Sampul Novel Kupuaskan Nafsuku di Klub

Kupuaskan Nafsuku di Klub

8.5 / 10.0
Mengatasi rasa hampa setelah berakhirnya sebuah hubungan, seorang wanita dengan hasrat terpendam memutuskan menerima ajakan sahabatnya untuk mengikuti klub lari malam yang tidak biasa. Berbekal celana khusus yang dipesankan sang sahabat, ia terjun ke dalam aktivitas fisik yang sangat menguras energi hingga membuatnya tak berdaya dan memohon ampun. Di saat ia mengira penderitaan fisiknya telah usai di dalam tenda, kehadiran dua pria asing yang tiba-tiba masuk mengubah segalanya.

Kupuaskan Nafsuku di Klub Bab 1

Aku adalah seorang wanita yang memiliki hasrat besar!

Setelah putus cinta, aku tidak pernah merasakan kepuasan. Jadi, sahabatku mengajakku untuk bergabung dengan klub lari malam khusus, serta memesankan celana khusus untukku.

Ketika aku berpartisipasi dalam kegiatan itu, aku disiksa sampai kakiku menjadi lemas. Aku juga memohon ampun berulang kali.

Setelah waktu yang lama, ketika aku pikir semuanya akan berakhir, dua orang pria masuk ke dalam tendaku ….

Aku tidak menyentuh diriku sendiri selama tiga minggu.

Bukannya aku tidak mau, tetapi aku harus menahan diri.

Dokter mengatakan bahwa mudah untuk memiliki ketergantungan secara emosional setelah putus cinta. Aku takut diriku akan jatuh kembali ke dalamnya jika terlalu terbawa perasaan.

Namun, tubuh bukanlah otak. Aku tidak bisa menahannya semudah itu.

Terutama di malam hari. Setelah mematikan lampu, tempat tidur menjadi terlalu kosong, dengan udara yang ambigu. Ini membuat orang tidak bisa menahan diri.

Pada saat ini, Laura mengirimkanku pesan WhatsApp: [Teman, ayo pergi lari malam bersamaku hari ini.]

Aku mengabaikannya, tetapi dia dengan cepat mengirim pesan lainnya: [Ini adalah acara lari malam yang akan membuat kakimu lemas dan basah setelah berlari.]

Aku menatapnya, terdiam selama beberapa detik. Kakiku terasa sangat panas.

Ketika aku membuka foto yang dia kirimkan, aku hampir saja menjatuhkan ponselku.

Foto itu adalah foto dirinya dengan pakaian olahraga yang sangat ketat. Satu kakinya berada di pundak seorang pelatih pria, wajahnya penuh dengan rona merah, sementara mulutnya sedikit terbuka. Ekspresi ini sama sekali tidak terlihat seperti sedang berlari. Sementara itu, pelatih pria mengangkat kaki Laura, dengan bagian bawah tubuhnya mendorong kuat dalam gerakan peregangan yang terasa aneh.

Aku menggertakkan gigi sambil mengetik: [Apa yang sedang kamu mainkan?]

Laura membalas pesanku dengan tanda tanya, lalu diikuti dengan tautan ke sebuah komunitas lari malam. [Klub Lari Malam Sarasa, khusus wanita dengan teman wanitanya. Kamu cukup datang dengan wajah penuh hasrat.]

Aku menatap tautan itu untuk beberapa saat.

Apakah hasratku benar-benar ... sejelas itu?

Ponselku menyala, lalu mati. Aku berguling-guling, tetapi tidak bisa tertidur. Pikiranku penuh dengan mantan pacarku.

Pria itu adalah seorang fanatik kebugaran, garis pinggang dan perutnya sangat indah seperti ukiran. Dia melakukan semuanya dengan keras, akurat, serta tanpa ampun. Terlebih lagi, dia suka berbisik di telingaku sambil terengah, "Bukankah kamu bilang nggak mau? Memohonlah padaku. Kalau kamu memohon, aku akan memberikannya padamu."

Malam itu kami sedang berada di dapur. Dia masuk dari belakang, sementata aku hampir terjatuh di atas kompor, berteriak sampai suaraku pecah.

Namun, sekarang dia sudah pergi, mengatakan bahwa aku tidak tahu diri, penuh nafsu dan tidak pernah puas!

Apa yang tidak dia ketahui adalah bahwa setelah dia pergi meninggalkanku sendirian, aku seperti orang yang kerasukan. Aku berpura-pura tenang di siang hari, lalu melakukan semuanya sendiri di malam hari.

Namun, diriku sendiri tidak bisa melakukannya sebaik pria itu.

Aku berusaha keras untuk berpakaian, menekan tautan, lalu mendaftar untuk bergabung dengan grup itu.

Beberapa menit kemudian, sebuah akun bernama "Manajer Sarasa - Dimas" menyetujuiku untuk masih ke dalam grup.

Foto profilnya menunjukkan foto sebuah punggung yang setengah telanjang. Cahayanya redup, tetapi aku masih bisa melihat lengkungan yang dalam di pinggangnya, serta garis-garis otot yang menonjol di lengannya.

Dia memiliki tipe tubuh seperti mantan pacarku, tetapi terlihat lebih liar.

Laura langsung memasukkanku ke dalam grup, lalu mengirim pesan suara tanpa menungguku menyapa, "Ini adalah sahabatku Mandy. Dia punya tubuh yang bagus, serta bagian bawah yang menawan. Siapa di antara kalian yang akan berlatih dengannya malam ini?"

Grup langsung menjadi ramai.

[Sial, apa ini harta karun milik Kak Laura?]

[Selamat datang teman baru. Malam ini kamu akan menjadi seseorang yang baru.]

[Kak Dimas, apakah kamu akan melakukannya atau aku?]

[Jangan berebut denganku. Bukankah teman baru itu bilang dia ingin kakinya lemas dan basah? Kalau begitu, aku yang harus melakukannya!]

Ketika aku melihat ini, dadaku terasa sesak, ujung jariku mulai mati rasa.

Detik berikutnya, seseorang menyebutkan namaku di grup.

Dimas: [Mandy, besok malam jam tujuh kita akan berkumpul di kaki gunung. Kenakan celana yang ketat, jangan memakai celana dalam.]

Aku menatap kata-kata itu dengan seluruh tubuh yang bergetar.

Aku tahu bahwa aku seharusnya keluar dari grup itu.

Namun, pada saat itu aku sudah terobsesi padanya, seolah terbakar dalam api.

Aku menatap kata-kata "jangan memakai pakaian dalam". Sebuah gambaran muncul di benakku ….

Jalan pegunungan yang berkelok-kelok, dengan suasana malam yang sunyi. Aku berjalan di depannya. Setiap gundukan menghantam bagian tubuhku yang paling sensitif. Dia terengah di telingaku, "Tahan. Jangan berteriak."

Kakiku tertutup rapat, jantungku berdetak kencang hingga hampir meledak.

Aku membalasnya, "Oke."

Aku melihat Dimas mengirimkan pengumuman di grup: [Materi latihan besok malam adalah lari malam dengan intensitas sedang dan peregangan dan traksi. Anggota wanita harus ditemani oleh pelatih pria satu lawan satu selama acara lari.]

Aku menatap ke arah barisan kata-kata itu dengan tubuh yang sedikit memanas.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Kupuaskan Nafsuku di Klub

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Aku Tak Punya Siapapun Lagi
8.3
Menghadapi sisa hidup tiga hari akibat gagal hati akut, seorang istri harus menelan pil pahit saat suaminya, David, memberikan kuota pengobatan terakhir kepada adik angkatnya, Emma. Dianggap lebih pantas hidup, ia pun dipaksa mengalah. Demi menutupi ajal yang mendekat, ia menandatangani surat cerai, menyerahkan perusahaan perhiasan, bahkan membiarkan putrinya memanggil Emma sebagai ibu. Di balik pujian keluarga yang menganggapnya kakak yang baik, sebuah misteri kematian yang tragis siap mengejutkan mereka semua.
Sampul Novel Gadis 100 juta (fatamorgana)
9.6
Demi menyelamatkan adiknya yang diculik, Daiva Gayatri Maheswari terpaksa menjual kesuciannya kepada Keyko Khayang Gumelar senilai 100 juta rupiah. Namun, takdir mempertemukannya dengan Damian, seorang duda tampan, di sebuah supermarket secara tidak sengaja. Kini, Daiva terjebak dalam dilema cinta ketika kedua pria tersebut mulai mengejar hatinya. Siapakah yang akhirnya akan dipilih Daiva sebagai pendamping hidup di tengah bayang-bayang masa lalunya?
Sampul Novel IPARKU, CANDU SUAMIKU
9.8
Dua tahun menikah, Nadia Antika bertahan menghadapi hinaan ibu mertuanya karena cinta tulus Askara Brahma. Namun, kebahagiaan itu sirna saat suaminya berubah menjadi tertutup dan dingin. Nadia mulai mencium rahasia besar yang disembunyikan sang suami di balik perubahan sikapnya. Mampukah ia mengungkap kebenaran yang menyakitkan? Bagaimana reaksi Nadia saat mengetahui Askara ternyata menjalin hubungan terlarang dengan adik iparnya sendiri di rumah mereka?
Sampul Novel Misteri Hutan Gondoriyo: Perjalanan Malam yang Mencekam
8.5
Seorang pria terjebak dalam kengerian Hutan Gondoriyo setelah tersesat saat menjelajah. Di tengah fenomena ghaib kendaraan yang raib, ia bertemu pasangan lansia misterius di sebuah pondok terpencil yang memberinya peringatan. Meski berhasil pulang, rasa penasaran membawanya kembali, namun hutan itu seolah lenyap. Hubungan gelap antara kecelakaan bus di jurang dan misteri hutan ini mulai terkuak, memaksanya mempertaruhkan nyawa demi mengungkap kebenaran yang menghantui.
Sampul Novel Satu Malam Bersama Calon Besan
8.5
Pasca lama menjanda, Mira melakukan kekeliruan fatal akibat pengaruh alkohol saat merayakan ulang tahun. Ia menghabiskan malam yang penuh gairah dengan Rendi, lalu pergi begitu saja tanpa melihat wajah pria tersebut. Mira berupaya melupakan momen intim itu, namun segalanya berubah saat ia bertemu calon besannya. Ternyata, ayah dari calon menantunya adalah Rendi. Kini mereka terjebak antara menghapus memori tersebut atau justru lanjut berselingkuh di belakang anak mereka.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan