Sampul Novel Mendadak Kaya

Mendadak Kaya

8.4 / 10.0
Pasca kehilangan pekerjaan, seorang gadis berlesung pipi mendapat tawaran tak terduga yang mengubah nasibnya. Ia diminta berkencan satu malam di rumah seorang pria misterius dengan imbalan fantastis sebesar seratus juta rupiah. Sang pria menjamin bahwa agenda mereka hanyalah makan malam bersama tanpa ada tuntutan lainnya. Bak rezeki nomplok di tengah kesulitan, ia pun menyadari bahwa roda kehidupan memang berputar dengan sangat tidak terduga.

Mendadak Kaya Bab 1

Kepulan asap r*k*k bercampur dengan asap kendaraan yang berlalu-lalang di jalanan raya. Seorang gadis mempunyai wajah jutek itu terus saja mengh*s*p benda nik*t*n tersebut. Seolah sedang menghilangkan beban pada pikirannya.

"Arghhh, sialan," umpat Naima sambil menendang angin sepanjang jalan trotoar.

"Kabur woy, ada orang gila!" Seruan anak SD pun tidak Naima gubris. Tetap acuh gak acuh.

"Cantik-cantik stress!!" celetuk ibu-ibu memakai gamis bunga yang menyilaukan mata, mengatai Naima. Beliau rela berhenti hanya untuk menjelekan gadis tersebut? Memang ya, dunia itu sudah tua. Muka sudah keriput, rambutnya pula mungkin sudah beruban semua. Tau-tau hobi si Ibunya suka nyinyirin orang meski Naima enggak kenal sama sekali?

"Lu ngatain gue?!" Naima menjatuhkan puntung rokoknya, lalu menginjaknya secara brutal. Ia pun gak segan menendang roda belakang motor si Ibu tua yang berhasil mengusik ketenangannya.

"Dih, serem. Kayak orang psikopat," cibir beliau kembali. 

Wah-wah, minta di sentil ginjalnya. Naima sudah ancang-ancang melipat lengan bajunya sampai sikut, tapi Ibu tua tadi memilih kabur dan hampir menabrak pengendara lain sangking terburu-buru.

Naima mendengkus, "Tadi enteng banget ngatain gue! Giliran diserang balik auto melempem kek kerupuk disiram air," cebiknya melanjutkan berjalan, namun tidak tentu arah.

Sudahlah!! Gadis itu sedang patah hati. Bukan. Bukan karena putus cinta atau di selingkuhin oleh sang pacar. Naima potek hatinya sebab ia dipecat dari tempat kerjaannya.

"B*ngs*t?!" umpatnya untuk yang kedua kali, kala Naima ditabrak kencang dari arah belakang.

"Sabar-sabar, tahan. Gak boleh emosi. Kalau emosi bisa hancur dunia karena khodam gue ular kobra," lirih Naima menarik nafasnya, lalu keluarkan secara perlahan.

"Maling woy?!" Naima buka pejaman matanya. Asli anjir, suaranya nyaring banget ege!! Bikin gendang telinga Naima iritasi.

"Mbak preman, bantu kejar malingnya elah!! Malah diem ngejogrog di sini. Bantu sesama manusia itu banyak pahalanya, banyak... " gadis tersebut nggak segan menginjak kaki pria setengah wanita.

"Cerewet banget lu elah!!" Kemudian Naima menyumpal mulut pria di sampingnya menggunakan bungkus rokok tanpa belas kasih.

***

"Noh, dompet berharga elu!" Naima melempar dompet kulit warna hitam polos.

Pria setengah wanita tersebut sigap menangkap dompet milik Bos nya.

Hap

Tepat sasaran.

"Jangan asal Mbak preman. Ini dompet mahal tau. Isinya kartu black card semua,"

Naima hanya manggut-manggut, "Lu ngatain gue preman... " ia sengaja menjeda ucapannya sembari menghampiri pria yang gak punya rambut sama sekali alias botak, "emangnya muka gue mirip macam preman, hah?!" gertak Naima dengan suara rendah, akan tetapi penuh ketegasan. Baru awalan. Belum ke inti pun pemanasan.

"Nama saya Cikey," ealah, lagi di gertak dia malah ngajak kenalan. Basi anjay.

"Cupu lu!" ketus Naima sambil menjitak keras jidat Cikey. 

"Dompet saya mana, Key?" Bagai adegan slow motion, Naima dan Cikey kompak menoleh ke arah belakang.

Mulut Naima menganga sedikit diiringi matanya yang menyipit, silau. Sementara Cikey mengangkat tinggi-tinggi dompet kulit milik Bos nya sembari berseru kencang, "Nih, Bos dompetnya. Saya hebat 'kan udah kejar malingnya?" Idih, si Cikey ngaku-ngaku.

"Hm," dehem Bos nya. Kemudian arah pandangnya beralih pada gadis di samping asisten pribadinya.

"Mingkem. Saya tau kalau wajah saya itu ganteng," 

Naima tersadar dilanjut tawa sinisnya yang mengudara, "Gue bukannya terpana liat wajah elu yang terlihat biasa-biasa," 

Cikey sampai menutup mulutnya rapat-rapat. Dalam pikirannya, mungkin Naima berani sekali bicara lo-gue kepada Bos nya. Why? Ada yang salah?? Haruskah Naima bicara formal. No!! Itu bukan gayanya.

"Jidat elu lebar, gue silau ngeliatnya," Bos nya Cikey malu dan menahan salting.

"Btw, lu sugar daddy ya? Kenalin, gue Naima. Seorang gadis yang sudah menyelamatkan dompet elu. Dan kata dia... " ujar Naima menunjuk Cikey nampak kemerahan di wajahnya, malu sudah ketahuan berbohong, "isinya kartu black card semua," imbuhnya diam-diam tersenyum smirik.

Naima jujur. Karena ia ingin membuktikan kalau ucapan Cikey betulan atau sekedar omongan belaka.

"Kamu mau uang?" tanyanya balik.

"Why not? Sebagai balas budi, maybe??" Padahal, Naima gak perlu uang. Tabungannya sudah banyak. 

Gadis itu pula enggak jaim-jaim ngupil di hadapan mereka, kemudian dihempaskan ke udara.

"Pilih yang mana?" Tak disangka-sangka. Dia sengaja membuka dompet dan memperlihatkan isinya yang ... yeah. Berapa biji dah tuh kartu black card nya?

Glek

Jiwa misquen Naima usai dipecat meronta-ronta.

"Tapi ada syaratnya," Naima pura-pura bersiul guna menutupi kekesalannya. Ketimbang ngasih duit aja pake ada syaratnya.

"Syaratnya, kamu harus kencan satu malam dengan saya di rumah. Malam itu juga, saya akan kasih kamu uang senilai 100 juta,"

Naima terbatuk-batuk, Cikey langsung mimisan.

"Tapi, Bos 'kan sudah-- " Bos nya Cikey mengangkat satu tangannya, tanda diam.

Bagai rezeki nomplok untuk gadis memiliki lesung pipi itu. Hanya kencan saja bukan? Di rumah pula.

"Hanya menemani saya dinner, enggak lebih,"

Setelah dipecat dari kerjaannya, terbitlah uang menghampiri Naima. Memang, nasib itu seperti tempe. Enggak ada yang tahu.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Mendadak Kaya

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Cinta Dalam Hati
8.4
Tania adalah pengacara berani yang rela bertaruh nyawa demi keadilan. Ia kerap berselisih dengan Yudi, pria dingin yang telah menjadi rivalnya sejak kecil. Meski selalu menolak dijodohkan, takdir memaksa keduanya bersatu dalam ikatan pertunangan rahasia dari orang tua mereka. Di tengah gejolak benci dan cinta, Tania harus menghadapi bahaya besar saat melawan Wijaya, konglomerat kejam di balik kasus perdagangan manusia. Akankah benih cinta tumbuh di antara mereka?
Sampul Novel Diagnosis Kanker di Hari Ulang Tahun Pernikahan
9.5
Delapan tahun membina rumah tangga, Jessica selalu percaya pada alasan pekerjaan suaminya, Rio Aditya, setiap hari ulang tahun pernikahan mereka. Namun, sebuah rahasia kelam terungkap saat Jessica mendengar pengakuan Rio yang berselingkuh dengan Nadia dan berniat menceraikannya karena kehilangan rasa cinta pasca-keguguran. Di hari yang sama, Jessica justru divonis mengidap kanker ovarium stadium akhir. Tanpa dendam, ia pun memutuskan untuk pergi selamanya demi kedamaiannya sendiri.
Sampul Novel Dicampakkan Setelah Menjadi Korban Rudapaksa
9.4
Nalula Diandra mengalami tragedi memilukan saat kesuciannya dirampas di hadapan kekasihnya sendiri akibat rencana keji kakek sang pria. Alih-alih membela, kekasihnya justru memilih menikahi wanita lain. Di tengah kehancuran, Lula ditemukan oleh orang tua kandungnya yang merupakan konglomerat kuat. Bersama mereka, ia merancang pembalasan dendam untuk menghancurkan pria itu beserta keluarganya. Namun, akankah kepuasan batin ia temukan setelah semua hancur?
Sampul Novel Gairah Liar Uncle Sam
9.6
Shila merintih kesakitan saat Sam mulai merasuki dirinya dengan penuh gairah. Dalam suasana yang mencekam dan penuh risiko, Sam berbisik lirih agar Shila mengecilkan suaranya. Ia memperingatkan gadis itu bahwa orang tuanya bisa mendengar aktivitas rahasia mereka di dalam rumah tersebut. Ketegangan memuncak saat mereka berusaha menyembunyikan hubungan terlarang ini dari pendengaran ayah dan ibu Shila yang berada sangat dekat dengan mereka.
Sampul Novel Jangan bermain-main dengan saya
8.9
Kisah mafia dan romansa ini berawal saat seorang ayah tega menjual putri kandungnya sendiri. Seiring berjalannya waktu, gadis itu tumbuh dewasa hanya untuk menghadapi kenyataan pahit tentang garis hidupnya. Dia tidak memiliki pilihan selain menerima takdir kelam yang telah ditetapkan, yakni menjadi istri dari seorang pengedar narkoba yang berbahaya. Perjalanan hidupnya kini terjebak dalam dunia kriminalitas yang penuh dengan intrik dan bahaya besar.
Sampul Novel KhaRisma
9.0
Penyesalan mendalam menghantui setelah perpisahan yang tak terelakkan terjadi. Kesadaran yang datang terlambat hanya menyisakan duka, karena tangisan tak mampu mengubah kenyataan. Kehadiran sosokmu sebelumnya telah memberi warna dan mengajarkan arti kesetiaan serta pengorbanan yang tulus. Meski mengenalmu membawa rasa sakit dan kesedihan, di sana pula kutemukan kebahagiaan sejati. Kini, andai waktu bisa diputar kembali, aku hanya ingin mengulang setiap detik bersamamu.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan