Sampul Novel MENOLAK NAFKAH BATIN

MENOLAK NAFKAH BATIN

9.4 / 10.0
Pasca persalinan anak pertama, Vania menghadapi penolakan nafkah batin dari suaminya, Prabu. Alasan yang tak jelas memicu kecurigaan hingga terungkapnya komunikasi rahasia Prabu dengan mahasiswinya, Marsya. Meski tertangkap basah sedang bersama, Prabu berdalih itu hanya kebetulan. Vania yang hancur menolak untuk diam dan mulai menyusun rencana balas dendam. Ia bertekad memberi sanksi sosial bagi sang dosen dan membuat suaminya menyesali pengkhianatan tersebut.

MENOLAK NAFKAH BATIN Bab 1

SUAMI MENOLAK MEMBERIKU NAFKAH BATIN.

**

[Udah Perkosa aja suaminya, Mbak. Heran hari gini mana ada suami nolak ngasi jatah istri kalau gak ada apa-apa.]

[Suamiku sehari bisa minta sampai 3 kali. Gak pernah kali aku yang minta.] 

[Lagian Mbak gatel banget, mungkin suami nya capek dan lelah.] 

[Tidak mungkin capek, secapeknya suami dia pasti ingat minta jatah ke istri.] 

[Pasti ada perempuan lain di hati suami, atau dia sudah ngamar sama simpanannya di hotel.] 

[Perlu dicurigai, Mbak. Tanya baik-baik. Dan periksa gawainya, siapa tahu ada perempuan lain.]

[Jangan-jangan suaminya belok. Laki normal gak mungkin libur selama enam bulan setelah melahirkan.] 

Kubaca satu persatu kolom komentar pada aplikasi biru. Aku sengaja curhat di sana memakai akun fake. Sudah tidak tahan lagi dengan sikap Mas Prabu, kami sudah menikah selama dua tahun dan kini putra pertama ku berusia enam bulan. Setelah melahirkan Fauzan, Mas Prabu tidak pernah menyentuhku. Awalnya aku bahagia saja karena aku memang baru melahirkan dan jahitan belum kering. Sekarang sudah berlalu enam bulan tetapi dia tetap dingin. 

Entah apa sebab seperti itu? Dan karena tidak tahan lagi aku pun memberanikan diri curhat di sebuah forum wanita dengan akun palsu. Begitu banyak nyinyiran para emak di sana dan aku sudah tahu konsekuensi bakal di bully. Namun, ada juga yang bersimpati memberiku semangat dan sabar serta banyak berdoa agar Allah membalik lagi hati Mas Prabu untuk mencintaiku. 

Terdengar suara mobil memasuki rumahku, Mas Prabu memasukkannya ke garasi mobil dan membuka pintu rumah dengan kunci miliknya. Masing-masing dari kami memang memiliki kunci sendiri untuk masuk ke rumah. 

Dia melengos masuk saja seperti biasa, ku hidupkan lampu depan agar dia tahu kalau aku belum tidur. 

"Vania, belum tidur?" tanyanya padaku. 

"Belum, Aku nunggu kamu." 

"Tidurlah, Fauzan sudah tidur, 'kan. Aku juga lelah, Van," ucap suamiku berlalu.

Aku tidak bisa seperti ini, bagaimana pun masalah harus selesai. 

Aku mendekati suamiku, teringat komentar netizen di forum curhat agar aku yang mulai dahulu untuk merayunya. Kupeluk pinggang suamiku dari belakang. 

"Vania, Aku sangat lelah, Tidurlah!" katanya lagi melepaskan tanganku yang melingkarinya. 

"Mas, sebenarnya ada masalah apa sih. Sudah enam bulan pasca melahirkan kamu cuekin aku, apa salah aku? Apa kamu sudah punya wanita lain?" sentak ku kesal saat dia kembali menolakku. 

"Tidak ada, Vania. Hanya kamu satu-satunya." 

"Aku gak percaya sama kamu, tidak mungkin setelah melahirkan kamu tak lagi berselera padaku kalau bukan karena ada alasan lain. Aku perlu bukti, boleh aku cek ponsel kamu?"

Aku mengulurkan tangan meminta ponselnya namun suamiku menggelengkan kepalanya. 

"Ini privasi ku Vania, aku seorang dosen dan tidak semua hal perlu kamu tahu yang penting aku ngasih kamu nafkah sesuai adanya."

Dia berlalu meninggalkanku yang belum selesai mengintrogasi nya. Aku semakin curiga dan pasti Mas Prabu menyimpan sesuatu. Selingkuhan, kepalaku rasanya sakit. 

"Mas, tidak mungkin ada privasi antara suami istri, kamu sudah berani main belakang padaku?"

Mas Prabu tidak mempedulikan omelan ku. Dia melengos saja dan mengambil bantal serta selimut kemudian dia tidur di sofa ruang tamu. 

Hatiku rasanya jengkel. Sudah pasti ada sesuatu antara dia dan wanita lain. Mas Prabu selalu seperti itu, dia tipe lelaki yang malas berdebat dan akan memilih buat menutup telinga ketika kami bertengkar serta membiarkan masalah menguap begitu saja. 

Aku pun tertidur di kamar ku bersama balita enam bulan ku. Mas Prabu lebih memilih diluar buat menghindari ku, sekitar pukul 03.00 aku terbangun karena Fauzan minta menyusu, aku mengambil Asi ku yang sudah kumasukkan kedalam botol dot. Aku memang memompa Asiku buat Fauzan. 

Samar kudengar suara berbisik Mas Prabu, dia pasti sedang menghubungi seseorang. 

"Sudah dini hari, besok saja di kampus, Marsya," Ucap Mas Prabu.

Bisikannya masih bisa kudengar. Siapa wanita bernama Marsya itu yang membuat suamiku berubah padaku? Hatiku terasa nyeri. Bila ini kutanyakan Mas Prabu tidak akan mau jujur. Jalan satu-satunya mencari bukti adalah menyelidiki sendiri. 

🍁🍁

"Eh, Van. Senang deh omset kita naik bulan ini. Gak nyangka ide abal-abal kamu buat buka toko pakaian dan hijab berubah manis kayak gini. Dari modal kecil kita berdua sekarang usaha kita makin maju, Van. Pemesanan online kian banyak. Untung sangat besar dan yang pasti kita kaya, Vania," kata Mbak Farah kakak kandungku.

Aku selama lima bulan ini memang membuka bisnis menjual pakaian dan hijab bersama kakak ku.

Awalnya secara online di beberapa market place tetapi karena ramai pembeli dan responnya positif. Kami membuka toko benaran dan berlokasi strategis serta ramai pengunjung. Harga yang kami tawarkan sangat murah dibanding yang lain.

Satu hijab atau pakaian aku dan Mbak Farah sepakat mengambil keuntungan sepuluh hingga lima belas ribu saja. Bila tak laku maka kami obral saja dengan harga modal. Sehingga permintaan sangat banyak dan kami kewalahan melayani. Karena Mbak Farah yang pegang kendali toko, aku tak pernah bercerita ke Mas Prabu sebab dia selalu pulang malam saja setelah aku melahirkan. 

"Kamu kenapa, Van? Masalah suami kamu lagi ya?" tanya Mbak Farah dan aku hanya mengangguk.

Aku pernah curhat pada Kakak ku kalau rumah tanggaku dirundung dilema, suamiku bersikap dingin setelah anakku lahir. Dia bahkan tidak ada waktu untukku, aku sibuk sendiri seperti ini dia tidak tahu. Dia pergi pagi dan pulang malam. Padahal dia hanya Dosen saja. Kalau Dosen bila tidak ada jam lagi pasti pulang namun dia berkilah sibuk dan sibuk. 

Ibu dan Ayah kami sudah meninggal dan aku hanya memiliki Mbak Farah. Dia lah tempatku berkeluh kesah. Kakakku seorang istri pegawai negeri. Dia sama juga sepertiku hanya Ibu rumah tangga sehingga kami sepakat membuka toko untuk menambah penghasilan. 

"Kamu tanyakan dulu baik-baik. Kalau udah gak ada kecocokan ambil jalan yang terbaik, Vania. Jangan siksa dirimu. Hidup itu indah," ucap Mbak ku memberi masukan. 

"Hubunganmu bagaimana dengan suamimu, Mbak? Apakah ada privasi antara kalian?" tanyaku mengerutkan dahi berpikir panjang tentang masalahku dan berusaha mencari solusi. 

"Nggak lah, suamiku walau sangar tetapi dia selalu cerita padaku. Handphone Bang Sinaga Mbak juga yang pegang kamu kan tahu kalau suami Mbak itu gak bisa kalau gak cerita sama, Mbak. Tidak ada rahasia diantara kami." 

Aku menghembuskan napas berat, bagaimana menceritakan kalau Mas Prabu tadi malam dihubungi oleh Marsya. Dan entah siapa wanita itu, tetapi aku sangat curiga. 

"Mbak, apa benar ini toko online yang terkenal murah itu, VanFar Hijab?" tanya seorang pembeli. Penjaga toko yang melayani mengangguk

"Oh, ternyata benar, senang sekali. Lihat Mas, aku bisa borong di sini," kata suara wanita muda dengan mendayu.

Aku dan Mbak Farah melihat sekilas dan betapa aku terkejut tangan wanita itu, dia bergelayut manja pada suamiku, Mas Prabu. 

"Pilihlah sayang yang mana yang kamu mau." ucap suamiku sambil mencubit pipi wanita itu gemas. 

Mbak Farah sudah terlihat murka, dia ingin mendatangi suamiku dan menampar wajah nya. 

"Jangan, Mbak. Kita selesaikan secara baik-baik," ucapku berusaha tenang walau hati bergemuruh. 

"Hai, mau beli yang mana, Mas dan Mbak nya," kataku dengan suara bergetar. 

"Vania!"

Suamiku membelalak kan matanya melihatku di sana dan terkejut karena aku memergokinya bersama wanita lain. 

Bersambung.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi MENOLAK NAFKAH BATIN

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel En-PD153
8.9
Mantan kekasihku yang kukira telah tiada tiba-tiba muncul membawa wanita hamil yang disebut penyelamatnya. Dia secara tak masuk akal memintaku tinggal bersama mereka dan menawarkan upacara pernikahan sebagai kompensasi sementara ia menikahi wanita itu. Sebagai putri bangsawan dan menantu keluarga konglomerat, aku tak sudi dijadikan selingkuhan. Jika dia menolak hidup mewah, aku akan memastikan dia kehilangan segalanya hingga menjadi pengemis.
Sampul Novel IPARKU, CANDU SUAMIKU
9.8
Dua tahun menikah, Nadia Antika bertahan menghadapi hinaan ibu mertuanya karena cinta tulus Askara Brahma. Namun, kebahagiaan itu sirna saat suaminya berubah menjadi tertutup dan dingin. Nadia mulai mencium rahasia besar yang disembunyikan sang suami di balik perubahan sikapnya. Mampukah ia mengungkap kebenaran yang menyakitkan? Bagaimana reaksi Nadia saat mengetahui Askara ternyata menjalin hubungan terlarang dengan adik iparnya sendiri di rumah mereka?
Sampul Novel Istri Pengganti
9.7
Rayhan yang hancur karena dikhianati calon istrinya nekat memaksa Zahra menikahinya demi melampiaskan rasa kecewa. Zahra pun terkejut dan menolak mentah-mentah tawaran gila tersebut. Namun, Rayhan tak menyerah dan menjanjikan sebuah butik sebagai imbalan jika Zahra mau menggantikan posisi mempelai wanita yang kabur. Akankah Zahra menerima kesepakatan ini dan sanggup menjalani kehidupan sebagai istri pengganti bagi pria dingin seperti Rayhan?
Sampul Novel Jangan bermain-main dengan saya
8.9
Kisah mafia dan romansa ini berawal saat seorang ayah tega menjual putri kandungnya sendiri. Seiring berjalannya waktu, gadis itu tumbuh dewasa hanya untuk menghadapi kenyataan pahit tentang garis hidupnya. Dia tidak memiliki pilihan selain menerima takdir kelam yang telah ditetapkan, yakni menjadi istri dari seorang pengedar narkoba yang berbahaya. Perjalanan hidupnya kini terjebak dalam dunia kriminalitas yang penuh dengan intrik dan bahaya besar.
Sampul Novel Kelahiranku, Kematian Ibuku, Dan Kebencian Ayahku
9.7
Disiksa kejam oleh penculik demi melindungi sang ayah, seorang gadis meregang nyawa dalam kesendirian. Di momen terakhirnya, panggilan teleponnya justru ditolak dengan penuh kebencian oleh ayahnya yang sedang merayakan ulang tahun putri adopsinya. Sang ayah mengutuk kelahirannya yang merenggut nyawa ibunya. Jasadnya kemudian ditemukan tragis di depan kantor polisi. Ironisnya, sang ayah yang bekerja sebagai ahli otopsi memimpin penyelidikan tanpa menyadari bahwa korban mutilasi keji tersebut adalah putri kandung yang sangat ia benci.
Sampul Novel Penguasa Abadi Sepuluh Ribu Binatang
8.3
Di Pulau Sepuluh Ribu Binatang yang megah, puluhan ribu anak di bawah sepuluh tahun berkumpul di Puncak Lundao dengan penuh keseriusan. Sebagai murid baru yang baru saja menemukan akar spiritual mereka, mereka mendengarkan wejangan dari seorang tetua berjubah hijau. Ia mulai mengisahkan sejarah sekte, bermula dari sang pendiri legendaris, Wan Beast Immortal Li. Dahulu, Li hanyalah seorang kultivator biasa dari Kerajaan Qin di Alam Qianyang sebelum akhirnya mencapai keabadian.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan