggebrak mejanya sangat keras.

"ANANTHA PUTRI ATMAJA, LARI 5 PUTARAN SEKARANG JUGA!" teriakan melengking itu berasal dari Pak Beni, guru piket yang mencari siswi bolos seperti Anantha.

"Pak, jahat banget sih. Anantha sampai tersedak nih!" ucap Anantha setelah menghabiskan minumannya.

Pak Beni berkacak pinggang menatap tajam ke arah siswi nakalnya satu ini. "BAPAK NGGAK PERDULI, KE LAPANGAN SEKARANG JUGA ATAU BAPAK PANGGIL PAPA KAMU KE SEKOLAH!" teriak Pak Beni.

Anantha sampai tutup telinga mendengarnya, ia menunjukkan cengiran lebarnya segera bangkit dari duduknya.

"Aduh, bapak nggak usah repot-repot manggil papa saya ke sini. Kan yang sekolah di sini saya  bukan papa saya, lagian nih pak, papa saya itu orangnya sibuk tiap hari kerjaannya di kantor numpuk. Nggak kayak bapak siang-siang gini masih bisa jalan-jalan, ke kantin lagi!"

"ANANTHA!"

Anantha tertawa puas, segera kabur dari jangkauan Pak Beni. Untung saja baksonya tadi sudah ia bayar. Anantha tersenyum saat melihat Samuel dan teman-temannya masih berada di lapangan.

Anantha menguncir tinggi rambutnya sebelum berlari mendekat ke arah Samuel. Dahi pria itu berkerut saat melihat Anantha kembali bukannya masuk ke kelas. Kebingungannya terjawab sudah setelah melihat kedatangan Pak Beni dengan penggaris panjangnya.

"Halo sayang!" sapa Anantha, memberikan ciuman jauh pada Samuel.

Samuel menghela napas panjang, masih saja tidak berubah. Kenakalan Anantha justru semakin menjadi semenjak mereka kelas 12. Pak Beni yang lelah setelah mengejar Anantha duduk di dekat Samuel dan teman-temannya.

"Samuel, kamu urus siswi nakal ini! Bapak mau kembali ke ruang guru. Jangan biarin dia kabur sebelum lari lima putaran!" perintah Pak Beni.

"Baik, Pak."

Pak Beni meninggalkan lapangan, setelah memberi peringatan kembali pada Anantha. "Kalau kamu buat ulah lagi, bapak akan panggil papa kamu ke sekolahan!" ancamnya.

Anantha menjulurkan lidahnya mengejek Pak Beni setelah guru itu berbalik. Ia sudah merasa lelah meski baru dua putaran saja. Anantha beralih menatap Samuel yang memberikan tatapan tajam kepadanya. Jangan harap setelah ini ia terbebas begitu saja, Samuel pasti akan memberikan ceramah panjang lebar kepadanya.

"El, pacar lo bisa bertolak belakang gini sama sifat lo!" kekeh Deka.

Samuel menghunuskan tatapan tajamnya membuat Deka langsung terdiam. "Gue duluan, baik-baik sama pacar lo anak orang itu!" bisik Deka sebelum berlari meninggalkan Samuel.

"Semangat, Anantha!" teriak Deka, yang mendapat acungan jempol dari Anantha.

Anantha mengusap dahinya yang sudah banjir keringat, kakinya sudah tidak kuat untuk berlari lagi. Padahal masih kurang dua putaran  lagi, ia yang baru makan pun tenaganya sudah terkuras habis. Memang Pak Beni menyebalkan, tidak tanggung-tanggung jika memberikan hukuman. Mana segala mengancam akan panggilan orang tua lagi.

"Samuel, capek!" teriak Anantha. Ia tidak lagi berlari, berjalan pun sudah hampir terjatuh.

Samuel melipat kedua tangannya di dada menatap tajam ke arah Anantha. "Lo yang buat salah harus berani tanggung konsekuensinya. Gue udah bilang jangan bolos kelas, Anantha!"

"Tapi aku lapar, Samuel. Masa kamu mau biarin aku mati kelaparan di kelas, lagian jamnya Bu Rina kosong hari ini!" bohong Anantha.

"Bu Rina yang bilang Pak Beni kalau lo pergi ke kamar mandi nggak balik-balik. Nggak usah buat alasan untuk menutupi kesalahan lo, Anantha!" tegas Samuel.

Anantha memajukan bibirnya kesal, Samuel tidak berpihak kepadanya. Ia menggoyangkan lengan Samuel pelan. "Udah ya hukumannya, nanti bilang aja ke Pak Beni kalau aku udah lari lima putaran. Aku udah nggak kuat Samuel, aku capek. Nanti kalau asma aku kambuh gimana!" ucap Anantha dengan wajah sedih.

Samuel memberikan air minumnya yang masih tersisa setengah kepada Anantha. Setelahnya ia berlari ke lapangan menggantikan hukuman Anantha. Gadis dengan rambut kuncir kuda itu terdiam, ia tersenyum tipis. Seperti biasanya Samuel menggantikan hukumannya.

"Ketosnya SMANKA romantis banget sih!" teriak Anantha tanpa malu.

Samuel menghembuskan napas kasar, ia menyugar rambutnya ke belakang. Menatap Anantha yang senyum-senyum sendiri. Samuel melempar handuk kecil di bahunya tepat di wajah Anantha.

"Terakhir kali gue gantiin hukuman lo, kalau sampai lo di hukum lagi. Tanggung sendiri!" cetusnya.

Anantha terkekeh, ia berjalan di sebelah Samuel menggoyangkan lengan pria itu pelan. "Dari dulu juga Samuel bilangnya gitu, tapi setiap kali Anantha di hukum Samuel masih bantu," kekehnya.

Samuel menghentikan langkahnya membuat Anantha juga berhenti. Ia mendongak menatap Samuel yang jauh lebih tinggi darinya. Tatapan Samuel masih tidak bersahabat membuat Anantha sedikit merasa takut.

"Jangan selalu bergantung sama gue, Anantha!" tekan Samuel.

"Kenapa? Samuel udah nggak cinta lagi sama Anantha? Kenapa Anantha nggak boleh bergantung sama Samuel," cecar Anantha.

Matanya menatap lekat netra abu milik Samuel. Hatinya terasa berdesir mendengar pernyataan Samuel barusan. Anantha sudah overthinking, apakah Samuel sudah tidak mencintainya lagi? Apakah Samuel mulai bosan dengan sikapnya?

"Karena kita nggak ada yang tahu, sampai kapan gue bisa ada buat lo!

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi SAMANTHA

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel GADIS TAWANAN SANG MAFIA
8.9
Selena terjebak dalam nestapa setelah diculik Jeno Kusuma, putra pemimpin mafia Sembilan Naga yang bengis. Aksi nekat ini adalah bentuk balas dendam Jeno karena ayah Selena dianggap bertanggung jawab atas kematian papanya sekaligus mencuri stempel rahasia organisasi. Di tengah siksaan menjadi pemuas nafsu, Selena mencoba berbagai cara termasuk mengakhiri hidup demi lepas dari cengkeraman Jeno. Akankah ia berhasil bebas, atau justru terpaksa tunduk selamanya?
Sampul Novel Garwo, Satu Hati Sampai Nanti
8.4
Dalam filosofi Jawa, garwa bermakna belahan jiwa yang tercipta dari satu kesatuan utuh. Namun, realita pahit menghampiri saat pengabdian tulus dari titik nol justru dibalas dengan pengkhianatan. Meski kesetiaan diharapkan menjadi muara, badai perselingkuhan dan kehadiran orang ketiga justru terus mengguncang fondasi rumah tangga. Akankah ikatan suci ini tetap dipertahankan saat rasa hormat telah sirna? Ikuti kisah perjuangan batin yang penuh emosi ini.
Sampul Novel Harga Sebuah Keperawanan
9.6
Terdesak kemiskinan, Dinda nekat menjual kehormatannya seharga lima ratus ribu rupiah kepada preman. Namun, razia kepolisian menggagalkan rencananya hingga ia bertemu Sergio, polisi tampan yang menolongnya. Meski Sergio sudah berkeluarga, Dinda tetap mengejar cintanya hingga mereka memulai hubungan terlarang secara sembunyi-sembunyi. Akankah rahasia gelap ini terungkap? Bagaimana reaksi istri Sergio saat mengetahui pengkhianatan suaminya tersebut?
Sampul Novel Kasih Sayang Mendalam: Sayang, Kembalilah Padaku
8.7
Dua tahun Nina terikat pernikahan kontrak dengan pria misterius yang identitasnya tidak ia ketahui sama sekali. Sebuah kesalahan fatal terjadi saat ia salah memasuki kamar dan menyerahkan kesuciannya pada orang asing. Terdesak beban kompensasi pelanggaran kontrak, Nina nekat mengajukan perceraian. Namun, saat ia menemui suaminya untuk menyerahkan dokumen tersebut, Nina terkejut menyadari bahwa pria itu adalah orang yang sama yang menidurinya malam itu.
Sampul Novel Maduku Adik Kandungku
8.0
Kebahagiaan Rea hancur seketika saat hendak membagikan kabar kehamilannya kepada Beno. Bukannya sambutan hangat dari sang suami, ia justru dihadapkan pada kenyataan pahit yang memilukan. Rea memergoki perselingkuhan Beno dengan adik kandungnya sendiri. Situasi semakin pelik ketika sang adik ternyata juga tengah mengandung anak dari suaminya. Pengkhianatan ganda ini mengubah impian keluarga kecil Rea menjadi sebuah bencana yang tak terduga.
Sampul Novel Pemuas Menantu dan Besan
9.7
Kisah romansa modern ini menyajikan narasi penuh kejutan yang dirancang khusus bagi pembaca yang memahami dinamika hubungan antara mertua dan menantu. Alur ceritanya membawa konflik emosional mendalam yang relevan dengan kehidupan rumah tangga saat ini. Pembaca akan dibawa menelusuri liku-liku hubungan keluarga yang kompleks hingga mencapai puncak cerita. Persiapkan diri Anda untuk menghadapi akhir cerita yang benar-benar tidak terduga dan sangat mengesankan.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan