Sampul Novel SELAKSA KISAH ANAK MANUSIA

SELAKSA KISAH ANAK MANUSIA

8.7 / 10.0
SELAKSA KISAH ANAK MANUSIA menghadirkan kumpulan cerpen dalam genre romance dan modern yang menyoroti lika-liku hubungan serta pilihan hidup. Temukan berbagai cerita pendek menarik saat read books online free di platform online novel ini untuk menemani waktu santai Anda.
Ringkasan SELAKSA KISAH ANAK MANUSIA
Nikmati deretan cerita pendek pilihan dalam antologi ini yang dirancang khusus untuk menemani waktu senggang Anda. Menghadirkan berbagai kisah romansa modern yang penuh makna, setiap narasinya menawarkan pengalaman membaca yang ringan namun tetap memikat hati. Buku ini merupakan pilihan literatur yang sangat tepat bagi siapa pun yang ingin melepas penat sambil menyelami dinamika hubungan antarmanusia yang dikemas secara apik dan juga menyentuh.
Baca Selengkapnya

SELAKSA KISAH ANAK MANUSIA Bab 1

Ayunda melangkahkan kakinya dengan ceria. Akhirnya dia pulang ke rumahnya juga setelah hampir satu semester tidak pulang karena pandemi ini.Ayunda yang biasa dipanggil Ayu tak sabar ingin segera sampai ke rumahnya dan bertemu dengan bapak dan ibunya yang selama ini hanya ditemuinya lewat video. Ah, rindunya. Dan sekarang Ayunda sudah berdiri di depan rumahnya. Rumah yang terlihat masih sangat asri dan sejuk. Penuh dengan tanaman hias dan bunga-bunga yang sudah mekar warna warni."Alhamdulillah, Ya Allah! Akhirnya aku pulang juga," bisik Ayunda sambil mengusap air matanya. Dia sangat terharu.Pintu rumahnya terbuka. Dan Ayu bisa melihat ibunya memandang keheranan ke arah Ayu."Ibu!" teriak Ayu, dia segera membuka pagar dan berlari ke arah ibunya."Ayu!" Sang Ibu juga berteriak menahan rindu. Mereka berpelukan dan bertangisan."Ya Allah, kamu sehat, Yu?" tanya wanita setengah baya itu. Ayu mengangguk."Insya Allah sehat, Bu. Bapak dan ibu sehat?" tanya Ayu. Wajah ibu agak meredup, tapi beliau mengangguk samar."Bapak sakit?" tanya Ayu waswas. Ibu hanya tersenyum."Nanti ibu cerita. Kamu masuk dulu, ya? Mandi, istirahat dan makan dulu. Nanti setelah itu kita ketemu dengan bapak," jawab ibu dengan lembut dan bijak.Ayu mengangguk gamang. Dia segera mematuhi ibunya untuk masuk ke dalam rumah dan masuk ke kamarnya. Ketika melihat kamarnya yang begitu menyenangkan, semua kegamangan Ayu menguap begitu saja. Dia langsung berubah ceria dan bahagia bisa pulang ke rumahnya kembali.****"Malam tahun baru kemarin, pamanmu Asrul, datang ke sini, Yu," kata Bu Rina --ibu Ayu-- memulai ceritanya. Ayu memandang ibunya dengan penuh perhatian.Hening.Ayu belum paham, dia sangat ingin meminta ibunya untuk segera melanjutkan ceritanya dengan cepat. Tapi Ayu hanya mengulaskan sebuah senyuman. Ah, ibunya memang sudah tua."Lalu apa yang terjadi, Bu?" tanya Ayu dengan lembut.Bu Rina tersenyum. Kenangannya kembali ke peristiwa dua pekan yang lalu, peristiwa yang mengubah seluruh hidupnya dan juga hidup suaminya. ****Bu Rina memandang ke arah Asrul --adik suaminya-- itu dengan penuh rasa marah. Asrul berkacak pinggang di depan mereka."Mana bagian warisanku, Mas?" tanya Asrul dengan nada tinggi, dia memandang Pak Beni dengan pandangan marah."Lo, bukankah waktu bapak meninggal dulu kamu pulang dan mengambil bagian warisanmu, Rul?" jawab Pak Beni dengan sabar.Asrul tertawa."Kamu jangan mengada-ada, Mas! Aku baru pulang ke Indonesia sekarang! Baru ini! Kalian memang sengaja mengarang cerita itu agar aku percaya dan tidak meminta bagian warisanku lagi, kan? Karena kalian yang sudah mengambil bagianku, kan?" tanya Asrul dengan nada tinggi dan wajah mencibir."Eh, tunggu, Pak! Kita, kan berfoto waktu itu," bisik Bu Rina. Pak Beni mengangguk mengiyakan."Oh, iya! Kan ada fotonya, Rul! Waktu kita semua berkumpul setelah bapak meninggal," kata Pak Beni. Dia segera mencari foto itu di album foto yang disimpan di lemarinya dan kemudian berseru penuh semangat ketika menemukan foto itu."Nah, ini dia!" seru Pak Beni dan memberikan album foto itu pada Asrul. Asrul memandang foto itu dengan sangsi, kemudian dia mencampakkan foto itu ke lantai. "Kalian bisa saja membuat foto rekaan seperti ini, kan! Iya, kan?" teriak Asrul marah, "kalian memang bersekongkol hendak mengambil bagian warisanku, kan?" tanya Asrul dengan wajah merah membara dan kemudian dia pergi begitu saja, meninggalkan Pak Beni dan Bu Rina dalam kebingungan.****"Lalu bapak sakit, Bu?" tanya Ayu, dia mengelus tangan bapaknya yang sudah keriput itu. Bu Rina mengangguk sambil menangis."Iya, Yu! Setelah Asrul pergi, bapakmu jadi berubah. Bapak jadi diam dan tidak berkomunikasi dan akhirnya semakin lama kondisinya semakin menurun dan, ya, jadi seperti ini, Yu," jawab bu Rina dalam isakan.Ayu memandang bapaknya dengan segenap kesedihan hati. Kepulangannya kali ini membawa selaksa duka dalam hati. Ayu tidak tega melihat bapaknya berbaring tak berdaya, pandangannya kosong menatap langit-langit kamar dan bibirnya yang begerak-gerak seakan menggumamkan sesuatu.Ayu mendekati bapaknya."Pak, ini Ayu," bisik Ayu lembut sambil mengelus tangan bapaknya. Bapaknya diam, tapi matanya mencari sumber suara yang didengarnya."Pak?" panggil Ayu lagi."A.. Ayu?" tanya bapaknya dengan suara gemetaran dan mata yang terlihat bingung. Ayu mengangguk bahagia, bapaknya akhirnya mendengarnya."Iya, Pak. Ini Ayu," bisik Ayu lagi.Pak Beni menggelengkan kepalanya dengan liar, matanya nampak ketakutan."Jangan! Jangan, Yu! Ini bulan Januari!" teriak Pak Beni. Ayu dan Bu Rina memandang Pak Beni dengan penuh ketakutan dan juga ketakjuban. "Kenapa, Pak? Kenapa?" tanya Ayu histeris. Pak Beni terus menggelengkan kepalanya."Dia akan mengambilmu bulan ini! Pergi, Yu! Pergi!" teriak Pak Beni histeris, dia berusaha mendorong tubuh Ayu, tapi dengan kondisinya sekarang, Pak Beni tidak bisa melakukannya, napasnya terengah-engah."Asrul akan mengambilmu, Yu!" teriak Pak Beni lagi. Ayu membeku, dan melihat dengan cepat perubahan ekspresi wajah bapaknya. Yang semula histeris, marah dan kemudian takut. Dan akhirnya wajah Pak Beni terlihat layu dan akhirnya meredup sepenuhnya. Pak Beni menutup mata dan napasnya seakan berhenti. Tapi kemudian terdengar dengkur teratur napas Pak Beni, yang menunjukkan Pak Beni tertidur lelap. Ayu dan Bu Rina bernapas lega. Terutama Ayu. Ayu mengira bapaknya meninggal tadi.****Ayu terbangun. Dia seperti mendengar bapaknya memanggilnya. Ayu mencoba berkonsentrasi mendengar panggilan itu lagi."Ayu!" Oh! Itu dia!"Ayu!" Suara bapaknya terdengar begitu 'urgent' dan buru-buru.Ayu segera menuju ke kamar bapaknya dan melihat bapaknya terbaring sambil tersenyum melihat Ayu."Kamu datang, Yu?" tanya Pak Beni. Ayu mengangguk."Sini, Yu!" Ayu menurut, dia segera duduk di samping tempat tidur bapaknya dan menggenggam tangan bapaknya. Aneh! Ketika Ayu menggenggam tangan bapaknya, dalam sekejap wajah bapaknya berubah menjadi wajah Asrul dan itulah hal terakhir yang dilihat Ayu, karena dengan sangat cepat Asrul melahap kepala Ayu.****Bu Rina terbangun mendengar napas terengah itu lagi. "Huh! Bapak dan anak sama saja! Berat sekali!" Terdengar gerutuan itu lagi. Dan terdengar suara orang menyeret sesuatu yang berat dan kemudian menggali di belakang rumah. Seperti sebelum Pak Beni --suaminya-- sakit dan bertingkah aneh. Bu Rina akhirnya keluar dari kamar dan mengintip. Dia melihat dengan jelas Asrul sedang menguburkan tubuh --yang kalau dilihat dari bajunya-- itu adalah Ayu."Satu lagi ...." Desah Asrul, napasnya terengah.Dari balik pintu Bu Rina gemetar. Dia ketakutan. Dia ingat dia pernah diramal, bahwa dia dan keluarganya akan meninggal pada bulan Januari .....****

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi SELAKSA KISAH ANAK MANUSIA

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Air Mata yang Kutumpahkan
9.0
Keira Prawirajaya terpaksa menikahi Panji Wicaksana demi menutupi aib keluarga setelah kembarannya, Keisha, kabur. Namun, keadaan memburuk saat Keisha kembali dan memfitnahnya. Panji yang buta akan cinta lama pun berusaha menceraikan Keira melalui tuduhan perselingkuhan keji. Kini, Keira harus memilih antara menjaga martabat keluarga atau menyelamatkan harga dirinya dari penindasan sang suami dan saudara sendiri di tengah badai kebohongan yang kian memuncak.
Sampul Novel Canda Cinta Kirana
8.2
Kirana, gadis terencana, hancur saat Zayn menyebut wanita lain sebagai cinta sejatinya di hari pernikahan mereka. Kisah ini membawa kita kembali ke masa sekolah, di mana Kirana yang cerdas bertemu Zayn, penerima beasiswa usil yang menyimpan luka dalam. Di antara tawa dan rahasia terpendam, dua dunia berbeda ini bersinggungan. Saat perpisahan tiba, mampukah kepercayaan pulih, ataukah perbedaan besar akan memisahkan mereka selamanya dalam duka mendalam?
Sampul Novel Hilang Di Bunian
9.2
Lima sahabat terjebak dalam situasi mengerikan saat terdampar di pulau tak berpenghuni. Niat awal untuk berpetualang seketika berubah menjadi mimpi buruk penuh misteri. Berbagai ancaman mematikan mulai mengintai dari kegelapan, memaksa mereka menghadapi serangkaian teror yang datang silih berganti tanpa henti. Di tengah keputusasaan, mampukah mereka bertahan hidup dan menemukan jalan keluar dari tempat terkutuk ini sebelum bahaya benar-benar melenyapkan mereka?
Sampul Novel Istri Kedua Tersembunyi
7.9
Raine Alverez terpaksa menjadi istri kedua Leon Castello demi melunasi utang keluarganya. Meski dicap sebagai perusak rumah tangga, ia sebenarnya terjebak dalam perjanjian lama yang diatur sang taipan. Di balik status rahasia itu, Raine harus menghadapi kebencian istri pertama serta cercaan publik. Konflik batin kian memuncak saat ia mulai mencintai Leon. Di tengah intrik dan rahasia besar, Raine berjuang memahami siapa yang benar-benar bersalah dalam pernikahan ini.
Sampul Novel Istri Sang CEO yang Melarikan Diri
8.8
Jenessa menjalani peran ganda sebagai sekretaris sekaligus istri rahasia CEO bernama Ryan. Harapan indahnya saat hamil seketika hancur ketika Ryan justru lebih memedulikan cinta pertamanya. Merasa dikhianati, Jenessa memutuskan pergi dan menghilang. Saat takdir mempertemukan mereka kembali, Ryan terkejut melihat kehamilan Jenessa dan menuntut penjelasan. Namun, dengan penuh keberanian, Jenessa menegaskan bahwa sang mantan suami tak lagi punya hak atas hidupnya.
Sampul Novel Preman Jatuh Cinta
9.6
Rendi, penipu via telepon, terjebak saat korbannya, Mouza, justru memaki dirinya. Ketertarikan unik ini membawa Rendi mendekati gadis SPBU yang pernah tak sengaja menyiramnya bensin tersebut. Demi cinta, Rendi bertekad tobat dan meninggalkan dunia kriminal. Namun, masa lalu kelam menghancurkan ekonomi keluarganya hingga ia harus merantau ke Jakarta. Saat Mouza mulai jatuh hati, ia harus menghadapi kenyataan pahit kehilangan kontak dengan Rendi dan lamaran pria lain.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan