Sampul Novel Pesona Pelayanku

Pesona Pelayanku

9.4 / 10.0
Dalam romance novel Pesona Pelayanku, Mayumi terjebak pengkhianatan ayahnya hingga harus bertahan hidup. Ia terpaksa menjadi pelayan pria angkuh demi pekerjaan, namun perlahan mengungkap berbagai misteri dan dusta di rumah sang majikan. Baca kisah modern novel penuh intrik ini di webnovel.
Ringkasan Pesona Pelayanku
Kehidupan Mayumi berubah drastis setelah pindah ke negara ayahnya. Pengkhianatan sang ayah memaksa Mayumi dan ibunya berjuang keras untuk bertahan hidup di tanah asing. Demi menyambung nyawa, ia terpaksa bekerja sebagai pelayan bagi seorang pria angkuh yang selalu ingin menang sendiri. Namun, di balik kemewahan rumah majikannya, Mayumi justru mulai menemukan berbagai kebohongan besar yang selama ini tersembunyi rapat di dalam kediaman misterius tersebut.
Baca Selengkapnya

Pesona Pelayanku Bab 1

Lampu berkelap-kelip menghiasi ruangan, music Dj yang menggema, menambah suasana klubing semakin meriah. Liukkan tubuh molek yang menari di atas meja bundar, menjadi tontonan wajib saat datang. Dan minuman berbagai macam rasa juga tersedia bagi siapa pun yang tengah merasa Bahagia atau pun terluka.

Entah sudah berapa kali Mayumi bolak-balik mengambilkan minuman untuk para pengunjung. Andaikan kedua kakinya yang jenjang bisa bicara, mungkin sudah sedari tadi berteriak meminta menyudahi pekerjaan ini. Namun, itu tidak mungkin bisa Mayumi lakukan. Mayumi terlalu membutuhkan pekerjaan ini untuk menghidupi dirinya dan ibunya yang sedang sakit-sakitan.

“Buruan!” teriak salah satu mengunjung yang berada di bangku paling ujung. Dia mengangkat tangan melambai ke arah Mayumi untuk segera membawakan minuman.

“Apa kamu lumpuh sampai tidak bisa berjalan dengan cepat!”

Berbagai macam cacian yang setiap malam Mayumi dengar dan sungguh tidak akan pernah Mayumi pedulikan. Meski kadang kalimatnya terdengar menyakitkan, tapi inilah tempat yang bisa menghidupi Mayumi dan ibunya. Memang bisa apa seorang Wanita yang hanya bersekolah sampai sekolah

menengah saja? Kehidupan di kota sungguh keras. Terkadang lebih baik dihina asal bisa makan biarpun itu terdengar keji dan menjijikkan.

“Kenapa lama sekali!” makinya saat Mayumi sudah datang membawa tiga botol wine.

“Maaf, aku baru saja melayani di sebelah sana lebih dulu,” jawab Mayumi seraya meletakkan tiga botol wine yang ia bawa.

Siapa peduli dengan alasan itu? Bagi mereka apa pun alasannya tetap mau dilayani yang paling utama.

“Tetaplah di sini.” Slah satu dari mereka menarik tangan Mayumi.

Mayumi langsung mengibaskan tangan. “Maaf, pekerjaanku di sana masih banyak.”

“Shit!” umpat pria gondrong itu. “Aku datang karena ingin berpesta, sebagai pelayan kamu harus menemaniku di sini.”

“Hei!” jerit Mayumi saat pria itu dengan tidak sopan meremas pantatnya. “Jaga tangan anda. Saya tidak suka disentuh-sentuh!” tegas Mayumi,

Pria itu tertawa diikuti beberapa teman yang lainnya. Mereka seperti menghina perkataan Mayumi yang sedang membela diri.

Sebelum Mayumi beranjak, salah satu dari mereka berdiri. “Hei, kamu! Kamu hanya pelayan, tugas kamu di sini tentu melayani kami para tamu.”

Mayumi mendecih, “Maaf, aku memang hanya pelayan, tapi bukan berarti melayani pikiran kalian yang kotor.”

“Berani sekali kamu!” satu lagi ikut berdiri dan langsung menyalak. Pria itu menjambak rambut Mayumi hingga mendongak.

“Wanita seperti kamu tidak usah sok suci! Semua pelayan di sini tidak ada yang bersih!”

Mayumi sudah meringis menahan rasa sakit di kepalanya saat rambutnya dijambak dan masih ditarik.

“Lepaskan!” bentak Mayumi seraya coba menyingkirkan tangan pria itu.

Ketika tenaga Mayumi tidak berhasil menyingkirkan pria itu, yang lain tertawa. Mayumi mulai takut dan kali ini lebih merasa direndahkan. Selama rambutnya di tarik dan juga kedua tangganya sudah ditarik dan dikunci ke belakang oleh pria itu, Mayumi semakin tidak bisa berbuat apa-apa. sekalipun Mayumi menggerakkan badan mencoba melepaskan diri, yang ada tarikan rambut itu semakin terasa kencang.

Mereka berlima sepertinya begitu menyukai pertunjukan ini. Ini tempat di mana orang akan acuh dengan urusan orang lain, sekali pun Mayumi berteriak minta tolong, tidak akan ada yang menolongnya. Kemungkinan yang terjadi malah mereka semua akan bertepuk tangan seperti sedang dalam pertunjukan opera.

“Lepaskan aku!” sentak Mayumi lagi dengan raut wajah menahan perih.

“Kalau saja kamu bersikap sopan, aku tidak akan sekasar ini padamu.” Pria yang ikut berdiri itu menyeringai, lalu satu tangannya meraih bagian pinggang Mayumi sementara temannya masih mengunci kedua tangan dan menjambak rambut Mayumi.

“Brengsek kalian!” maki Mayumi.

Sekali lagi kalimat itu bagaikan angin yang berembus begitu saja. Sementara tiga lainnya menonton, dua pria yang berdiri sudah mulai bersikap semakin tidak sopan. Tangan mereka meraih kembali satu bulatan sintal di bawah panggul. Tidak hanya sekedar menyentuh, melainkan meremasnya. Dan saat itu juga Mayumi tidak tahan lagi untuk tidak berontak.

Tanpa pikir Panjang, Mayumi menginjak kaki pria yang masih mengunci kedua tangannya lalu dengan cepat menyiku wajah pria itu hingga terlempar.

“Jangan kurang ajar kalian!”

Plak!

Dan satu pria lagi berhasil Mayumi tampar.

“Kamu!” mereka berdua sama-sama melotot tajam dan kini satu tamparan melayang tepat mendarat di pipi Mayumi.

Nyuuuuut, rasanya begitu pering sampai telinganya berdenging karena saking kencangnya tamparan itu. Mayumi terlempar sampai menabrak tamu lain. Mereka kini menjadi pusat perhatian dan tontonan untuk semuanya.

“Wanita murahan!” maki pria itu lagi dan kembali menjambak rambut Mayumi lagi. “Kamu itu Wanita malam, tidak usah sok suci di sini!”

Mayumi sudah banjir air mata dan wajahnya tampak memerah. Belum selesai Mayumi mengambil napas, pria itu kembali melukai dengan cara mendorongnya hingga jatuh tersungkur. Tidak ada yang membantunya selain tawa menggelegar yang terdengar.

Mayumi lantas mencoba bangun. Ia kemudian memandangi mereka yang sedang menertawakannya saat ini, lalu ia kemudian membuang muka dan berlari menjauh.

Sampai di ruangan belakang, Mayumi jatuh terduduk tidak jauh dari lemari lokernya. Mayumi menangis sejadi-jadinya sampai harus menekan sedikit dadanya yang terasa sakit.

Beberapa menit berlalu, terdengar suara tapak kaki melangkah mendekat. Mayumi mengelap wajahnya yang basah lalu menoleh. Di belakannya, kini berdiri satu temannya dengan senyum tipis. Namun, Ketika Mayumi hendak bangkit, Wanita bernama Beatrice itu menjulurkan tangan dengan telapak tangan terbuka lebar. Saat itu juga Mayumi tertegun lalu hanya sebatas berdiri dan urung maju mendekat.

“Tidak perlu memelukku kalau kamu hanya ingin menangis.” Ucap Beatrice.

Mayumi kembali tertegun dengan wajah bingung. Hanya Beatrice teman paling dekat selam Mayumi kerja di sini, dan juga Beatrice yang membawa Mayumi untuk kerja di sini.

“Mereka melecehkanku, Beatrice,” ucap Mayumi dengan wajah memelas.

Beatrice tersenyum tipis. “Aku tidak peduli. Sebelum kamu mulai bekerja, aku sudah memberimu beberapa penjelasan mengenai pekerjaanmu di sini.”

Mayumi kembali terdiam. Ini kelab malam, apa pun bisa terjadi di sini karena memang menjadi tempat berkumpulnya orang-orang yang mencari hiburan gelap.

“Kamu sudah mempermalukan aku dengan menolak pelanggan. Nyonya Rika sudah memecatmu. Dan ini gaji kamu selam satu bulan di sini.”

Beatrice maju dan mengulurkan amplop coklat ke arah Mayumi. Mayumi sempat melongo sebelum akhirnya menerima pesangon itu.

Malam ini menjadi malam yang buruk untuk Mayumi. Selama ia hidup, bersentuhan dengan seorang pria pun belum pernah ia lakukan. Maksudnya bersentuhan sampai yang berlebihan. Mengenai bergandengan tangan, pernah. Itu terjadi saat menjalin kasih dengan seorang pria sekitar lima tahun yang lalu.

Mayumi lega bisa ke luar dari tempat itu dengan selamat, tapi setelah ini harus apa? di mana Mayumi kan mencari pekerjaan lagi?

Brak!

Mayumi jatuh menabrak tiang listrik saat berjalan di trotoar. Seseorang terlihat berlari dengan sangat cepat usai menyerempet Mayumi. Dan tidak lama setelah Mayumi memandangi orang itu hingga menghilang masuk ke semak-semak, tiga orang lagi berbadan kekar muncul berlarian ke arah di mana pria itu berada.

***

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Pesona Pelayanku

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Ayahmu Tidak Setuju Karena Aku Miskin
9.3
Aisyah hanyalah gadis sederhana yang menjalin kasih dengan Krisna, seorang pria dari kalangan bangsawan. Namun, hubungan mereka terhalang restu ayah Krisna karena perbedaan keyakinan serta status sosial yang sangat kontras. Demi mempertahankan cintanya, Krisna nekat melawan kehendak sang ayah dan memilih pergi menjauh bersama Aisyah. Apakah perjuangan mereka mampu meluluhkan hati sang ayah hingga restu akhirnya diberikan bagi masa depan mereka berdua?
Sampul Novel Cantika : DESTINY OF LOVE
9.5
Pertemuan tak terduga dengan Jaden menyeret hidup Cantika ke dalam pusaran takdir yang mencekam. Melalui ultimatum posesif bahwa tak ada orang lain yang boleh memilikinya, Jaden mengurung Cantika dalam belenggu obsesi yang menyesakkan. Kini, Cantika dihadapkan pada pilihan sulit: melarikan diri dari dominasi pria itu atau justru terjerat perasaan cinta saat identitas asli Jaden terungkap. Sebuah kisah romansa penuh aksi tentang rahasia dan ambisi.
Sampul Novel Cinta, Kebohongan, dan Anjing yang Mematikan
9.7
Dunia wanita ini runtuh saat ibunya sekarat akibat serangan anjing milik Helena. Bukannya peduli, Bara sang tunangan justru membela hewan itu dan pergi demi urusan bisnis. Namun, saat ibunya wafat, terungkap bahwa Bara berbohong. Alih-alih ke Singapura, ia justru berpesta mewah di Maladewa bersama Helena. Di depan pusara sang ibu, ia menyadari bahwa cinta dan janji miliarder itu hanyalah kepalsuan belaka. Pengkhianatan kejam ini mengakhiri segalanya.
Sampul Novel Cinta Palsu Dalam Pernikahan Kontrak
7.8
Aruna Larasati terjebak dalam pernikahan kontrak demi menyelamatkan keluarga. Lima tahun ia berkorban, namun Gavin Nugraha hanya menganggapnya bayangan. Kehadiran Elvira, cinta masa lalu Gavin, merenggut perhatian suami dan anak yang Aruna besarkan. Di tengah pengkhianatan dan harapan yang hancur, Aruna akhirnya memilih untuk bebas. Akankah ia mampu bangkit merebut kembali hidupnya, atau justru terpuruk dalam takdir yang kejam? Sebuah kisah haru tentang harga diri.
Sampul Novel Kau Hancurkan Lipstikku
8.2
Saat berbelanja, Luna bersikeras membeli lipstik baru meski Rama sudah mengingatkan untuk berhemat. Karena Luna nekat membelinya secara diam-diam, Rama yang emosi langsung mencoret-coret wajah Luna menggunakan lipstik tersebut sebagai hukuman. Rama mengira tindakan kasarnya akan membuat Luna kapok dan menyesal. Namun, dugaannya salah besar karena dalam sekejap, Luna justru kembali muncul di hadapannya dengan membawa sepuluh buah lipstik baru lainnya.
Sampul Novel Simfoni Pembalasan
8.4
Hidup pianis berbakat Athena hancur seketika saat kecelakaan misterius melumpuhkan tangannya. Di tengah keputusasaan, ia justru menghadapi kenyataan pahit berupa pengkhianatan keji dari suami dan sahabatnya sendiri. Saat terpuruk, muncul Arthur, pria penuh misteri yang menawarkan bantuan untuk menuntut balas. Kini, Athena harus meniti jalan pembalasan yang penuh risiko. Akankah simfoni ini berakhir dengan keadilan, atau ia justru tenggelam dalam kelicikan?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan