Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Bertemu Karena Jodoh

Bertemu Karena Jodoh

Nasyira terbiasa menikmati kemewahan sebagai putri orang kaya, namun roda kehidupan berputar drastis saat hartanya ludes seketika. Nasib malang menimpa keluarganya ketika sang papa dinyatakan bangkrut total. Kehancuran finansial ini bukan tanpa alasan, melainkan akibat pengkhianatan keji yang dilakukan oleh adik kandung papanya sendiri. Kini, Nasyira harus menghadapi realita pahit setelah orang terdekat menghancurkan seluruh kejayaan mereka.
Bab
Bagikan

Bab 2

Tawa dari pria paruh baya itu mengisi ruangan itu, aroma minuman beralkohol  menyeruak di indra penciuman. Tapi, lima pria yang ada di sana tampak sangat menikmati menuman itu, beberapa dari mereka sudah terlihat sudah sedikit teler karena enam botol sudah habis mereka teguk.

Revo, kakak dari Hendra itu sedang merayakan keberhasilannya yang telah membuat investor berhasil mundur dari proyek perusahaan adiknya. Dengan dibantu oleh orang-orang kepercayaan dari Hendra, dia bisa berhasil melaksanakan tugasnya. 

"Besok kita harus berpesta lebih besar daripada ini. Karena besok akan menjadi hari kehancuran Hendra," ucap Revo dengan suara yang sedikit serak. Tangan pria itu masih setia memegang gelas yang berisi alkohol.

"Tentu saja, Bos. Besok adalah hari di mana kau akan mengambil seluruhnya dari Hendra," balas pria berkemeja biru, dia adalah pengelolah keuangan di perusahaan Hendra. 

Pria itu memang sudah cukup lama berada dipihak Revo, menurutnya Revo lebih bisa diajak kerja sama ketimbang Hendra yang kaku. Dengan Revo dia bisa menggelapkan beberapa uang perusahaan demi kesenangannya, sedangakan Hendra selalu saja bersikap jujur.

"Besok akan aku traktir kalian semua. Tenang saja, cukup berakting lagi sebentar saja dan kita aka mendapatkan semuanya." Revo mengatakan hal itu dengan percaya diri.

"Aku sudah siap dengan semua berkas-berkas di atas meja itu." Suara itu berasal dari salah satu pengacara yang dulu mebacakan warisan peninggalan dari orang tua Revo. Entah bagaimana caranya, Revo akhirnya bisa membuat pengacara itu berpihak kepadanya dan menuruti setiap keingannya.

"Kau sangat bisa diandalkan," ucap Revo sambil mengacungkan jempolnya.

Setelah itu mereka semua menikamati momen itu, tak lupa mereka juga membahas rencana besok agar berjalan dengan sangat lancar. Yang paling tampak sangat antusias adalah Revo, dia sudah tidak sabar melihat wajah adiknya terkejut dengan semua perbuatanya.

* * * 

Pagi ini, Hendra sudah bersiap berangkat ke perusahaan. Namun, pria itu terlihat sangat lemas karena teruas memikirkan masalah yang ada di perusahaannya.

"Pa ... kenapa makanannya nggak dimakan," tegur Melly saat melihat suaminya sejak tadi diam saja.

"Eh? Papa sedang malas untuk makan sebenarnya," jawab Hendran.

Melly menatap mata suaminya dalam, dia bisa melihat kalau ada yang disembunyikan oleh suaminya. Akhirnya Melly berdiri dari duduknya dan menyentuh bahu Hendra dengan lembut. "Papa sedang ada masalah apa? Sepertinya sedang memikirkan sesuatu," tanya Melly.

Hendra menunjukkan senyum palsunya, pria itu menyentuh balik tangan istrinya yang ada di bahunya. "Tidak ada apa-apa. Aku hanya sedikit lelah karena pekerjaan yang sangat menumpuk di perusahaan," jawab Hendra beralibi.

"Benarkah?" tanya Melly lagi memastikan. "Kalo ada sesuatu coba ceritakan ke aku, mungkin dengan seperti itu bisa sedikit mengurangi beban pikiran papa."

"Mama tidak perlu khawatir, ini bukan masalah besar," jawab Hendra, "sepertinya papa harus berangkat sekarang juga karena masih banyak yang harus dikerjakan di kantor." Pria itu berdiri dari kursinya.

"Makanannya tidak di makan?"

"Tidak. Nanti papa bisa makan di kantor saja."

"Baiklah. Tapi jangan sampai lupa makan ya," pesan Melly.

Hendra mengangguk sebagai jawaban, setelah itu dia berpamitan untuk pergi. Melly sebenarnya sedikit kahwatir dengan suaminya, meskipun Hendra tadi menjawab kalau hanya masalah kantor biasa. Tapi Melly menangkap hal lainnya, ada banyak hal lainnya yang sedang disembunyikan oleh suaminya.

Sepeninggal Hendra, Melly menyesal karena tadi kenapa dia tidak membekali suaminya makanan. Wanita itu akhirnya memutuskan untuk pergi mengantarkan makana untuk Hendra.

*

Hendra baru saja memarkirkan mobilnya di parkiran. Dahinya sedikit berkerut saat melihat beberapa pemegang saham sedang berkumpul di depan kantornya. 

"Lihat! Hendra sudah datang." Suara itu berasal dari salah satu kerumunan orang itu. Detik berikutnya semua atensi semuanya tertuju kepada Hendra, setelah itu semua kangkah mendekat ke arahnya.

Hendra bisa melihat wajah marah dari semua orang itu, dia langsung menghentikan langkahnya. "Ada apa ini?" tanya Hendra bingung.

"Dasar pria brengsek! Ke mana kau bawa uang kami?"

"Kami sangat berharap penuh pada perusahaanmu, tapi uangnya malah kau korupsi dan sekarang perusahaanmu akan mengalami kebangkrutan!"

"Kembalikan uang kami!"

Teriakan-teriakan itu terus terdengar di pendengaran Hendra, tapi tubuh pria itu sedang diselamatkan oleh security untuk dibawa masuk ke dalam gedung. Hendra bingung dengan tuduhan yang dilontarkan oleh para pemegang saham itu.

"Ada apa ini sebenarnya?" tanya Hendra.

Pengelolah keuangan langsung maju ke depan, dia membawa sebuah bukti laporan yang menyatakan kalau selama ini Hendra sudah melakukan penggelapan uang perusahaan, dan imbasnya kepada pemegang saham tidak mendapatkan keuntungan.

"Apa-apaan ini! Aku tidak pernah melakukan hal ini, laporan ini pasti salah! Ada yang menfitnahku!" teriak Herdra histeris.

Bersamaan dengan itu, suara benda jatuh terdengar menggema. Melly sangat kaget mendengar hal itu, sampai-samapi rantang yang sedang ia bawa langsung jatuh. Semua atensi orang yang ada di sana langsung tertuju pada Melly, tak terkecuali Hendra. Dia snagat terkejut dengan kedatangan istrinya.

"Hendra tidak mungkin melakukan ini semua. Kalian semua salah jika harus menuduhnya seperti ini, karena selama ini dia menjalankan perusahaan ini dengan sebaik mungkin," ucap Melly membela. Wanita itu kini sudah berdiri di samping sang suami dengan menahan gejolak amarah.

"Ini semua ti--"

"Tapi semua bukti sudah mengarah kepada suamimu." Ucapan Melly harus terhenti saat Revo datang untuk menyela. Wajah pria itu terlihat memandang remeh Hendra dan Melly.

Revo juga tidak datang sendiri, dia sudah bersama dengan pengacara keluarga. Ini semua adalah bagian dari rencananya.

"Aku sengaja mengajak pengacara kita untuk membacakan suarat wasiat lagi. Karena ada hal yang belum dijelaskan secara jelas," ucap Revo. kemudian pria itu memerintahkan pengacara itu untuk membacakan surat wasiatnya.

Pengacara itu langsung patuh, lalu melangkahkan kakinya tiga langkah lebih dekat ke arah Hendra. Membuak lembaran tipis dokumen wasiat itu, Hendra sedikit curiga karena sebelumnya surat wasiat itu sudah pernah dibacakan. Jika masih ada kekurangan, kenapa pengacara itu tidak membacakannya sejak dulu?

"Kalau ada beberapa kejanggalan yang telah dilakukan oleh Hendra pada suatu hari nanti saat memimpin perusahaan, maka cabut semua fasilitas yang dia punya kecuali rumah. Biarkan Revo yang melanjutkan kalau ada masalah apa pun," jelas pengacara itu sambil melihat dokumen di tangannya.

Hendra yang mendengar hal itu langsung terkejut. Dia membantah kalau tidak pernah melakukan tindakan seperti itu. Karena tidak percaya, Hendra langsung mencabut paksa oleh pengacara. Matanya berbinar saat membaca dokumen itu, Melly yang ada di sana langsung ikut membaca dokumen itu. Dia juga sampai membulatkan mata membacanya.

"Ini tidak mungkin!" teriak Hendra sambil membanting dokumen itu ke lantai.

"Terima saja semua ini. Kau memag sudah tidam pantas lagi di sini, aku yang akan menggangangikanmu," balas Revo dengan memperlihatkan senyumnya.

Hendra dan Melly yang mendengar hal itu merasa sangat kesal. Dia tidak menyangka kalau Revo akan malakukan hal ini dengan sangat bagus seperti ini.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel A MAN IN A TUXEDO
9.7
Psikiater muda Auristela Indira mengemban tugas berat merawat Vincent Oliver, CEO penyiaran yang menderita Anterograde Amnesia pasca insiden tragis. Stela harus menyamar sebagai sekretaris dan pengawal pribadi sebelum akhirnya diminta menikahi Vincent yang ingatannya hanya bertahan sehari. Di tengah dilema itu, misteri besar menyelimuti penyebab kecelakaan Vincent serta hilangnya calon tunangannya tepat di malam sebelum hari pernikahan mereka.
Sampul Novel Ceo itu ayah anakku
9.1
Queen Azalea berusaha keras melupakan Sean Alexander, pria masa lalu yang menolak putri mereka karena takut memikul tanggung jawab. Namun, takdir mempertemukan kembali sang CEO dominan itu dengan Queen. Saat Sean tak sengaja bertemu Lilly, ia merasakan ikatan batin yang kuat. Di tengah pengejaran Sean, rahasia pilu terungkap: Lilly mengidap kanker darah. Sean pun memohon kesempatan untuk menebus kesalahan dan menjadi ayah sejati di sisa waktu berharga putri kecilnya.
Sampul Novel CINTA DI BALIK TOPENG
9.5
Seorang pebisnis ternama menyembunyikan identitas aslinya sebagai pemimpin dunia bawah yang ditakuti. Takdir mempertemukannya dengan wanita penuh teka-teki yang juga memendam rahasia kelam. Di tengah kemewahan dan bahaya, benih cinta mulai tumbuh, memaksa mereka menghadapi konflik batin yang hebat. Hubungan ini penuh godaan mematikan saat topeng masing-masing perlahan retak, mengancam keselamatan serta posisi kekuasaan yang selama ini mereka bangun.
Sampul Novel Gadis Jaminan Tuan Max
7.8
Hera mengira penderitaannya sudah mencapai batas, namun kemalangan lebih besar justru datang menghampiri. Ibunya terjerat utang pada Max, seorang lintah darat kejam, dan kini Hera yang harus menanggung konsekuensinya. Ia dijadikan tawanan sebagai jaminan hingga utang tersebut lunas sesuai tenggat waktu. Jika sang ibu gagal membayar, Hera harus bersiap menghadapi kemungkinan terburuk dalam hidupnya. Akankah ia mampu bertahan di bawah kendali penuh Max?
Sampul Novel Istri Yang Tersiksa
8.7
Tiga tahun Rania Alvi menderita dalam pernikahan dingin bersama pengusaha sukses, Rizky Wira. Sebagai istri kedua, ia merasa terasing oleh kehadiran mantan istri Rizky, Inez. Saat divonis kanker stadium dua, Rania yang hancur fisik dan mental akhirnya meminta cerai. Namun, Rizky dengan tegas menolak dan bersumpah tidak akan pernah melepaskannya. Kini Rania terjebak dalam obsesi suaminya, berjuang di antara rasa sakit dan ikatan pernikahan yang menyesakkan tanpa jalan keluar.
Sampul Novel Menjinakkan Istri Tantrum
9.5
Pasca memutus ikatan dengan keluarganya yang korup, Magnus mengabdi pada dinasti Montgomery, raksasa industri lokomotif global. Ia terikat pernikahan dengan Cressa, putri bungsu keluarga tersebut yang terkenal sangat temperamental. Di balik aliansi ini, keduanya menyimpan rahasia serta ambisi pribadi yang kontras. Seiring berjalannya waktu, Cressa mulai mengendus jejak misterius Magnus. Ternyata, Magnus bukan sekadar putra koruptor biasa.