Sampul Novel Menikahi Calon Kakak Ipar

Menikahi Calon Kakak Ipar

7.9 / 10.0
Dalam romance novel Menikahi Calon Kakak Ipar, Mentari, seorang reporter lapangan, terpaksa memenuhi wasiat kakaknya untuk menikahi pria perfeksionis yang dingin. Di tengah dilema antara loyalitas keluarga dan kekasihnya, ia harus navigasi konflik modern novel ini demi masa depan.
Ringkasan Menikahi Calon Kakak Ipar
Mentari Khairunnafiza, seorang reporter lapangan yang tomboi, terpaksa menikahi calon kakak iparnya yang bersifat dingin dan perfeksionis. Meski hampir tidak mengenal pria tersebut, ia tak kuasa menolak wasiat terakhir sang kakak yang terus mendesaknya. Kini, Mentari terjebak dalam dilema besar. Mampukah ia menjalani biduk rumah tangga tanpa rasa cinta dengan pria asing itu, sementara hatinya masih terpaku pada kekasih yang sangat ia sayangi?
Baca Selengkapnya

Menikahi Calon Kakak Ipar Bab 1

“Say, tadi ada telepon tuh dari Jakarta, cuma aku nggak angkat,” ucap Dafa teman Tari.

“Siapa sih, ganggu banget, malas ah aku kantuk mau tidur!” sahut Tari malas.

“Telepon balik saja siapa tahu penting, itu kan dari Mamah kamu?” bujuk Dafa mengingatkan.

“Ih, bawel banget persis kaya emak-emak rempong, gampang nanti saja lagi malas,” jawab Tari sembari mengambil bantal untuk menutupi kepalanya.

“Fa, tolong ya nanti kalau mau keluar kunci pintunya, aku nggak mau diganggu dulu, pingin istirahat!” teriakku.

“Iya Say!” jawab Dafa tersenyum.

“Oh ya satu lagi Tar, besok kita di undang di salah satu kampus di sini, jadi nanti kita bisa meliput kegiatannya di sana, satu lagi jangan lupa telepon balik kasihan mamahmu itu,” lanjut Dafa lagi.

“Iya!”

“Oh ya kamu nggak malam mingguan nih?” goda Dafa kepada sahabatnya Tari.

“Malas ah paling-paling Bang Ammar lagi sibuk dengan anak band nya malam ini!” gerutunya kesal.

“Ciyee-ciyee enak dong punya pacar anak band setiap hari bisa request lagu penghantar tidur,” ucap Dafa tersenyum.

“Terus kamu mau jalan sama si doi?” tanya Tari sembari melihat Dafa yang lemah gemulai menyisir rambutnya dengan minyak rambut yang berbau menyengat.

“Iya bentar, ini juga mau siap-siap, aku tinggal nggak apa-apakan?” tanya Dafa nampak khawatir.

“Iya nggak apa-apa aku hanya kecapean saja,” jawabnya sembari menarik selimutnya untuk tidur.

“Aku pergi dulu, Assalamualaikum!”

“Wa’alaikumsalam!”

Dafa pun keluar dari kamar Tari karena ingin segera bertemu pacarnya.

Sedangkan Tari menutup semua badannya dengan selimut.

Tidak terasa Tari ketiduran tanpa menghiraukan panggilan telepon masuk beberapa kali dari sang Mamah.

Tari tidur dengan pulas karena seharian melakukan aktivitas yang padat bersama Dafa sepupunya sebagai reporter lapangan.

***

Pekerjaan yang menuntutnya agar selalu tampil prima setiap saat akhirnya hari ini tumbang, Tari kelelahan sehingga ponselnya sudah berdering berkali-kali tetapi tidak diangkat.

Setelah beberapa jam matanya mulai bisa membuka perlahan-lahan, dia lirik jam sudah menunjukkan jam lima subuh.

Badan terasa remuk semua sehingga Tari enggan bangkit dari tempat tidurnya.

Dia pun mencari ponselnya yang tertutup selimut dan setelah di dapatnya betapa terkejut Tari melihat puluhan panggilan tak terjawab dari mamahnya.

Dia lupa kalau harus menelepon mamahnya sesuai pesan dari Dafa.

Buru-buru Tari menghubungi mamahnya walaupun nanti ujung-ujungnya kena marah karena sudah mengabaikan telepon beliau.

@Ibu Arumi

{Assalamualaikum}

@Tari

{Wa’alaikumsalam, Mah}

@Ibu Arumi

{Ya Allah Tari kamu apa-apaan susah betul di hubungi, kakakmu masuk rumah sakit Nak, kamu disuruh pulang sama kakakmu, dia jatuh dari kamar mandi, sekarang dia lagi ditangani oleh dokter, cepat pulang Nak}

Tari tak kuasa mendengar berita kalau kakak satu-satunya mengalami itu, dia sangat menyayanginya, apa pun yang kakaknya minta selalu dikabulkan oleh Tari adik kandungnya.

Menurutnya kakaknya lah yang selalu ada di setiap Tari merasa sedih maupun bahagia. Rasa sayang dengan kakaknya melebihi dari dirinya sendiri setelah orang tuanya bercerai dan memilih mencari keluarga lain masing-masing dengan permusuhan yang berlarut-larut.

@Ibu Arumi

{Tari! Tari! Kamu masih di sana Nak?}

@Tari

{I-iya Mah, Tari akan pulang secepatnya suruh Mbak Lani tunggu Tari ya Mah, jangan tinggalin Tari lagi}

@Ibu Arumi

{Iya makanya kamu cepat pulang segera kalau bisa hari ini}

@Tari

{Iya Mah, Tari cari tiket pulang ke Jakarta, Assalamualaikum}

@Ibu Arumi

{Wa’alaikumsalam, buruan}

Setelah menutup telepon Tari langsung mencari tiket melalui online di ponselnya, namun tiba-tiba Dafa datang ke kamar Tari yang masih berantakan dan diapun belum mandi, padahal hari ini ada tugas yang sudah menantinya di luar sana.

“Tar, boleh aku masuk?” teriak Dafa dari balik pintu kamar Tari.

“Iya masuk saja!” teriak Tari dari dalam.

Dafa membuka pintu kamar Tari yang berantakan dan melihatnya panik.

“Ada apa Tar, kenapa kamu kelihatan panik, tenang Tar, ambil napas pelan-pelan lalu buang, tenang say!” ucap Dafa menenangkan Tari yang mudah panik mendengar berita yang mengejutkan dirinya.

Dafa berpikir pasti mamahnya yang memberikan informasi berita yang membuat Tari begitu panik.

“Sekarang jelaskan kenapa menjadi panik begini, kita harus siap-siap ke lapangan hari ini kita ada tugas pergi ke salah satu kampus ternama di sini,” ucap Dafa serius.

“Ta-tadi aku baru saja menelepon mamah, katanya mbak Lani masuk rumah sakit dia jatuh dari kamar mandi, sekarang tidak sadarkan diri, aku harus pulang sekarang Fa, kita harus pulang ke Jakarta, Mbak Lani sedang membutuhkanku!” teriaknya sembari menangis.

“Tenang Tar, tenang ada aku di sini ... tenang kita akan pulang hari ini, tapi mungkin sore, kita ambil penerbangan sore bagaimana?” bujuk Dafa.

“Aku maunya sekarang Fa, bukan sore!” teriaknya lagi.

“Aku ngerti Tar, tetapi ada tugas yang menanti kita, kita tidak bisa langsung pergi begitu saja dari kerjaan kita, banyak yang akan di rugikan, kamu tenang saja setelah kita berhasil meliput semua kegiatan kampus di sana, kita langsung pulang, aku janji Tar pegang janjiku ini,” ucap Dafa menenangkan Tari.

“Baiklah Fa, tolong atur semuanya, aku tidak mau sampai membuat mbak Lani menunggu lama, padahal sebulan lagi mereka akan menikah, bagaimana dengan acara pernikahannya?”

“Apakah calon kakak iparku sudah tahu kalau mbak Lani masuk rumah sakit?” tanya Tari bingung.

“Mana aku tahu, mungkin sudah tahu kali, memang kamu juga belum lihat siapa calon kakak iparmu itu?” tanya Dafa penasaran.

“Lah kita kan sama-sama pergi ke luar kota, mana sempat aku lihat orangnya, bahkan aku pernah minta fotonya kata mbak Lani nggak usah biar buat kejutan gitu,” jawab Tari yang juga menjadi penasaran siapa calon kakak iparnya itu.

“Mbak Lani kan di jodohkan sama anaknya teman mamah waktu kuliah, jadi perjodohan ini sama-sama asing buat mereka, baru juga tiga bulan mereka berkenalan.”

“Yang aku tahu pasti orang tajir melintir, banyak perusahaannya di mana-mana, karena itu yang disukai Mamah, yang penting kaya,” lanjut Tari dengan ketus.

“Ya sudah mengobrolnya nanti lagi, cepat salat setelah itu siap-siap kita ke kantor dulu mengambil peralatan dan langsung menuju ke TKP!” jelas Dafa sembari memesan tiket pulang ke Jakarta melalui aplikasi online di ponselnya.

“Nih udah aku pesan untuk tiket dua orang jam tiga sore aja yang ada, setelah selesai dari kampus kita balik ke hotel dan langsung beres-beres paling tidak acara di kampus itu jam dua belas siang sudah selesai jadi ada waktu kita berberes di hotel,” jelas Dafa tersenyum.

“Terima kasih Fa, kamu memang bisa diandalkan, kamu sepupu sekaligus teman curhatku yang paling gokil,” ucapnya membalas senyuman Dafa.

“Justru itu aku di sini supaya kamu kalau mengambil keputusan tidak gegabah, pantas saja mbak Lani masih ragu dengan kamu, soalnya kamu gampang panik!” sahut Dafa menjitak kepala Tari.

“Sudah aku tunggu di lobi, nanti habis waktu subuhnya!” perintah Dafa.

“Baik Bos Dafa!” jawab Tari sembari memberi hormat dan tersenyum.

Tari sedikit lega karena hari bisa pulang ke rumah melihat kakaknya, namun dia tidak tahu kalau jodoh kakaknya akan bertemu di sini juga yang berstatus calon kakak ipar Tari.

Bersambung

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Menikahi Calon Kakak Ipar

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Bucinnya Cowok Temprament
9.2
Bastian Theo Raymond dan Liliana Mahendra terpisah selama lima tahun akibat kecelakaan yang memicu amnesia. Takdir mempertemukan mereka kembali saat Theo jatuh hati pada Lili yang kini menjadi dokter. Demi meminang Lili, Theo rela menyerahkan sepuluh miliar kepada ayah Lili. Meski temperamen, Theo berubah menjadi sangat bucin. Di sisi lain, Lili mulai merangkai kepingan ingatan masa lalunya melalui sentuhan Theo guna mempertahankan pernikahan rumit mereka.
Sampul Novel HASRAT MEMBARA CEO PERKASA
8.5
Sekuel dari Cintaku Bersemi di Masa Remaja ini mengisahkan Joseph Mikuel, CEO JM Corp, yang tak sengaja bertemu kembali dengan cinta lamanya, Mary Violet. Mary, yang dulu menghilang tanpa penjelasan, tiba-tiba melamar sebagai sekretaris pribadi di perusahaannya. Menggunakan kekuasaannya, Joseph memastikan Mary diterima demi menuntaskan perasaan yang belum usai. Pertemuan tak terduga ini mengejutkan Mary dan memicu tanya: apakah cinta lama mereka bisa bersemi kembali?
Sampul Novel Ikatan Yang Ditakdirkan
9.6
Zayyad, CEO muda penderita gynophobia, terpaksa menikah demi menepis rumor miring. Di sisi lain, Alina yang misandris merelakan prinsipnya demi sang nenek. Pertemuan antara rasa takut dan benci ini membawa mereka ke dalam ikatan pernikahan yang kontradiktif. Zayyad mendambakan keluarga normal selamanya, sementara Alina justru merencanakan perceraian setelah tugasnya usai. Akankah takdir menyatukan hati mereka atau justru berakhir tragis sesuai rencana awal Alina?
Sampul Novel Kontrak Pewaris Lima Miliyar
8.0
Narendra Adipradana, miliarder dingin yang enggan menikah, terpaksa mencari pewaris demi tuntutan ayahnya. Ia menawarkan lima miliar rupiah kepada Kirana Maheswari, gadis desa yang terdesak utang, untuk mengandung anaknya melalui sebuah transaksi tanpa rasa. Namun, saat kehamilan Kirana dimulai, dinding pertahanan Narendra goyah. Akankah hubungan profesional ini berubah menjadi cinta sejati, atau justru Kirana akan pergi meninggalkan kehampaan setelah tugasnya usai?
Sampul Novel Sembilan Pilihan, Satu Perpisahan Terakhir
8.7
Pernikahan perjodohanku dengan Bima hanyalah ajang pembuktian cintanya pada Shania. Sembilan kali Bima tega menelantarkanku demi wanita itu, termasuk meninggalkanku berdarah di jalan tol saat badai. Setelah bertahun-tahun hanya menjadi pelengkap, hatiku mati rasa. Saat Shania mencoba mempermalukanku di galeri, aku membalasnya dengan elegan. Tanpa sadar, Bima menandatangani dokumen cerai yang kuselipkan, mengakhiri penderitaanku selamanya.
Sampul Novel Tersegel Dalam Dunia Palsu
8.6
Vivienne terjebak dalam manipulasi ibu tiri dan saudara perempuannya yang licik hingga terpaksa menikahi pria yang terlihat lemah. Tak disangka, suami yang dianggap tidak kompeten itu ternyata seorang presiden direktur yang sangat berkuasa. Saat kebenaran mulai terungkap, Vivienne menyadari bahwa dirinya telah tertipu. Ia pun mulai mempertanyakan berbagai rahasia gelap suaminya serta intrik berbahaya yang kini mengubah kehidupan pernikahan mereka.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan